Spiritual

Kriteria Orang yang Matang Beragama

Description
Manusia mengalami dua macam perkembangan, yaitu perkembangan jasmanai dan perkembangan rohani. Perkembangan jasmani diukur dari umur kronologis. Puncak perkembangan jasmani yang dicapai manusia disebut kedewasaan. Sebaliknya, perkembangan rohani
Categories
Published
of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  1 Kriteria Orang Yang Matang Beragama Manusia mengalami dua macam perkembangan, yaitu perkembangan jasmanai dan  perkembangan rohani. Perkembangan jasmani diukur dari umur kronologis. Puncak  perkembangan jasmani yang dicapai manusia disebut kedewasaan. Sebaliknya, perkembangan rohani diukur berdasarkan tingkat kemampuan ( abilitas ). Pencapaian tingkat abilitas tertentu  bagi perkembangan rohani disebut istilah kematangan ( maturity ). Seseorang anak yang normal, dalam usia tujuh tahun (jasmani) umumnya sudah matang untuk sekolah. Diusia itu anak-anak sudah dapat menahan diri untuk mematuhi peraturan dan disiplin sekolah serta sudah memiliki kemampuan untuk dapat mengikuti ajaran yang diberikan kepadanya. Anak-anak yang normal memiliki tingkat perkembangan yang sejajar antara  jasmani dan rohaninya. Tetapi dalam kenyataan sehari-hari tak jarang dijumpai ada anak-anak yang memiliki  perkembangan jasmani dan rohani yang berbeda. Seperti halnya dalam tingkat perkembangan yang dicapai diusia anak-anak, maka kedewasaan jasmani belum tentu berkembang setara dengan kematangan rohani. Secara normal, memang sorang yang sudah mencapai tingkat kedewasaan akan memiliki kematangan rohani seperti kematangan berfikir, kematangan kepribadian maupun kematangan emosi. Tetapi perimbangan antara kedewasaan jasmani dan kematangan rohani ini ada kalanya tidak berjalan sejajar. Secara fisik ( jasmani )seorang mungkin sudah dewasa , tetapi secara rohani ia ternyata belum matang. Keterlambatan pencapaian kematangan rohani ini menurut ahli psikologi pendidikan sebagai keterlambatan dalam perkembangan kepribadian. Faktor-faktor ini menurut Dr. Singgih D. Gunarsa dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 1) faktor yang terdapat pada diri anak; 2)faktor yang berasal dari lingkungan (Singgih D. Gunarsa, 198:187). Adapun faktor intern anak itu yang dapat mempengaruhi pekembangan kepribadian adalah: (1) konsitusi tubuh; (2) struktur dan kedaan fisik; (3) koordinasi motorik; (4)kemampuan mental dan bakat khusus, intelegensi tinggi, hambatan mental,dan bakat khusus; (5) emosionalitasi. Semua faktor intern ini ikut mempengaruhi termlambat tidaknya  perkembangan kepribadian seseorang.  2 Selanjutnya, yang termasuk pengaruh faktor lingkungan adalah (1) keluarga;(2) sekolah;( Singgih G. Gunarsa, 198:88-96). Selain itu , ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi perkembangan kepribadian seseorang, yaitu kebudayaan tempat orang dibesarkan. A.   Ciri-ciri dan Sikap Keberagamaan Berdasarkan temuan psikologi agama, latar belakang psikologis, baik diperoleh  berdasrkan faktor intern maupun hasil pengaruh lingkungan memberi ciri pada pola tingkah laku dan sikap seseorang dalam bertindak. Dalam bukunya The Varietes of Religious  Experience  William James meilai secara garis besar sikap dan perilaku kegamaan itu dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu: 1) tipe orang yang sakit jiwa , dan 2) tipe orang yang sehat jiwa. Kedua tipe ini menunjukkan perilaku dan sikap keagaaman yang berbeda.  1.   Tipe Orang yang Sakit Jiwa ( The Sick Soul ) Maksudnya orang tersebut meyakini suatu agama dan melaksanakan ajaran agama tidak didasrkan atas kematangan beragama yang berkembang secara bertahap sejak usia kanak-kanak hingga menginjak usia dewasa seperti lazimnya yang terjadi  pada perkembangan normal. Mereka ini meyakini suatu agama dikarenakan oleh adanya penderitaan batin yang antara lain mungkin diakibatkan karena musibah, konflik batin ataupun sebab lainnya yang sulit diungkapkan secara ilmiah. Faktor intern yang diperkirakan menjadi penyebab dari timbulnya sikap keberagamaan yang tidak lazim ini adalah : 1.   Tempramen 2.   Gangguan jiwa 3.    Konflik dan keraguan 4.    Jauh dari Tuhan Adapun ciri-ciri tindak keagamaan mereka yang mengalami kelainan kejiwaan itu umunya cenderung menampilkan sikap : a)    Pesimis b)    Introvret c)    Menyenangi paham yang ortodoks  3 d)    Mengalami proses keagamaan secara non-graduasi Faktor ekstern yang diperkirakan turut mempengaruhi sikap keagamaan secara mendadak, adalah:  1)    Musibah Keguncangan kejiwaan ini sering menimbulkan kesadaran pada diri manusia  berbagai macam tafsiran. Bagi mereka yang semasa sehatnya kurang memiliki  pengalaman dan kesadaran agama yang cukup umumnya menafsirkan musibah sebagai  peringatan Tuhan kepada dirinya. 2)    Kejahatan Mereka yang menekuni kehidupan dilingkungan dunia hitam, baik sebagai  pelaku maupun sebagai pendukung kejahatan, umumnya akan mengalami keguncangan  batin dan rasa berdosa. Perasaan itu mereka tutupi dengan perbuatan yang bersifat kompensatif. Perasaan seperti itu biasanya terus menghantui diri mereka hingga menyebabkan hidup mereka tidak pernah mengalami ketentraman dan ketenangan. 2. Tipe Orang yang Sehat Jiwa ( Healthy-Minded-Ness ) Ciri dan sifat agama pada orang yang sehat jiwa menurut W. Star buck yang dikemukakan oleh W.Houston Clark dalam bukunya  Religion Psychology adalah: a.   Optimis dan Gembira b.    Ekstrovet dan tak mendalam c.    Menyenangi ajaran ketauhidan yang liberal Sebagai pengaruh kepribadian yang ekstrovet maka mereka cenderung :    Menyenangi teologi yang lues dan tidak kaku.    Menunjukkan tingkah laku keagamaan yang lebih bebas.    Menekankan ajaran cinta kasih dari pada kemurkaan dosa.    Mempelopori pembelaan terhadap kepentingan agama secara sosial.    Tidak menyenangi implikasi penebusan dosa dan kehidupan kebiaraan.    Bersifat liberal dalam menafsirkan pengertian ajaran agama.    Selalu berpandangan positif.  4    Berkembang secara graduasi. B.   Mistisisme dan Psikologi Agama Mistisisme merupakan salah satu sisi dan pokok bahasan dalam psikologi agama. Mistisime dijumpai dalam semua agama, baik agama teistik   (Islam, Kristen, Yahudi) maupun dikalangan mistik   nonteistik (misalnya penganut agama Budha). Baik tokoh mistik teistik maupun nonteistik sependapat mengenai arti penting pengalaman yang mereka anggap murni terhadap salah satu aspek realitas, meskipun barangkali mereka berbeda jauh dalam pernyataan verbal yang mereka kemukakan mengenai apa yang mereka persepsi itu (Robert H. Thouless, 1992:219). Menurut Prof. Harun Nasution, dalam tulisan orientalis Barat, mistisme yang dalam Islam adalah tasawuf disebut  sufisme . Sebutan ini tidak dikenal di agama lain, melainkan khusus untuk sebutan mistisme Islam (Harun Nasution, 1973:56). Ciri khas mistisme yang  pertama kali menarik para psikologi agama adalah kenyataan bahwa pengalaman-pengalaman mistik atau perubahan-perubahan kesadaran yang mencapai puncaknya kondisi yang digambarkannya sebagai kemanunggalan. Dari tokoh mistik itu sendiri, pengasingan diri dan kontemplasi itu adalah dalam upaya menyucikan diri, membersihkan jiwa dari keterikatan akan kenikmatan materi. Kecenderungan yang sedemikian itu menampilkan sikap yang berbeda dari kehidupan masyarakat umumnya. Mistisme dalam psikologi agama dilihat dari hubungan sikap dan perilaku agama dengan gejala kejiwaaan yang melatarbelakanginya. Jadi bukan dilihat dari absah tidaknya mistisme itu  berdasarkan agama masing-masing. Dengan demikian mistisme menurut pandangan psikologi agama, hanya terbatas pada upaya untuk mempelajari gejala-gejala kejiwaan tertentu yang terdapat pada tokoh-tokoh mistik tanpa harus mempersalahkan agama yang mereka anut. 1.   Sejarah Perkembangan Aliran Kepercayaan  Dalam memaparkan sejarah perkembangan ini kami mengetengahkan intisari dari uraian Prof. Dr. Selo Sumarjan dalam simposium “Mengamankan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tanggal 14 Februari 1966 di Jakarta. Dalam evolusi sistem-sistem kepercayaan diuraikan sebagai berikut : Manusia dan masyarakat hidup dalam dua lingkungan, yaitu lingkungan alam dan lingkungan masyarakat. Lingkungan alam meliputi, benda organis dan nonorganis  5 yang hidup di sekitar manusia dan lingkungan masyarakat adalah masa manusia yang  berada di sekitarnya. Dalam kedua macam lingkungan ini manusia mempertahankan dan mengembangkan hidupnya. Bagi manusia yang kurang pengalaman dan pengetahuan terpaksa menyerah dalam menghadapi keadadaan lingkungan ini dan terpaksa menyesuaikan diri dengan kehendak keadaan. Perkembangan masyarakat pada kenyataannya selalu membawa bekas dan unsur generasi terdahulu. Demikian pula  perkembangan kepercayaan dari tahap politeisme menjadi monoteisme. 2.   Hal-hal yang Termasuk Mistisme a.   Ilmu Gaib Yang dimaksud dengan ilmu gaib disini adalah cara-cara dan maksud menggunakan kekuatan-kekuatan yang diduga ada dialam gaib. Kekuatan-kekuatan gaib ini di percayai tempat-tempat tertentu pada benda-benda (pusaka) ataupun berada dan menjelma dalam tubuh manusia. Sejalan dengan kepercayaan tersebut timbullah  fetisien , tempat keramat dan dukun sebagai wadah dari kekuatan gaib. Bedasarkan fungsinya kekuatan gaib itu dapat dibagi menjadi :    Kekuatan gaib hitam ( black-magic ), untuk adan mempunyao pengaruh jahat.    Kekuatan gaib merah ( red-magic ), untuk melumpuhkan kekuatan atau kemauan orang lain ( hypnotisme ).    Kekuatan gaib kuning (  yellow-magic ), untuk praktik occultisme.    Kekuatan gaib putih ( white-magic ), untuk kebaikan. b.   Magis Magis adalah suatu tindakan dengan anggapan, bahwa kekuatan gaib bisa mempengaruhi duniawi secara nonkultus dan nonteknis berdasarkan kenangan dan  pengalaman. Untuk menejelaskan hubungan antara unsur-unsur kebatinan ini kita  pertentangkan magis ini dengan masalah lain yang erat hubungannya:   1)    Magic dan takhayul
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x