Computers & Electronics

Bapak Tohari pengantar ilmu ekonomi fixx UAS.docx

Description
Bapak Tohari pengantar ilmu ekonomi fixx UAS.docx
Published
of 31
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   Jack Ma dari Tuwir Kidul 1.   PENDAHULUAN Bapak Tohari,seorang pemilik usaha industry tahu rumahan yang lokasinya berada di Desa Tuwir Kidul, Sleman. Perjumpaan kami dengan Bapak Tohari tidak berlangsung dalam  proses yang singkat, sebelum bertemu dengan Bapak Tohari kami mencoba mencari beberapa usaha mikro kecil yang sekiranya pantas untuk dijadikan bahan observasi, dari mulai indutri  bakpia, industry meubel, serta indutri kaos tangan namun ternyata ketiga industry tersebut akhirnya tidak menjadi objek observasi kami.Sampai akhirnya kami menemukan industri tahu milik Bapak Tohari melalui informasi dari Ibu Kos kami Kenapa akhirnya kami memilih industry tahu Bapak Tohari, dikarenakan hasil dari beberapa pertimbangan kelompok kami indutri ini sudah masuk klasifikasi untuk kami observasi lebih lanjut. Singkat cerita ketika kami,sudah meminta ijin dan perkenanan Bapak Tohari untuk dijadikan objek obsevasi maka pada tanggal 10 Oktober 2018 kami mengunjungi indutri tahu Bapak Tohari untuk melakukan observasi, berbekal beberapa konsep yang sudah kami siapkan dan juga beberapa pertanyaan yang kami anggap perlu ditanyakan untuk keperluan obserasi kami, kami mulai mewawancarai Bapak Tohari sambil sedikit membantu pekerjaan beliau dalam membuat tahu. Cukup canggung memang rasanya ketika kami akan mewawancarai Bapak Tohari tetapi perlahan suasana yang canggung tersebut dapat mencair dan kami dapat  berkomunikasi dengan baik dengan Bapak Tohari. Disela sela kami mewawancarai tidak lupa kami juga mengamati keadaan sekitar tempat Bapak Tohari membuat tahu, tempat yang digunakan untuk membuat tahu terletak disamping rumah Bapak Tohari sendiri, didalam tempat  pembuatan tahu tersebut terdapat alat  –   alat untuk membuat tahu antara lain, mesin penggiling kedelai, satu tunggu untuk merebus kedelai yang sudah digiling, lalu dua tungku mtuk menampung saringan hasil rebuan kedelai dan untuk mengendapkan hasil saringan tersebut menjadi tahu yang setenah jadi, ada juga beberapa tempat penampungan air karena mengingat  bahwa dalam pembuatan tahu air sangat diperlukan dan berperan penting jika sampai tidak air maka akan menjadi masalah tersendiri bagi para pengusaha pembuatan tahu untuk memproduksi tahu, selain itu terdapat pula beberapa tumpuk cetakan tahu yang berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu dan bamboo serta beberapa kain tipis yang digunakan untuk membungks tahu dengan tujuan agar kadar air dalam tahu dapa berkurang dan menjadi tahu yang memiliki tekstur lebih padat. Secara ukuran tempat yang digunakan Bapak Tohari untuk membuat tahu tidak terlalu luas, jadi kesannya terasa sempit dengan adanya peralatan membuat tahu yang mempunyai yang bisa dibilang cukup besar, selain itu suasana dalam tempat tersebut juga terkesan lembap karena terus bersentuhan dengan air, tempat pembuatan tahu tersebut juga  berhawa panas yang berasal dari pmbakaran kayu yang digunakan untuk merebut gilingan kedelai. a.   Pekerjaan Ketika kami mewawancarai Bapak Tohari terkuak sebuah fakta yang cukup menarik menurut kami yaitu tentang sejarah berdirinya industry tahu milik Bapak Tohari ini.Ternyata dalam pendirin usahanya ini Bapak Tohari bukan tanpa alasan dan maksud berawal dari Bapak  Tohari yang bekerja sebagai karyawan disebuah usaha pembuatan tahu dari situ ketika Bapak Tohari pulang bekerja beliau selalu menyempatkan untuk membawa hasil produksi tahu dari tempat ia bekerja untuk dijual atau dipasarkan kepada tetangga disekitar rumah Bapak Tohari, karena dirasa berdagang tahu lebih menguntungkan dibanding bekerja sebagai karyawan dipabrik tahu jadi beliau beralih profesi menjadi pedagang tahu,tidak hanya sampai disitu ternyata Bapak Tohari tidak cepat merasa puas akan pencapaiaan karirnya, dengan bekal hasil menabung dari hasil beliau menjadi karyawan dan brdagang tahu akhirnya Bapak Tohari memberanikan diri untuk membuka tempat usaha tahu sendiri, motisi beliau untuk membangun usaha tahunya ini cukup menarik selain alasan mendasar yaitu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tetapi ternyata Bapak Tohari juga mempunyai niat mula yaitu untuk membuka  peluang kerja bagi warga sekitar rumah Bapak Tohari yang tidak mempnyai pekerjaan atau hanya sekedar pekerja serabutan atau orang yang menjadi pengangguran musiman. Jujur saja motiasi Bapak Tohari dalam membuka usaha ini membuat kami tertarik, ditambah lagi ternyata Karena beliau beberapa usaha tahu juga terlahir dari kawasan Tuwir Kidul,Sleman.Menurut keterangan beliau udah ada 4 tempat usaha tahu yang berjalan mengekor jejak Bapak Tohari untuk membuat usaha tahu. Dalam pekerjaannya memuat tahu Bapak Tohari dibantu 4 orang  pekerja yang belum tentu setiap hari masuk kerja, dikarenakan para pekerja tersebut berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang selain bekerja di tempat produksi tahu Bapak Tohari para ibu  –   ibu tersebut jga memiliki kesibukan dalam mengurus rumah dan mengurus anak  –   anak mereka. Jam kerja yang diterapkan Bapak Tohari dalam memproduksi tahu dimulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB, usaha tahu ini sendiri sudah berdiri dari tahun 2000 jika dihitung sampai sekarang usaha ini sudah bertahan selama 18 tahun dan dalam kurun waktu tersebut Bapak Tohari bercerita bahwa beliau sudah melalui asam manis dalam hiruk pikuk usaha ini, dari mulai harga bahan baku yang awalnya berharga murah dan hingga sekarang sudah berkali kali lipat harganya jika dibandingkan dengan harga bahan abku pada awal beliau memulai usaha yaitu pada kisaran harga Rp.1400  –   Rp.1.600/kg dan sekarang mempunyai harga Rp.8.000/kg. Proses dalam pembuatan tahu sendiri memerlukan waktu yang cukup lama, langkah awal yang dilakukan adalah merendam kedelai selama 6 jam, dalam proses perendaman tersebut akan terpilah atau terseleksi mana kedelai yang layak untuk selanjutnya diproses, kedelai yang layak adalah kedelai yang tidak mengambang, selanjutnya adalah proses penggilingan menurut  pengamatan kami proses peggilingan juga berlangsung lama untuk menghasilkan gilingan yang cukup halus sembari menunggu hasil gilingan para pekerja mulai memanaskan tungku untuk merebus hasil gilingan kedelai, proses pemanasan tungku ini masih dilakukan secra tradisional yaitu dengan menggunakan kayu bakar dan serabut kelapa yang didapat dengan cara membeli lewat langganan Bapak Tohari, setelah api sudah menjadi bara dan menyala dengan cukup stabil  para pekerja mulai memasukan hasil gilingan kedelai yang sudah halus dalam proses perebusan ini bukan hanya sari kedelai saja yang direbus tetapi air sudah mulai berperan dalam proses ini salah satu kendala dalam proses perebusan ini adalah dalam hal menjaga stabilitas api dengan menjaganya tetap menyala dengan menambahkan kembali kayu bakar dan serabut kelapa jika yang kayu dan serabut yang sebelumnya sudah mulai habis terbakar selain api kendala selanjutnya dalam proses ini adalah menjaga rebusan air dan kedelai supaya tidak berbuih secara  berlebihan yang akhirnya akan mengakibatkan rebusan terebut meluap tumpah dari tungku yang sudah disediakan, biasanya untuk menjaga agar rebusan kedelai tidak meluap para peekerja akan secara kontinu menambahkan air kedalam rebusan kedelai resiko yang harus dihadapi ketika para  pekerja lupa mengawasi kedua hal tersebut adalah jelas hasil dari produksi tahu mereka tidak akan bisa maksimal. Setelah dirasa rebusan sidah matang maka selanjutnya rebusan kedelai  tersebut akan melalui proses penyaringan, dalam proses penyaringan ini menggunakan kain tipis yang cukup besar dan lebar yang dikaitkan ke bagian atas pilar yang ada dalam tempat produksi tahu tersebut untuk menampung hasil saringan sudah disediakan tungkuu yang sekaligus akan menampung serta mengendapkan hasil saringan sari kedelai tersebut cara menyaringnyapun cukup unik meurut kami yaitu dengan mengisi kain yang berukuran lebar dan besar tadi dengan hasil rebusan kedelai hingga hampir penuh kemudian kain tersebut digoyang goyang hingga hasil saringan tertampung dalam tungku yang sudah disediakan, dalam proses penyaringan ini tungku  pengendapan tidak diisi sampai penuh supaya proses pengendapan tidak berlangsung terlalu lama, dalam waktu 15  –   30 menit hasil saringan tahu yang sudah diendapkan itupun akhirnya sudah menjadi gumpalan putih berbentuk pasta yang siap dituang kedalam cetakan tahu tentunya sebelum dituang kedalam cetakan, terlebih dahulu cetakan dilapisi oleh kain putih tipis yang  bertujuan supaya tahu yang dihasilkan memiliki bentuk yang halus karena cetakan tahu sendiri yang trebuat dari kombinasi kayu dan bamboo memiliki rongga tipis bergaris didasar cetakannya selain itu penggunaan kain juga dapat memudahkan ketika tahu sudah jadi untuk kemudian dipindahkan kesebuah nampan, dalam proses pencetakan tersebut memerlukan waktu yang tidak terlalu lama, dan untuk mengepres adonan tahu setengah jadi tersebut dilakukan dengan cara menumpuk cetakan tahu yang telah diisi menjadi beberapa tingkat kurang lebih sampai 5 tumpukan, setelah jadi maka tahu sudah siap dan akan dikeluarkan dari cetakan lalu akan dipotong sesuai ukuran yang sudah ditentukan, dalam memotong tahu Bapak Tohari menentukan 2 macam ukuran yaitu ukuran sedang yang dijual dengan harga Rp.400 dan ukuran besar yang dijual dengan harga Rp.500.  b.Sistem Produksi Sistem produksi yang dilakukan oleh Bapak Tohari sendiri adalah dengan melakukan  produksinya setiap hari, dengan jam kerja dari jam 08.00  –   21.00 WIB dengan dibantu tenaga kerja yang jumlahnya tidak pasti. Dalam satu hari Bapak Tohari dan para pekerja mampu menghabiskan 1 kwintal kedelai untuk dijadikan 4.000 potong tahu. Dari 4.000 potong tahu tersebut biasanya Bapak Tohari sudah dapat memastikan bahwa seluruh tahu tersebut akan terjual habis, dikarenakan tahu yang diproduksi oleh beliau sudah mempunyai konsumen tetap yang setiap hari akan dating kerumah beliau untuk mengambil tahu, dan menurut keterangan Bapak Tohari para pembeli tahu tersebut sudah mempunyai atau mendapat jumlah tahu sesuai  jatah  –   jatahnya masing  –   masing. Selain memjual tahu mentah Bapak Tohari juga melayani  pemesanan tahu goring jika ada pelanggan yang meminta dan tentunya harga yang ditetapkan untuk tahu yang sudah digorengpun berbeda jika dibandingkan dengan tahu yang dijual mentah. Dan ternyata dari pabrik tersebut tidak hanya menghasilkan produk tahu tetapi, ternyata ada fakta yang cukup menarik yaitu bahwa sebenarnya pabrik tersebut juga memprodksi olahan kedelai  berupa susu dengan rasa yang tak kalah bersaing dengan produk susu kedelai yang sudah beredar dipasaran. Untuk hari kerja Bapak Tohari menerapkan system 6 hari kerja dan mempnyai hari libur pada hari Minggu, itu jika dalam hari kerja normal. Terkadang Bapak Tohari harus libur lebih dari satu hari jika ada tetangga atau kerabatnya yang punya hajat atau sedang ditimpa musibah/ada yang meninggal dunia, namun biasanya setelah acaranya selesai dan jika waktunya masih tersisa cukup banyak maka beliau akan tetap memproduksi tahu seperti biasa, walaupun nantinya tahu yang diproduksi tidak akan mencapai target seperti hari  –   hari biasanya. Sebelum memulai proses produksinya, Bapak Tohari beserta para pekerja terlebih dahulu membersihkan tempat kerja mereka lalu setelah itu baru beliau dan pekerja yang lain akan memulai proses  pembuatan tahu. Nah, dalam pemasaran tahunya yang sudah mempunyai pelanggan tetap Bapak  Tohari menceritakan kepada kami bahwa tahu  –   tahu yang diambil dari oabriknya tersebut akan dijual oleh para pedagang dalam bentuk makanan, entah itu tahu bakso, tahu bacem atau makanan berbahan tahu lainnya. Terkadang Bapak Tohari juga menambah jumlah tahu yang dibuat dan juga menggorengkan tahu jika ada yang memesan atau para pelanggannya meminta  jumlah lebih dari yang biasa mereka ambil, namun menurut keterangan beliau jika sedang ada  pesanan lebih tersebut beliau dan para pekerja merasa lebih kualahan karena untuk memenuhi  permintaan pasar dari pelanggan tersebut karena kekurangan tenaga kerja hal tersebut tidak terlepas dari proses pembuatan tahu sendiri yang memang cukup melelahkan walaupun sudah melibatkan teknologi berupa mesin tetapi tetap hambir 80% prosesnya masih dilakukan secara manual, dan tenaga manusia sangat berperan penting didalamnya. c. Penghasilan Dalam usahanya tersebut Bapak Tohari mendapat penghasilan kurang lebih Rp. 1.500.000/hari, penghasilan tersebut dihitung dari produksi tahu beliau pada hari biasa dalam artian saat beliau sedang tidak mendapat pesanan lebih, rincian penghasilan tersebut yaitu berasal dari 4000 tahu yang dihasilkan dan mempunyai dua jenis harga yang telah disampaikan saperti tersebut diatas dan juga dari penjualan ampas tahu yang dijual perembernya yaitu Rp.10.000, dalam sehari Bapak Tohari dapat mengumpulkan 18 ember ampas tahu, ketika kami bertanya apa  pemanfaatan dari limbah tahu atau ampas tahu tersebut beliau memebri tahu bahwa ampas tersebut yang dibeli oleh tetangganya sendiri yaitu digunakan untuk pakan ternak. d. Biaya Produksi Dari penghasilan yang diterima tersebut belum menjadi penghasilan atau pendapatan  bersih dikarenakan dari pendapatan tersebut masih harus dikurangi dengan biaya produksi serta  pengeluaran rumah tangga keluarga Bapak Tohari. Untuk biaya produksi beliau memerlukan  pengeluaran dari beberapa hal yang antara lain, untuk pembelian bahan baku yaitu kedelai impor yang diambil dari seorang agen yang berharga Rp.8.000/kg jadi jika Bapak Tohari dalam sehari dapat menghabiskan 1 kwintal kedelai impor maka uang yang diperlukan untuk pengadaan bahan  baku kurang lebih adalah sbebesar Rp.800.000, selain bahan baku Bapak Tohari juga memerlukan bahan bakar untuk mesin penggiling tahu yang berupa solar sebanyak 10 liter  perhari, selain solar dalam pembuatan tahu juga menggunakan gas lpg yang digunakan untuk menggoreng tahu jika ada pesanan jadi penggunaan gas ini tidak terlalu sering karena tidak setiap hari juga ada pesanan tahu goreng namun menurut keterngan Bapak Tohari gas lps itu dapat habis dalam kurun waktu 7 hari atau satu minggu. Setelah itu beliau juga membeli bahan  bakar berupa kayu bakar dan sabut kelapa yang digunakan untuk merebus hasil gilingan tahu didalam tungku. Selain untuk barang  –   barang oprasional tersebut yang tak kalah penting adalah mengenai upah tenaga kerja, para pkerja yang mengabdikan diri dan mencurahkan tenaganya ditempat Bapak Tohari diberi upah sebesar Rp.40.000  –   Rp.60.000 perhari dan upah tersebut  perharinya diberikan kepada tiga sampai empat pekerja. Dari sisa penghasilan utama yang sudah dikurangi dengan biaya-biaya produksi adalah sebesar Rp 90.000/hari sehingga total sisa uang dalam hitungan perbulan adalah 30 hari x Rp90.000 = Rp2.700.000.Nah,dari sisa uang inilah baru digunakan untuk biaya-biaya pengeluaran rumah tangga bapak Tohari .Yang pertama adalah untuk biaya makan sebanyak 8 orang yang sudah dibuat budget sebesar Rp2.000.000 dalam sebulan.Cukup tidak cukup biaya makan hanya sejumlah dua juta rupiah.Lalu kemudian,karena bapak Tohari memiliki cucu yang masih TK  ,maka Bapak Tohari membantu anaknya dalam membiayai SPPnya yaitu sejumlah Rp50.000/bulan .Setelah itu masih untuk membayar biaya listrik dalam tiap bulannya yaitu sebesar Rp350.000.Tidak lupa juga ,dalam kegiatan produksinya pasti bapak Tohari memerlukan kendaraan untuk memperlancar dalam kegiatan produksinya misalnya dalam mengambil dan membeli bahan baku ataupun untuk kepentingan lain-lain yaitu sebesar Rp200.000.Sehingga total semua pengeluaran untuk biaya rumah tangga bapak Tohari dalam sebulan sebesar Rp2.600.000. Diketahui dalam perhitungan sebelumnya,bahwa jumlah laba atau keuntungan Bapak Tohari dalam sebulan adalah Rp2.700.000 dan total pengeluaran biaya untuk rumah tangga adalah Rp2.600.000 ,sehingga pada akhirnya diketahui laba atau keuntungan bersihnya dalam sebulan adalah Rp100.000 (Rp2.700.000-Rp2.600.000).Dan pada akhirnya jika dihitung laba  bersih dalam setahun hanya sejumlah Rp1.200.000 (Rp100.000 x 12 bulan). Sehingga usaha bapak Tohari pun tidak bisa berkembang karena keuntungan yang didapatkan bapak Tohari sangat sedikit hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan intelektual  bapak Tohari dalam menghitung laporan keuangan dan mengatur keuangan rumah tangga, jadi dalam ber-usaha kita perlu membuat laporan keuangan supaya kita dapat mengetahui berapa  pengeluaran yang kita dapatkan dan berapa pula keuntungan yang kata dapatkan bukan hanya itu saja keunggulan dari membuat data laporan keuangan kita bisa mengatur biaya pengeluaran dengan mengurangi biaya yang tidak terlalu penting sehingga keuntungan bapak tohari pun  bertambah dan usaha bapak tohari berkembang. 2.   PERMASALAHAN YANG DIHADAPI Menekuni dunia usaha pastinya ada permasalahan  –   permasalahan yang ditemui.Berbagai macam permasalahan yang dijumpai baik itu dari internal pengusahanya atau dari faktor eksternal ataupun faktor alam.Begitu pula dengan usaha pembuatan tahu dari Bapak Tohari yang senantiasa memiliki masalah. Berikut adalah permasalahn-permasalahan yang dihadapi oleh Bapak Tohari : a)   Keterbatasan Intelektual Intelektual adalah kemampuan /kecerdasan seseorang dalam mengolah/memproses suatu ilmu. Intelektual yang dimaksudkan disini adalah ilmu pengetahuan yang dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Sebagai pengusaha, tentunya dibutuhkan kepandaian tertentu agar usahanya dapat semakin berkembang dan maju, sehingga usahanya tidak stuck di situ-situ saja. Hal yang dbutuhkan tersebut salah satu diantaranya adalah pengetahuan di pengelolaan bisnis yang mencakup pembukuan keuangan, pencatatan hasil produksi dan lain-lain. Dalam kasus Bapak Tohari, permasalahan yang utama yang dihadapi oleh usaha Bapak Tohari adalah keterbatasan  pengetahuan. Pada saat kami study kasus ke tempat Bapak Tohari,dan kami menanyakan mengenai jumlah pengeluaran dan penghasilan pun beliau awalnya menjawab “tidak tahu e mba k, paling untuk beli kedelai 8000 per kilo….(dst)”.Dan pada saat kami tanya keuntungan pun  beliau hanya menjawab kira-kira saja dari hasil penjualan tahu yaitu sebesar Rp. 1500.000  perhari, padahal pemasukkan yang didapat tidak hanya dari tahu, namun ampas tahunya pun dijual kepada peternak babi yaitu Rp. 10.000 per ember. Ternyata keuangan Bapak Tohari tidak  pernah tercatat dengan rinci.Dari percakapan-percakapan yang telah kami lakukan di tempat usaha milik Bapak Tohari inilah kami dapat mengambil kesimpulan bahwa permasalahan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x