Poems

Tata Laksana dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan

Description
nfeksi saluran kemih (ISK) sering ditemukan pada kehamilan. ISK dibagi menjadi ISK bagian bawah (bakteriuria asimtomatik, sistitis akut) dan ISK bagian atas (pielonefritis). Perubahan morfologis dan fisiologis pada sistem genitourinaria semasa
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   Artikel Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB) J Indon Med Assoc, Volum: 62, Nomor: 12, Desember 2012482 Tata Laksana dan PencegahanInfeksi Saluran Kemih pada Kehamilan Dwiana Ocviyanti,* Darrell Fernando** *Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta**Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta  Abstrak  Infeksi saluran kemih (ISK) sering ditemukan pada kehamilan. ISK dibagi menjadi ISK bagianbawah (bakteriuria asimtomatik, sistitis akut) dan ISK bagian atas (pielonefritis). Perubahanmorfologis dan fisiologis pada sistem genitourinaria semasa kehamilan meningkatkan risiko ISK. Infeksi saluran kemih berhubungan dengan akhir yang buruk pada kehamilan, seperti persalinan preterm, pertumbuhan janin terhambat, korioamnionitis, dan janin lahir mati , sehingga meningkatkan mortalitas neonatal . Oleh sebab itu, skrining untuk bakteriuriaasimtomatik dianjurkan sebagai salah satu komponen pemeriksaan rutin asuhan antenatal.Pemeriksaan yang paling ideal untuk deteksi ISK adalah kultur urin, tetapi pemeriksaan inimahal, tidak praktis, dan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan hasilnya. Uji nitrit dengan tes celup urin merupakan pemeriksaan yang lebih murah dan cepat dapat dilihat hasilnya, sehingga dapat digunakan sebagai pemeriksaan alternatif untuk skrining ISK padakehamilan. Bila sarana memungkinkan, hasil uji nitrit positif sebaiknya dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur urin. Di pelayanan kesehatan yang sarananya terbatas tidak mungkindilakukan kultur urin, maka hasil uji nitrit positif sudah dapat dijadikan dasar diagnosis ISK  pada kehamilan. Semua ISK pada kehamilan harus diterapi secara adekuat, termasuk bakteriuriaasimtomatik. Pilihan antibiotik yang dapat digunakan dengan aman, baik terhadap ibu maupun janin semasa kehamilan memang sangat terbatas. Amoksisilin dan seftriakson termasuk antibiotik yang aman digunakan sepanjang masa kehamilan. Nitrofurantoin hanya bolehdigunakan untuk terapi ISK pada trimester pertama dan kedua, dan kotrimoksazol hanyaboleh digunakan pada trimester kedua kehamilan.  J Indon Med Assoc. 2012;62:482-7. Kata kunci : infeksi saluran kemih, bakteriuria asimtomatik, kehamilan Korespondensi :Dwiana Ocviyanti,Email: dwianaocviyanti@yahoo.com  J Indon Med Assoc, Volum: 62, Nomor: 12, Desember 2012483 Management and Prevention of Urinary Tract Infection in Pregnancy Dwiana Ocviyanti,* Darrell Fernando** *Department of Obstetry and Gynecology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia/ Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta,**Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta  Abstract Urinary tract infection (UTI) is a common problem in pregnancy. The spectrum of these infectionsranges from lower urinary tract disease (asymptomatic bacteriuria, acute cystitis) to upper uri-nary tract disease (acute pyelonephritis). Morphological and physiological changes in the geni-tourinary tract during pregnancy increase the risk of acquiring UTI. Adverse effects of UTI in pregnancy include preterm labor, intrauterine growth retardation, chorioamnionitis, and still-birth, resulting in a higher neonatal mortality rate. Consequently, screening for asymptomaticbacteriuria (ASB) is a routine examination in antenatal care. The ideal test for diagnosing UTI and ASB is urine culture, but it is expensive, not practical, and the result is not immediate. Nitritetest in urine dipstick is a quick and inexpensive test and can be used for screening UTI in pregnancy. If possible, a positive nitrite test should be followed by a urine culture. In facilitieswhere doing culture is impossible, nitrite tests could be used to diagnose UTI in pregnancy. AllUTI in pregnancy, including asymptomatic bacteriuria must be treated adequately. The selectionof an appropriate antimicrobial agent to treat urinary tract infection in pregnancy is limited by thesafety of the drug to the mother and the fetus. Amoxicillin and ceftriaxone can be safely used totreat UTI throughout pregnancy. Nitrofurantoin can only be used for UTI treatment in the first and second trimester of pregnancy, while cotrimoxazole can only be used in the second trimester of  pregnancy.  J Indon Med Assoc. 2012;62:482-7. Keywords : urinary tract infection, asymptomatic bacteriuria, pregnancy Pendahuluan Infeksi saluran kemih (ISK) sering ditemukan padakehamilan, dengan prevalensi rerata sekitar 10%. 1  Infeksi salu-ran kemih dibagi menjadi ISK bagian bawah (bakteriuriaasimtomatik, sistitis akut), dan ISK bagian atas (pielonefritis).ISK tidak bergejala (bakteriuria asimtomatik) dan ISK berge- jala (sistitis akut dan pielonefritis) masing-masing ditemukanpada 2-13% dan 1-2% ibu hamil. 2  Di Indonesia, prevalensibakteriuria asim-tomatik pada kehamilan adalah 7,3%. 3 Perubahan fisiologis pada saluran kemih sepanjangkehamilan meningkatkan risiko ISK. Pengaruh hormonprogesteron dan obstruksi oleh uterus menyebabkan dilatasisistem pelviokalises dan ureter, serta peningkatan refluksvesikoureter. Tekanan oleh kepala janin juga menghambatdrainase darah dan limfe dari dasar vesika, sehingga daerahtersebut mengalami edema dan rentan terhadap trauma. 4 ISK telah diketahui berhubungan dengan kesudahankehamilan yang buruk, seperti persalinan preterm, pertum-buhan janin terhambat, bahkan janin lahir mati (stillbirth). Komplikasi ini bukan hanya akibat ISK bergejala, tetapi bakte-riuria asimtomatik juga dapat menyebabkan komplikasitersebut. 1  Bakteri patogen dari vesika dapat membentuk koloni pada saluran genitalia bagian bawah, dan menye-babkan korioamnionitis. 5  Oleh sebab itu, sangat penting bagiseorang dokter dapat melakukan upaya skrining, diagnosis,serta pemberian terapi yang sesuai pada ibu hamil denganISK.Pada sebuah studi yang melibatkan 4290 sampel kultururin positif dilaporkan bahwa bakteri patogen tersering padaISK adalah  Escherichia coli ,   diikuti dengan Klebsiella pneumoniae. Pada penelitian ini juga dilaporkan bahwa bakterigram positif yang paling sering ditemukan pada ISK adalahstafilokokus koagulase negatif  . 6 Kriteria Diagnosis Pemeriksaan yang paling ideal untuk deteksi adanyaISK adalah kultur urin. Untuk menegakkan diagnosis ISKbergejala (sistitis akut dan pielonefritis), nilai ambang batasyang digunakan adalah 10 3 colony forming units/ml (cfu/ mL). 7  Untuk ISK tak bergejala (bakteriuria asimtomatik), nilaiambang batas yang digunakan adalah 10 5  cfu/mL. Dalam di-agnosis bakteriuria asimtomatik pada perempuan, termasuk ibu hamil, harus digunakan sampel yang berasal dari urinpancar tengah yang diambil secara bersih (midstream, clean-Tata Laksana dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan  Tata Laksana dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan J Indon Med Assoc, Volum: 62, Nomor: 12, Desember 2012484 catch urine sample) . 8  Masalah yang ada di negara yangsedang berkembang umumnya adalah layanan kesehatandengan fasilitas yang terbatas. Pada layanan tersebut,umumnya fasilitas untuk kultur urin tidak ada. Masalah laindalam penggunaan kultur urin sebagai teknik skriningbakteriuria asimtomatik adalah biaya yang cukup tinggi danwaktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil.Diagnosis ISK dapat ditegakkan dengan metode tidak langsung untuk deteksi bakteri atau hasil reaksi inflamasi.Metode yang sering dipakai adalah tes celup urin, yang dapatdigunakan untuk deteksi nitrit, esterase leukosit, protein,dan darah di dalam urin.Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap nilaidiagnostik uji nitrit dengan tes celup urin dalam deteksibakteriuria asimtomatik. Hasil penelitian tersebut sangatberagam, dengan didapatkannya sensitivitas, spesifisitas,nilai prediksi positif, dan nilai prediksi negatif uji nitrit secaraberturut-turut berkisar antara 15-57%, 78-99%, 50-94%, dan23-97%. 8-13  Hasil telaah sistematik terhadap beberapa pene-litian menyimpulkan bahwa tes celup urin tidak cukup sensitif untuk deteksi bakteriuria asimtomatik pada ibu hamil. 8  Studilain menemukan bahwa kombinasi uji esterase leukosit danuji nitrit memiliki akurasi yang lebih rendah dibandingkankultur urin dan pemeriksaan tersebut memang sebaiknyahanya dilakukan pada pelayanan kesehatan yang tidak memiliki fasilitas kultur urin. 14  Idealnya, semua uji nitrit positif untuk diagnosis ISK pada kehamilan harus dilanjutkandengan pemeriksaan kultur urin pancar tengah yang diambilsecara bersih. 8,15  Mengingat komplikasi akibat ISK padakehamilan, maka pada pelayanan kesehatan yang sarananyaterbatas untuk dapat melakukan kultur urin, hasil uji nitritsudah dapat dijadikan dasar diagnosis dan terapi ISK padakehamilan.  Metode Pengambilan Spesimen Urin Pancar Tengah yang Diambil Secara Bersih Untuk pemeriksaan kultur urin dan tes celup urin, sampelurin harus diambil dengan teknik pancar tengah yang diambilsecara bersih untuk menghindari kontaminasi. Khusus untuk pemeriksaan uji nitrit dengan tes celup urin, sampel urin yangdigunakan harus berasal dari urin pertama pada pagi harisegera sesudah pasien bangun tidur. Kalau pemeriksaanbukan pagi hari, ibu diminta untuk menahan buang air kecilminimal 2 jam sebelum urin diambil untuk diperiksa. Ini pentingdiingat karena diperlukan waktu yang cukup untuk berubahnya nitrat menjadi nitrit di dalam kandung kemih. 8 Tahapan pengambilan sampel urin pancar tengah yang diambilsecara bersih adalah sebagai berikut. 16 -Cuci labia dan perineum dengan air dan sabun.-Duduk atau jongkok di toilet dengan posisi kakimengangkang, buka labia dengan dua jari.-Gunakan kapas, kasa, atau tisu yang sudah dibasahidengan air steril atau desinfeksi tingkat tinggi (DTT, airyang sudah dimasak selama minimal 30 menit) untuk membersihkan daerah sekitar orifisium uretra dan bagiandalam labia. Kasa/kapas/tisu diusapkan satu kali saja dariarah orifisium uretra ke arah vagina. Bila diperlukan, harusdigunakan kasa/kapas/tisu yang baru dengan arahpengusapan yang sama (Gambar 1a).-Keluarkan sedikit kemih tanpa ditampung, lalu tahansesaat sebelum melanjutkan berkemih ke dalam wadahurin yang diletakkan sedekat mungkin dengan muarauretra tanpa menyentuh daerah genitalia (Gambar 1b &1c). Pastikan wadah urin minimal terisi separuhnya.-Setelah wadah urin terisi, sisihkan wadah tersebut danselesaikan berkemih. Gambar 1.Pengambilan sampel urin pancar tengah yang diambil secara bersih. (a) Pasien membersihkan vulva dengan kapas/kasa/tisu steril/DTT dari arah orifisium uretra ke vagina. (b) Pasienmembuka labia dengan dua jari sebelum mengeluarkan sedikit urin tanpa ditampung. (c) Menampung urin padawadah yang diletakkan sedekat mungkin dengan muara uretra tanpa menyentuh daerah genitalia. 17 A B C  Tata Laksana dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan J Indon Med Assoc, Volum: 62, Nomor: 12, Desember 2012485 Tata laksana Semua ISK pada kehamilan, baik bergejala maupun tidak,harus diterapi. 15,17  Oleh sebab itu, skrining bakteriuriaasimtomatik pada kehamilan dilakukan minimal satu kali padasetiap trimester. 18 Pilihan terapi pada ISK kehamilan serta lamaterapi dapat dilihat pada Tabel 1. Nitrofurantoin harusdihindari pada trimester ketiga karena berisiko menyebabkananemia hemolitik pada neonatus. 19  Beberapa penelitian menemukan adanya resistensiantibiotik yang cukup tinggi pada bakteri patogen yangmenyebabkan ISK, antara lain extended spectrum beta-lactamase E.coli  (ESBL) dan MRSA ( methicillin resistant staphylococcus aureus ). Golongan antibiotik yang sudahdilaporkan mengalami resistensi adalah golongan beta-laktam, kuinolon, dan aminoglikosida. 6  Antibiotik yang masih jarang dilaporkan resistens adalah golongan glikopeptida,nitrofurantoin, dan karbapenem. 20  Oleh sebab itu, sangatlahpenting untuk memilih antibiotik berdasarkan profil bakteripatogen dan sensitivitas antibiotik setempat. Pencegahan Sekitar 15% ibu hamil akan mengalami ISK berulangsehingga dibutuhkan pengobatan ulang dan upaya pence-gahan. 15  Beberapa negara sudah mengeluarkan panduanuntuk pencegahan ISK berulang dengan antimikroba, baik secara terus-menerus maupun pascasanggama, dan denganterapi non-antimikroba seperti konsumsi jus cranberry . 7,22 Pemberikan antibiotik profilaksis secara terus-menerushanya dianjurkan pada wanita yang sebelum hamil memilikiriwayat ISK berulang, atau ibu hamil dengan satu episodeISK yang disertai dengan salah satu faktor risiko berikut ini:riwayat ISK sebelumnya, diabetes, sedang menggunakanobat steroid, dalam kondisi penurunan imunitas tubuh,penyakit ginjal polikistik, nefropati refluks, kelainan salurankemih kongenital, gangguan kandung kemih neuropatik, atauadanya batu pada saluran kemih. 15, 21 Antibiotik profilaksis pascasanggama diberikan padaibu hamil dengan riwayat ISK terkait hubungan seksual. Padakondisi ini, ibu hamil hanya minum antibiotik setelahmelakukan berhubungan seksual, sehingga efek samping Tabel 1. Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan. 7, 15 Antibiotik oralAmoksisilin 3 x 500 mgSefadroksil 2 x 500 mgSefaleksin 3 x 250 mgFosfomisin 3 g dosis tunggalNitrofurantoin 3 x 100 mg (tidak digunakan pada trimester tiga)Kotrimoksazol 2 x 960 mg (hanya boleh digunakan pada trimester kedua)Antibiotik intravena untukSefuroksim 3 x 750 mg – 1.5 gpielonefritisAmoksisilin 3 x 1 gSeftriakson 1 x 2 gAmpisilin-sulbaktam 4 x 3 g (2 g ampisilin + 1 g sulbaktam) Gentamisin 5-7 mg/kg sebagai dosis awal.Dosis berikutnya diberikan 3-5 mg/kg/hari dalam 3 dosis terbagi, dengan tetap memantau kadargentamisin serum. Gentamisin digunakan pada wanita dengan alergi terhadap, atau organismeresisten terhadap penisilin dan sefalosporin.Lama terapiBakteriuria asimtomatik: 3 hari Sistitis akut: 5-7 hariPielonefritis: 10-14 hari obat yang ditimbulkan akan lebih sedikit bila dibandingkandengan antibiotik profilaksis yang digunakan secara terus-menerus. 21 Antibiotik profilaksis yang dapat digunakan secara terusmenerus sepanjang kehamilan adalah sefaleksin per oral satukali sehari 250 mg atau amoksisilin per oral satu kali sehari250 mg. 15  Antibiotik yang sama dapat digunakan sebagaiprofilaksis pascasanggama dengan dosis yang sama sebagaidosis tunggal.Beberapa penelitian menunjukkan manfaat jus cranberry dalam menurunkan kejadian ISK. Jus cranberry  diperkirakandapat mencegah adhesi bakteri patogen, terutama  E. coli, pada sel-sel epitel saluran kemih. Jus cranberry dapatdikonsumsi dengan aman pada kehamilan, tetapi padabeberapa pasien mungkin dapat muncul efek samping gas-trointestinal seperti mual dan muntah karena jus ini bersifatasam. 21 Daftar Pustaka 1.Bolton M, Horvath DJ Jr., Li B, Cortado H, Newsom D, White P,et al. Intrauterine growth restriction is a direct consequence of localized maternal uropathogenic Escherichia coli cystitis. PLoSOne. 2012;7(3):e33897.2.Dwyer PL, O’Reilly M. Recurrent urinary tract infection in thefemale. Curr Opin Obstet Gynecol. 2002;14:537-43.3.Ocviyanti D, Santoso BI, Junizaf. Penggunaan tes nitrit dan tesesterase leukosit untuk penapisan bakteriuria tanpa gejala padawanita hamil. Indonesia J Obstet Gynecol. 1996;20:83-90.4.Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Hauth JC, Rouse DJ,Spong CY. Williams Obstetrics. 23 rd  ed. USA: McGraw-Hill; 2010.5.Giraldo PC, Araujo ED, Junior JE, do Amaral RL, Passos MR,Goncalves AK. The prevalence of urogenital infections in preg-nant women experiencing preterm and full-term labor. Infect DisObstet Gynecol: 2012;:878241.6.Rizvi M, Khan F, Shukla I, Malik A, Shaheen. Rising prevalenceof antimicrobial resistance in urinary tract infections during preg-nancy: necessity for exploring newer treatment options. J LabPhysicians. 2011;3:98-103.7.Grabe M, Bjerklund-Johansen TE, Botto H, Wullt B, Cek M,Naber KG, et al. Guidelines on urological infections. EAU Guide-lines. Arnhem. The Netherlands: European Association of Uro-logy (EAU); 2011.8.Schmiemann G, Kniehl E, Gebhardt K, Matejczyk MM, Hum-mers-Pradier E. The diagnosis of urinary tract infection: a sys-tematic review. Dtsch Arztebl Int. 2010;107(21):361-7.  J Indon Med Assoc, Volum: 62, Nomor: 12, Desember 2012 Tata Laksana dan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan 486 9.Lorentzon S, Hovelius B, Miorner H, Tendler M, Aberg A. Thediagnosis of bacteriuria during pregnancy. Scand J Prim HealthCare. 1990;8:81-3.10.Mignini L, Carroli G, Abalos E, Widmer M, Amigot S, Nardin JM,et al. Accuracy of diagnostic tests to detect asymptomatic bacte-riuria during pregnancy. Obstet Gynecol. 2009;113(2 Pt 1):346-52.11.Thakre SS, Dhakne SS, Thakre SB, Thakre AD, Ughade SM, KaleP. Can the Griess nitrite test and a urinary pus cell count of >5cells per micro litre of urine in pregnant women be used for thescreening or the early detection of urinary tract infections inrural India? J Clin Diagn Res. 2012;6(9):1518-22.12.Tincello DG, Richmond DH. Evaluation of reagent strips in de-tecting asymptomatic bacteriuria in early pregnancy: prospec-tive case series. BMJ. 1998;316(7129):435-7.13.Van Nostrand JD, Junkins AD, Bartholdi RK. Poor predictiveability of urinalysis and microscopic examination to detect uri-nary tract infection. Am J Clin Pathol. 2000;113(5):709-13.14.Awonuga DO, Fawole AO, Dada-Adegbola HO, Olola FA, AwonugaOM. Asymptomatic bacteriuria in pregnancy: evaluation of re-agent strips in comparison to microbiological culture. Afr J MedMed Sci. 2011;40(4):377-83.15.Nelson-Piercy C. Renal disease. In: Luesley DM, Baker PN, edi-tors. Obstetrics and Gyneacology: and evidence-based text forMRCOG. 2 ed. London: Hodder Arnold; 2010. p. 87-8.16.National Institute of Health. Clean catch urine sample. [updated30/08/201229 Jan]; Available from: http://www.nlm.nih.gov/ medlineplus/ency/article/007487.htm.17.Kladensky J. Urinary tract infections in pregnancy: when totreat, how to treat, and what to treat with. Ceska Gynekol.2012;77(2):167-71.18.McIsaac W, Carroll JC, Biringer A, Bernstein P, Lyons E, LowDE, et al. Screening for asymptomatic bacteriuria in pregnancy.J Obstet Gynaecol Can. 2005;27(1):20-4.19.Bruel H, Guillemant V, Saladin-Thiron C, Chabrolle JP, Lahary A,Poinsot J. Hemolytic anemia in a newborn after maternal treat-ment with nitrofurantoin at the end of pregnancy. Arch Pediatr.2000 Jul;7(7):745-7.20.Sabharwal ER. Antibiotic susceptibility patterns of uropathogensin obstetric patients. N Am J Med Sci. 2012;4(7):316-9.21.Epp A, Larochelle A, Lovatsis D, Walter JE, Easton W, FarrellSA, et al. Recurrent urinary tract infection. J Obstet GynaecolCan. 2010;32(11):1082-101.

LEY 1474 DE 2011

Jan 11, 2019

petrokimia

Jan 11, 2019
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x