Public Notices

LAPORAN PRAKTIKUM II FISIOLOGI VETERINER JENIS LEUKOSIT Oleh AZIZ RIZAL CAHYANTO AGATA ANA LAUREN NUGRAHA ANAK AGUNG NGURAH ADITHYA WINATA KUSUMA KOMANG TRI MYWISTI PERAYADHISTA ALICIA FEBRIANTI KUSUMA WIJAYA

Description
LAPORAN PRAKTIKUM II FISIOLOGI VETERINER JENIS LEUKOSIT Oleh AZIZ RIZAL CAHYANTO AGATA ANA LAUREN NUGRAHA ANAK AGUNG NGURAH ADITHYA WINATA KUSUMA KOMANG TRI MYWISTI PERAYADHISTA ALICIA FEBRIANTI KUSUMA WIJAYA
Categories
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  LAPORAN PRAKTIKUM II FISIOLOGI VETERINER JENIS LEUKOSIT Oleh AZIZ RIZAL CAHYANTO AGATA ANA LAUREN NUGRAHA ANAK AGUNG NGURAH ADITHYA WINATA KUSUMA KOMANG TRI MYWISTI PERAYADHISTA ALICIA FEBRIANTI KUSUMA WIJAYA KELOMPOK 12/C3 LABORATORIUM FISIOLOGI VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA 2017    PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan izin- Nya, sehingga dapat diselesaikannya tulisan laporan ini dengan baik. Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas atas terlaksananya praktikum di laboratorium fisiologi veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana di Kampus Denpasar. Segala kritik dan saran sangat penulis harapkan demi kebaikan dari tulisan ini, dan tak lupa penulis ucapkan banyak terimakasih. Denpasar,08 Oktober 2017 Hormat kami Penulis ii   DAFTAR ISI HalamanJudul ..................................................................................................i KATA PENGANTAR .......................................................................................ii DAFTAR ISI .....................................................................................................iii I. PENDAHULUAN ..........................................................................................1 II. HASIL DAN PEMBAHASAN......................................................................4 III. PENUTUP… ................................................................................................6 IV. SIMPULAN ................................................................................................7 KEPUSTAKAAN .............................................................................................8 ii    1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.   Latar Belakang  Leukosit atau yang biasa di sebut dengan sel darah putih merupakan salah satu komponen pembentuk darah dan hanya 0,2% yang terdapat dalam tubuh.leukositd alam setiap millimeter kubiknya darah kurang lebih berjumlah 8.000 sel.Sel darah  putih memeiliki inti ,bentuk selnya tidak tetap,dan tidak berwarna. Tempat terbentuknya leukosit berada pada sumsum merah tulang pipih, limpa, dan kelenjar getah bening.Semua sel darah putih memiliki masa hidup antara enam hingga delapan hari.. Sel darah putih dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu limfosit, monosit, neutrofil, eosinofil dan basofil. Umunya, berukuran lebih besar daripada sel darah merah, bentuk anmeboid (tidak beraturan), dan berinti sel bulat atau cekung. Jenis sel darah putih yang terbanyak ialah neutrofil, sekitar 60%. Neutrofil berfungsi menyerang dan mematikan bakteri penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara menyelubunginya dan melepaskan suatu zat yang mematikan bakteri  penyebab penyakit yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara menyelubunginya dan di dalam sel darah putih sekitar 20%-30%. A.   Maksud dan tujuan Mempelajari cara pengecatan apus darah dengan giemsa dan mengidentifikasi  bentuk-bentuk dari leukosit (sel darah putih) B.   Dasarteori Dengan mewarnai sediaan apus darah dengan zat warna yang bersuasana asam dan  basa, mis. Giemsa , Wright, Hematoksilin-eosin  , maka sel-sel darah yang bersuasana asam akan berwarna merah, dan yang basa akan berwarna biru, atau biru keunguan. Oleh karena itulah dengan mikroskop dapat dilakukan penghitungan (prosentase) sel-sel darah putih.    C.   Materidanmetode Alatdanbahan    Darah    Cat giems    Metil alcohol/methan    Kacabenda (object glas)    Mikroskop dan minyak imer Metode : - apus :usapanpadaobyek glass. - identifikasi :denganpengecatanGiemsa. D.   Tata kerja Sediaan apus darah a.   Teknis pembuatan sediaan apus darah  1.   Siapkan dua gelas benda yang bersih dari lemak/minyak (bersihkan dengan kertas tissue yang dibasahi dengan alkohol 70%) 2.   Tetes kan darah dengan lidi di ujungkanan (1,5 cm daritepikanan) pada gelas  benda 1, dan pegang gelas benda tersebut dengan ibu dan telunjuk jari tangan kiri saudara pada keduaujungnya. Kemudian pegang gelas benda ke 2 dengan ibu dan telunjuk jari tangan kanan saudara. Lalu salah satu ujung datar gelas benda ke-2 tersebut diletakkan pada sebelah kiri tetesan darah tadi membentuk sudut 30 o (ingat makin besar sudut, makin tebal sediaan apusnya). Lihat Gambar 1 dibawah ini! 3.   Tarik gelas benda ke-2 tersebut kekanan sampai menyentuh tetesan darah, hentikan dan tunggu sampai darah merata keseluruh sudut gelas. Bila sudah rata segera dorong gelas ke-2 (gelas yang ditangan kanan) tersebut tanpa mengangkatnya, maka akan terbentuklah lapisan atau sediaan apus darah yang tipis. 4.   Sediaan apus dikeringkan di udara bebas (atau kipas-kipaskan), lalu diwarnai dengan Giemsa. 2
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks