Business

Bisnis intern

Description
Bisnis intern
Categories
Published
of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Bisnis Internasional Inry Margaretha 17061102280 4B/5 A.   Contoh Impor Indonesia Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengungkapkan impor gandum di dalam negeri hingga saat ini diakui masih cukup tinggi. Dengan perkiraan impor gandum tahun ini mencapai 11,8 juta ton, konsumsi gandum terbesar masih akan terserap oleh industri tepung terigu nasional sebesar 8 juta ton. Sementara 3,8 juta ton sisanya, sebagian terserap untuk memenuhi kebutuhan sektor pakan ternak. Peningkatan kebutuhan gandum juga dinilai sejalan dengan meningkatnya penjualan komoditas tepung yang bisa mencapai 5%-6% dalam dua tahun terakhir. Kebutuhan Indonesia untuk komoditas gandum saat ini relatif tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor gandum Indonesia sepanjang 2016 mencapai 10,53 juta ton meningkat 42% dari tahun sebelumnya hanya 7,4 juta ton. Demikian pula nilainya juga naik 15,6% menjadi US$$ 2,4 miliar dari tahun sebelumnya US$ 2,08 miliar. Australia menjadi negara pemasok terbesar gandum ke Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor gandum dan meslin yang berasal dari Negeri Kanguru pada 2016 mencapai 3,5 juta ton atau sebesar 33% dari total. Sementara impor terbesar kedua dari Ukraina dan ketiga berasal dari Kanada. Sementara itu, United States Development of Agriculture (USDA) dalam sebuah laporannya menyebut Indonesia diprediksi bakal menjadi negara pengimpor gandum terbesar dengan total volume sekitar 12,5 juta ton di 2017-2018. Dengan estimasi impor terebut, maka Indonesia berpotensi menggeser posisi Mesir yang secara tradisional telah menjadi pengimpor gandum terbesar dunia.  USDA memperkirakan peningkatan terjadi karena permintaan makanan yang tumbuh oleh banyaknya populasi Penduduk Indonesia. Meningkatnya pendapatan masyarakat juga disertai oleh kebutuhan akan pasta, mie instan, serta kebutuhan pakan. Adapun empat negara  penyuplai gandum terbesar ke Indonesia menurut catatan USDA adalah Australia, Kanada, Ukraina, dan Amerika Serikat. Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas Santosa menilai impor gandum untuk kebutuhan pakan ternak relatif tinggi antara lain terkait program swasembada jagung nasional. Komentar:  B.   Contoh Ekspor Indonesia Produsen kapas PT Cottonindo Ariesta Tbk tengah fokus mengembangkan usahanya. Setelah pada 5 Oktober 2018 melakukan initial public offering (IPO), kini perusahaan juga menekankan produksi kapas yang tak hanya dijual mayoritas secara domestik, namun juga ekspor ke kawasan Asia Pasifik. Presiden Direktur Cottonindo, Marting Djapar, mengatakan pihaknya juga sedang membidik  pasar Korea Selatan (Korsel), utamanya untuk kapas kecantikan yang memiliki 4 merk yaitu Wellness (premium brand), Cotta, dan Melrose Mawar. “Importir dari Korea awal bulan No vember 2018 datang langsung untuk kunjungi  pabrik Cottonindo di Subang dan membicarakan strategi bisnis dengan Cottonindo untuk  jangka panjang,” katanya saat kunjungan di kantor Cottonindo, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/11). Cottonindo merupakan perusahaan pionir kapas yang berdiri sejak 1994 yang mengembangkan dan memproduksi kapas kosmetik, cottonbud, kapas industri, dan kapas kesehatan. Untuk pasar domestik, Cottonindo memasok produknya ke beberapa ritel nasional, antara lain Indomaret, Alfamart, Transmart Carrefour, Borma, Yogya Department Store, Hypermart, dan Lotte Mart. Menurut Marting, cottonindo selama ini sebetulnya telah memenuhi pesanan seperti dari Filipina, Myanmar, Australia, Hong Kong, Thailand, dan sejumlah negara lainnya. Namun untuk Korea, dimungkinkan bakal menjadi pasar perhatian lebih. Ke depan, kerja sama eskpor dengan Korsel ini diharapkan bisa berdampak bukan hanya pada peningkatan keuntungan  bisnis, namun juga menambah devisa negara.  Dalam kesempatan yang sama, Vice President Director Cuttonindo Fransiskus Toni menegaskan perusahaan sekarang melakukan lebih besar porsi ekspor sejalan meningkatkan kapasitas produksi. Fransiskus mengatakan pihaknya mengaku bakal tetap menjaga bisnisnya di dalam negeri agar tetap menjadi pemain utama di pasar Indonesia. Komentar:
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x