Lifestyle

Islam Indonesia: Studi Pemikiran Jalaluddin Rakhmat

Description
Tulisan ini menguraikan khazanah pemikiran Islam Indonesia dengan memfokuskan pada sosok Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal). Sumber yang digunakan berasal dari sejumlah informasi yang tersebar dalam media online, buku-buku karya Kang Jalal, dan
Categories
Published
of 17
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Islam Indonesia: Studi Pemikiran Jalaluddin Rakhmat Oleh AHMAD SAHIDIN Mukadimah Tulisan ini menguraikan khazanah pemikiran Islam Indonesia dengan memfokuskan pada sosok Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal). Sumber yang digunakan berasal dari sejumlah informasi yang tersebar dalam media online, buku-buku karya Kang Jalal, dan pengamatan penulis sejak tahun 2002 hingga 2014. 1  Masa inilah penulis membaca berbagai karya Kang Jalal, 2  menghadiri ceramah-ceramahnya, 3  dan mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan organisasi IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) di Bandung dan Jakarta. Dalam hal ini, penulis menggunakan pendekatan insider  4 sehingga lebih banyak mengungkap hasil pengamatan individual dan dikaitkan dengan sumber lainnya. Tidak dipungkiri banyak karya ilmiah berupa skripsi, tesis, dan desertasi tentang Kang Jalal yang sudah ditulis. Juga terdapat buku yang khusus membahas Kang Jalal dalam dakwah dengan studi  perbandingan dengan tokoh Aa Gym (Abdullah Gymnastiar). 5  Penyajiannya diawali dengan uraian biografi dan karya, pemikiran Kang Jalal yang terkait dengan Islam mazhab Syiah dan gagasan-gagasan pluralisme. Sebelum diakhiri dengan kesimpulan, saya mencoba melihat kesamaan pemikiran antara Kang Jalal dengan tokoh pluralis di Barat yang bernama John Hick. Biografi Jalaluddin Rakhmat lahir di Bojongsalam, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 29 Agustus 1948. 6  Pada usia remaja sudah menguasai bahasa Arab berkat mengaji kepada Kiai Shidik. Saat masih kecil pula Kang Jalal ditinggalkan ayahnya yang bergabung dalam barisan  penegak syariat Islam. Meski tidak ada peran ayah, ibunya yang membimbing dan memasukan  pada sekolah dan madrasah. Berkaitan dengan masa kecil ini ada dua kisah.   Kisah pertama saat SD (Sekolah Dasar)  bahwa Kang Jalal termasuk pendiam. Meski pendiam, tetapi penyuka buku dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku. Saat pelajaran olah raga hanya diam dan tidak ikut 1  Awal perkenalan dengan sosok Kang Jalal — sapaan Jalaluddin Rakhmat — ketika akan menulis skripsi tahun 2002-2003 tentang Konsep Sejarah menurut Ali Syariati  . Penulis membaca karyanya secara tidak langsung dan hanya yang berkaitan dengan pemikiran Ali Syariati, Murtadha Muthahhari, dan mazhab Ahlulbait. 2  Buletin Al-Tanwir, media dakwah Yayasan Muthahhari. Awalnya terbit setiap dua minggu kemudian sekarang ini terbit ketika ada kegiatan IJABI yang berskala nasional seperti Maulid Nabi, Asyura, Ghadir Khum, dan Milad IJABI. 3  Di Masjid Al-Munawwarah, di Jalan Kampus IV Babakan Sari Kiaracondong Bandung. Di masjid ini Kang Jalal hampir setiap minggu jam 08.00  –  10.30 memberikan ceramah kepada masyarakat IJABI dan murid-muridnya yang berdatangan dari berbagai tempat. Rekaman ceramahnya dipublikasikan pada situs: almunawwarah.com.   4   Insider   adalah istilah yang dikenalkan oleh Peter Connolly, yang didasarkan pada aspek agama berupa ajaran dan doktrin; yang dilakukan oleh peneliti yang beragama atau pemeluk agama yang meneliti agamanya. Bisa juga diartikan bentuk penelitian dari dalam, partisipan aktif atau emik dalam penelitian antropologi. Tentang kajian insider dalam studi agama dapat dibaca pada karya Peter Connolly,  Approaches to the Study of Religion.  Buku ini sudah diterjemahkan oleh Imam Khoiri kemudian diterbitkan LKIS di Yogyakarta tahun 2002, dengan judul  Aneka Pendekatan Studi Agama.   5  Karena keterbatasan waktu, penulis tidak sempat menelusurinya. Mungkin nanti kalau ada yang memiliki kepentingan berkaitan dengan penelitian Kang Jalal bisa dilanjutkan dalam penelitian yang lebih serius dan komprehensif. 6  Haji Dedi, adik kandung Kang Jalal, menyebutkan lahir 1948 dalam acara Milad Kang Jalal.  dalam permainan. Hanya menjadi penonton. Suatu hari dalam pelajaran olah raga, ada main sepak bola. Salah seorang pemain cidera. Guru olah raga menyuruhnya untuk main bola. Tidak ada pilihan maka masuk arena lapangan dan sepak bola bola yang pertama kali dilakukannya. Saat di lapang tiba-tiba bola menghampirinya. Segera saja ditendang. Lantas gurunya bilang: tendangan yang hebat. Pernyataan itu membuatnya semangat dalam bermain sepak bola. Sementara kisah kedua saat menjadi murid SMP (Sekolah Menengah Pertama). Guru  bahasa Inggris memerintahkan kepadanya untuk menulis surat pembaca dengan bahasa Inggris di majalah berbahasa Inggris yang terbit di Yogyakarta. Surat pembaca pun ditulis dengan sebisanya. Sekira satu bulan kemudian, guru bahasa Inggris dalam kelas membawa majalah. Guru itu membacakan surat pembaca yang ditulis Jalaluddin Rakhmat kecil. Guru itu memuji dan memberikan ucapan selamat. 7  Tamat SMP melanjutkan ke SMA dan masuk perguruan tinggi di Universitas Padjajaran dengan mengambil studi komunikasi. Kemudian menikah dengan Euis Kartini hingga melahirkan tiga putra (Miftah, Iqbal, dan Ilman) dan dua putri (Feli dan Ami). 8  Setelah beres kuliah, Kang Jalal aktif organisasi Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan mengajar di sekolah dan universitas. Lalu memperoleh beasiswa Fulbright dan masuk Iowa State University, Amerika Serikat, dengan program studi komunikasi dan psikologi. Kang Jalal lulus dengan predikat magna cum laude memperoleh 4.0 grade point average dan terpilih menjadi anggota Phi Kappa Phi dan Sigma Delta Chi. Pada 1981, kembali ke Indonesia dan menulis buku  Psikologi Komunikasi  dan mengajar di almamaternya. Aktif juga membina para mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung dan mengajar di ITB dan IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Selanjutnya menempuh pendidikan di kota Qum, Iran, untuk memperdalam tasawuf dan filsafat. Kemudian terbang ke Australia untuk belajar kembali di The Australian National University (ANU). 9  Pada 15 Januari 2015, menyelesaikan pendidikan doktor dengan disertasi  berjudul  Asal Usul Sunnah: Studi Historiografis atas Tarikh Tasyri‟   di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. Kang Jalal meraih predikat amat  baik dalam ujian promosi doktor dengan co-promotor Prof Dr H Moch Qasim Mathar MA,  promotor Prof Dr H Ahmad M Sewang MA, dan penguji adalah Prof Dr H Abd Rahim Yunus MA, Prof Dr Arifuddin Ahmad M.Ag, dan Dr Hamzah Harun Al Rasyid, Lc MA. 10  Berkaitan dengan pendidikan terakhir ini, Kang Jalal sempat diisukan tidak punya ijazah master dan doktor. Pernyataan tersebut datang dari Said Shamad, pengurus LPPI Makassar, dan ditanggapi pengurus IJABI Makassar. 11  Bukannya beres, malah muncul lagi 12 dan segera dijawabnya sebagai pernyataan tidak berdasar. 13   7  Informasi ini penulis dengar langsung dari Kang Jalal dalam acara pertemuan para guru di SMU Muthahhari, Jalan Kampus II Kiaracondong Bandung, Jumat 4 Januari 2013. 8  Berdasarkan informasi dari media dan dibenarkan oleh Kang Jalal bahwa sudah beristri lagi dengan menikahi Emilia Renita Az, aktivis LSM OASE Jakarta. Dalam facebook Emilia Renita Az pun ditampilkan foto kebersamaan dengan Kang Jalal. Sesuatu yang wajar karena para ulama pun biasanya memiliki istri lebih dari satu. 9  Biografi Kang Jalal bisa dilihat versi resmi IJABI:  http://www.majulah-ijabi.org/biografi-singkat.html    10  Lihat http://www.majulah-ijabi.org/berita/ustadz-jalal-raih-doktor-bidang-pemikiran-islam   11 Tanggapannya dimuat dalam  Harian Fajar  .  12 Muncul pada situs  UIN Alauddin .  13 Terkait dengan ini, Kang Jalal juga memberikan penjelasan yang sama untuk media online Arrahmah yang dimuat dalam situs Misykat  . Lengkapnya silakan baca pada situs:  http://misykat.net/article/126847/jalaluddin-rakhmat-dari-masalah-syiah-sampai-ijazah.html   dan  http://misykat.net/article/127932/kang-jalal-menjawab-fitnah-arrahmah-tentang-desertasi-di-uin-makassar.html.    Kang Jalal memang beda dengan Abdurrahman Wahid yang berani langsung serang pada kalangan fundamentalis agama dan orang-orang anti plural. Kang Jalal hanya cukup menjelaskan seadanya melalui tulisan. Ini mungkin bagian dari karakter sehingga Kang Jalal terlihat santai ketika dihujat dan dicaci dalam media sosial maupun masjid. 14  Tidak aneh karena dalam kehidupan sehari-hari, Kang Jalal adalah pribadi yang ramah dan bersahabat tanpa membedakan agama atau latar belakang. Karena itu, dalam sebuah media berkata , “Saya tak terlalu peduli orang ikut mazhab saya atau tidak. Yang penting orang itu berbuat baik bagi sesama dan tak menghalangi orang lain b erbuat baik.” 15  Begitu juga dengan sikap rendah hati Kang Jalal terlihat saat bersalaman jika ada yang mencoba mencium tangan, segera menariknya. Pernah suatu waktu tangannya dicium seorang mahasiswa, dengan cepat mencium kembali tangan mahasiswa tersebut. Sesuatu yang tidak biasa karena berdasar pada sikap rendah hati. Hal lain yang jarang ditemukan pada sosoknya yang tidak mau disebut ulama. Kang Jalal mengatakan dalam sebuah obrolan di rumahnya bahwa orang yang layak disebut ulama adalah Muhammad Quraish Shihab. Saya kira pernyataan tersebut merupakan sikap handap asor dari orang berilmu. Seperti padi, semakin berisi makin merunduk. Dalam sebuah acara keagamaan yang mengundang tamu dari Kedutaan Besar Iran, pun Kang Jalal masih sempat mengatur acara dan bolak balik mendatangi pemandu acara serta mengatur jalannya kegiatan. Padahal, posisi Kang Jalal adalah orang penting. Bukan sesuatu yang mustahil kalau dalam setiap kegiatan Islam yang diselenggarakan IJABI terdapat sentuhan tangan dan percikan nalar Kang Jalal. Tampaknya keterlibatan langsung dalam sejumlah acara IJABI adalah bentuk pendidikan dan motivasi bagi generasi muda Islam. 16   Karya Tulis Kang Jalal adalah cendekiawan yang mampu menyampaikan pesan agama dengan baik dan relevan dengan kondisi zaman. Kemampuannya dalam ilmu-ilmu sosial, psikologi, filsafat, dan dirasah Islamiyyah tidak kalah hebat dengan cendekiawan luar Indonesia. Terlihat dari ceramah,  pengajian, dan seminar yang bernuansa ilmiah. Materi-materi berat seperti filsafat ketika dipaparkan oleh Kang Jalal terasa mudah dipahami ketimbang membaca bukunya langsung yang terkait dengan materi tersebut. Kang Jalal ibarat kran air yang memuaskan dahaga para pencari ilmu. Kang Jalal pandai memilih bahasa dan rangkaian katanya rapi serta menarik. Pembahasan filsafat dan kajian agama yang dianggap berat pun kalau diuraikan oleh Kang Jalal bisa langsung dipahami. Kang Jalal kadang membuat contoh dengan pengalaman keseharian sehingga terasa menyentuh. Tidak hanya mampu menyampaikan materi di depan orang-orang dewasa. Bahkan, menyampaikan materi agama dan kesehatan otak di depan murid-murid sekolah. 17  Pengakuan kecerdasan Kang Jalal tidak hanya diakui orang Indonesia. Bahkan, ulama dari Iran dalam sebuah seminar di Bandung pernah menyebut Kang Jalal sebagai salah satu 14  Tentang ini penulis mendengar langsung pernyataan khutbah jumat dari Athian Ali M.Dai di Masjid Darussalam, Jalan Pasirwangi Soekarno Hatta Bandung, pada sekira 2010. Kemudian terulang kembali di Masjid Al-Fajr Jalan Cicagjra dalam pengajian hari Sabtu pagi, Desember 2014. Dalam facebook banyak yang melontarkan pernyataan yang memplesetkan nama Kang Jalal menjadi Dajjaluddin Laknat. Menurut keterangan salah seorang pengurus IJABI, Kang Jalal akan memproses mereka secara hukum. 15  Harian Kompas,  Jalaluddin Rakhmat, Intelektual yang Membumi.   16   Lihat  http://misykat.net/article/124980/kh-jalaluddin-rakhmat-ulama-yang-ramah.html    17  Pengalaman penulis saat mengajar di SMP Bahtera, beberapa Kang Jalal diundang untuk ceramah tentang agama, kesehatan otak, dan berbagi pengalaman belajar dengan anak-anak.  tentera terbaik Imam Mahdi. Juga ulama di Jawa Timur yang memiliki pesantren besar (kini almarhum) menyebut Kang Jalal sebagai seorang doktor yang paham dengan kondisi zaman dan  berilmu pengetahuan. Ulama ini menyarankan murid-muridnya agar menimba ilmu kepada Kang Jalal. 18  Sebagai cendekiawan Muslim, Kang Jalal terlibat dalam urusan masyarakat dan ke-Indonesia-an. Ia pernah diutus Pemerintah Republik Indonesia untuk urusan dukungan Indonesia kepada Hizbullah (Lebanon dan Palestina) melawan Israel. Kemudian sering diundang untuk konferensi Islam di Iran. Bahkan pernah diminta pidato dihadapan Presiden Iran: Ahmadinejad,  berkaitan dengan buku Islam dan dunia. 19  Apalagi membaca bukunya, seakan-akan tidak ingin lepas sebelum beres dibaca. Buku  pertama karya Kang Jalal yang penulis baca  Islam Alternatif   dan  Islam Aktual  . 20 Dua karya ini memberikan pencerahan, khususnya analisa kritis hadis dan gerakan revolusi Islam Iran. Islam dipaparkan dengan kajian sosiologis dan dihubungkan dengan fenomena agama di Indonesia sehingga relevan dengan kebutuhan umat dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Sejumlah karya buku yang ditulis Kang Jalal yang diterbitkan adalah  Analisis Isi (1983),  Metode Penelitian Komunikasi (1984), Psikologi Komunikasi (1985), Islam Alternatif (1986),  Islam Aktual (1991), Renungan-Renungan Sufistik (1991), Retorika Moderen (1992), Catatan  Kang Jalal (1997), Reformasi Sufistik (1998), Menjawab Soal-Soal Islam Kontemporer (1998),  Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik (1999), Tafsir Sufi Al-Fatihah (1999), Tafsir Bil Matsur (1994), Rekayasa Sosial: Reformasi atau Revolusi? (1999), Rindu Rasul (2001), Dahulukan  Akhlak di Atas Fikih (2002), Psikologi Agama (2003), Meraih Kebahagiaan (2004), Belajar Cerdas Berbasiskan Otak (2005), Memaknai Kematian (2006), Islam dan Pluralisme (2006), Tafsir Kebahagiaan (2010), Al-Mushthafa: Manusia Pilihan yang Disucikan (2008), The Road to Allah (2008), The Road to Muhammad (2009), Madrasah Ruhaniah (2005), Jalan Rahmat (2011), Sunah Nabawiyah: Kajian 14 Hadis (2012), SQ for Kids (Mizan Pustaka), Khotbah-khotbah di Amerika (Rosdakarya), Menyinari Relung- relung Ruhani (2002), O‟Muhammadku (Muthahhari Press, 2001), Khalifah Ali bin Abi Thalib (Rosdakarya), Rintihan Suci Ahlulbait (1988), (Sayyidah) Fathimah Azzahra (Rosdakarya), (Sayyidah) Zainab Al-Qubra (Rosdakarya),  Keluarga Muslim dalam masyarakat Moderen (Rosdakarya), Komunikasi Antar Budaya (Rosdakarya), Shahifah Sajjadiyyah (terjemahan Ustadz Jalal), Doa Bukan Lampu Aladin (Serambi, 2013),    Berbinar Cinta (  Muthahhari , 2015 ),   dan  Misteri Wasiat Nabi (Misykat, 2015). 21  Buku yang ditulis Kang Jalal di luar yang terdata di atas, mungkin lebih banyak lagi karena seringkali menulis bersama dalam buku dengan tokoh nasional maupun yang terdapat dalam media atau pengantar untuk buku terjemahan dan karya penulis Indonesia. 22 Sedangkan karya berupa artkel dimuat dalam buletin  Al-Tanwir   dan majalah seperti Ummat  ,  Ulumul Quran, Tempo, dan  Prisma.  Untuk surat kabar harian antara lain  Pikiran Rakyat, Fajar Timur, Detik, 18  Ulama Jawa Timur tersebut almarhum  Ustadz Husein Al-Habsyi dari Pesantren YAPI Bangil, Jawa Timur. 19  Pada sebuah berita online disebutkan Kang Jalal pernah diminta untuk menyampaikan pidato berkaitan dengan Dunia Islam di depan Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad. Ketika dikonfirmasi, keluarganya membenarkan informasi tersebut. 20  Kedua buku ini diterbitkan Mizan, Bandung. 21  Alhamdulillah, sekira 14 buku karya Kang Jalal sudah pernah dibaca. 22  Misalnya pengantar pada buku Tafsir Doa Kumayl karya Sayyid Muhammad Husein Fadhlullah (Bandung: Marja, 2009) atau pengantar untuk penulis Indonesia seperti Islam Mazhab Fadhlullah  karya Husein Jafar Al-Hadar (Bandung: Mizania, 2011).   Republika, Pikiran Rakyat, Kompas,   Galamedia , dan lainnya. Juga dimuat dalam jurnal  Al- Hikmah, Al-Huda, 23 dan situs seperti altanwir (dot) net dan misykat (dot) net.  Apabila dilihat secara umum bahwa karya berupa buku Kang Jalal terdiri dari dua: yang ditulis langsung dan yang ditulis ulang dari ceramahnya. Antara karya yang ditulis sendiri dengan yang ditulis ulang (transkrips) dari sisi bahasa dan gaya penuturan tidak jauh berbeda. Malah tidak mengurangi kelezatan dan citarasa dari sajian pemikiran Kang Jalal. Sejumlah buku yang ditulis ulang dari ceramah biasanya dibaca oleh Kang Jalal untuk diperiksa dan diberi pengantar sebelum terbit. Hal ini karena buku merupakan karya intelektual sehingga kalau sudah terbit menjadi tanggungjawab penulis yang tertera. Orang yang membaca akan langsung melihat, menilai, dan memberikan apresiasi terhadap penulis. Bukan pada lembaga yang menerbitkan. Itulah yang kemudian setiap kali akan terbit, Kang Jalal meluangkan waktu untuk memeriksanya. 24  Kang Jalal mengawali karier dalam menulis ketika masih SMP dengan meraih Juara I lomba menulis yang berjudul  Jika Saya Menjadi Seorang Penerbang. 25 Memang terbukti sekarang ini Kang Jalal sering terbang ke pelosok daerah di seluruh Indonesia dan mancanegara. Tidak hanya terbang, tetapi juga membagikan ilmu dan berkontribusi dalam merajut ukhuwah Islamiyyah. Selain buku dan media massa, karya Kang Jalal lainnya berupa rekaman berupa cd audio dan video. Dalam acara IJABI biasanya dijual video kajian atau dialog Kang Jalal bersama narasumber lain. Untuk rekaman audio disebutkan sudah ada sekira seribu file audio dan dibagikan secara gratis kepada jamaah IJABI dan masyarakat umum. 26  Kemudian ada juga media online yang khusus memuat artikel Kang Jalal seperti  Majulah IJABI   dan  Misykat  . 27  Melihat karya yang tersebar dalam beragam media maka layak diakui bahwa Kang Jalal termasuk cendekiawan yang produktif dalam dakwah dan telah memberikan pencerahan  pemikiran keislaman bagi umat Islam Indonesia. 28 Pilihan Kang Jalal menyampaikan  pengetahuan Islam melalui karya tulis merupakan hal yang baik. Banyak ulama yang berilmu, tetapi karena tidak menulis sehingga tidak dikenal dan hilang ditelan zaman. Tanpa sebuah karya, pasti tidak akan mengenal Ibnu Sina sebagai pakar filsafat, kedokteran, dan saintis. Juga tokoh Abu Hamid Al-Ghazali, Ibnu Rusyd, Mulla Shadra, Miskawaih, Jalaluddin Rumi, Imam Syafii, Al-Bukhari, Ibnu Hisyam, Ibnu Ishaq, Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Khaldun, Abdul Qadir Jailani, dan lainnya. Meski sudah wafat, orang yang hidup sekian ratus abad pun masih tetap bisa menikmati buah pemikiran ulama dengan membaca karya tulisnya. Kesadaran menuangkan 23  Kalau dilacak mungkin lebih banyak lagi media yang memuat tulisan Kang Jalal. 24  Informasi ini penulis dapatkan dari putra Kang Jalal, yaitu Ustadz Miftah Fauzi Rakhmat. Pengalaman penulis ketika bekerja di penerbitan bahwa memang sudah prosedur untuk dilakukan persetujuan penulis buku sebelum cetak. 25  Dedi Jamaluddin Malik dan Idi Subandy Ibrahim,  Zaman Baru Islam Indonesia  (Bandung: Zaman Wacana Mulia, 1998). 26  Informasi ini didapatkan dari salah seorang pengurus IJABI Jawa Barat yang berlokasi di Jalan Buah Batu Bandung. 27  Situs: www.majulah-ijabi.org dan www.misykat.net.   28  Hal ini juga sesuai dengan pengakuan orang-orang yang pernah belajar kepada Kang Jalal, yang mereka tulis: http://misykat.net/article/141822/saya-dan-kang-jalal-melvin-tanjung.html (Malvin Tanjung, aktivis di perguruan tinggi Islam),  http://afikrizain.blogspot.com/2012/08/kang-jalal-bridge.html (Muhammad Zain, Litbang Kementerian Agama RI), dan  http://misykat.net/article/138029/saya-bangga-dengan-jalaluddin-rakhmat.html   (Abdi MS, dosen di Toronto, Canada).
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x