Career

Batubara fgh

Description
Kegi atan litbang pembuatan kokas dari batubara peringkat rendah (low rank coal/LRC) telah lama dilakukan sejak 1990 di Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA). Hasil penelitian berupa kokas dalam bentuk briket kokas menunjukkan bahwa
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Batubara   PENGEMBANGAN KOKAS DARI BATUBARA PERINGKAT RENDAH   Nurhadi, Suganal, Nining Sudini Ningrum, Wahid Supriatna.   K egiatan litbang pembuatan kokas dari batubara peringkat   rendah ( low rank coal/LRC  ) telah lama dilakukan sejak 1990 di Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara ( tek  MIRA). Hasil penelitian berupa kokas dalam bentuk briket kokas menunjukkan bahwa kokas tersebut dapat digunakan dalam proses produksi pengecoran besi baik sebagai kokas dasar maupun kokas muat. Penerapan teknologi ini dapat mengatasi ketergantungan kokas pengecoran impor untuk industri kecil pengecoran besi yang sering mengalami kesulitan pasokan kokas impor. Dalam pengembangannya penelitian pembuatan kokos ini masih memerlukan perbaikan dan modifikasi dalam peralatan karbonisasi. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian 2012 yang merupakan tahap efisiensi pada proses pembuatan kokas yakni memanfaatkan batubara sebagai bahan bakar dengan menerapkan penggunaan pembakar siklon batubara. Selain itu, telah dilakukan penelitian pembuatan aditif (bahan pengikat) untuk meningkatkan kekerasan kokas sehingga dapat digunakan sebagai kokas metalurgi. Selama ini, bahan   59    Batubara   pengikat yang digunakan adalah aspal yang hanya menghasilkan kokas jenis kokas pengecoran.   Tujuan penelitian ini adalah percepatan penerapan teknologi produksi kokas pengecoran berbasis batubara ( LRC  ) kapasitas 3.000 ton per tahun, mensosialisasi litbang kokas, persiapan pengajuan RSNI, pemanfaatan tar serta mengolah batubara non caking   menjadi batubara caking   yang berfungsi sebagai bahan aditif/  binder   dalam pembuatan kokas metalurgi.   Operasional pembuatan kokas berbasis batubara terintegrasi terdiri atas 3 tahap proses utama yaitu karbonisasi batubara, pembriketan kokas dan karbonisasi ulang (rekarbonisasi) terhadap briket kokas. Fokus kegiatan operasi pilot plant   pembuatan kokas pengecoran pada TA 2013 adalah ujicoba kinerja karbonisasi penggunakan peralatan tanur putar yang telah diadakan pada TA 2012.   Pemakaian tanur putar merupakan modifikasi proses pembuatan kokas pengecoran yang baru, sebelumnya menggunakan tanur terowongan. Pertimbangan pemakaian tanur putar adalah agar proses karbonisasi dapat dilakukan secara pemanasan langsung, sehingga efisiensi pemakaian bahan bakar meningkat dibandingkan dengan pemanasan tidak langsung.   Titik berat uji operasi pada peralatan tanur putar adalah untuk karbonisasi. Dari pengamatan hasil percobaan menunjukkan bahwa peralatan partial tanur putar masih banyak yang perlu diperbaiki seperti pengumpan ulir vertikal tidak dapat berfungsi dengan baik, pengumpan ulir horisontal umpan batubara yang sering macet, sirip tanur putar yang terbuat dari plat besi memuai dan keropos, pembakaran batubara pada pembakar siklon belum beroperasi dengan baik, saluran cerobong yang terbuat dari allumunium foil   bocor dan aliran pembuangan partikulat pada bagian bawah hydro-cyclone separator tidak lancar. Hasil ujicoba pengoperasian tanur   putar menunjukkan bahwa tanur tersebut harus dimodifikasi agar dapat berfungsi normal. Beberapa modifikasi yang telah dilakukan adalah modifikasi pengumpan ulir horisontal, modifikasi pada pem-   60    Batubara   bakar siklon, modifikasi saluran cerobong dan modifikasi pada h ydro  –  cyclone separator  . Setelah modifikasi-modifikasi tersebut kemudian dilakukan uji operasi tanur putar dan menunjukkan bahwa kondisi operasi tanur putar dapat dijaga konstan sesuai dengan kondisi yang diinginkan seperti rpm umpan batubara pada siklon antara 6 dan 7rpm, suhu siklon maksimun 1054°C, rata-rata T1, T2 dan T3 dalam tanur putar berturut-turut 927, 719 dan 563°C. Produk kokas dari proses karbonisasi menggunakan peralatan tanur putar yang sudah dimodifikasi memenuhi spesifikasi yang diinginkan yaitu kadar zat terbang antara 1 dan 4 % dan kadar abu menjadi rata-rata 7% dari kadar abu umpan 4%. Ukuran partikel produk kokas hasil karbonisasi  juga sudah memenuhi spesifikasi yaitu di atas 5 mm dari ukuran awal umpan karbonisasi 2 cm.   Gambar 20. Peralatan tanur putar   Dalam kegiatan TA 2013 ini juga dilakukan perhitungan kebutuhan biaya investasi dan biaya operasi pada kapasitas 3.000 ton/ tahun (kapasitas komersial terkecil) berdasarkan data rancangan peralatan yang telah disiapkan pada kegiatan TA 2012. Penyusunan desain umum produksi kokas pengecoran berdasarkan data sistem   61    Batubara   proses optimal yang telah dikembangkan oleh Puslitbang tek  MIRA yang terdiri atas karbonisasi batubara, pembuatan briket kokas dengan campuran aspal petrolium   dan rekarbonisasi. Pekerjaan selanjutnya adalah peralatan utama sistem produksi; pembuatan struktur organisasi dan kebutuhan tenaga kerja; kebutuhan biaya investasi operasi; serta perhitungan keekonomian. Hasil penyusunan desain menunjukkan bahwa untuk pabrik skala komersial kapasitas minimum (3.000 ton kokas/tahun) biaya investasi Rp 82.839.000.000; biaya operasional pada bulan pertama Rp. 8.650.000.000; dengan laba Rp. 1.865.565.000;/bulan dan jangka waktu pengembalian 5 tahun. Perlu usaha bersama untuk aplikasi teknologi pembuatan kokas pengecoran dari batubara non coking   pada skala komersial.   Gambar 21. Pengumpan ulir vertikal dan produk halus tanur putar   Berdasarkan hasil percobaan pembuatan kokas dan perhitungan kebutuhan biaya investasi dan biaya operasi pembuatan kokas kapasitas 3.000 ton/tahun dilakukan sosialisasi ke masyarakat. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan teknologi pembuatan kokas dan menumbuhkan minat menggunakan kokas pengecoran dari batubara Indonesia kepada masyarakat yang membutuhkan dengan cara memamerkan operasi produksi kepada   62    Batubara   para konsumen dan calon investor dalam bentuk dokumentasi video. Cara lain adalah dengan menjalin kerjasama dalam kegiatan operasi ujicoba pembuatan kokas secara langsung di Palimanan. Kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan 5 (lima) kali kegiatan yang berlangsung di 5 (lima) kota, yaitu Tokyo (Jepang), Jogjakarta, Ceper (Klaten, Jawa Tengah), Bandung dan Bekasi. Hasil sosialisasi tersebut dijadikan umpan balik terhadap proses dan peralatan yang dioperasikan. Dengan umpan balik ini, maka peralatan dan proses dapat ditingkatkan unjuk kerjanya.   Untuk menetapkan bahan baku kokas pengecoran diperlukan suatu standar yang menetapkan persyaratan bahan baku untuk kokas pengecoran. Materi persyaratan bahan baku meliputi kadar abu batubara dan kadar sulfur total dari batubara non coking  , sedangkan materi bahan setengah jadi terdiri atas kadar zat terbang dan kadar sulfur total dari kokas butiran hasil karbonisasi batubara non coking   tersebut. Standar untuk menetapkan bahan baku tersebut ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Metode pengujian kualitas mengacu pada standar analisa batubara dan kokas yang sudah ter-SNI-kan maupun standar ASTM yang umum digunakan di Indonesia. Kualitas bahan bahan baku berupa batubara non coking   minimal mempunyai kadar abu <5% (adb), kadar sulfur total <1% (adb). Bahan setengah jadi berupa kokas butiran minimal mempunyai spesifikasi berupa kadar zat terbang <3% (adb), ukuran serbuk kokas  –  20 mesh, kadar sulfur total <1% (adb). Pelaksanaan kegiatan berupa evaluasi dari berbagai hasil litbang yang telah dilaksanakan untuk menentukan  jenis dan spesifikasi bahan baku minimal serta spesifikasi produksi kokas minimal yang dibutuhkan industri pengecoran di Indonesia, dilakukan dalam rangka persiapan RSNI.   Salah satu produk samping yang diperoleh dari pembuatan kokas adalah tar. Tar ini termasuk ke dalam produk limbah dari karbonisasi batubara. Dalam rangka mengantisipasi agar tar tidak dimasukkan ke dalam limbah pembuatan kokas dicoba untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam tungku pembakaran. Peralatan tungku pembakaran tar sudah diadakan dan diujicoba pada TA 2012.   63  
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks