Graphics & Design

T2 Blok Jurnalistik TV : Analisis Program Wawancara TV Berdasarkan Kaidah Teknis, Konten, Showmanship, dan Kode Etik

Description
T2 Blok Jurnalistik TV : Analisis Program Wawancara TV Berdasarkan Kaidah Teknis, Konten, Showmanship, dan Kode Etik
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  1 T2/Blok TV/A/2015 Jusuf Yulindo 210110130094  Analisis Program Wawancara Televisi Mata Najwa Metro TV    Episode “Wali Pilihan Kota: Tri Rismaharini”   (12/2/2014) I.   Kaidah Teknik  Ada beberapa ukuran gambar, gerakan kamera, dan camera angle   dalam program yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV   ini. Berikut di antaranya: Ukuran gambar : middle close up  ; Camera angle  : eye level  ; Komposisi : head room  ; Posisi kamera : front middle right side    Ukuran gambar : middle close up  ; Camera angle  : eye level  ; Komposisi : head room  ; Posisi kamera : front middle left side  2 Ukuran gambar : very long shot  ; Camera angle  : eye level  ; Komposisi : estabilishing shot  ; Pergerakan kamera: tilt down   (02.36  –  02.42)   Ukuran gambar : close up  ; Camera angle  : eye level  ; Komposisi : looking room     3 Camera angle  : eye level  ; Komposisi : over the shoulder shot  ; Posisi kamera : front middle left side Ukuran gambar : medium shot  ; Camera angle  : eye level  ; Komposisi : head room Pencahayaan studio menurut saya merata dan tidak menimbulkan bayangan orang. Komposisi warna yang digunakan dalam set studionya juga padu dengan warna khas stasiun televisi yang didominasi warna biru. Pada beberapa cuplikan infografik, saya tidak mendapati audio. Ini dimungkinkan karena saya mengambil video ini dari sumber lain yang entah seperti apa cara mencuplik atau merekam program ini. Namun, saya pernah menonton episode ini pada 12 Februari 2014 dan pada infografik disertai audio.  4 Namun, saya tidak suka dengan komposisi credit title   yang memakan hampir sebagian layar seperti pada gambar di bawah ini. Karena pada layar sudah dicantumkan newsticker dan posisi logo stasiun televisi di pojok kanan bawah, sebaiknya ukuran huruf pada credit title   diperkecil dan tidak diberi latar berwarna hitam agar bagian closing   program tetap menarik. II.   Kaidah Konten Pada bagian awal Mata Najwa, Najwa Shihab memberi penjelasan soal narasumber yang akan dihadirkan dalam program tersebut. Penjelasan itu berisi sepak terjang seorang Tri Rismaharini sebagai Wali Kota Surabaya dan permasalahan yang dihadapinya (ketika mewacanakan pengunduran dirinya sebagai wali kota). Setelah itu, ditampilkan topik program pada edisi tersebut (Wali Pilihan Kota). Kemudian, ada laporan dari reporter Rifai Pamone di Surabaya berupa vox pop atau kumpulan komentar dari empat warga Surabaya terkait wacana pengunduran diri Tri Rismaharini. Keempat warga dalam vox pop   tersebut menyayangkan sikap Risma. Lalu, ditampilkan juga beberapa tweet   dari warga yang keseluruhannya menyayangkan sikap Wali Kota Surabaya tersebut. Selain itu, diselipkan pula prestasi-prestasi yang diraih Risma selama memimpin Surabaya dan aksi-aksi blusukan  -nya. Selain jawaban-jawaban Risma dalam konteks dirinya sebagai wali kota, terdapat juga jawaban-jawaban dalam konteks Risma sebagai sosok pribadi.  Ada juga kutipan pendapat dari Wakil Wali Kota Surabaya Wishnu Sakti Buana dan Sekjen PDI-P Tjahyo Kumolo yang relevan dengan wacana pengunduran diri Risma.  5 Saya rasa konten dalam Mata Najwa lengkap. Tim riset program ini sudah bekerja sangat baik dengan menyediakan data-data yang berkaitan dengan narasumber sehingga presenter memiliki “dalil” ketika ak  an menanyakan suatu hal kepada narasumber. III.   Kaidah Showmanship    Menurut saya, pembawaan Najwa Shihab dalam program ini sudah baik. Hal itu dapat dilihat dari ekspresi wajah yang terbilang tenang dan mimik mukanya dapat menyesuaikan dengan pertanyaan yang diajukan kepada Risma. Ia juga memunculkan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan hal yang membuat penasaran dari jawaban narasumber. Selain itu, entah bagaimana caranya, Risma tiba-tiba menangis saat ditanya Najwa terkait apa saja yang diceritakan anak-anak yang Risma kumpulkan ketika blusukan   ke sekolah-sekolah. Namun, efek ini menjadikan episode ini bernilai karena Najwa mampu menggali emosi seorang Tri Rismaharini yang dikenal tegas dan keras selama memimpin Surabaya. IV.   Kaidah Kode Etik Selama menonton program ini, saya tidak menemukan potensi pelanggaran baik berdasarkan undang-undang penyiaran dan pers maupun kode etik jurnalistik. Hal ini karena episode yang saya ambil disiarkan secara recorded,  bukan live  . Secara etika, Najwa Shihab dapat memposisikan dirinya sejajar dengan narasumber yang dihadapinya. Sumber Video: https://www.youtube.com/watch?v=JklVlw6d9j4   diakses 8 Oktober 2015 pukul 19.58 WIB Referensi: Fachruddin, Andi. 2012. Dasar-Dasar Produksi Televisi: Produksi Berita, Feature, Laporan Investigasi, Dokumenter, dan Teknik Editing  . Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Search
Similar documents
View more...
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x