Software

Bahan adiktif berbahaya

Description
Bahan adiktif berbahaya
Categories
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  B.Bahan kimia dalam makanan Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada makanan atau minuman.Biasanya, bahan aditif diberi kode huruf E (Eropa) dan diikuti dengan tiga angka. Misalnya, E 100 sebagai kode  pearna, E !00 kode konse"ator, E #00 kode antioksida, dan E $00 kode pengemulsi atau stabilisator. %ontoh bahan aditif itu adalah E !00 asam sorbat, E !01 &a sorbat, E #00 asam askorbat, E #11 oktil gallat, E #!0 butil hidroksilanisol (B'), dan E #!1 butilhidroksil toluena (B').Zat aditif makanan dapat dikelompokkan men*adi dua golongan, yaitu+1. Zat aditif yang berasal dari sumber alami, seperti lesitin dan asam sitrat!. Zat aditif sintetik dari bahan kimia yang memiliki sifat serupa dengan bahan alami yang se*enis, baik susunan kimia maupun sifat-fungsinya, seperti amil asetat dan asam askorbat.Berdasarkan fungsinya, baik alami maupun sintetik, zat aditif dapat dikelompokkan sebagai zat  pearna, pemanis, pengaet, dan penyedap rasa. A. Bahan Pewarna Bahan pearna merupakan bahan alami ataupun bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan. enambahan bahan pearna pada makanan bertu*uan untuk memberi penampilan tertentu atau arna yang menarik. /arna yang menarik dapat men*adikan makanan lebih mengundang selera.Berdasarkan sifat kelarutannya, zat pearna makanan dikelompokkan men*adi dye dan lake .  Dye merupakan zat pearna makanan yang umumnya bersifat larut dalamair.  Dye  biasanya di*ual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau airan.  Lake merupakan gabungan antara zat arna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. arena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat arna kelompok ini ook untuk mearnai produk2produk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak. 1. Pewarna Alami earna alami merupakan bahan pearna yang bahan2bahannya banyak diambil dari tumbuh2tumbuhan. Bahan pearna alami yang banyak digunakan antara lain sebagai berikut. • 3aun su*i mengandung zat arna klorofil untuk memberi arna hi*au menaan, misalnya pada dadar gulung, kue bika, atau kue pisang. • Buah kakao merupakan penghasil okelat dan memberikan arna okelat pada makanan, misalnya es krim, susu okelat, atau kue kering.  • unyit ( Curcuma domestica ) mengandung zat arna kurkumin untuk memberi arna kuning pada makanan, misalnya tahu, bumbu Bali, atau nasi kuning. 4elain itu, kunyit dapat mengaetkan makanan. • %abai merah, selain memberi rasa pedas, *uga menghasilkan zat arna kap5antin yang men*adikan arna merah pada makanan, misalnya rendang daging atau sambal goreng. • /ortel, beta2karoten (pro"itamin2) pada ortel menghasilkan arna kuning. • aramel, arna okelat karamel pada kembang gula karena proses karamelisasi, yaitu  pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar 1607%. • 8ula merah, selain sebagai pemanis *uga memberikan arna okelat pada makanan, misalnya pada bubur dan dodol.4elain ontoh di atas, beberapa buah2buahan *uga dapat men*adi bahan pearna alami, misalnya anggur menghasilkan arna ungu, stroberi arna merah, dan tomat arna oranye. 2. Pewarna Buatan Makanan ada yang menggunakan pearna alami ada pula yang menggunakan pearna buatan. Bahan pearna buatan ada dua *enis. 9enis pertama adalah pearna buatan yang disintesa dengan struktur kimia persis seperti bahan alami, misalnya beta2karoten (arna oranye sampai kuning), santo5antin (arna merah), dan apokaroten (arna oranye). 9enis kedua adalah bahan  pearna yang disintesa khusus untuk menggantikan pearna alami. abel berikut menun*ukkan ontoh bahan pearna buatan pada makanan. Bahan pewarna buatanContoh produk makanan :ndigokarmin menghasilkan arna birugula dan minuman ringan.Eritrosin menghasilkan arna merahes krim dan *eliartrasin menghasilkan arna kuninges krim, yoghurt, dan *eliMeskipun bahan pearna tersebut diizinkan, kamu harus selalu berhati2hati dalam memilih makanan yang menggunakan bahan pearna buatan karena penggunaan yang berlebihan tidak  baik bagi kesehatanmu. enggunaan tartrazine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi, asma, dan hiperaktif pada anak. enggunaan erythrosine yang berlebihan dapat menyebabkan reaksi alergi pada pernapasan, hiperaktif pada anak, tumor tiroid pada tikus, dan efek kurang baik pada otak dan perilaku. 3. Perbedaan antara Pewarna Alami dan Pewarna Buatan Bahan pearna alami maupun buatan digunakan untuk memberi arna yang lebih menarik pada makanan. Biasanya orang menggunakan bahan pearna alami karena lebih aman dikonsumsi daripada bahan pearna buatan. Bahan alami tidak memiliki efek samping atau akibat negatif dalam *angka pan*ang. dapun pearna buatan dipilih karena memiliki beberapa kelebihan  dibandingkan dengan zat pearna alami. abel berikut ini menun*ukkan perbedaan kedua *enis  pearna tersebut. Pewarna alamiPewarna buatan ;ebih aman dikonsumsi.adang2kadang memiliki efek negatif tertentu./arna yang dihasilkan kurang stabil, mudah berubah oleh pengaruh tingkat keasaman tertentu.3apat mengembalikan arna asli, kestabilan arna lebih tinggi, tahan lama, dan dapat melindungi "itamin atau zat2zat makanan lain yang peka terhadap ahaya selama penyimpanan.<ntuk mendapatkan arna yang bagus diperlukan bahan pearna dalam *umlah  banyak.raktis dan ekonomis.eanekaragaman arnanya terbatas./arna yang dihasilkan lebih beraneka ragam.ingkat keseragaman arna kurang baik.eseragaman arna lebih baik.adang2kadang memberi rasa dan aroma yang agak mengganggu.Biasanya tidak menghasilkan rasa dan aroma yang mengganggu.4eiring dengan meluasnya pemakaian pearna sintetik, sering ter*adi penyalahgunaan pearna  pada makanan. 4ebagai ontoh digunakannya pearna tekstil untuk makanan sehingga membahayakan konsumen. Zat pearna tekstil dan pearna at biasanya mengandung logam  berat, seperti+ arsen, timbal, dan raksa sehingga bersifat raun. B. Pemanis  Bahan pemanis adalah bahan kimia yang ditambahkan pada makanan atau minuman yang  berfungsi untuk memberikan rasa manis. Bahan pemanis ini ada dua maam, yaitu pemanis alami dan pemanis buatan. 1. Pemanis Alami emanis alami merupakan bahan pemberi rasa manis yang diperoleh dari bahan2bahan nabati maupun heani. emanis alami berfungsi *uga sebagai sumber energi. 9ika kita mengonsumsi  pemanis alami seara berlebihan, kita akan mengalami risiko kegemukan. %ontohnya + • 8ula tebu mengandung zat pemanis fruktosa yang merupakan salah satu *enis glukosa. 8ula tebu atau gula pasir yang diperoleh dari tanaman tebu merupakan pemanis yang  paling banyak digunakan. 4elain memberi rasa manis, gula tebu *uga bersifat mengaetkan. • 8ula merah merupakan pemanis dengan arna oklat. 8ula merah merupakan pemanis kedua yang banyak digunakan setelah gula pasir. ebanyakan gula *enis ini digunakan untuk makanan tradisional, misalnya pada bubur, dodol, kue apem, dan gulali.  • Madu merupakan pemanis alami yang dihasilkan oleh lebah madu. 4elain sebagai  pemanis, madu *uga banyak digunakan sebagai obat. • ulit kayu manis merupakan kulit kayu yang berfungsi sebagai pemanis. 4elain itu kayu manis *uga berfungsi sebagai pengaet.Zat pemanis alami yang biasa digunakan, dibedakan men*adi dua, yaitu sebagai berikut.1) emanis nutritif   Pemanis nutritif adalah pemanis alami yang menghasilkan kalori. emanis nutritif berasal dari tanaman (sukrosa- gula tebu, gula bit, 5ylitol dan fruktosa), dari hean (laktosa, madu), dan dari hasil penguraian karbohidrat (sirop glukosa, dekstrosa, sorbitol). elebihan pemanis ini dapat mengakibatkan obesitas, karena kandungan kalorinya yang tinggi.!) emanis nonnutritif   Pemanis nonnutritif adalah pemanis alami yang tidak menghasilkan kalori. emanis nonnutritif  berasal dari tanaman (ste"iosida), dan dari kelompok protein (miralin, monellin, thaumatin). 2. Pemanis Buatan emanis buatan adalah senyaa hasil sintetis laboratorium yang merupakan bahan tambahan makanan yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan. emanis buatan tidak atau hampir tidak mempunyai nilai gizi. 4ebagaimana pemanis alami, pemanis buatan *uga mudah larut dalam air. enggunaan bahan pemanis atau batasan pemakaian bahan pemanis dalam makanan harus mengau pada /'= yang dikenal dengan 3: ( aceeptable daily intake ) dan eraturan Menteri esehatan >: &o. 6!! - Menkes - per - :? - 1@AA tentang batasan maksimum  penggunaan bahan kimia dalam makanan. Beberapa pemanis buatan yang beredar di pasaran di antaranya adalah sebagai berikut. a. Aspartam spartam mempunyai nama kimia aspartil fenilalanin metil ester, merupakan pemanis yang digunakan dalam produk2produk minuman ringan. spartam merupakan pemanis yang berkalori sedang. ingkat kemanisan dari aspartam !00 kali lebih manis daripada gula pasir. spartam dapat terhidrolisis atau bereaksi dengan air dan kehilangan rasa manis, sehingga lebih ook digunakan untuk pemanis yang berkadar air rendah. b. Sakarin 4akarin merupakan pemanis buatan yang paling tua. ingkat kemanisan sakarin kurang lebih #00kali lebih manis dibandingkan gula pasir. &amun, *ika penambahan sakarin terlalu banyak *ustru menimbulkan  rasa pahit dan getir. Es krim, gula2gula, es puter, selai, kue kering, dan minuman fermentasi  biasanya diberi pemanis sakarin. 4akarin sangat populer digunakan dalam industri makanan dan minuman karena harganya yang murah. &amun penggunaan sakarin tidak boleh melampaui batasmaksimal yang ditetapkan, karena bersifat karsogenik (dapat memiu timbulnya kanker).3alam setiap kilogram bahan makanan, kadar sakarin yang diperbolehkan adalah 0C#00 mg. 4akarin hanya boleh digunakan untuk makanan rendah kalori, dan dibatasi tingkat konsumsinya sebesar maksimal 0, mg tiap kilogram berat badan per hari. c. Siklamat 4iklamat terdapat dalam bentuk kalsium dan natrium siklamat dengan tingkat kemanisan yang dihasilkan kurang lebih #0 kali lebih manis daripada gula pasir. Makanan dan minuman yang sering di*umpai mengandung siklamat antara lain+ es krim, es puter, selai, saus, es lilin, dan  berbagai minuman fermentasi. Beberapa negara melarang penggunaan siklamat karena diperkirakan mempunyai efek karsinogen. Batas maksimum penggunaan siklamat adalah 00C #.000 mg per kg bahan makanan. d. Sorbitol 4orbitol merupakan pemanis yang biasa digunakan untuk pemanis kismis, selai dan roti, serta makanan lain. e. Asesulfam K  sesulfam  merupakan senyaa D2metil21,!,#2oksatiazin2$(#')2on2!,#2dioksida atau merupakan asam asetoasetat dan asam sulfamat. ingkat kemanisan dari asesulfam  adalah !00 kali lebih manis daripada gula pasir. Berdasarkan hasil pengu*ian laboratorium, asesulfam  merupakan pemanis yang tidak berbahaya. 3. Perbedaan Pemanis Alami dengan Pemanis Buatan =rang memilih *enis pemanis untuk makanan yang dikonsumsinya tentu dengan alasan masing2masing. emanis alami tentu lebih aman, tetapi harganya lebih mahal. emanis buatan lebih murah, tetapi aturan pemakaiannya sangat ketat karena bisa menyebabkan efek negatif yang ukup berbahaya. ada kadar yang rendah atau tertentu, pemanis buatan masih dii*inkan untuk digunakan sebagai bahan tambahan makanan, tetapi pada kadar yang tinggi bahan ini akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. abel berikut memperlihatkan perbedaan pemanis alami dan buatan. Pemanis alamiPemanis buatan ada suhu tinggi bisa terurai.%ukup stabil bila dipanaskan.Memiliki kalori tinggi.Memiliki kalori rendah.Berasa manis normal.Berasa manis sampai puluhan bahkan ratusan kali rasa manis gula.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x