Entertainment

Ilmu Pendidikan Islam

Description
Ilmu Pendidikan Islam
Categories
Published
of 15
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   ISLAM DAN PENDIDIKAN DI SUSUN OLEH 1.   AWIN USMAN 2.   EGA KAMBUNAWATI 3.   MEYSTIRA PAKAYA 4.   SOFRIN AMANTULU JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SULTAN AMAI GORONTALO TAHUN 2018/2019  A.   PENDAHULUAN Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian , yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At- Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At- Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami). Arti  pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang  pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori. Pada makalah ini akan dijelaskan bagaimana pendidikan menurut islam, kemudian bagaimana  pendidik dan peserta didik berperan menurut islam. Sehinggah ketika kita ingin menjadi orang  berpendidikan menurut ajaran islam, maka haruslah memahami apa itu islam menurut  pendidikan. B.   PEMBAHASAN 1.   PENGERTIAN PENDIDIKAN MENURUT ISLAM Didalam khazanah pemikiran pendidikan islam, terutama karya-karya ilmiah berbahasa arab, terdapat berbagai istilah yang dipergunakan oleh ulama dalam memberikan pengertian tentang “pendidikan islam” dan sekaligus diterapkan dalam konteks yang berbeda -beda. Para ahli pendidikan biasanya lebih menyoroti istilah-istilah tersebut dari aspek perbedaan antara tarbiyah dan ta’lim, atau antara pendidikan dan pengajaran, sebagaimana sering diperbincangkan dalam karya-karya mereka. Bagi Al-Nakhlawy(1979) istilah tarbiyah lebih cocok untuk pendidikan islam. Berbeda halnya dengan jalal(1977) yang dari hasil kajiannya  berkesimpulan bahwa istilah ta’lim lebih luas jangkauannya dan lebih umum sifatn ya daripada tarbiyah. kajian lainnya berusaha membandingkan dua istilah diatas dengan istilah ta’dib, sebagaimana dikemukakan oleh Syed Naquib Al-Attas(1980). Dari hasil kajiannya ditemukan bahwa istilah ta’dib lebih tepat untuk digunakan dalam konteks pendidikan islam, dan kurang setuju terhadap penggunaan istilah tarbiyah dan ta’lim. dalam hal ini kalangan penulis indonesia menyatakan bahwa istilah pendidikan biasanya lebih diarahkan pada pembinaan watak, moral, sikap atau kepribadian, atau lebih mengarah pada  afektif. Sementara pengajaran lebih diarahkan pada pengusaan ilmu pengetahuan atau menonjolkan dimensi kognitif dan psikomotor. 1   Istilah “pendidikan” ( al-tarbiyah atau tarbiyah)   dan” pengajaran ”(al  - ta’lim atau ta’lim)  kalau dikaitkan dikaitkan atau disandarkan pada istilah-istilah al-diniyah/al-diny  (keagamaan), al-din  (agama), al-islamy  (keislaman  ), al-muslimin  (orang-orang islam  ), fi   al-islam (dalam islam), inda al-muslimin (dikalangan orang-orang islam), dan al-islamiyah (bersifat islami), akan menimbulkan perspektif yang berbeda-beda, terutama jika dikaji dari fenomena historik-sosiologik perkembangan pendidikan islam. Dalam konteks historik-sosiologik, pendidikan islam pernah dimaknai sebagai  pendidikan/pengajaran keagamaan atau keislaman ( al-tarbiyah al- diniyah, ta’lim al  -din, al- ta’lim al  -dini, dan al- ta’lim al  -islami) dalam rangka tarbiyah al-muslimin (mendidik orang-orang islam), untuk melengkapi atau membedakannya dengan pendidikan sekuler (nonkeagamaan/ nonkeislaman). misalnya, adanya sistem pendidikan madrasah diniyah (sekolah agama sore hari) yang didirikan sebagai wahana penggalian, kaajian dan penguasaan ilmu-ilmu keagamaan serta  pengamalan acaran agama islam bagi para peserta didik muslim yang ada pada pagi harinya sedang menempuh pendidikan/sekolah sekuler yang didirikan oleh pemerintah kolonial. Karena itulah, pendidikan dalam perspektif islam dapat mengandung pengertian pendidikan/pengajaran keagamaan/keislaman, dan atau pendidikan pengajaran agama(islam). Sistem pendidikan islam semacam itu hinggah saat ini masih tumbuh dan berkembang, terutama dipesantren-pesantren salafiyah majlis- majlis ta’lim, TPA,atau TPQ.  Berbeda halnya ketika muncul kebangkitan islam (abad 18/19 M) yang dipelopori oleh para  pembaharunya, antara lain oleh sir syed ahmad khan diindia atau muhamad abduh dimesir. Bagi ahmad khan (dalam M.Darwam Rahardjo,1997), pendidikan islam bukan lagi sebagai pendidikan keagamaan yang bersifat tradisonal, tetapi perlu mencontoh sistem sekolah didunia barat atau mengadopsi sistem pendidikan ala pemerintah kolonial (inggris), ssehinggah outputnya atut dipertimbangkan dalam rekrutmen lapangan-lapangan kerja yang disyaratkan oleh pemerintah kolonial (inggris) diindia pada waktu itu. Walaupun demikian, usaha Ahmad Khan tidak lepas dari kritik karena ia dianggap melalukan pendangkalan agama. Demikian pula sikap Abduh dalam pengembangan pendidikan islam dimesir, terutama Al-Azhar. 2   1  Muhaimin,paradigma pendidikan islam(bandung:Pt Remaja Rosdakarya,2001)hlm:36-37 2  Ibid.hlm:38   Menurut Quraish Shihab, kata ilmu dalam berbagai bentuknya terdapat 854 kali dalam Al- Qur’an. Kata ini digunakan dalam proses pencapaian tujuan.jadi, ilmu pengetahuan adalah  pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Pengetahuan yang tidak jelas dari segi ontologi, epistemologi, maupun aksiologi pada hakikatnya tidak dianggap sebagai ilmu, walaupun orang menyebutnya ilmu juga. 3   2.   TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Dalam presfektif islam, dasar dan tujuan pendidikan adalah pembentukan kepribadian individu yang paripurna ( kaffah) . Pribadi individu yang demikian merupakan pribadi yang menggambarkan terwujudnya keseluruhan esensi manusia secara kodrati, yaitu sebagai makhluk seperti itu sering disebut sebagai manusia paripurna ( insan kamil  ) atau pribadi yang utuh, sempurna, seimbang, dan selaras. 4  Maka dalam hal ini tujuan umum yang berbentuk insan kamil   dengan pola takwa dapat mengalami naik turun, bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil  , masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka  pengembangan dan penyempurnaan, sekurang-kurangnya pemeliharannya supaya tidak luntur dan berkurang, meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bahkan pendidikan dalam bentuk formal. 5  Tujuan pendidikan islam identik dengan tujuan hidup seorang muslim. Bila pendidikan dipandang sebagai suatu proses, maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan  pendidikan. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada hakikatnya, adalah suatu  perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi manisia yang diinginkan. Pendidikan islam juga mempunyai tujuan yang sesuai dengan falsafah dan pandangan hidup yang digariskan Al-qur-an. Ibnu Khaldun mengatakan sebagaiman dikatakan oleh ramayulis  bahwa tujuan pendidikan islam mempunyai dua tujuan. Pertama tujuan keagamaaan, maksudnya beramal untuk akhirat, sehinggah ia menemui tuhannya dan telah menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan keatasnya. Kedua, tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan, yaitu apa yang diungkapkan oleh pendidikan modern dengan tujuan kemanfaatan atau persiapan untuk hidup. 6   3  Novan Ardy dan Barnawi, ilmu pendidikan islam(jogjakarta:Ar-Ruzz Media,2012)hlm:15 4  Ibid.hlm:26 5  Muh arif dan munirah,ilmu pendidikan islam(gorontalo:sultan amai press,2013) hlm.26 6  Ibid.hlm:27   Dalam hal ini Ramayulis mengemukakan aspek-aspek tujuan pendidikan islam dalam bukunya ilmu pendidikan islam. Menurut beliau, aspek tujuan pendidikan islam itu meliputi empat hal yaitu: (1). Tujuan jasmaniah( ahdaf jismiyyah ), (2). Tujuan rohaniah( ahdaf al-ruhiyyah ), (3)Tujuan akal( ahdaf aqliyyah ), dan (4). Tujuan sosial( ahdaf al-ijtimaiyyah ). 3.   PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Berbicara tentang prinsip-prinsip pendidikan dalam hal ini ada lima prinsip yang bersumber dari nilai-nilai Al- qur’an dan hadits yaitu: (1). Prinsip Integrasi( tauhid  ), (2). Prinsip keseimbangan, (3). Prinsip persamaan dan pembebasan, (4). Prinsip kontinuitas dan  berkelanjutan( istiqamah ), (5). Prinsip kemaslahatan dan keutamaan. Masing-masing prinsip tersebut akan diuraikan dibawah ini. 7   1.)   Prinsip integrasi ( tauhid  )  Prinsip ini memandang adanya wujud kesaatuan antara dunia dan akhirat. Untuk itu,  pendidikan akan meletakan porsi yang seimbang untuk mencapai kebahagiaan didunia, sekaligus diakhirat (  I’malulid dunyaka ka annaka ta’isyu abadan, wa I’malu lil akhratika ka’annaka tamuutu ghadan ). 2.)   Prinsip keseimbangan   prinsip ini merupakan konsekuensi dari prinsip integrasi. Keseimbangan yang propesional antara muatan ruhaniah dan jasmaniah, antara ilmu murni(  pure science ) dan ilmu terapan ( aplicated science ), antara teori dan praktik, dan antara nila-nilai yang menyangkut aqidah,syari’ah, dan akhlak.   3.)   Prinsip persamaan dan pembebasan Prinsip ini dikembangkan dari nilai tauhid, bahwa Tuhan adalah Esa. Oleh karena itu, setiap individu dan bahkan semua makhluk hidup diciptakan oleh pencipta yang sama (Tuhan). Perbedaan hanyalah unsur untuk memperkuat persatuan. Pendidikan adalah satu upaya untuk membebaskan manusia dari belenggu nafsu dunia menuju pada nilai tauhid yang bersih dan mulia. Manusia dengan pendidikannya diharapkan bisa terbebas dari belenggu kebodohan, kemiskinan,kejumudan, dan nafsu hayawaniah- nya sendiri. 4.)   Prinsip kontinuitas dan berkelanjutan ( istiqamah ) 7  Novan Ardy dan Barnawi, ilmu pendidikan islam(jogyakarta:Ar-Ruzz Media, 2012),hlm:26
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x