Screenplays & Play

ASUHAN KEPERAWATAN HOME CARE PADA PASIEN POST OPERASI KATARAK HARI KE 2 Oleh: KELOMPOK 3 B10-A

Description
ASUHAN KEPERAWATAN HOME CARE PADA PASIEN POST OPERASI KATARAK HARI KE 2 Oleh: KELOMPOK 3 B10-A
Published
of 44
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  ASUHAN KEPERAWATAN HOME CARE PADA PASIEN POST OPERASI KATARAK HARI KE 2 Oleh: KELOMPOK 3 B10-A: 1.   DESAK PUTU BELLA ANDRIYANI (173222769) 2.   I MADE SUTAMA (173222781) 3.   MADE DIAN KUMARAWATI (173222787) 4.   MADE DWI WIRA ADI ANTARI (173222788) 5.   NI LUH MADE YUDIANI (173222792) SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA PPNI BALI PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN ALIH JENJANG 2018  2 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atas Waranugraha Beliaulah penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “ Asuhan Keperawatan Home Care Pada Pasien Post Operasi Katarak  ”  ini tepat pada waktunya.   Makalah ini dibuat dengan bantuan dari berbagai pihak yang membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu,  penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk  penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian. Denpasar, Maret 2018 Penulis  3 KONSEP DASAR KATARAK A.   Pengertian Katarak    Katarak berasal dari bahasa Yunani “Katarrhakies”, dalam  bahasa Inggris “Cataract”, dan dalam bahasa Latin “Cataracta” yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa atau akibat keduanya (Ilyas, 2005). Katarak adalah opasitas lensa kristalina yang normalnya jernih. Biasanya terjadi akibat proses penuaan tapi dapat timbul pada saat kelahiran (katarak kongenital). Dapat  juga berhubungan dengan trauma mata tajam maupun tumpul, penggunaan kortikosteroid  jangka panjang, penyakit sistemik, pemajanan radiasi, pemajanan yang lama sinar ultraviolet, atau kelainan mata lain seperti uveitis anterior (Suzzane C Smeltzer, 2002). Menurut Corwin (2001), katarak adalah penurunan progresif kejernihan lensa. Lensa menjadi keruh atau berwarna putih abu-abu, dan ketajaman penglihatan berkurang. Katarak terjadi apabila protein-protein lensa yang secara normal transparan terurai dan mengalami koagulasi. Sedangkan menurut Mansjoer (2000), katarak adalah setiap keadaan kekeruhan  pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (panambahan cairan) lensa, denaturasi  protein lensa, atau akibat kedua-duanya. Biasanya mengenai kedua mata dan berjalan  progresif. Jadi, dapat disimpulkan katarak adalah kekeruhan lensa yang normalnya transparan dan dilalui cahaya menuju retina, dapat disebabkan oleh berbagai hal sehingga terjadi kerusakan penglihatan. B.   Etiologi Katarak   Katarak dapat timbul pada usia berapa saja setelah trauma lensa, infeksi mata, atau akibat pajanan radiasi atau obat tertentu. Janin yang tepajan virus rubella dapat mengalami katarak. Para pengidap diabetes melitus kronik sering mengalami katarak, yang kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan aliran darah ke mata dan perubahan  penanganan dan metabolisme glukosa.  4 Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia seseorang. Usia rata-rata terjadinya katarak adalah pada umur 60 tahun keatas. Akan tetapi, katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. Penyebab katarak lainnya meliputi: 1.   Faktor keturunan. 2.   Cacat bawaan sejak lahir. 3.   Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid. 4.   Gangguan pertumbuhan. 5.   Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama. 6.   Rokok dan Alkohol. 7.   Operasi mata sebelumnya dan trauma (kecelakaan) pada mata. 8.   Proses degeneratif (Katarak Senilis). 9.   Penyakit mata lain (Uveitis). 10.   Penyakit sistemik (DM). 11.   Defek kongenital (salah satu kelainan herediter sebagai akibat dari infeksi virus  prenatal, seperti German Measles). 12.   Faktor-faktor lainya yang belum diketahui. Sebagian besar katarak yang disebut katarak senilis, terjadi akibat perubahan- perubahan degeneratif yang berhubungan dengan pertambahan usia. Pajanan terhadap sinar matahari selama hidup, alkohol, merokok dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu yang lama serta predisposisi herediter berperan dalam munculnya katarak senilis. C.   Epidemologi / Insiden Kasus Lebih dari 90% kejadian katarak merupakan katarak senilis. 20-40% orang usia 60 tahun ke atas mengalami penurunan ketajaman penglihatan akibat kekeruhan lensa. Sedangkan pada usia 80 tahun ketas insidensinya mencapai 60-80%. Prevalensi katarak congenital pada negara maju berkisar 2-4 setiap 10000 kelahiran. Frekuensi katarak laki-laki dan perempuan sama besar. Di seluruh dunia, 20 juta orang mengalami kebutaan akibat katarak. Penyakit katarak tidak menimbulkan gejala rasa sakit tetapi dapat menggangu  penglihatan dari penglihatan kabur sampai menjadi buta. penyakit katarak di Indonesia  banyak terjadi pada umur di atas 40 tahun padahal sebagai penyakit yang degeneratif  buta katarak umumnya terjadi pada usia lanjut (SKRT-SURKESNAS, 2001).  5 Salah satu teori menyatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi, jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia. Katarak biasanya terjadi bilateral, namun mempunyai kecepatan yang berbeda. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik dan matang ketika orang memasuki dekade ke tujuh (Brunner & Suddarth, KMB vol 3). Di Indonesia, katarak merupakan penyebab utama kebutaan prevalensi buta katarak 0,78% dari prevalensi kebutaan 1,5% pertahun. Walaupun katarak merupakan  penyakit usia lanjut, namun 16-20% buta katarak telah dialami penduduk indonesia pada usia 40-50 tahun (Badan Biro Statistik BPS 2004). Sedangkan di daerah maju seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jepang, kasus katarak terjadi pada orang berusia 60 tahun. Artinya orang Indonesia lebih awal megidap katarak. D.   Patofisiologi Katarak   Lensa yang normal adalah struktur posterior iris yang jernih, transparan,  berbentuk seperti kancing baju dan mempunyai kekuatan refraksi yang besar. Lensa mengandung tiga komponen anatomis. Pada zona sentral terdapat nukleus, di perifer ada korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. Dengan  bertambahnya usia, nucleus mengalami perubahan warna menjadi coklat kekuningan. Disekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan posterior nukleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna, nampak seperti kristal salju pada jendela. Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahan pada serabut halus multipel (zunula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar daerah diluar lensa, misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalamui distorsi. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa. Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak. Katarak biasanya terjadi bilateral, namun memiliki kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistemik, seperti diabetes. Namun kebanyakan merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. Kebanyakan
Search
Similar documents
View more...
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks