News & Politics

Batuan beku 1

Description
Batuan beku 1
Published
of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  A. Pengertian Batuan Beku Batuan beku atau batuan igneus (dari Bahasa Latin: ignis, "api") adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah  permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif (vulkanik). agma ini dapat berasal dari batuan setengah !air ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. mumnya, proses pelelehan dapat terjadi karena salah satu dari proses#proses  berikut ini $ penurunan tekanan, kenaikan temperatur, atau perubahan komposisi. Lebih dari %&& tipe  batuan beku telah berhasil dideskripsikan, dan sebagian besar batuan beku tersebut terbentuk di  bawah permukaan kerak bumi.Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti Bapak 'urner dan erhoogen tahun *+&, Bapak . -roun 'ahun *%, Bapak 'akeda 'ahun *%&, magma didefinisikan atau diartikan sebagai !airan silikat kental pijar yang terbentuk se!ara alami, memiliki temperatur yang sangat tinggi yaitu antara ./&& sampai dengan 0./&& derajat !el!ius serta memiliki sifat yang dapat bergerak dan terletak di kerak bumi bagian bawah. 1alam magma terdapat bahan#bahan yang terlarut di dalamnya yang  bersifat volatile 2 gas (antara lain air, !o0, !hlorine, fluorine, iro, sulphur dan bahan lainnya) yang magma dapat bergerak, dan non#volatile 2 non gas yang merupakan pembentuk mineral yang umumnya terdapat pada batuan beku.1alam perjalanan menuju bumi magma mengalami penurunan suhu, sehingga mineral#mineral pun akan terbentuk. 3eristiwa ini disebut dengan peristiwa penghabluran3ada saat magma mengalami penurunan suhu akibat perjalanan ke permukaan bumi, maka mineral#mineral akan terbentuk. 3eristiwa tersebut dikenal dengan peristiwa penghabluran. Berdasarkan  penghabluran mineral#mineral silikat (magma), oleh 4L. Bowen disusun suatu seri yang dikenal dengan Bowen5s 6ea!tion 7eries.  B. Tekstur Batuan Beku 'ekstur didefinisikan sebagai keadaan atau hubungan yang erat antar mineral#mineral sebagai bagian dari batuan dan antara mineral#mineral dengan massa gelas yang membentuk massa dasar dari batuan.'ekstur pada batuan beku umumnya ditentukan oleh tiga hal yang penting, yaitu: 1. Kristalinitas 8ristalinitas adalah derajat kristalisasi dari suatu batuan beku pada waktu terbentuknya batuan tersebut. 8ristalinitas dalam fungsinya digunakan untuk menunjukkan berapa banyak yang berbentuk kristal dan yang tidak berbentuk kristal, selain itu juga dapat men!erminkan ke!epatan pembekuan magma. 9pabila magma dalam pembekuannya berlangsung lambat maka kristalnya kasar. 7edangkan  jika pembekuannya berlangsung !epat maka kristalnya akan halus, akan tetapi jika pendinginannya  berlangsung dengan !epat sekali maka kristalnya berbentuk amorf. 1alam pembentukannnya dikenal tiga kelas derajat kristalisasi, yaitu: ;olokristalin, yaitu batuan beku dimana semuanya tersusun oleh kristal. 'ekstur holokristalin adalah karakteristik batuan plutonik, yaitu mikrokristalin yang telah membeku di dekat permukaan. ;ipokristalin, yaitu apabila sebagian batuan terdiri dari massa gelas dan sebagian lagi terdiri dari massa kristal. ;olohialin, yaitu batuan beku yang semuanya tersusun dari massa gelas. 'ekstur holohialin banyak terbentuk sebagai lava (obsidian), dike dan sill, atau sebagai fasies yang lebih ke!il dari tubuh batuan. 2. Granularitas -ranularitas didefinisikan sebagai besar butir (ukuran) pada batuan beku. 3ada umumnya dikenal dua kelompok tekstur ukuran butir, yaitu:a) anerik2fanerokristalin, besar kristal#kristal dari golongan ini dapat dibedakan satu sama lain se!ara megaskopis dengan mata biasa. 8ristal#kristal jenis fanerik ini dapat dibedakan menjadi: ;alus (fine), apabila ukuran diameter butir kurang dari  mm. 7edang (medium), apabila ukuran diameter butir antara  < / mm. 8asar (!oarse), apabila ukuran diameter butir antara / < =& mm. 7angat kasar (very !oarse), apabila ukuran diameter butir lebih dari =& mm. b)  Afanitik  , Besar kristal#kristal dari golongan ini tidak dapat dibedakan dengan mata biasa sehingga diperlukan bantuan mikroskop. Batuan dengan tekstur afanitik dapat tersusun oleh kristal, gelas atau keduanya. 1alam analisis mikroskopis dapat dibedakan: ikrokristalin, apabila mineral#mineral pada batuan beku bisa diamati dengan bantuan mikroskop dengan ukuran butiran sekitar &, < &,& mm. 8riptokristalin, apabila mineral#mineral dalam batuan beku terlalu ke!il untuk diamati meskipun dengan bantuan mikroskop. kuran butiran berkisar antara &,& < &,&&0 mm. 9morf2glassy2hyaline, apabila batuan beku tersusun oleh gelas.  3. Bentuk Kristal Bentuk kristal adalah sifat dari suatu kristal dalam batuan, jadi bukan sifat batuan se!ara keseluruhan. 1itinjau dari pandangan dua dimensi dikenal tiga bentuk kristal, yaitu:  Euhedral  , apabila batas dari mineral adalah bentuk asli dari bidang kristal. Subhedral  , apabila sebagian dari batas kristalnya sudah tidak terlihat lagi.  Anhedral  , apabila mineral sudah tidak mempunyai bidang kristal asli.1itinjau dari pandangan tiga dimensi, dikenal empat bentuk kristal, yaitu:  Equidimensional  , apabila bentuk kristal ketiga dimensinya sama panjang. Tabular  , apabila bentuk kristal dua dimensi lebih panjang dari satu dimensi yang lain.  Prismitik  , apabila bentuk kristal satu dimensi lebih panjang dari dua dimensi yang lain.  Irregular, apabila bentuk kristal tidak teratur. 4. Hubungan Antar Kristal ;ubungan antar kristal atau disebut juga relasi didefinisikan sebagai hubungan antara kristal2mineral yang satu dengan yang lain dalam suatu batuan. 7e!ara garis besar, relasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:a)  Equigranular  , yaitu apabila se!ara relatif ukuran kristalnya yang membentuk batuan  berukuran sama besar. • Berdasarkan keidealan kristal#kristalnya, maka e>uigranular dibagi menjadi tiga, yaitu:  Panidiomorfik granular  , yaitu apabila sebagian besar mineral#mineralnya terdiri dari mineral#mineral yang euhedral.  Hipidiomorfik granular  , yaitu apabila sebagian besar mineral#mineralnya terdiri dari mineral#mineral yang subhedral.  Allotriomorfik granular  , yaitu apabila sebagian besar mineral#mineralnya terdiri dari mineral#mineral yang anhedral. b)  Inequigranular  , yaitu apabila ukuran butir kristalnya sebagai pembentuk batuan tidak sama  besar. ineral yang besar disebut fenokris dan yang lain disebut massa dasar atau matrik yang bisa  berupa mineral atau gelas.  C. Struktur Batuan Beku  Berdasarkan tempat pembekuannya batuan beku dibedakan menjadi batuan beku e?trusif dan intrusif. ;al ini pada nantinya akan menyebabkan perbedaan pada tekstur masing masing batuan tersebut. 8enampakan dari batuan beku yang tersingkap merupakan hal pertama yang harus kita  perhatikan. 8enampakan inilah yang disebut sebagai struktur batuan beku a) Struktur batuan beku ekstrusif  Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung di permukaan  bumi. Batuan beku ekstrusif ini yaitu lava yang memiliki berbagia struktur yang memberi petunjuk mengenai proses yang terjadi pada saat pembekuan lava tersebut. 7truktur ini di antaranya: Masif  , yaitu struktur yang memperlihatkan suatu masa batuan yang terlihat seragam. Sheeting !int , yaitu struktur batuan beku yang terlihat sebagai lapisan. C!lu"nar !int , yaitu struktur yang memperlihatkan batuan terpisah poligonal seperti batang  pensil. Pill!# la$a , yaitu struktur yang menyerupai bantal yang bergumpal#gumpal. ;al ini diakibatkan  proses pembekuan terjadi pada lingkungan air. %esikular , yaitu struktur yang memperlihatkan lubang#lubang pada batuan beku. Lubang ini terbentuk akibat pelepasan gas pada saat pembekuan. A"ig&al!i&al , yaitu struktur vesikular yang kemudian terisi oleh mineral lain seperti kalsit, kuarsaatau @eolit. 7truktur aliran, yaitu struktur yang memperlihatkan adanya kesejajaran mineral pada arah tertentu akibat aliran b) Struktur Batuan Beku 'ntrusif  Batuan beku ekstrusif adalah batuan beku yang proses pembekuannya berlangsung di bawah  permukaan bumi. berdasarkan kedudukannya terhadap perlapisan batuan yang diterobosnya struktur tubuh batuan beku intrusif terbagi menjadi dua yaitu konkordan dan diskordan.  Konkordan 'ubuh batuan beku intrusif yang sejajar dengan perlapisan di sekitarnya, jenis jenis dari tubuh batuan ini yaitu :A 7ill, tubuh batuan yang berupa lembaran dan sejajar dengan perlapisan batuan di sekitarnya.A La!!olith, tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome), di mana perlapisan batuan yang asalnya datar menjadi melengkung akibat penerobosan tubuh batuan ini, sedangkan bagian dasarnya tetap datar. 1iameter la!!olih berkisar dari 0 sampai  mil dengan kedalaman ribuan meter.  A Lopolith, bentuk tubuh batuan yang merupakan kebalikan dari la!!olith, yaitu bentuk tubuh  batuan yang !embung ke bawah. Lopolith memiliki diameter yang lebih besar dari la!!olith, yaitu  puluhan sampai ratusan kilometer dengan kedalaman ribuan meter.A 3a!!olith, tubuh batuan beku yang menempati sinklin atau antiklin yang telah terbentuk sebelumnya. 8etebalan pa!!olith berkisar antara ratusan sampai ribuan kilometer   Diskordan 'ubuh batuan beku intrusif yang memotong perlapisan batuan di sekitarnya. enis#jenis tubuh batuan ini yaitu:A  Dyke , yaitu tubuh batuan yang memotong perlapisan di sekitarnya dan memiliki bentuk tabular atau memanjang. 8etebalannya dari beberapa sentimeter sampai puluhan kilometer dengan panjang ratusan meter.A  atolith , yaitu tubuh batuan yang memiliki ukuran yang sangat besar yaitu C && km0 dan membeku pada kedalaman yang besar. ! Sto"k  , yaitu tubuh batuan yang mirip dengan Batolith tetapi ukurannya lebih ke!il  (. K!"!sisi Mineral  Berdasarkan jumlah kehadiran dan asal#usulnya, maka di dalam batuan beku terdapat mineral utama pembentuk batuan (essential minerals), mineral tambahan (a!!essory minerals) dan mineral sekunder (se!ondary minerals). • Dssential minerals, adalah mineral yang terbentuk langsung dari pembekuan magma, dalam jumlah melimpah sehingga kehadirannya sangat menentukan nama batuan beku. • 9!!essory minerals , adalah mineral yang juga terbentuk pada saat pembekuan magma tetapi jumlahnya sangat sedikit sehingga kehadirannya tidak mempengaruhi penamaan  batuan. ineral ini misalnya kromit, magnetit, ilmenit, rutil dan @irkon. ineral esensiil dan mineral tambahan di dalam batuan beku tersebut sering disebut sebagai mineral  primer, karena terbentuk langsung sebagai hasil pembekuan daripada magma. • 7e!ondary minerals adalah mineral ubahan dari mineral primer sebagai akibat pelapukan, reaksi hidrotermal, atau hasil metamorfisme. 1engan demikian mineral sekunder ini tidak ada hubungannya dengan pembekuan magma. ieral sekunder akan dipertimbangkan mempengaruhi nama batuan ubahan saja, yang akan diuraikan pada a!ara analisis batuan ubahan. Eontoh mineral sekunder adalah kalsit, klorit, pirit, limonit dan mineral lempung.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks