Law

Resume Klp 4 Perkembangan jiwa keagamaan pada orang dewasa dan usia lanjut

Description
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA ORANG DEWASA DAN USIA LANJUT Manusia adalah makhluk yang eksploratif dan potensial. Dikatakan makhluk yang eksploratif, karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis.
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
    PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA ORANG DEWASA DAN USIA LANJUT Manusia adalah makhluk yang eksploratif dan potensial. Dikatakan makhluk yang eksploratif, karena manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan diri baik secara fisik maupun psikis. Manusia disebut sebagai makhluk potensial, karena pada diri manusia tersimpan sejumlah kemampuan bawaan yang dapat dikembangkan. Selanjutnya manusia juga disebut sebagai makhluk yang memiliki prinsip tanpa daya, karena untuk tumbuh dan berkembang secara normal manusia memrlukan bantuan dari luar dirinya. Bantuan yang dimaksud antara lain dalam bentuk bimbingan dan arahan dari lingkunganya. Bimbingan dan arahan yang yang diberikan dalam membantu perkembangan tersebut hakikatnya diharapkan sejalan dengan kebutuhan manusia itu sendiri, yang sudah tersimpan sebagai potensi bawaanya. A.   Macam-macam Kebutuhan Dalam bukunya  Pengantar Psikologi Kriminil Drs. Gerson W. Bawengan, S.H mengemukakan pembagian kebutuhan manusia berdasarkan pembagian yang dikemukakan oleh J.P Guilford sebagai berikut: 1.   Kebutuhan Individual Terdiri Dari: a.   Homeostatis, yaitu kebutuhan yang dituntut tubuh dalam proses penyesuain diri dengan lingkungan.  b.   Regulasi temperatur adalah penyesuaian tubuh dalam usaha mengatasi kebutuhan akan perubahan terhadap temperatur badan. Pusat pengaturanya berada di bagian otak yang disebut hypothalmus . Gangguan regulasi temperatir akan menyebabkan tuubuh mengalami gangguan. c.   Tidur merupakan kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi agar terhindar dari gejala halusinasi. d.   Lapar adalah kebutuhan biologis yang harus dipenuhi untuk membangkitkan energi secara organis. Lapar akan menyebabkan gangguan pada fisik maupun mental e.   Seks merupakan sebagai salah satu kebutuhan yang timbul dari dorongan mempertahankan jenis. Tidak terpenuhinya kebutuhan seks ini akan mendatangkan gangguan-gangguan kejiwaan dalam bentuk prilaku seksual yang menyimpang (abnorma) seperti: 1)   Sadisme : berarti kekejaman  2)    Masochisme  (masokisme): prilaku seksual menyimpang, 3)    Exihibitionisme  pemilihan ratu kecantikan 4)   Scoptophilia : pemuasan anfsu seksual dengan cara mengintip lakon seks. 5)   Voyourisme:  Pemuasan nafsu seksual dengan cara mengintip atau melihat bentuk tubuh tanpa busana. 6)   Troilisme  atau Triolisme : Pemuasan nafsu seksual dengan cara saling mempertontonkan lakon seks 7)   Transvestisme : Pemuasan nafsu seksual dengan cara memakai baju lawan jenisnya 8)   Transssexualisme : Kecendrungan pemuasan nafsu seksual dengan jalan ganti kelamin 9)   Sexualorisme: Pemuasan nafsu seksual dengan memadukan mulut (oral) dengan alat kelamin. Pada laki-laki disebut  fellatio dan pada wanita disebut cunnilingus  10)   Sodomy ( non vaginal coitus): istilah dalam Islam dikenal dengan liwath  Prilaku seks menyimpang menunjukan gejala kejiwaan. Gejala itu dapat dipengaruhi oleh faktor intern seperti kelainan jiwa atai abnormal. Latar belakang kejiwaan yang dialami oleh homoseksual, hiperseks, frigiditas, maupun kelainan dorongan seksual lainya, namun dibalik itu, tidak jarang pula prilakuitu dipengaruhi olehfaktor ekstren. Pengaruh bacaan atau tontonan porno, maupun keikutsertaan dalam pergaulan bebas yang mengarah ke prilaku hedonitis (cinta kenikmatan). Gejala seperti ini banyak menjangkiti kehidupan remaja yang masih mengalami kelabilan jiwa. 2.   Kebutuhan Sosial Kebutuhan sosial manusia tidak disebabkan pengaruh yang datang dari luar (stimulus), seperti layaknya pada binatang. Kebutuhan sosial pada manusia berbrntuk nilai. Jadi, kebutuhan itu bukan semata-mata kebutuhan biologis melainkan jugakebutuhan rohaniah. Bentuk-bentuk kebutuhan ini menurut Guilford terdiri dari: a.  Pujian dan hinaan  b. kekuasaan dan mengalah c.  Pergaulan  d.  Imitasi dan simpati  e.  Perhatian  Selanjutnya Dr. Zakiah Daradjat dalam bukunya dalam bukunya  Peranan Agama    Dalam Kesehatan Mental membagi kebutuhan manusia atas dua kebutuhan pokok, yaitu:  a.   Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan jasmaniah: makan, minum, seks, dan sebagainya (kebutuhan ini didapat manusia secara fitrah tanpa dipelajari)  b.   Kebutuhan sekunder atau kebutuhan rohaniah: jiwa dan sosial. Kebutuhan ini hanya terdapat pada manusia dan sudah dirasakan sejak manusia masih kecil Selanjutnya beliau membagi kebutuhan sekunder yang pokok menjadi enam macam yaitu: a.   Kebutuhan akan rasa kasih saying berperan penting dalam menentukan sikap dan tingkah laku kejiwaan seseorang.  b.   Kebutuhan akan rasa aman   Tidak adanya rasa aman akan menyebabkan seseorang terganggu sikap integritas dirinya dengan masyarakat dan lingkunganya. c.   Kebutuhan akan rasa harga diri merupakan kebutuhan yang bersifat individual. d.   Kebutuhan akan rasa bebas ini merupakan upaya agar tercapai perasaan lega. e.   Kebutuhan akan rasa sukses Penyaluran kebutuhan ini akan membahas rasa harga diri. f.   Kebutuhan akan rasa ingin tahu akan memenuhi kepuasan dalam pembinaan pribadi seseorang. 3.   Kebutuhan Manusia Akan Agama Selain berbagai macam kebutuhan yang disebutkan di atas, masih ada lagi kebutuhan manusia yang sangat perlu diperhatikan, yaitu kebutuhan terhadap agama. Manusia disebut sebagai makhluk yang beragama ( homo religius). Ahmad Yamani mengemukakan, bahwa tatkala Allah membekali insan itu dengan nikmat berfikir dan daya penelitian, diberinya pula rasa bingung dan bimbang untuk memahami dan belajar mengenali alam sekitarnya sebagai imbangan atas rasa takut terhadap kegarangan dan kebengisan akam itu. Dalam ajaran agama islam bahwa adanya kebutuhan terhadap agama disebabkan manusia selaku makhluk tuhan dibekali dengan berbagai potensi atau fitrah yang di bawah sejak lahir salah satu fitra tersebut adalah kecenderungan terhadap agama. Di dalamnya terkandung berbagai komponen psikologis yang satu sama nama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi hidup manusia komponen itu terdiri atas. a.   Kemampuan dasar untuk beragama secara umum tidak hanya terbatas pada agama Islam, dengan kemampuan ini manusia dapat dididik menjadi beragama Yahudi  Nasrani atau majusi namun tidak dapat dididik menjadi atheis atau anti Tuhan.  b.   Kemampuan dasar untuk beragama Islam Dinul qayyimah dimana faktor Iman merupakan intinya Muhammad Abduh, Ibnu qoyyim, Abu ala Al maududi Sayyid  Qutb berpendapat sama bahwa Fitrah mengandung kemampuan asli untuk beragama Islam karena Islam adalah agama Fitrah atau identik dengan fitrah. c.   Mawa Bih atau bakat dan kobi liat atau tendensi atau kecenderungan yang mengacu kepada keimanan kepada Allah dengan demikian koma maka Fitrah mengandung komponen psikologis yang berupa Iman tersebut. B.   Sikap dan Keberagaman Pada Orang Dewasa Carlotte buhler melukiskan tiga masa perkembangan pada periode Pra pubertas, periode  pubertas dan periode adolesen dengan semboyan yang merupakan ungkapan batin mereka. Sejalan dengan tingkat perkembangan usianya maka sikap keberagamaan pada seorang dewasa antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1.   Menerima kebenaran agama berdasarkan pertimbangan pemikiran yang matang  bukan sekedar ikut-ikutan 2.   Cenderung bersifat realis sehingga norma-norma agama lebih banyak diaplikasikan dalam sikap dan tingkah laku 3.    bersikap positif terhadap ajaran dan norma-norma agama dan berusaha untuk mempelajari dan memperdalam pemahaman keagamaan 4.   tingkat ketaatan beragama didasarkan atas pertimbangan dan tanggung jawab diri hingga sikap keberagamaan merupakan realisasi dari sikap hidup 5.    bersikap lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas 6.    bersikap lebih kritis terhadap materi ajaran agama Sehingga kemantapan beragama selain didasarkan atas pertimbangan pikiran juga didasarkan atas pertimbangan hati nurani 7.   sikap keberagamaan cenderung mengarah kepada tipe-tipe kepribadian masing-masing sehingga terlihat adanya pengaruh kepribadian dalam menerima memahami serta melaksanakan ajaran agama yang diyakininya 8.   terlihat adanya hubungan antara sikap keberagamaan dengan kehidupan sosial sehingga perhatian terhadap kepentingan organisasi sosial keagamaan sudah  berkembang. C.   Manusia Usia Lanjut dan Agama  Perkembangan manusia yang dapat digambarkan dalam bentuk garis Sisi Sebuah trapesium sejak usia bayi hingga mencapai kedewasaan jasmani digambarkan dengan  garis miring menanjak garis itu menggambarkan bahwa selama periode tersebut terjadi  proses perkembangan dan progresif pertumbuhan fisik berjalan secara cepat sehingga mencapai titik puncak perkembangannya yaitu usia dewasa 22 sampai 24 tahun. Perkembangan selanjutnya digambarkan oleh garis lurus sebagai gambaran terhadap kemantapan fisik yang sudah dicapai sejak mencapai usia kedewasaan hingga usia sekitar 50 tahun perkembangan fisik manusia boleh dikatakan tidak mengalami  perubahan yang banyak barulah di atas usia 50 tahun mulai terjadi penurunan  perkembangan yang drastis hingga mencapai usia lanjut Oleh karena itu umumnya garis  perkembangan pada periode ini digambarkan oleh garis menurun periode ini disebut sebagai periode regresi atau penurunan. Lambat laun ia rasakan bahwa tahun bukanlah zat yang suka mereka tetapi zat yang sayang dan kasih kepada hambaNya rasa takut hilang dan timbul sebagai gantinya rasa cinta kepada Tuhan pada station Ridho rasa cinta kepada Tuhan bergelora dalam hatinya maka ia pun sampai pada station Mahabbah cinta Ilahi. D.   Perlakuan Terhadap Usia Lanjut Menurut Islam Manusia usia lanjut dalam penelitian banyak orang adalah manusia yang sudah tidak produktif lagi kondisi fisik rata-rata sudah menurun Sehingga dalam kondisi yang sudah uzur ini berbagai penyakit siap untuk menggerogoti mereka dengan demikian di usia lanjut ini terkadang muncul semacam pemikiran bahwa mereka berada pada sisa-sisa umur Menunggu datangnya kematian. Kelemahan biologis terlihat mempengaruhi keberadaan manusia usia lanjut ini  pada kenyataannya menurut erich Fromm sikap ketidakberdayaan seperti itu merupakan latar belakang kesejarahan umat manusia berbeda dengan binatang yang dilengkapi dengan kemampuan instinctive Makkah manusia dilengkapi dengan kemampuan akal kemampuan instingtif menyebabkan binatang Memiliki proses adaptasi dengan lingkungan alamnya kemampuan adaptasi ini menyebabkan binatang dapat menyesuaikan diri dengan alamnya dengan mengubah dirinya secara autoplastis sebaliknya jika kemampuan instingtif nya sudah tidak lagi Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan alamnya maka binatang itu akan mati jadi pilihan hidup dan mati pada binatang ditentukan oleh kemampuan instingtif nya tidak terjadi perubahan dan peningkatan insting.
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x