Devices & Hardware

FILSAFAT PENDIDIKAN SEBELUM ABAD 20

Description
FILSAFAT PENDIDIKAN SEBELUM ABAD 20
Published
of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  FILSAFAT PENDIDIKAN SEBELUM ABAD 20 Triwahyuni Agustina, Veby Penyustia   A.   Latar Belakang Munculnya Filsafat Menurut Rizal Mustansyir, filsafat umum (Yogyakarta:pustaka pelajar,2001)  . Secara etimologis, filsafat berasal dari berbagai bahasa diantaranya dari bahasa Inggris dan Yunani. Dalam bahan Inggris yaitu “philosophy”   sedangkan bahasa Yunani “philen”   atau “philos”    dan   “sophi  a  ” ada pula yang mengakatan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab yaitu “falsafah” yang artinya al-hikmah. Akan tetapi, kata tersebut pada awalnya berasal dari bahasa Yunani. “philos”   artinya cinta, sedangkan “Sophia”   artinya kebijaksanaan. Oleh karena itu filsafat dapat diartikan dengan cinta kebijaksanaan yang dalam bahasa Arab diistilahkan dengan al-hikmah. Para ahli filsafat disebut dengan filosof, yakni orang yang mencintai atau mencari kebijaksanaan atau kebenaran. Filosof bukan orang yang bijaksana atau berpengaruh benar, melainkan orang yang sedang belajar mencari kebenaran dan kebijaksanaan. Filsafat pertama kali muncul di Yunani, Orang Yunani pertama yang bisa diberi gelar filosof ialah Thales dari Mileta. Filosof-filosof Yunani yang terbesar yaitu Socrates, Plato, dan  Aristoteles. Banyak yang bertanya-tanya mengapa filsafat muncul di Yunani dan tidak di daerah yang beradab lain kala itu seperti Israel atau Mesir. Jawabannya di Yunani tidak seperti di daerah lain-lainya tidak ada kasta pendeta sehingga orang lebih bebas. Filsafat Yunani sempat mengalami masa pasang surut. Ketika peradaban eropa harus berhadapan dengan otoritas gereja dan imperium Romawi yang bertindak tegas terhadap keberadaan filsafat dimana dianggap mengancam kedudukannya sebagai penguasa ketika itu. Filsafat yunani kembali muncul pada masa kejayaan islam abad 9 M. tetapi di puncak kejayaan, dunia filsafat islam mulai mengalami kemuduran . setelah abad ke-13, peradaban islam benar-benar mengalami kejumudan setelah kaum ulama berhasil memenangkan perdebatan panjang dengan kaum filsuf. Kajian filsuf dilarang masuk kurikulum pendidikan.pemerintah mempercayakan semua konsep berfikir kepada para ulama dan ahli tafsir agama. Banyak buku-buku karanagan filsuf muslim yang diterjemahkan kedalam bahasa latin. Ketika filsafat di dunia islam bisa dikatan telah usai dan berpindah ke Eropa, peradaban islam pun mengalami kemunduran sementara di Eropa sendiri mengalami masa yang disebut sebagai abad Renaissance atau abad pencerahan sekitar abad 15 M. para filsuf modern setelah masa aufklarung, abad ke-17 M, menegaskan bahwa pengetahuan tidak berasal dari kitab sucu atau ajaran agama, tidak juga dari penguasa, tetapi dari diri manusia sendiri. Para filsuf modern yang tercatat dalam sejarah ialah Descartes, Karl Marx, Nietsche, JJ Rosseau dan lain sebagainya. B.   Filsafat Pendidikan Sebelum Abad 20 1.   Perkembangan Filsafat Umum a.   Filsafat Yunani Filsafat Yuanani sebagai filasafat tertua, mualai ada sejak munculnya Thales sebagai bapak filsafat yang mengatakan bahwa intisari alam adalah air.   Anaximenes berpendapat bahwa dasar pertama atau intisari alam adalah udara, dan Pitagoras berpendapat dasar segala sesuatu adalah bilangan. Aliran filsafat ketiga filsuf ini disebuit juga aliran materialisme. Filsafat Yunani berbeda dari pandangan aliran materialisme dikemukakan oleh Plato dan Aritoteles, aliran yang mereka kembangakan adalah aliran idealism. Aritoteles tidak hanya ahli filsafat melainkan juga ilmuan golongan salah satu karyanya adalah logika, logika yang sangat dikenal adalah silogisme. Pemikiran ini berkembang ke Timur Tengah dikembangkan oleh sarjana-sarjana dibungkus dengan baju islam. b.   Filsafat Hindu sejak abad 10 M Filsafat hindu tertuang dalam konsep Vedisme, Brahmanisme,dan Budisme.  Vidisme adalah keseluruhan alam pikiran india yang merupakan filsafat dan agama. Brahmanisme berhubungan dengan konsep kata-kata dan beberapa aliaran nya dalam kelompok bangsa arya yang sudah terjadi pencampuran darah denagn penduduk setempat. Budisme sebagai filsafat didasarkan kepada keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diliputi oleh sengsara. c.   Filsafat Islam Filsafat islam berakar pada filsafat yunani, yaitu ketika seorang penerjemah berkebangsaan Yunani yang bernama Hunain pindah ke Irak dan bekerja di istana Khalifah dari daulat Abasiyah. Harun Al Rasyid member fasilitas untuk pengkajian ilmu pengetahuan termasuk pemikiran-pemikiran filsafat Aristoteles dan Plato. Dia mendirikan lembaga penkajiaan yang bernama Baitul Hikmah. Pemikiran filsafat Yunani ini berkembang pesat dalam wajah Islam, di daratan  Andalusia di benua Eropa perkembangan ini mencatat prestasi yang kemudian mewarnai filsafat modern Eropa. Bidang sejarah pemikiran modern ini adalah Al-Ghazali, Ibunu Sina, Al-Farabi, dan Ibnu Rusyd. Mereka adalah filsuf-filsuf yang membuka mata orang Eropa terhadap filsafat klasik yang sudah lama ditinggalkan, dan mereka mempelajarai kembali filsafat klasik yang sudah berbaju islam(Baried,dkk 1986) d.   Filsafat Eropa/Filsafat Modern Filsafat ini berkembang secak munculnya keinginan untuk menjadikan alam sebagai pedoman bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang terkeal dengan isitilah renaissance. Renaissance ditandai oleh kecenderungan pemikiran untuk mengambil kembali alam kebudayaan Yunani yang humanism. Salah satu pemikiran pada masa ini adalah rasionaliosme yang diperkenalkan oleh Rene Descartes(1596-1650). Dia terkenal dengan cogito ergo sum  ‘saya berpikir maka saya ada’.  Pemikiran filsafat yang lain dalam perkembangan filsafat Eropa adalah aliran empirime pemikiran ini didukung oleh Francis Bacon(1210-1292), kritisisme tokoh yang membawa paham ini adalah Immanuel Kant(1724-1804) 2.   Perkembangan Filsafat Pendidikan a.   Pengertian Filsafat Pendidikan  Menurut Redja Mudyahardjo, pendidikan ilmu pendidikan , (Bandung: Rosda Karya, 2002)   filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang menyelidiki substansi pelaksanaan pendidikan yang berkaitan dengan tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan dengan analisis kritis terhadap struktur dan kegunaannya. Sedangkan dalam buku Jalaluddin dan  Abdullah Idi, Filsafat Pendidikan, (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2002) filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya pikir (intelektual), menuju ke arah tabi’at m anusia,, maka filsafat juga diartikan sebagai teori ilmu umum pendidikan. b.   Tinjauan Pemikiran Permulaan Fisafat Pendidikan Pemikiran permulaan filsafat pendidikan berkembang dalam tingkat humanisme relativistik, humanisme ilmiah, dan humanisme literer (Arbi, 1988:42-64). Humanisme relativitik memandang kebenaran tak dapat ddicapai, akhirnya penampakan kebenaran dapat berlaku sebagai kebenaran itu sendiri. Humanisme ilmiah memandang pengetahuan mungkin bukan kebajikkan, tetapi pengetahuan adalah suatu fondasi yang esensial untuk tingkah laku etis, sedangkan humanisme literer memandang pendidikan dapat menjadikan orang-orang yang berkebajikan secara alamiah, dari ketiga pemikiran ini yang menjadi pijsakan filsafat pendidikan adalah humanisme literer. Memasuki zaman modern di Eropa membawa perubahan pula dalam filsafat pendidikan, setelah zaman renaisssence pemikiran orang Eropa lebih realistis. Paham yang memberi nafas pada pendidikan disebut realisme yang masih didasari Kristen, sehingga disebut realisme religius. Perkmbangan filsafat pendidikan selanjutnya diwarnai oleh filsafat empirisme adalah menjadikan pengalaman jalan satu-satunya kepada pengetahuan mengenai dunia fisik. Pemikiran selanjutnya adlah Naturalisme Romantik dan Pendidikan Nasional. Naturalisme romantic adalah filsafat pendidikan yang masih berpijak kepada kearifan kunoyang terkandung didalam buku-buku berbahasa latin. C.   Metodologi Ilmu Pendidikan Sebelum Abad 20 1.   Tonggak Pertama Aristoteles Metodelogi ilmu dibangun dua pola berpikir yaitu deduksi dan induksi. Deduksi adalah pola berpikir yang bertolak dari umum ke khusus, pola berpikir ini menggunakan silogisme yang terdiri atas tema mayor, minor dan simpulan. Induksi adalah pola berpikir kebalikan dari deduksi, Aristoteles berkeyakinan bahwa hal yang khusus adalah sebuah kesatuan dari materi dan bentuk-bentuk, melalui sebuah kesatuan dari materidan bentuk-bentuk 2.   Tonggak Kedua Francis Bacon Francis Bacon berkinginan untuk membangun kembali I lmu yang baru dan menentang konsep Aristoteles. Menurus Bacon jiwa rasional mempunyai 3 macam daya, yaitu: (1) ingatan (2) imajinasi dan (3) pikiran. Daya ingat menciptakan sejarah, daya imajinasi menciptakan puisi, dan daya p iker menghasilkan filsafat.  3.   Tonggak Ketiga Perkembangan Abad ke 19 Nama tokoh dalam perkembangan tonggak ketiga adalah: (1) John Stuart Mach (2) Philip Frank (3) Ernest Mach dan (4) Henri Poincare. Tokoh pertma John Stuart berusaha merumuskan teknik-teknik induktif untuk menilai hubungan antar kesimpulan dengan evidensi atau hal-halyang menjadi sumbernya. Philip Frank membahas tentang kausulitas dalam berbagai interpretasi tentang mekanika quantum dan teori relativitas ditandai sebuah tilikan yang tajam dalam metodologi yang dipergunakan secara aktual oleh para ilmuan. Ernest Mach memberikan sumbangan pada mekanika, akoustika, thermodinamika, psiologis eksperimental dan filsafat ilmu antara lain menyatakan bahwa ilmu hendaknya tertuju menyusun sebuah deskripsi yang ekonomis tentang hubungan diantara gejala-gejala. D.   Mazhab-Mazhab Filsafat Pendidikan 1.   Mazhab Filsafat Pendidikan Idelisme Tokoh aliran idealism adalah plato (427-372 SM ). Ia adalah murid Socrates. Aliran idealism merupakan suatu aliran filsafat yang menggagungkan jiwa. Menurut aliran ini, cinta adalah gambaran asli yang bersifat ruhani dan jiwa terletak di antara gambaran asli ( Suryadipura, 1994: 133 ). Dari pertemuan jiwa dan cinta lahirlah suatu angan-angan yaitu dunia idea. Aliran ini memandang dan menganggap yang nyata hanyalah idea. Idea selalu tetap tidak mengalami perubahan dan pergeseran yang mengalami gerak tidak di kategorikan idea (poedjawijatna,1987:23). Disi lain filsafat idealism plato banyak memberikan pengaruh dan sumbangan dalam dunia pendidikan. Menurut plato, pendidikan itu sangat perlu baik bagi dirinya selaku individu maupun sebagai warga Negara. Setiap peserta didik harus diberi kebebasan untuk mengikuti ilmu yang ada sesuai dengan bakat, minat, dan kemampan masing-masing sesuai jenjang usianya. Pendidikan itu sendiri akan memberikan dampak perubahan bagi kehidupan pribadi, bangsa Negara. 2.   Mazhab Filsaft Pendidikan Rasionalisme Rasionalisme adalah faham filsafat yang menyatakan bahwa akal (reson)adalah alat terpenting untu memperoleh pengetahuan dan menetes pengetahuan (Ahmad Tafsir,filsafat umum (akal dan hati sejak thales sampaicapra:Remaja Rosdakarya, 1990) 3.   Mazhab Filsafat Pendidikan Materialisme Merupakan aliran filsafat yang berisikan tentang ajaran kebendaan, aliran ini, benda merupakan sumber segalanya ( poerwadarminta, menurut 1984:683 ), aliran ini berpikiran sederhana, bahkan segala sesuatu yang ada di dalam ini dapat di lihat dan di observasi, baik wujudnya, gerakanya maupun peristiwa-peristiwanya. Tokoh-tokoh aliran materialisme diantaranya adalah Leukipos dan Demokritus ( 460-370 SM ). Mereka berpendapat bahwa kejadian seluruh alam terjadi karena atom kecil, yang menpunyai bentuk dan bertubuh, jiwa pun dari atom kecil yang  mempunyai bentuk bulat dan mudah bereaksi untuk mengadakan gerak ( suryadipura, 1994:130 ).  Atom tersebut membentuk satu kesatuan yang di kuasai oleh hukum-hukum fisis kimiawi, dan atom-atom yang tertinggi nilainya dapat membentuk manusia, dan kemungkinan yang dimiliki manusia tidak melampaui kemungkinan kombinasi-kombinasi atom. Oleh karena itu, tidak melampai potensi-potensi jasmani, karena keduanya memiliki sumber yang sama. Demikian juga dengan keberakhiran atau kematian, disebabkan karena hancurnya struktur atom-atom pelemburan dan kombinasi atom-atom yang ada pada manusia atau alam lainnya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x