Paintings & Photography

Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia

Description
Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia
Published
of 33
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia |1 BAB I   PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang  Audit siklus produksi mencakup di dalam pertimbangan sistem pengendalian internal yang berkaitan dengan transaksi pabrikasi, dan memberikan perhatian khusus pada pengujian substantif atas saldo persediaan baik untuk persediaan yang dibuat atau diproduksi sendiri maupun persediaan yang dibeli. Audit siklus  produksi dan jasa personalia juga memusatkan perhatian pada sistem  pengendalian internal untuk transaksi penggajian serta pengujian substantif atas saldo akun-akun terkait. 1.2   Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut : 1)   Bagaimana merencanakan audit atas siklus produksi ? 2)   Apa yang dimaksud dengan aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi ? 3)   Bagaimana pengujian substantif atas saldo persediaan ? 4)   Apa yang dimaksud dengan jasa bernilai tambah dalam siklus produksi ? 5)   Bagaimana merencanakan audit atas siklus jasa personalia ? 6)   Apa yang dimaksud dengan aktivitas pengendalian transaksi penggajian ? 7)   Bagaimana melakukan pengujian substantif atas saldo penggajian ? 8)   Apa yang dimaksud dengan jasa bernilai tambah dalam siklus jasa  personalia ? 1.3   Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1)   Mengetahui bagaimana merencanakan audit atas siklus produksi serta aktivitas pengendalian transaksi pabrikasi. 2)   Memahami pengujian substantif atas saldo persediaan dan jasa bernilai tambah dalam siklus produksi. 3)   Menjelaskan bagaimana audit atas siklus jasa personalia beserta aktivitas  pengendalian transaksi penggajian.  Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia |2 4)   Menjelaskan pengujian substantive atas saldo penggajian dan jasa bernilai tambah dalam siklus jasa personalia.  Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia |3 BAB II   PEMBAHASAN   2.1   Merencanakan Audit Atas Siklus Produksi  Siklus produksi (  production cycle ) berhubungan dengan konversi bahan baku menjadi barang jadi. Siklus ini meliputi perencanaan serta pengendalian produksi dari jenis-jenis dan kuantitas barang yang akan diproduksi, tingkat persediaan yang akan dipertahankan, serta transaksi dan peristiwa yang berkaitan dengan  proses pabrikasi. Transaksi yang terjadi dalam siklus ini dimulai pada saat bahan  baku diminta untuk produksi, dan berakhir ketika barang yang diproduksi ditransfer ke barang jadi. Transaksi yang terjadi dalam siklus ini disebut sebagai transaksi pabrikasi ( manufacturing transactions ). Siklus produksi saling berkaitan dengan tiga siklus lain berikut ini, yaitu : 1)   Siklus pengeluaran dalam pembelian bahan baku dan pembayaran  berbagai biaya overhead. 2)   Siklus jasa personalia dalam pembayaran biaya tenaga kerja pabrik. 3)   Siklus pendapatan dalam penjualan barang jadi. Keterkaitan siklus produksi dengan siklus lainnya : Tujuan Audit Dua kelompok tujuan audit siklus produksi adalah sebagai berikut : 1)   Tujuan audit atas kelompok transaksi yang berkaitan dengan transaksi  pabrikasi.  Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia |4 2)   Tujuan audit atas saldo akun yang berkaitan dengan saldo persediaan serta harga pokok penjualan. Berikut tujuan audit spesifik tertentu untuk siklus produksi : Menggunakan Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri Untuk Mengembangkan Strategi Audit Pemahaman tentang bisnis dan industri klien akan membantu auditor dalam merancang program audit yang efektif dan efisien. Bagi banyak perusahaan  persediaan pabrikasi merupakan proses inti, dan kemampuan entitas itu untuk Kategori AsersiTujuan Audit atas Kelompok TransaksiTujuan Audit atas Saldo Akun Keberadaanatau KeterjadiaanKelengkapanHak dankewajibanPenilaian ataualokasiPenyajian dan pengungkapanRincian transaksi pabrikasi mendukung  penyajiannya dalam laporan keuangan termasuk klasifikasi dan pengungkapannya (PD1)Persediaan (PD2) dan harga pokok  penjualan (PD3) telah diidentifikasi dan diklasifikasikan secara tepat dalam laporan keuanganPengungkapan yang berhubungan dengan dasar penilaian dan pengagunan atau  penjaminan persediaan sudah memadai (PD4)Harga pokok penjualan mencakup dampak semua transaksi penjualan selama periode  berjalan (C3)Entitas memegang hak atas persediaan yang  berasal dari transaksi pabrikasi yang dicatat (RO1)Entitas pelapor memegang hak milik atas  persediaan pada tanggal neraca (RO2)Transaksi pabrikasi telah dijurnal, diikhtisarkan, dan dibukukan atau diposting dengan benar (VA1)Persediaan telah dinyatakan dengan tepat  pada harga yang terendah antara harga  pokok dan harga pasar (VA2)Harga pokok penjualan didasarkan pada  penetapan metode arus biaya yang berlaku secara konsisten (VA3)Transaksi pabrikasi yang dicatat menyajikan bahan, tenaga kerja, dan overhead yang ditransfer ke produksi serta  pemindahan produksi yang sudah selesai ke  barang jadi selama periode berjalan (EO1)Persediaan yang tercetak dalam neraca secara fisik ada (EO2)Harga pokok penjualan menunjukkan harga  pokok barang yang dikirimkan (dijual) selama periode berjalan (EO3)Semua transaksi pabrikasi yang terjadi selama periode berjalan sudah dicatat (C1)Persediaan mencakup semua bahan, produk, dan perlengkapan yang ada di tangan pada tanggal neraca (C2)  Audit Siklus Produksi dan Jasa Personalia |5 menghasilkan laba serta arus kas akan tergantung pada seberapa baik proses  pabrikasi ini dikelola. Bagi banyak perusahaan distribusi dan eceran, manajemen  persediaan merupakan hal yang penting untuk mencapai keberhasilan. Materialitas, Risiko Inheren, dan Prosedur Analitis 1)   Materialitas Bagi entitas pabrikan dan eceran, persediaan adalah unsur yang material dan audit atas persediaan merupakan hal yang penting untuk mencapai  pendapat tentang kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Pertimbangan utama dalam mengevaluasi alokasi materialitas adalah penentuan besarnya salah saji yang akan mempengaruhi keputusan  pemakai laporan keuangan yang berakal sehat. Pertimbangan sekunder adalah hubungannya dengan biaya untuk mendeteksi kesalahan. Umumnya audit atas persediaan, termasuk mengamati keberadaan persediaan dan mengaudit ketepatan penilaian persediaan dan mengaudit ketepatan  penilaian persediaan, memerlukan banyak biaya. Akibatnya, auditor  biasanya akan mengalokasikan suatu jumlah yang signifikan dari keseluruhan materialitas ke audit persediaan, tanpa melebihi jumlah yang ia anggap akan mempengaruhi analisis pemakai laporan keuangan. 2)   Risiko Inheren Risiko inheren dari terjadinya salah saji dalam laporan keuangan yang disebabkan oleh transaksi persediaan pada jaringan hotel atau distrik sekolah relative rendah, karena persediaan bukan merupakan bagian yang material dari proses entitas itu. Namun, untuk pabrikan, pedagang grosir, atau pedagang eceran, persediaan dapat dinilai sebesar atau mendekati maksimum karena alas an-alasan berikut ini : (1)   Volume transaksi pembelian, pabrikasi, dan penjualan yang mempengaruhi akun-akun ini biasanya tinggi, sehingga meningkatkan  peluang terjadinya salah saji.   (2)   Seringkali terjadi masalah yang diperdebatkan seputar identifikasi,  pengukuran, dan alokasi biaya-biaya yang dapat dimasukkan dalam  persediaan seperti bahan, tenaga kerja, dan overhead pabrik tak
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x