Science

Ujian Tengah Semester

Description
Ujian Tengah Semester
Categories
Published
of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
    UJIAN TENGAH SEMESTER Nama : Dinda Chairunnisa NIM : P21331118021 Kelas : D-IV / II B Dosen Pengampu : Adilita Pramanti, S.Sos., M.Si. Jurusan Gizi Diploma 4 Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II Jalan Hang Jebat III Blok F3, RT.4/RW.8, Gunung, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12120 Jakarta 2019  1.   Jelaskan seluruh faktor, fungsi dan urgensi Sosiologi dan Antropologi Faktor Sosiologi Antropologi terhadap Gizi : -   Dengan adanya masalah-masalah gizi seperti gizi buruk, obesitas, anemia pada remaja putri, hipertensi, yang umum terjadi pada masyarakat selain ilmu kesehatan yang sudah kami pelajari, diperlukan juga ilmu Sosiologi dan Antropologi sebagai system yang efektif untuk memahami kondisi sosial masyarakat -   Dapat memberikan pendidikan atau pengetahuan mengenai gizi terhadap masyarakat guna menambah pengetahuan -   Mengembangkan aspek sosial yang berkaitan dengan upaya peningkatan gizi masyarakat Fungsi Sosiologi Antropologi dalam Ilmu Gizi : -   Sebagai ilmu yang efektif untuk mempelajari kondisi sosial masyarakat dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah gizi yang terjadi pada saat ini dan di saat yang akan datang -   Menumbuhkan pola pikir kritis dalam memahami masalah gizi pada masyarakat, yang penting pada saat kami terjun langsung ke masyarakat untuk melihat masalah-masalah yang terjadi -   Dapat memahami ilmu sosial yang dapat diterapkan langsung pada masyarakat -   Memahami perbedaan pola makan atau kebiasaan makan masyarakat yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor budaya, dll. -   Mengetahui perkembangan budaya makan masyarakat saat ini -   Meneliti pengaruh nilai gizi makanan tertentu yang sering dikonsumsi terhadap masyarakat -   Mengetahui sejauh mana pemahaman mengenai gizi terhadap kelompok masyarakat tertentu -   Mempelajari sudut pandang, pola pikir, kebiasaan-kebiasaan dan perilaku  perilaku masyarakat akan pentingnya gizi -   Mengubah pandangan kepercayaan suatu kelompok terhadap budaya tertentu yang mempengaruhi pola konsumsi makan nya Urgensi Sosiologi Antropologi dan Gizi : -   Mampu memberikan ilmu yang dapat dipelajari untuk menyelesaikan dan menanggulangi masalah-masalah gizi yang masih umum terjadi seperti gizi  buruk, obesitas, anemia pada remaja putri, hipertensi, dan penyakit-penyakit umum lainnya yang sering terjadi -   Penting untuk mempelajari kondisi sosial masyarakat dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah gizi yang terjadi pada saat ini dan di saat yang akan datang -   Menumbuhkan pola pikir kritis dalam memahami masalah gizi pada masyarakat, yang penting pada saat kami terjun langsung ke masyarakat untuk melihat masalah-masalah yang terjadi -   Mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap pola makan masyarakat pada saat ini   Kerangka berpikir sebagai langkah dalam perubahan budaya makan masyarakat di Indonesia dan peran Sosiologi Antropologi Gizi sebagai kesatuan ilmu yang penting dalam situasi negara dan masyarakat saat ini, dengan : -   Memberikan penyuluhan terhadap setiap kelompok masyarakat, terutama masyarakat rural yang dianggap masih memiliki pengetahuan gizi, pengetahuan  pola makan yang masih minim dengan menyesuaikan pada kondisi ekonomi dan  budaya nya juga -   Membuat daftar menu seimbang bagi remaja-remaja putri yang dianggap masih masa pertumbuhan dan masih sangat membutuhkan gizi yang cukup dan baik dengan mengikuti menu yang sedang trend tetapi tetap sehat dan bergizi -   Peningkatan pengetahuan gizi yang dapat dilakukan dengan program pendidikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah yang mungkin bisa memberikan pengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terutama anak dalam kebiasaan makannya yang masih jauh dari menu seimbang atau ‘Isi Piringku’ yang telah ditetapkan sebagai standar acuan pola menu sehat -   Mengubah pandangan, cara berpikir suatu kelompok masyarakat yang masih salah mengenai gizi dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi sebagai upaya memberikan edukasi dan penambahan wawasan suatu kelompok untuk dapat memperbaiki gizi nya yang penting untuk kesehatan supaya terhindar dari  berbagai penyakit -   Mempelajari keadaan suatu kelompok masyarakat, kebudayaan nya, gaya hidup nya, pandangan, dan kepercayaan nya yang merupakan faktor yang mempengaruhi status gizi masyarakatnya -   2.   Yang dimaksud pola makan adalah kebiasaan makan seseorang atau kelompok masyarakat yang sudah menjadi kebiasaan atau tradisi yang berhubungan dengan frekuensi atau jumlah makan dan tata krama makan. Pola makan dapat mempengaruhi keadaan gizi seseorang karena jumlah dan kualitas asupan yang masuk mempengaruhi kesehatan individu masyarakat. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola makan pada masyarakat, antara lain : -   Kepercayaan/Agama Contoh pada agama Islam mengharamkan daging babi -   Lingkungan keluarga Pola makan yang dipengaruhi oleh hidangan yang disediakan dalam menu anggota keluarga. -   Lingkungan sosial Sebagai masyarakat yang hidup bersosialisasi, kita dapat teerpengaruh oleh teman sebaya atau rekan kerja. -   Budaya  Suatu kelompok masyarakat yang memiliki pola makan sebagai suatu ciri khas dari budaya tersebut. -   Pengetahuan Pengetahuan yang baik akan menghasilkan pola makan yang baik pula. -   Ekonomi atau status sosial Keadaan ekonomi atau status sosial suatu kelompok masyarakat juga akan mempengaruhi pola makan nya, misalnya pada suatu kelompok yang berada akan memiliki pola makan yang berbeda dengan kelompok yang kurang mampu -   Letak geografis tempat tinggal Misalnya remaja putri urban dengan remaja putri rural, memiliki pola makan yang berbeda karena distribusi makanan yang berbeda. -   Kepribadian Misalnya, orang cenderung makan makanan kesukaannya yang belum tentu mencukupi gizi nya -    Nafsu makan Orang yang lapar cenderung makan tanpa memilih, makanan apapun dimakan demi memenuhi rasa lapar nya -   Kesehatan Orang yang sakit, memiliki pola makan yang berbeda misalnya orang yang memiliki gangguan saluran pencernaan akan mengkonsumsi makanan lembut Membuat pola menu sehat dan memiliki nilai sosial budaya bagi kelompok umur tertenu, misalnya pada remaja yang pola makan nya dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, teman sebayanya, faktor makanan kesukaan yang cenderung memilih-milih makanan yang disukai dan tidak disukai, menyukai makanan yang manis-manis, dan kebiasaan tidak sarapan. Dengan rata-rata remaja membutuhkan 1500 kkal per harinya, dapat dibuat pola menu : BM Pagi Snack Siang Snack Malam Total KH 1P 1 ½ P 1 P 3 ½ P Sayur 2 P 1 P 3 P  Nabati 1 P 1 P 2 P  Nabati 1 P 1 P 1P 3P Buah 1P 1 P 2 P 4P Gula 1P 1P 2P Minyak 1P 1P 1 P 1 P 4P  Atau kurang lebih menu nya dapat seperti dibawah ini : Pagi : -   Roti Bakar Mentega atau Roti Selai Kacang -   Susu -   Pisang Untuk menu pagi, tidak perlu dengan porsi besar atau hanya makanan ringan saja dan dengan makanan yang mudah disajikan sebagai upaya untuk membiasakan remaja yang memiliki kebiasaan tidak sarapan, walaupun hanya roti tetapi memiliki nilai kalori yang mencukupi untuk pagi hari. Siang : -    Nasi Ayam bakar madu -   Capcai -   Tempe bacem -   Jus buah naga/ buah lainnya Menu siang juga disesuaikan dengan kesukaan individu remaja, tetapi juga perlu memenuhi kebutuhan nya yang terpenting seperti ada lauk hewani dan nabati nya, sayur, dan juga buah. Malam -    Nasi -   Bening bayam wortel -   Ikan pindang -   Buah Apel Untuk menu malam biasanya kebanyakan remaja makan makanan yang disediakan oleh anggota keluarga nya 3.   Judul Gambar : Perbedaan Peran Anak dengan Orang Tua saat Makan
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks