Food & Beverages

Materi Nilai Dasar Pancasila

Description
y
Published
of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Pengertian Nilai dasar pancasila Pengertian Nilai dasar pancasila.  Nilai dasar pancasila merupakan ensensi (hakikat) dari sila Pancasila yang bersifat universal sehingga dalam nilai dasar terkandung cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan benar. Nilai dasar tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yang memuat nilai-nilai dasar ideologi Pancasila. Pembukaan UUD 1945 merupakan norma dasar yang merupakan tertib hukum tertinggi sebagai sumber hukum positif, sehingga dalam negara memiliki keddukan sebagai staats fundamental norm atau pokok kaidah negara yang fundamental. Nilai dasar ini bersifat tetap dan melekat pada kelangsungan hidup negara, sehingga Pembukaan UUD 1945 kemudian dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945 dan dijalankan lembaga penyelenggara negara beserta tugas dan wewenangnya. Pancasila mempunyai pengertian secara umum sebagai pandangan dunia (way of life),  pandangan hidup (weltanschauung),  pegangan hidup (weldbeschauung),  petunjuk hidup (wereld en levens beschouwing). Dalam hal ini, Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk hidup yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari (Kaelan, 1993:67). Dengan kata lain, Pancasila diperuntukkan sebagai petunjuk arah semua kegiatan dan aktivitas hidup dan kehidupan di segala  bidang : politik, pendidikan, agama, budaya, sosial dan ekonomi. Ini berarti semua tingkah laku dan tindak tanduk perbuatan manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pancaran dari semua sila Pancasila. Secara etimologis, menurut tingkatnya, kata “Pancasila”  berasal dari bahasa Sansekerta, India (bahasa kasta Brahmana). Menurut Prof. Muhammad Yamin, dalam bahasa Sansekerta perkataan ”Pancasila” ada dua macam arti, yaitu:  Panca artinya ‘lima’, sedangkan,  syiila  berkaitan dengan  peraturan tingkah laku yang penting/ baik. Dengan demikian, Pancasila itu memiliki prinsip- prinsip moral dan etika (Kaelan, 1993:18). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan, nilai didefinisikan sebagai sifat atau hal yang dianggap penting atau berguna bagi masyarakat. Rokeach (1973) mengatakan bahwa nilai merupakan tujuan yang ingin dicapai ( endstate   of existence ) dan juga sebagai cara bertingkah laku. Bertens (2007) menyebutkan bahwa nilai merupakan hal-hal yang diinginkan dan senantiasa berkonotasi baik. Dapat dikatakan, nilai adalah pedoman bertingkah laku yang keberadaannya diharapkan muncul pada anggota suatu kelompok. Secara kausalitas bahwa nilai-nilai Pancasila adalah bersifat objektif dan subjektif. Artinya essensi nilai-nilai Pancasila bersifat Universal yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Sehingga dimungkinkan dapat diterapkan pada Negara lain walaupun namanya bukan Pancasila.  Nilai-nilai Pancasila bersifat objektif dapat dijelaskan sebagai berikut : a.   Rumusan dari sila-sila Pancasila itu sendiri menunjukkan adanya sifat-sifat umum universal dan abstrak, karena merupakan suatu nilai.  b.   Inti dari nilai-nilai Pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan manusia  baik dalam adat kebiasaan, kebudayaan, kenegaraan maupun dalam kehidupan keagamaan. c.   Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, menurut ilmu hukum memenuhi syarat sebagai pokok kaidah Negara yang fundamental dan suatu sumber hukum positif Indonesia. Oleh karena itu dalam hierarki tertib hukum Indonesia berkedudukan sebagai tertib hukum yang tertinggi dan tidak dapat diubah secara hukum, sehingga terletak pada kelangsungan hidup.  Sedangkan nilai-nilai subjektif Pancasila dapat diartikan bahwa keberadaan nilai-nilai Pancasila itu bergantung atau melekat pada bangsa Indonesia sendiri. Sebagaimana dijelaskan sebagai  berikut : a.    Nilai-nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia sehingga bangsa Indonesia sebagai kausa materialis. Nilai-nilai tersebut timbul atas pemikiran dan kristalisasi nilai luhur  bangsa.  b.    Nilai-nilai Pancasila merupakan filsafat (pandangan hidup) bangsa Indonesia sehingga merupakan jadi diri bangsa, yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran, kebaikan, keadilan dan kebijaksanaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. c.    Nilai-nilai Pancasila didalamnya terkandung ketujuh nilai-nilai: kerohanian yaitu nilai kebenaran, keadilan, kebaikan, kebijaksanaan etis, estetis dan nilai religius yang manifestasinya sesuai dengan budi nurani bangsa Indonesia karena bersumber pada kepribadian bangsa (Darmodiharjo dalam Pryo Sularso: 2008). 1.   Sila Ketuhanan Yang Maha Esa  Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Sila Pertama  Nilai- Nilai Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa Sila pertama dalam Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa sangat terlihat memiliki makna kemerdekaan beragama bagi bangsa Indonesia di dalamnya. Sila ini menjadikan setiap warga negara Indonesia bebas menganut dan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Secara lebih lanjut, berikut ini adalah nilai-nilai yang terkandung pada sila pertama Pancasila: 1. Keyakinan Adanya Tuhan Keyakinan bangsa ini akan hadirnya Tuhan Yang Maha Esa beserta sifat-sifat ketuhanan yang menyertainya. Misalnya, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Adil, Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sifat suci lainnya yang hanya dimiliki oleh Tuhan. Keyakinan ini menjadi penting karena apabila kita melihat pada sejarah yang dimiliki oleh Indonesia terhitung sejak masa prasejarah, maka sudah sangat lama bangsa ini percaya akan hadirnya Tuhan. Dan menjadi sesuatu yang bertentangan dengan Pancasila apabila terdapat warga negara yang tidak mempercayai adanya Tuhan. 2. Ketakwaan Pada Tuhan Setiap keyakinan sudah seharusnya beriringan dengan ketakwaan. Takwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yaitu suatu kesadaran diri yang diikuti dengan kemauan untuk menaati segala perintah Tuhan dan menjauhi segala laranganNya. Dengan bertakwa, maka seseorang akan tenang hidupnya. Ketakwaan yang sejati akan menghadirkan suasana religius yang damai di Indonesia. 3. Toleransi Antar Umat Beragama Saat ini terdapat enam agama yang diakui oleh hukum dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, yaitu Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu. Perbedaan di antara agama dan keyakinan ini dijembatani oleh nilai toleransi antar umat  beragama yang dibawa oleh sila ketuhanan Yang Maha Esa. Apabila tidak ada toleransi, maka  bukan tidak mungkin jika terjadi perpecahan di antara penduduk Indonesia. Toleransi  mengajarkan kita untuk saling hormat menghormati di antara umat beragama yang nantinya akan menjadikan persatuan dan kesatuan di Indonesia. 4. Kebebasan Memeluk dan Menjalankan Agama Sila ketuhanan yang Maha Esa memberikan suatu kebebasan yang bertanggung jawab bagi setiap warga negara Indonesia untuk memeluk agama yang sesuai dengan dirinya masing-masing. Tidak boleh terjadi pemaksaan dalam hal agama seseorang. Agama merupakan salah satu hak asasi manusia yang keberadaannya dilindungi oleh hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka, menjaga kedamaian dalam hal agama dan ibadah merupakan salah satu kewajiban pemerintah dan segenap rakyat Indonesia. 5. Meliputi Nilai-Nilai Sila Kedua Hingga Sila Kelima Alasan sila ketuhanan yang Maha Esa menjadi sila yang pertama dalam urutan kelima sila yaitu sila pertama ini yaitu karena nilai-nilai pada sila pertama meliputi seluruh sila setelahnya. Keempat sila tersebut merupakan penjabaran lebih lanjut dari sila ketuhanan Yang Maha Esa. Empat sila terakhir memang merupakan dasar dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara yang bersumber dari sila pertama. Kelima nilai ini mencerminkan isi dari sila pertama Pancasila, dan nantinya nilai-nilai ini menjadi dasar bagi setiap peraturan perundang-undangan yang merupakan bagian dari nilai instrumental Pancasila. Nilai instrumental tersebut nantinya diwujudkan dengan nilai-nilai  praktis yang diamalkan oleh segenap warga negara Indonesia. Makna sila Ketahuan Yang Maha Esa Makna sila ini adalah: a.   Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.  b.   Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut- penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. c.   Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. d.   Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain. e.   Frasa Ketahuan Yang Maha Esa bukan berarti warga Indonesia harus memiliki agama monoteis namun frasa ini menekankanke-esaan dalam beragama. f.   Mengandung makna adanya Causa Prima (sebab pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa. g.   Menjamin peenduduk untuk memeluk agama masing-masing dan beribadah menurut agamanya. h.    Negara memberi fasilitas bagi tumbuh kembangnya agama dan dan iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama. i.   Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan dalam beribadah menurut agama masing-masing. Penerapan nilai  –  nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara a.   Membina Kerukunan Hidup Diantara Sesama Umat Beragama & Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Manusia selain merupakan mahluk ciptaan Tuhan juga merupakan  mahluk sosial, yang berarti bahwa manusia memerlukan pergaulan dengan manusia lainnya. Setiap manusia perlu bersosialisasi dengan anggota masyarakat lainnya.  b.   Saling tolong menolong. Tidak perlu melakukan permusuhan ataupun diskriminasi terhadap umat yang berbeda agama, berbeda keyakinan maupun berbeda adat istiadat. c.   Hanya karena merasa berasal dari agama mayoritas tidak seharusnya bersikap merendahkan umat yang berbeda agama ataupun membuat aturan yang secara langsung dan tidak langsung memaksakan aturan agama yang dianut atau standar agama tertentu kepada pemeluk agama lainya dengan dalih moralitas. d.   Tidak menggunakan standar sebuah agama tertentu untuk dijadikan tolak ukur nilai moralitas bangsa Indonesia. Karena akan terjadi chaos dan timbul gesekan antar agama. 2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai bahwa Negara, HAM, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Oleh karena itu, dalam kehidupan kenegaraan terutama dalam peraturan perundang-undangan tepatnya tujuan ketinggian harkat dan martabat manusia. Terutama hak-hak kodrat manusia sebagai hak dasar (Hak Asasi) harus dijamin dalam peraturan perundangan negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung suatu nilai kesadaran moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan nilai dan norma kebudayaan pada umumnya, baik terhadap diri sendiri, terhadap sesama manusia maupun terhadap lingkungannya. Nilai kemanusiaan yang  beradab adalah perwujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang beragama, bermoral dan  berbudaya. Dengan demikian, terkandunglah nilai-nilai sebagai berikut : - Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. - Saling mencintai sesama manusia. - Mengembangkan sikap tenggang rasa. - Tidak semena-mena terhadap orang lain. - Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. - Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. - Berani membela kebenaran dan keadilan. - Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan  bangsa lain. 3. Sila Persatuan Indonesia a.    Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila Sila ke 3(Persatuan)  Nilai yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan keempat sila lainnya karena seluruh sila merupakan suatu kesatuan yang bersifat sistematis. Sila Persatuan Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Kesatuan Yang Maha Esa dan Kemanusian Yang Adil dan Beradab serta mendasari dan dijiwai sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Persatuan dalam sila ketiga ini meliputi makna persatuan dan kesatuan dalam arti idiologis, ekonomi, politik, sosial budaya dan keamanan. Nilai persatuan ini dikembangakan dari  pengalaman sejarah bangsa Indonesia yang senasib. Nilai persatuan itu didorong untuk  mencapai kehidupan kebangsaan yang bebas dalam wadah negara yang merdeka dan  berdaulat. Perwujudan Persatuan Indonesia adalah manifestasi paham kebangsaan yang memberi tempat bagi keberagaman budaya atau etnis yang bukannya ditunjukkan untuk  perpecahan namun semakin eratnya persatuan, solidaritas tinggi, serta rasa bangga dan kecintaan kepada bangsa dan kebudayaan. 1.   Persatuan Indonesia adalah persatuan bangsa yang mendiami wilayah 2.   Bangsa Indonesia adalah persatuan suku-suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia 3.   Pengakuan terhadap ke “Binneka Tunggal Ika”an suku bangsa (etnis) dan kebudayaan  bangsa (berbeda-beda namun satu jiwa) yang memberikan arah dalam pembinaan kesatuan bangsa. 4.    Nilai sila III ini diliputi dan dijiwai sila I dan II,meliputi dan menjiwai sila IV dan V. 5.   Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. 6.   Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan. 7.   Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa. 8.   Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia. 9.   Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 10.   Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.  b.   Makna Pancasila Sila ke 3(Persatuan) Peri bahasa ini menggambarkan kekuatan dari persatuan . bahwa satu lidi mudah dipatahkan,tetapi seikat lidi jauh lebih sulit untuk dipatahkan. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea II disebutkan bahwa “ perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah pada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa menghantarkan rakyat Indonesia kedepan  pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur “. Berdasarkan pernyataan yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut maka pengertian “ Persatuan Indonesia “ dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia merupakan faktor yang penting dan sangat menentukan keberhasilan perjuangan rakyat Indonesia. Persatuan merupakan suatu syarat yang mutlak untuk terwujud suatu negara dan bangsa dalam mencapai tujuan bersama. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia peranan persatuan Indonesia masih tetap memegang kunci pokok demi terwujudnya tujuan bangsa dan negara Indonesia. Oleh kerena itu pengertian Persatuan Indonesia sebagai hasil yaitu dalam wujud persatuan wilayah, bangsa, dan susunan negara, namun juga bersifat dinamis yaitu harus senantiasa dipelihara, dipupuk, dan dikembangkan. Jadi makna “ Persatuan Indonesia “ adalah bahwa sifat dan keadaan negara Indonesia harus sesuai dengan hakikat satu. Sifat dan keadaan negara Indonesia yang sesuai dengan hakikat satu berarti mutlak tidak dapat dibagi, sehingga bangsa dan negara Indonesia yang menempati suatu wilayah tertentu merupakan suatu negara yang berdiri sendiri memiliki sifat dan keadaannya sendiri yang terpisah dari negara lain di dunia ini. Sehingga negara Indonesia merupakan suatu diri pribadi yang memiliki ciri khas, sifat dan karakter sendiri yang berarti memiliki suatu kesatuan dan tidak terbagi-  bagi. Makna “ Persatuan Indonesia “dibentuk dalam proses sejarah yang cukup panjang sehingga seluruh  bangsa Indonesia memiliki suatu persamaan nasib, satu kesatuan kebudayaan, kesatuan wilayah serta satu kesatuan asas kerokhanian Pancasila yang terwujud dalam persatuan  bangsa, wilayah, dan susunan negara. Kalau kita melihat Sumpah Pemuda yang
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks