Instruction manuals

B.INDO KELOMPOK

Description
B.INDO KELOMPOK
Published
of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  1 BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Pilih kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, atau wacana. Pemilihan kata akan dapat dilakukan bila tersedia sejumlah kata yang artinya hamper sama atau bermiripan. Ketersediaan kata akan ada apabila seseorang mempunyai perbendaharaan kata yang memadai, seakan-akan ia memiliki senarai (daftar) kata. Dari senarai kata itu dipilih satu kata yang paling tepat untuk mengungkapkan suatu pengertian. Tanpa menguasai sediaan kata yang cukup banyak, tidak mungkin seseorang dapat melakukan pemilihan atau seleksi kata. Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien, pemahaman yang baik ihwal penggunaan diksi atau pemilihan kata dirasakan sangat penting, bahkan mungkin vital, terutama untuk menghindari kesalapahaman dalam berkomunikasi. Diksi atau pilihan kata dalam praktik berbahasa sesungguhnya mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa atau kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi pembaca atau pendengarnya. Pemilihan kata bukanlah sekedar kegiatan memilih kata yang tepat, melainkan juga memilih kata yang cocok. Cocok dalam hal ini berarti esuai dengan konteks di mana kata itu berada, dan maknanya tidak bertentangan dengan nilai rasa masyarakat pemakainya. Untuk itu, dalam memilih kata diperluka analisis dan pertimbangan tertentu. Sebagai contoh, kata mati bersinonim dengan mampus, meninggal, wafat, mangkat, tewas, gugur, berpulang, kembali ke haribaan Tuhan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, kata-kata tersebut tidak dapat bebas digunakan. Mengapa? Ada nilai rasa dan nuansa makna yang membedakannya. Kita tidak akan mengatakan Kucing kesayanganku   wafat tadi malam. Sebaliknya, kurang tepat pula jika kita mengatakan  Menteri Fulan  mati tadi malam. Itulah contoh hasil analisis dan pertimbangan tertentu. Dari uraian di atas ada tiga hal yang dapat kita petik. Pertama, kemampuan memilih kata hanya dimungkinkan bila seseorang menguasai kosakata yang cukup luas. Kedua,  diksi atau pilihan kata mengandung pengertian upaya atau kemampuan membedakan secara tepat kata-kata yang memiliki nuansa makna serumpun. Ketiga, pilihan kata  2 menyangkut kemampuan untuk memilih kata-kata yang tepat dan cocok untuk situasi atau konteks tertentu. Agar dapat mendayagunakan bahasa secara maksimal diperlukan kesadaran akan pentingnya menguasai kosakata. Kesadara itulah yang memotivasi kita untuk lebih rajin membuka kamus baik kamus sinonim maupun anonim dan tesaurus sebagai gudangnya kata. Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup bagaimana efek kata tersebut terhadap makna dan informasi yang ingin disampaikan. Pemilihan kata tidak hanya digunakan dalam berkomunikasi namun juga digunakan dalam bahasa tulis (jurnalistik). Dalam bahasa tulis pilihan kata (diksi) mempengaruhi pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata yang kita pilih. B.   Rumusan Masalah 1.   Apa yang dimaksud dengan diksi atau pemilihan kata? 2.   Bagaimana persyaratan diksi? 3.   Apa yang dimaksud dengan kata baku dan tidak baku? 4.   Sebutkan cara pembentukan kata? C.   Tujuan 1.   Mengetahui pengertian diksi atau pemilihan kata. 2.   Mengetahui syarat-syarat dalam penggunaan diksi. 3.   Mengetahui pengertian kata baku dn tidak baku. 4.   Mengetahui ada beberapa cara dalam pembentukan kata.  3 BAB II PEMBAHASAN A. Diksi atau Pilihan Kata Diksi ialah pilihan kita. Maksudnya, kita memiliki kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur yang sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari. Dalam memilih kata yang setepat-tepatnya untuk menyatakan suatu maksud kita tidak dapat lari dari kamus. Kamus memberikan suatu ketepatan kepada kita tentang pemakaian kata-kata. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan. Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula sesuai dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu. 1   B. Syarat Ketepata Pemilihan Kata Seseorang yang menguasai kosakata, selain mengetahui makna kata, ia juga harus memahami perubahan makna. Di samping itu, agar dapat jadi pemilih kata yang akurat, seseorang harus menguasai sejumlah persyaratan lagi. Syarat tersebut menurut Keraf (1988:88) ada enam. Berikut ini adalah rincian keenam syarat itu beserta contohnya dan anjuran untuk melatih ketajaman pemahamannya. 1)   Dapat membedakan donotasi dan konotasi. Contoh: 1.  Bunga  edelweiss hanya tumbuh di tempat yang tinngi (gunung). 2.  Jika  bunga  bank tinggi, orang enggan mengambil kredit bank. 2)   Dapat membedakan kata-kata yang hamper bersinonim. Contoh: 1. Siapa  pengubah  peraturan yang memberatkan pengusaha?  2. Pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu adalah  peubah  peraturan yang selama ini memberatkan pengusaha.  3)   Dapat membedakan kata-kata yang hamper mirip dalam ejaannya. 1 E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai, “ Cermat Berbahasa Indonesia” , (Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa, 1998), h. 145.  4 Contoh:  Intensif  –   insentif preposisi  –   proposisi  Interferensi  –   inferensi korporasi  –   koperasi Karton  –   kartun  4)   Dapat memahami dengan tepat makna kata-kata abstrak. Contoh: Keadilan, kebahagiaan, keluhuran, Kebajikan, kebijakan, kebijaksanaan  5)   Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat. Contoh: Pasangan yang Salah Pasangan yang Benar a ntara … dengan …  a ntara … dan …  t  idak … melainkan …  t  idak … tetapi …  b aik … ataupun …  b aik … maupun …  b ukan … tetapi …  b ukan … melainkan …   Contoh pemakaian kata penghubung yang salah 1. *  Antara  hak  dengan  kewajiban pegawai haruslah berimbang.  2. * Korban PHK itu  tidak  dapat menuntut bonus,  melainkan  pasangan.  3. *  Baik  dosen  ataupun  mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi. 4. *  Bukan  aku yang tidak maul,  tetapi  dia yang tidak suka. Contoh pemakaian kata penghubung yang benar 1.  Antara  hak  dan  kewajiban pegawai haruslah berimbang. 2. Korban HK itu  tidak  menuntut bonus,  tetapi  pesangon. 3.    Baik dosen  maupun  mahasiswa ikut memperjuangkan reformasi. 4.    Bukan  aku yang tidak mau,  melainkan dia yang tidak suka.  5 6)   Dapat membedakan kata-kata yang umum dan kata-kata yang khusus. Kata  melihat   adalah kata umum yang merujuk pada perihal ‘mengetahui sesuatu melalui indera mata.’ Kata melihat tidak hanya digunakan untuk menyatakan membuka mata serta serta menunjuk ke objek tertentu, tetapi juga untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan objek tersebut. Untuk lebih jelas perhatikan dan bandingkan contoh berikut ini. Contoh: Kata umum:   melihat    Kata khusus:   melotot, membelalak, melirik, mengerling, mengintai,   mengintip, memandang, menatap, memperhatikan, mengamati, mengawasi, menonton, meneropong.  Sebagai ajang latihan diksi ada baiknya jika Anda mencoba menggunakan kata-kata di atas dalam kalimat. Untuk mempertajam pemahaman makna, kadang-kadang kita memerlukan terjemahan asingnya, terutama bahasa Inggris sebagai pembanding, sebab perbedaan nuansa makna antarkata yang bermiripan itu kadang-kadang begitu tipis. Dengan memahami makna yang tepat, dapat dilakukan pemilihan kata yang akurat. Bandingkan dengan cermat tatanan kata-kata bahasa Indonesia dan maknanya dalam bahasa Inggris pada table dibawah ini. Perbandingan kata Indonesia  –   Inggris dalam upaya mendapatkan diksi yang tepat 2  Indonesia Inggris Perencanaan Rencana Jadwal Program Agenda, acara Rancangan, desain Planning Plan Schedule Program  Agenda  Design 2   Lamuddin Finoza, ‘’Komposisi Bahasa Indonesia’’  , (Jakarta: Diksi Insan Mulia, 2009), h. 132-134.  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x