Biography

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Description
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Categories
Published
of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.   Keperawatan Komunitas 1.   Pengertian Keperawatan Komunitas Komunitas menurut Ervin(2002 dalam Riasmini,2017,hlm.5) adalah sekelompok manusia sebagai bagian dari keluarga,wilayah,budaya,agama dan pengalaman yang saling terkait untuk mencapai suatu tujuan. Keperawatan komunitas menurut Hithcock(1999 dalam Riasmini,20171,hlm.6) mengatakan bahwa suatu kelompok pelayanan keperawatan yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. 2.   Tujuan Keperawatan Komunitas Tujuan keperawatan komunitas menurur Mubarok dan Chayatin (2009,hlm.3) yaitu: a.   Mengidentifikasi masalah kesehatan yang sedang dialami  b.   Menetapkan dan memprioritaskan maslah kesehatan c.   Merumuskan dan memecahkan masalah kesehatan d.   Menanggulangi maslah kesehtan e.   Mengevaluasi maslah yang dialami sehingga dapat f.   Meningkatkan memelihara kesehatan secara mandiri 3.   Sasaran keperawaRtan komunitas Sasaran keperawatan komunitas menurut Riasmini (2017,hlm.10)dan Mubarok (2009,hlm.4) yaitu: a.   Individu  Individu merupakan satu kesatuan anggota keluarga yang utuh dalam aspek  biologi,psikologi,sosial dan spiritual. Peran perawat dalam sasaran ini adalah membantu kurangnya pengetahuan dan adanya kelemahan fisik dan mental individu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Sasaran individu yaitu meliputi  balita gizi buruk,ibu hamil beresiko tinggi,lansia dan penyakit menular/tidak melunar.  b.   Keluarga Keluarga adalah unit terkecil dari suatu masyarakat yang tinggal satu rumah dan memiliki ikatan perkawinan. Sasaran keluarga adalah keluarga yang rentan dalam resiko kesehatan seperti keluarga miskin belum pernah mengunjungi pelayanan kesehatan,keluarga miskin sudah memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan namun memiliki masalah kesehatan yang terkait dengan pertumbuhan dan  perkembangan balita,kesehatan reproduksi,penyakit menular,keluarga tidak termasuk miskin yang memiliki masalah kesehatan prioritas belum memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan. c.   Kelompok Kelompok adalah sekumpulan individu yang memiliki kesamaan jenis kelamin,umur dan permasalahan. Sasaran kelompok adalah kelompok masyarakat khusus yang beresiko atau rentan terhadap masalah kesehatannya. Sasaran kelompok dibagi menjadi yaitu kelompok masyarakat khusus tidak terikat dan kelompok masyarakat khusus terikat. Kelompok masyarakat tidak terikat seperti  posyandu,kelompok balita,kelompok ibu hamil.lansia dan penderita penyakit  tertentu. Sedangkan kelompok masyarakat terikat seperti sekolah,pesantren,panti asuhan,panti wreda dan lembaga pemasyarakatan. d.   Masyarakat Sasaran masyarakat adalah masyarakat yang mempunyai resiko tinggi atau rentan terhadap timbulnya masalah kesehatan. Sasaran tersebut diprioritaskan pada wilayah RT,RW,Kelurahan/Desa yang memiliki jumlah bayi meninggal lebih tinggi,pelayanan kesehatan yang masih rendah dari daerah lain,masyarakat di daerah terpencil dengan transportasinya sulit dan endemic penyakit menular. 4.   Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas Strategi intervensi keperawatan komunitas menurut Mubarok dan Chayatin(2009,hlm.7-8) dan Riasmini(2017,hlm.20) yaitu: a.   Proses Kelompok ( Group Process ) Faktor pendidikan,media massa dan penyuluhan dari pelayanan kesehatan mampu mempengaruhi seseorang untuk mengenal dan mengenal penyakit.  b.   Pendidikan Kesehatan (  Health Promotion ) Pendidikan kesehatan adalah upaya perubahan perilaku seseorang yang terjadi,adanya kesadaran diri dalam diri individu,kelompok dan masyarakat. c.   Kerja Sama (  Pathnership ) Upaya kerja sama mampu mencapai tujuan asuhan komunitas lebih tepat dan cepat. d.   Pemberdayaan (  Empowerment  )  Pemberdayaan adalah suatu kegiatan keperawatan komunitas yang melibatkan masyarakat aktif untuk menyelesaikan masalah yang ada dan masyarakat sebagai subjek penyelesaian masalah yang ada di komunitas. 5.   Peran Perawat Komunitas Peran perawat komunitas menurut Mubarok fan Chayatin (2009,hlm.79-81) yaitu sebagai berikut: a.   Peran sebagai pelaksanaan kesehatan Peran ini merupakan upaya pelayanan kesehatan melalui kerja sama dengan tim kesehatan yang lain agar tercipta sistem pelayanan kesehatan yang terpadu. Perawat pada peran ini mampu mengatasi kesehatan,memenuhi kebutuhan  perawatan dan memberikan konseling pada keluarga jika membutuhkan.  b.   Peran sebagai pendidik Perawat dalam peran ini memberikan pendidikan kepada individu ,keluarga,kelompok dan masyarakat agar terjadi perubahan perilaku untuk mencapai tingkat kesehatan yang optimal melalui petugas kesehatan atau organisasi lainnya. c.   Peran sebagai konselor Perawat pada peran ini merupakan tempat untuk individu,keluarga,kelompok dan masyarakat bertanya untuk memecahkan masalah kesehatan yang dihadapinya. d.   Peran sebagai peneliti Merumuskan berbagai fenomena yang terjadi di suatu tempat atau wilayah agar terjadi penurunan kesehatan bahkan peneliti mencari penyebab atau pencetus terjadinya permaslahan tersebut.  B.   Anak Usia Pra Sekolah 1.   Pengertian Anak Pra Sekolah Anak Pra Sekolah adalah anak dengan usia 3-6 tahun yang menyenangkan dalam  perkembangan anak secara fisik,kognitif dan sosial. Pada usia tersebut anak sudah di  bisa di masukkan di tempat playgroup,tempat penitipan anak dan taman kanak-kanak (Adriana,2011,hlm.30). 2.   Karakteristik Anak Pra Sekolah Pada usia 3-6 tahun anak disebut sebagai anak keemasan. Menurut Adriana(2011,hlm.32) di usia ini anak memiliki perubahan seperti fisik dan mental seperti berkembangnya konsep diri,munculnya egosentris,rasa ingin tahu tinggi,imajinasi tinggi,berkembangnya cara berfikir dan cara berbahasa. 3.   Perkembangan Anak Pra Sekolah Ada beberapa cirri-ciri yang terkait dengan perkembangan anak pra sekolah menurut Adriana(2011,hlm.36) yaitu: a.   Perkembangan fisik Perkembangan fisik merupakan pertumbuhan tubuh baik menyangkut berat  badan,tinggi badan maupun kekuatan tubuh untuk mengeksplor kemampuannya tanpa bantuan orang tuanya.  b.   Perkembangan motorik Perkembangan motorik tidak mencakup  berjalan,berlari,melempar,melompat,menari,mendorong dan berbagai aktivitas koordinasi mata dan tangan namun juga melibatkan hal-hal seperti
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x