Food & Beverages

Resensi psikologi Agama

Description
Resensi psikologi Agama
Published
of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Resensi “ PSIKOLOGI AGAMA  : memahami perilaku dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi ”  Data Buku : Judul : Psikologi Agama No. ISBN : 978-979-769-459-3 Penulis : Prof. Dr. H. Jalaluddin Penerbit : Rajawali Pers Tanggal Terbit : Juni 2012 Jumlah Hlm : 458 Hlm Psikologi Agama: memahami perilaku dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip psikologi Oleh : Kiki Eka Rasanti Pada buku psikologi agama karangan Prof. Dr. H. Jalaluddin ini membahas tentang  bagaimana psikologi agama sebagai satu ilmu yang baru yang layak untuk dipelajari. Di sini Prof. Dr. H. Jalaluddin menulis dengan sistematika pembahasan sebanyak 14 bab, mulai dari bab  pendahuluan, psikologi agama sebagai disiplin ilmu, perkembangan psikologi agama,  perkembangan jiwa keagamaan pada anak remaja, hingga pengaruh dalam kehidupan, tingkah laku keagamaan yang menyimpang. Keempat belas bab tersebut dirinci dengan sub bab di dalamnya hingga sangat jelas dan dapat memberi kita wawasan akan psikologi agama. Dalam bab pertama ini yaitu bab pendahuluan penulis menulis tentang bagaimana hubungan antara manusia dengan tuhannya sebagai hal yang adi kodrati sebagai hal yang  berkebudayaan dan yang berkeberadaban dan dengan pendekatan ilmu lain yaitu ilmu psikologi,  ilmu sosiologi, ilmu antropologi, ilmu pendidikan dan ilmu kebudayaan dapat mempelajari tentang agama. Bahwa hubungan tersebut adalah berbentuk satu keyakinan di dalam diri manusia dengan alasan bahwa agama mempunyai permasalahan mengenai tidak mungkin atau malah terlarangnya untuk dikaji secara empiris. Selain itu dijelaskan beberapa hasil penelitian rintisan menggambarkan peranan besar psikologi agama, seperti hasil penelitian A. Gordin dan Soeur Marthe tentang pemikiran magis pada anak- anak, dan penelitian R Goldman tentang  perkembangan konseptual dalam pemikiran anak-anak. Dalam bab dua ini penulis menulis dengan beberapa sup bab untuk menjelaskan kajian  psikologi agama sebagai satu disiplin ilmu. Yaitu di antaranya: psikologi agama dan cabang  psikologi, Pengertian psikologi agama, ruang lingkup dan kegunaannya, psikologi agama dan  pendidikan islam. Dalam bab ini dijelaskan tentang pengertian tentang psikologi agama. Psikologi secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari gejala jiwa manusia yang normal, dewasa,  beradab dan mempunyai rasa kemanusiaan. Kemudian dijelaskan pula psikologi agama dan  pendidikan islam di mana setelah ilmu psikologi agama diterima di dunia keilmuan maka selanjutnya adalah bagaimana tanggung jawab ilmu psikologi agama ini terhadap pembinaan dan  bimbingan juga pengembangan serta pengarahan potensi yang dimiliki salah satu unsur pendidikan yaitu peserta didik. Pada bab ini terdapat tiga sub bab saja yaitu: Sejarah perkembangan psikologi agama, Beberapa metode dalam psikologi agama, dan psikologi agama dalam islam. Pada sub bab pertama yaitu sejarah perkembangannya psikologi islam mengalami masa perkembangan sejak perintisan kajian permasalahan agama hingga menjadi satu ilmu tersendiri yaitu psikologi agama dan dari situ terjadi sejarah perkembangan psikologi agama. Kemudian dibahas pula metode dalam  psikologi agama dimana tidak hanya sebuah metode yang digunakan tetapi dua buah metode yaitu: Dokumen pribadi ( teknik idiography, teknik nomotatik, teknik analisis nilai, teknik penilaian terhadap sikap), Kuesioner dan Wawancara. Penggunaan metode-metode dalam penelitian  psikologi agama sebenarnya dapat dilakukan dengan beragam, tergantung kepada kepentingan dan  jenis data yang dikumpulkan. Kemudian, psikologi agama dalam islam juga tidak luput dari  pembahasan di dalam buku ini, psikologi dalam islam tidak begitu terdahulu riwayatnya oleh karena secara terminologi psikologi agama tidak dijumpai dalam kepustakaan klasik karena latar  belakang sejarah perkembangannya bersumber dari literatur barat.  Kemudian pada pembasan keempat merupakan pembahasan yang paling banyak karena terdapat enam sub bab yaitu teori tentang sumber kejiwaan agama, timbulnya jiwa keagamaan  pada anak, perkembangan agama pada anak, sifat-sifat agama pada anak, perkembangan jiwa keagamaan pada remaja, konflik dan keraguan. Pada sub bab pertama di bab ini di mana membahas tentang teori sumber kejiwaan agama yaitu teori monistik yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah satu sumber kejiwaan saja dengan tokoh-tokohnya seperti Thomas ban Aquino dan Fredick Hegel. Kemudian pada sub bab berikutnya membahas timbulnya jiwa keagamaan pada anak, dimana sebelum anak berada pada keagamaan anak memperoleh bimbingan pada prinsipnya yaitu:  prinsip biologis, prinsip tanpa daya, dan prinsip eksplorasi. Dan selanjutnya dibahas  perkembangan agama pada anak yang melalui beberapa fase yaitu : The fairy taile stage, The realistis stage, The individual stage. Kemudian berlanjut pada sifat-sifat agama pada anak yaitu terdapat enam sifat di antaranya adalah: unreflektif, egosentris, anthromorphis, verbal dan ritualis, imitatif, rasa heran. Dan dilanjutkan pembahasan pada sub bab selanjutnya yaitu perkembangan  jiwa pada remaja yang ditandai dengan perkembangan jasmani dan rohani. Selanjutnya pada pembahasan bab kelima dijelaskan perkembangan kejiwaan keagamaan  pada usia pada orang dewasa dan usia lanjut.Sehubungan dengan kebutuhan manusia dan periode  perkembangannya , maka dalam kaitannya tersebut dengan perkembangan jiwa keagamaan akan dilihat bagaimana pengaruh timbal balik antara keduanya. Dalam bab ini juga dibahas sikap keberagaman orang dewasa yang memiliki perspektif yang luas didasarkan atas nilai-nilai yang dipilihnya. Selanjutnya pembahasan berupa pembahasan tentang manusia usia lanjut dan agama di mana diceriterakan dalam buku ini semakin orang bertambah umur maka sikap dan perilaku  beragamanya semakin lebih teratur dan lebih sempurna. Kemudian pada pembahasan keenam ini menjelaskan mengenai kriteria orang yang matang dalam beragama. Dalam bab ini disebutkan orang yang matang dalam beragama yaitu orang yang mempunyai sehat jiwa dan yang tidak berada sakit jiwa sedikitpun. Tipe orang yang sakit jiwa seperti pesimis, introvet, dan menyenangi paham yang orthodok. Tipe orang yang sehat jiwa seperti optimis, gembira, ekstrovet dan tak mendalam, menyenangi ajaran tauhid yang liberal. Dalam buku ini selain membahas tentang kriteria orang yang matang dalam beragama juga membahas tentang mistis ( ilmu gaib, magis, kebatinan, para psikologi, schizoprenia, tasawuf  –   tarekat ) dan aliran kepercayaan.  Pada pembahasan ketujuh ini membahas tentang agama dan kesehatan mental. Dimana dalam buku ini dijelaskan hubungan antara agama dan kesehatan mental bahwa kemungkinan ada  pengaruh di antara keduanya. Apabila seseorang mempunyai perilaku keagamaan yang benar maka tentulah kesehatan mentalnya baik pula begitu pula sebaliknya. Bahkan dalam bab ini dijelaskan tentang musibah dan kematian menurut islam yang mana mengajarkan manusia untuk lebih menyadari arti kehidupannya. Selanjutnya pada bab kedelapan dijelaskan mengenai kepribadian dan sikap keagamaan. Dalam membahas bab ini perlu diketahui istilah dalam kepribadian serta tidak luput pula aspek dari tipe-tipe kepribadian, terdapat pula skema pribadi berdasarkan 4 fungsi pokok yang mempengaruhi kehidupan mental seseorang. Kemudian dalam buku ini mencoba menghubungkan antara kepribadian dan sikap keagamaan yaitu adanya struktur kepribadian yang termasuk didalamnya keadaan keagamaan. Dan selanjutnya tentang dinamika kepribadian sebelum adanya agama kepribadian seseorang tergantung pada peradaban yang ada maka setelah adanya agama maka kepribadian ,manusia menjadi terpengaruh pada agama yang mendominasi terhadap  peradaban manusia. Pada pembahasan kesembilan dijelaskan mengenai pengaruh kebudayaan terhadap jiwa keagamaan. Dimana pengaruh kebudayaan terhadap jiwa keagamaan yaitu timbul tradisi keagamaan di dalam kebudayaan itu sendiri, dan apabila tradisi keagamaan tersebut secara lama kelamaan meluas maka akan menjadi ke skala global dan dapat menghindari kegersangan spiritual. Akan tetapi bukan sebagai agama budaya atau mengagamakan budaya akan tetapi malahan harus menghasilkan budaya agama yaitu agama sebagai budaya dalam kehidupan sehari-hari dalam kehidupan manusia dan itulah yang terbaik untuk manusia itu sendiri. Selanjutnya pada bab ke sepuluh dijelaskan tentang problema dan jiwa keagamaan. Pada  buku ini penulis menulis problema dalam keagamaan yaitu segala gejala dan perilaku  penyimpangan yang mencerminkan pola tingkah laku. Banyak penyimpangan  –   penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan beragama yang sebagai problem kehidupan beragama tersebut. Dan keadaan tersebut di atas dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Terdapat empat fase dalam perubahan sikap keagamaan pada arah yang menyimpang yaitu: munculnya persoalan yang dihadapi dan munculnya pengertian yang harus dipilih, engambil keputusan berdasarkan salah satu yang harus dipilih dan terjadi keseimbangan.  Pada pembahasan selanjutnya yaitu bab sebelah dijelaskan mengenai pengaruh pendidikan terhadap jiwa keagamaan. Dalam membentuk keadaan jiwa yang beragama yang sebelumnya didasari oleh keadaan fitrah manusia sejak dilahirkan yang mempunyai potensi akan ketuhanan maka masih perlu adanya pendidikan baik pendidikan keluarga, lembaga pendidikan resmi, dan  pendidikan masyarakat. Dan selanjutnya pada bab keduabelas mengenai gangguan dalam perkembangan kejiwaan keagamaan. Diuraikan mengenai sikap dan sumber jiwa keagamaan diperoleh dari faktor ekstern dan intern di mana selama menalami masa perkembangan. Dan dijelaskan pula dalam bab ini mengenai fanatisme dan ketaatan. Kemudian, pada bab slanjutnya yaitu pada bab ketiga belas dijelaskna mengenai agama dan pengaruhnya dalam kehidupan. Dalam buku ini penulis menulis agama mempengaruhi kehadapan pribadi individu, kehidupan masyarakat, kehidupan pembangunan, kehidupan spiritualisme, kehidupan doa. Sebelumnya kehidupan manusia hanya berorientasi kepada hal yang mistik terhadap kepercayaan mereka dalam kehidupan sehari-harinya maka dengan hadirnya agama maka kehidupan mereka akan dipengaruhi oleh agama yang tidak lagi berorientasi kepercayaan mistis dan menjadi sesuatu yang lebih baik kepercayaannya di mana kepercayaan tersebut sebagai agama adalah sangat universal dan dalam mencerminkan keyakinan mereka maka mereka merubah kehidupan mereka sesuai dengan nafas keagamaan yang mungkin sangatlah dominan dalam kehidupan mereka. Dan pada pembahasan terakhir yaitu bab empat belas dijelaskan secara detail mengenai tingkah laku keagamaan yang menyimpang. Dalam buku ini terdapat berapa hal disebutkan mengenai perilaku keagamaan yang menyimpang seperti aliran klenik yang berhubungan dengan kepercayaan akan hal-hal yang mengandung rahasia dan tidak masuk akal dan konversi agama yang secara umum berubah agama ataupun masuk agama yang lain. Selain itu dijelaskan pula mengenai konflik agama yang dilator belakangi karena dangkalnya ilmu pengetahuan agama, fanatisme, agama sebagai doktrin, symbol-simbol dan tokoh agama dan lainnya. Kemudian dijelaskan pula mengenai terorisme dan agama yang tidak jelas apakah terorisme secara langsung  berkaitan dengan agama, sehingga untuk memahaminya dalam buku ini diuraikan penjelasan mengenai fundanmentalisme, radikalisme, dan mitos-mitos agama. Dan tidak ketinggalan dijelaskan mengenai tingkah laku keagamaan yang menyimpang yaitu fatalism dimana fatalism
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x