Recruiting & HR

SEJARAH ILMU EKONOMI ISLAM PADA MASA RASULULLAH

Description
SEJARAH ILMU EKONOMI ISLAM PADA MASA RASULULLAH
Published
of 11
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   SEJARAH ILMU EKONOMI ISLAM PADA MASA RASULULLAH 1.   Pengertian Sejarah Menurut etimologi, sejarah dalam bahasa Arab disebut tarikh, yang bermakna ketentuan masa. Kata  tarikh  bermakna juga perhitungan tahun. Dalam Al-Quran sejarah disebut qashash , sebagaimana firman Allah SWT. : “Maka bacalah kisah -kisah tersebut.(QS.6:130)   Al-Quran mengandung nilai-nilai transhistoris, artinya Al-Quran diturunkan dalam realitas sejarah. Sebab Al-Quran turun sebagai respon konkret terhadap sejarah kurun waktu,  peristiwa tertentu, dan tempat tertentu. Literatur Inggris menyebutkan sejarah dengan istilah history , yang berarti pengalaman masa lampau dari umat manusia ( the past experience of mankind  ). Menurut terminologi sejarah berarti keterangan yang telah terjadi di kalangan masyarakat  pada masa lampau atau masa sekarang. Pengertian sejarah selanjutnnya adalah catatan yang  berhubungan dengan kejadian masa lampau yang diabadikan dalam laporan-laporan tertulis dan dalam ruang lingkup yang luas. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, sejarah mengungkapkan  peristiwa-peristiwa masa silam, baik peristiwa sosial, politik, ekonomi, maupun agama dan  budaya dari suatu bangsa, Negara, atau dunia. Sayyid Quthb dalam bukunya konsepsi sejarah dalam Islam mengatakan bahwa sejarah  bukanlah peristiwa, melainkan penafsiran terhadap peristiwa-peristiwa, dan pengertian mengenai hubungan-hubungan nyata dan tidak nyata, yang meyakini seluruh bagian serta memberinya dinamisme dalam waktu dan tempat. Namun realitasnya, sejarah adalah  science conjecturale  atau  pengetahuan dugaan. Artinya, kebenaran sejarah tidak seperti kebenaran ilmu eksperimental. 1  Banyak pula yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal dari bahasa Yunani,  historia . Dalam bahasa Inggris dikenal dengan  history , bahasa Prancis historie , bahasa Italia  storia , bahasa Jerman  geschichte , dan bahasa Belanda dikenal  gescheidenis . 2   2.   Objek Sejarah Pendidikan Islam Sejarah biasanya ditulis dan dikaji dari sudut pandang suatu fakta atau kejadian tentang suatu fakta atau kejadian tentang peradaban bangsa, maka objek sejarah pendidikan Islam mencakup fakta-fakta yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan Islam, baik formal maupun non formal, dengan demikian, akan diperoleh apa yang disebut sejarah serba objek. Dan hal ini sejalan dengan peran agama Islam sebagai agama dakwah  penyeru kebaikan pencegah kemungkaran , menuju kehidupan sejahtera lahir batin (material dan spiritual), namun sebagai cabang ilmu pengetahuan, objek sejarah pendidikan Islam umumnya tidak jauh berbeda dengan objek yang dilakukan dalam objek-objek sejarah pendidikan. 3   1  Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Radar Jaya, 2012), hal 1-2. 2  . Aam Abdillah, Pengantar Ilmu Sejarah, (Bandung: Pustaka Setia,2012), hal 13. 3  Ramayulis, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Radar Jaya, 2012), hal 1-2.  Metode sejarah pendidikan Islam dapat pula di kategorikan kepada: a.   Teknik pengumpulan data 1.   Dokumentasi 2.   Wawancara  b.   Teknik analisis data 1.   Content analysis Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis dengan teknik analisis isi ( Content analysis). 2.   Hermeneutik analysis Secara sederhana hermeneutik dipahami sebagai cara untuk menafsirkan teks masa silam dan menerangkan perbuatan pelaku sejarah. Richard E. Palmer mengajukan dua pengertian hermeneutik yaitu  pertama ; hermeneutic sebagai suatu prinsip-prinsip metodologi penafsiran yang bersifat umum, dan kedua , hermeneutik sebagai pencarian filosofis tentang karakter dan kondisi yang dibutuhkan untuk semua aktivitas pemahaman (understanding). Sejalan dengan itu, Carl Breaten, mendefinisikan hermeneutik sebagai ilmu pengetahuan yang memikirkan tentang bagaimana menjadikan teks atau peristiwa (budaya) yang terjadi  pada masa lalu dapat dipahami pada masa sekarang sebagaimana makna asal pada masanya. Dalam penelitian ini pendekatan hermeneutik sangat berguna untuk mengeksplorasi, menafsirkan dan menganalisis peristiwa maupun para tokoh pelaku sejarah yang tertuang dalam bentuk teks (buku). Metode penulisan sejarah : Dalam penulisan sejarah pendidikan Islam metode yang biasa digunakan adalah : a.   Metode deskriptif Dengan metode ini ditunjukkan untuk menggambarkan apa adanya tentang sejarah  pendidikan Islam, maksudnya ajaran Islam sebagai agama  samawi  yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. dalam kitab suci Al-Quran dan Al-Hadits terutama yang berhubungan  pertumbuhan dan perkembangnya melalui pendidikan harus dijelaskan sebagai mana adanya, dengan tujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam sejarah tersebut.  b.   Metode Komperatif Metode ini merupakan metode yang berusaha membandingkan sebuah perkembangan  pendidikan Islam dengan lembaga-lembaga Islam lainnya. Melalui metode ini dimaksudkan  bahwa ajaran-ajaran Islam tersebut dikomparasikan dengan fakta-fakta yang terjadi dan  berkembang dalam waktu serta tempat-tempat tertentu untuk mengetahui adanya persamaan dan  perbedaan dalam suatu permasalahan tertentu yang menghubungkan secara 1.   Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan sejarah pendidikan islam: a.   Sejarah kebudayaan Iilmu politik  b.   Ilmu filsafat sejarah. 4   4  Ibid, hlm 4-7  2.   Sejara Ekonomi Islam Pada Pasa Rasulullah Masyarakat Arab sebelum Islam disebut masyarakat  jahiliah , yang dikenal dengan masa kebodohan , ketidaktahuan, atau kebiadaban, pada saat itu bangsa arab tidak pandai baca tulis, mereka juga ikut agama watsani , yang bertuhan kepada banyak berhala serta dikenal dengan prilaku kasar, bermoralitas rendah. Di segi ekonomi mengikuti kondisi sosial,yang bisa dilihat dari jalan kehidupan bangsa Arab, perdagangan merupakan sarana yang paling dominan untuk memenuhi kebutuhan hidup, jalur-jalur perdagangan tidak bisa dikuasai begitu saja kecuali memang sanggup memegang kendali keamanan dan perdamaian. Sedangkan kondisi yang aman sepertinya tidak pernah terwujud di jazirah Arab kecuali di bulan suci. Pada saat suci itulah dibuka  pasar-pasar yang terkenal di Arab seperti Ukadz, Dzilmajaz, Madinah, dan lainnya. Mereka tidak menguasai perindustrian dan kerajinan. Kebanyakan hasil kerajinan yang ada di Arab, seperti jahit-menjahit, menjamak kulit, dan lainnya berasal dari daerah Yaman, Hirah, dan Syam. Sekalipun begitu di tengah jazirah Arab ada pertanian dan pengembalaan hewan ternak. Sedangkan wanita-wanita Arab hanya bekerja dalam pekerjan pemintalan benang. Kekayaan-kekayaan yang dimiliki seseorang mampu memecahkan peperangan. Kemiskinan, kelaparan, dan orang-orang telanjang merupakan pemandangan yang biasa di tengah masyarakat. Perikemanusiaan mengarah kepada sifat kebinatangan dan kebuasan, yang kuat menindas yang lemah, yang kaya memeras yang miskin, yang berkuasa menginjak-injak yang dikuasainya, sehingga persaudaraan menjadi permusuhan, persatuan menjadi perpecahan, kesayangan menjadi kebengisan. Menurut Abudin Nata dan Fauzan, dalam hal perekonomian bangsa Arab praIslam berada dalam kondisi kesesatan, terlihat dalam menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu yang diperlukan, seperti mencuri, berjudi, merampok, menipu, memeras, atau melipat gandakan bunga (riba) kepada orang yang meminjamkan uang kepadanya. Praktek ekonomi demikian itu pada tahap selanjutnya menimbulkan kesenjangan sosial antara kaum yang kaya raya dengan kaum yang miskin . kasus-kasus diatas, sesungguhnya merupakan indikasi masyarakat yang jauh dari aturan dan nilai-nilai luhur. 5  a.   Deskripsi Kehidupan Ekonomi Bangsa Arab Sebelum lahirnya Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW., bangsa Arab dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan dalam bidang ekonomi, letak geografis yang cukup strategis membuat Islam yang diturunkan di Mekkah menjadi cepat tersebar luas ke  berbagai wilayah disamping cepatnya laju perluasan wilayah yang dilakukan oleh umat Islam. Bahkan, bangsa Arab telah dapat mendirikan keraj aan, diantaranya kerajaan Saba’, Ma’in dan Qutban serta Himyar yang semuanya berada diwilayah Yaman. Di sisi lain, kenyataan bahwa Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan diturunkan dalam konteks geografis Arab, mengimplikasikan sebuah asumsi bahwa suatu pemahaman yang koprehensif terhadap Al-Quran hanya mungkin dilakukan dengan melacak pemaknaan dan pemahaman pribadi, masyarakat dan lingkungan mereka yang menjadi audien pertama Al-Quran, yaitu Muhammad SAW. dan masyarakat Arab saat itu dengan segala kultur dan tradisinya untuk memiliki pengertian yang 5  Ibid, hlm 11-14  sebenar-benarnya tentang asal mula Islam, satu hal yang perlu diketahui adalah keadaan Arab sebelum adanya Islam, Muhammad SAW., dan sejarah Islam terdahulu.  b.   Pengaruh sejarah islam terhadap pembentukan sistem ekonomi islami Terdapat hubungan pengaruh yang signifikan sejarah Arab pra-Islam terdapat  perkembangan dan pembentukan islam selanjutnya. Saling mempengaruhi antar budaya menjadi mata rantai sejarah islam yang tidak terpisahkan. Fakta sejarah bahwa Arab dahulu memiliki  peradaban, baik secara sendiri maupun dipengaruhi oleh budaya lain menjadi lembaran panjang dalam sejarah. Sejarah Islam Arab adalah akibat dari pengaruh dari budaya bangsa-bangsa disekitarnya yang lebih awal maju daripada kebudayaan dan peradaban Arab, pengaruh tersebut masuk ke  jazirah Arab melalui beberapa jalur, dan beberapa yang terpenting diantaranya adalah: 1.   Melalui hubungan dagang dengan bangsa lain 2.   Melalui kerajaan-kerajaan protektorat , Hirah dan Gassan 3.   Masuknya misi Yahudi dan Kristen . 6  c.   Peradaban Perekonomian Pada Masa Nabi Muhammad SAW. 1.   Hijrah sebagai awal membangun peradaban baru a.   Legalisasi hijrah Peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW. yang dilegalkan oleh khalifah Umar bin Khattab, sebagai awal tahun baru dalam kalender Islam dipopulerkan sebagai tahun Hijriah yang penetapannya dilakukan sejak rasul hijrah pada tahun 622 Masehi. Diantara penetapan tersebut adalah hijrah merupakan pemisahan periode Mekkah dan Madinah. Untuk melepaskan diri dari hegemoni kaum jahiliyah Mekkah , Nabi memutuskan untuk hijrah atas petunjuk Allah SWT. dengan meninggalkan kampung kelahiran, harta dan keluarga yang dicintainya dengan berjalan kaki tidak kurang dari 500 km menuju Madinah. Pasca hijrahnya Nabi bersama sahabat ke Madinah merupakan awal pencerahan dan perubahan nasib umat Islam. Sebab, apabila di Mekkah, umat Islam yang masih minoritas di tindas dan dimusuhi, di Madinah umat islam justru mendapat perlakuan cukup baik dari kaum Anshar. 2.   Jejak rekam perekonomian Islam pada masa Muhammad SAW. Secara simplistis, kelahiran Muhammad SAW. ke muka bumi pada hakikatnya adalah kelahiran sebuah peradaban baru yang penuh pencerahan. Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, Muhammad SAW. adalah raksasa sejarah. Beliau berjuang meningkatkan taraf hidup rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena kegersangan dan keganasan gurun dengan pedoman Islam. Tentu saja pedoman yang digunakan oleh Nabi SAW. dalam menyelesaikan  persoalan tersebut adalah Al-Quran. sekalipun demikian sebagaimana diketahui, Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. tidak sekaligus tetapi berangsur-angsur dimulai di Makkah dan diakhiri di Madinah. Atas dasar wahyu yang sudah diturunkan itulah, Nabi menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat pada waktu itu, tetapi adakalanya timbul persoalan yang cara 6  Boedi Abdullah, Peradaban Pemikiran Ekonomi Islam, (Bandung: Pustaka Setia), 2010, hal 30-32.   penyelesaiannya belum disebut oleh wahyu yang sudah diterima oleh Nabi. Dalam hal ini, Nabi berijtihad.  Nabi lah yang menjadi satu-satunya sumber hukum. Dalam arti lain, secara langsung pembuat hukum adalah Nabi, sedangkan Tuhan membuat hukum secara tidak langsung. Hal ini karena tugas Nabi adalah menyampaikan dan melaksanakan hukum yang di tentukan Tuhan. Setelah Nabi wafat sahabat berpegang pada Al-Quran dan sunnah yang di tinggalkan Nabi. Masa Nabi ini terbagi menjadi dua periode, Makkah dan Madinah. periode Mekkah berlangsung selama 12 Tahun dan beberapa bulan semenjak turun wahyu yang  pertama hingga Nabi berhijrah ke Madinah. Dalam periode ini, nabi telah mencurahkan  perhatiannya untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat Arab dengan menanamkan akidah (tauhid) kedalam jiwa mereka serta memalingkannya dari memperhamba diri kepada selain Allah. Pada periode Madinah, Islam menjadi kekuatan politik. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Rasulullah SAW. telah menjadi pemimpin sebuah komunitas kecil yang jumlahnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Rasullulah SAW. pun menjadi  pemimpin bangsa Madinah. Ajaran Islam yang berkenaan dengan masyarakat ( mu’amalah ) banyak turun dikota ini. Dengan demikian selama periode Madinah, Nabi SAW. mempunyai kedudukan sebagai kepala Negara disamping pemimpin agama. 7  3.   Pengembangan sistem ekonomi atas petunjuk Al-Quran Dalam tulisan Adiwarman , disebutkan bahwa untuk permulaan, Madinah merupakan  Negara yang baru terbentuk dengan kemampuan daya mobilitas yang sangat rendah dari sisi ekonomi. oleh karena itu, peletakan dasar-dasar sistem keuangan Negara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. merupakan langkah yang sangat signifikan, sekaligus brilian dan spektakuler pada masa itu. Sehingga Islam sebagai sebuah agama dan Negara dapat  berkembang dengan pesat dalam jangka waktu yang relatif singkat dan dilakukan secara  bersamaan. Sistem ekonomi yang diterapkan oleh nabi Muhammad SAW. bersifat Qurani . Al-Quran yang merupakan sumber utama ajaran Islam telah menetapkan berbagai aturan sebagai hidayah (petunjuk) bagi umat manusia dalam melakukan aktivitas di setiap aspek kehidupannya termasuk di bidang ekonomi. Prinsip Islam yang paling mendasar adalah kekuasaan tertinggi hanya milik Allah SWT. semata dan manusia diciptakan sebagai khalifah-Nya dimuka bumi. Sebagai khalifah manusia telak diciptakan dalam bentuk yang paling baik dari seluruh ciptaan lainnya, seperti matahari, bulan, bintang, dan langit, telah ditakdirkan untuk dimanfaatkan oleh manusia. Sebagimana firman Allah SWT. dalam surat al- A’raf ayat 10:    هِف   ْمُ  ْ ع ج و   ِضْر ْا   يِف   ْمُكّّ    ْد  و   ق   ۗ   شِ ع  نوُُْ ت          Artinya: “Dan sungguh, kami telah menempatkan kamu di bumi dan disana  kami sediakan (sumber) penghidu  pan untukmu. (tetapi) sedikit kali kamu bersyukur”( Q.S. Al - A’raf:10).   7  Ibid, hlm 39-44.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x