Creative Writing

Citra Negatif Berujung Konflik

Description
Tulisan ini pertama kali terbit di Koran Harian Bernas Jogja edisi 7 Oktober 2016, halaman 4.
Published
of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  Pimpinan Proyek Rencana Pemba-ngunan Bandara Baru Yogyakarta PT Angkasa Pura I, R Sujiastono, me-ngatakan proses relokasi warga terdam- pak pembangunan bandara akan segera diselesaikan agar mereka segera memiliki tempat tinggal yang baru. Sementara itu, terkait pembayaran ganti untung diharap-kan selesai akhir Oktober.“Kami akan berkoordinasi dengan Kanwil BPN (Badan Pertanahan Nasi-onal-Red) DIY,” kata Sujiastono, kepada wartawan usai beraudiensi dengan Gu- bernur DIY, Sultan Hamengku Buwono X di Kepatihan, Kamis (6/10).Menurutnya, tahap pertama pem- bayaran ganti untung sekitar Rp 2,2 triliun. Sedangkan yang sudah terealisasi hingga Rabu (6/10) kemarin sekitar Rp 1,9 triliun. “Jadi masih sekitar Rp 250 miliar yang belum terbayarkan,” katanya. GUNUNGKIDUL , BER- NAS – Peristiwa tragis seka-ligus menyedihkan terjadi di Gunungkidul, Kamis (6/10) siang. Tiga siswa SMPN 3 Tepus Gunungkidul, tewas tenggelam di telaga Bamban wilayah Du-sun Bantalwatu, Desa Sumber-wungu, Kecamatan Tepus, saat sedang belajar berenang.Ketiga korban tenggelam ketika sedang belajar berenang di telaga yang belum lama sele-sai dibangun dan berjarak seki-tar 200 meter dari sekolahan. Para korban yang semuanya warga desa Sumberwungu Kecamatan Tepus ini bela- jar berenang secara mandiri, sepulang sekolah, tanpa ada  pengawasan guru. Ketiga korban tewas semuanya laki-laki, yaitu Hengki Pramudya Nur Hidayat, 14 tahun, siswa kelas VII, Aji Saputra, 15 tahun, kelas VIII, dan Murdiyo, 14 tahun, kelas VII.Hengki adalah anak tung-gal pasangan keluarga Asep Hidayat, 45 tahun, dan Wasini, 40 tahun, warga Dusun Ngunut RT 02 RW 05, Desa Sumber-wungu, Kecamatan Tepus. Kor- ban sempat dibawa ke Rumah Sakit Pelita Husada di Semanu, namun belum mendapatkan  penanganan medis, jiwanya sudah tidak tertolong.Sedangkan Aji Saputra, warga Dusun Karang Ge- bang, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus. Kemudian, Murdiyo, warga Dusun Gude, Desa Sumberwungu, Keca-matan Tepus. Kedua korban ini juga sempat dibawa ke Pus-kesmas Tepus, namun jiwanya tidak tertolong.Menurut saksi, Salim, 45 tahun, warga Dusun Bantal-watu, Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus, tidak jauh dari lokasi telaga, ia men-getahui peristiwa tragis ini ketika akan ke telaga untuk mandi. “Saat itu saya lihat sudah banyak anak-anak SMP yang masih seragam sekolah. Mereka menjerit jerit minta tolong karena ada temannya yang tenggelam,” kata Salim. KEBUMEN, BERNAS   — Latar belakang penyebab kematian Kapolsek Karangsem- bung, Kabumen, Ipda Nyariman, 53 tahun, diduga kuat masalah utang piutang uang “pelicin” seleksi calon siswa Secaba Polri. Sekitar 15 hari sebelumnya, almarhum mengaku menerima uang Rp 250 juta dari anggota Polsek Buayan.Kapolres Kebumen, AKP Alpen SH MH, membenarkan hal itu, menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (6/10). Kapol- res mengkonfrmasi, almarhum meninggal dengan cara gantung diri di ruang kerjanya Rabu (5/10) pagi. Perbuatan nekatnya itu, diduga kuat adanya tekanan  jiwa, setelah yang bersangkutan dilaporkan Aiptu Sudirman, ang-gota Polsek Buayan. Sudirman menagih janji almarhum yang akan meluluskan anaknya dari seleksi calon siswa Secaba Polri. “ Kalau tidak ada laporan, kami tidak tahu,“ katanya.Alpen menambahkan, atas laporan Sudirman , anggota pro-fesi dan pengamana (Propam) Polres Kebumen telah memerik-sa yang bersangkutan, pada 20 September 2016. Kepada anggota Propam, almarhum me-ngaku menerima uang sebanyak itu, dengan janji anak Sudirman lolos seleksi. Uang sebanyak itu disebutkan untuk keperluan  pribadinya. Almarhum tidak menyebut orang lain menerima uang dari Sudirman. “Ada berita acara pemerik-saan. Ini lho, “ kata Alpen sambil menunjukan foto di handphone tentang pengakuan almarhum. Berdasarkan hasil peme-riksaan tersebut, Alpen ber-sama Wakapolres Kompol Umi Maryati memediasi dengan  jalan kekeluargaan. Almarhum  berjanji akan mengembalikan.  Namun, almarhum akhirnya memilih bunuh diri.Kepada anggota Polres Kebumen, Alpen berharap agar mensyukuri rezeki yang telah diterima dari penghasilan sah sebagai anggota Polri. Tidak  perlu berbuat neko-neko untuk mendapatkan penghasilan diluar  penghasilan yang sah. Kepada masyarakat juga diimbau tidak  percaya, jika ada pihak yang menawari atau menjanjikan lolos seleksi calon siswa di lingkungan Polri.  (nwh)KLATEN, BERNAS - Ribuan petani tembakau di Kecamatan Prambanan dan Manisrenggo Kabupaten Klaten men-derita kerugian yang cukup besar akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Bahkan petani ada yang memilih tidak memanen tembakaunya karena harga yang tidak menentu.Sutoyo, salah seorang petani tem- bakau di Desa Nangsri Kecamatan Mansrenggo, mengatakan saat ini harga tembakau basah berkisar antara Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu/kilogram. Sedangkan setahun lalu harganyabisa mencapai lebih dari Rp 100 ribu/kilogram.“Banyak petani yang memilih tidak memanen tembakaunya karena harga yang murah sekali. Sebab harga tem- bakau tidak bisa menutup biaya tenaga yang memanen,” katanya kepada Bernas, Kamis (6/10).Menurut Sutoyo, tembakau yang ada di Manisrenggo dan Prambanan semua-nya jenis bligon. Untuk satu patok tana-man tembakau menelan biaya hingga Rp 5 juta. Dengan beaya produksi sebanyak itu dan harga sekarang ini tidak seimbang, maka petani benar-benar rugi. Nono Sukoco, petani tembakau di Desa Kebondalem Lor Prambanan, me-ngatakan serupa. Warga Dukuh Grejegan itu menuturkan, dengan harga tembakau saat ini, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah. Selain harga yang  begitu murah dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat dirinya kebingungan.Pada saat ini Nono terpaksa memanen tembakau miliknya. Meski harga tidak seperti yang diharapkan namun di-rinya berharap jika sewaktu-waktu ada  pengepul yang bisa menaikkan harga tembakau. “Kalau sekarang ini harga pada umum nya ya segitu pak. Tembakau  basah ini biasanya diambil pengepul ke rumah. Akan tetapi siapa tahu nanti ada pengepul lain yang bisa membeli dengan harga lebih tinggi sehingga bisa mengobati rasa kecewa,” ujarnya.Kepala Desa Solodiran, Ariyanta Sigit Suwanta SE, yang juga Ketua Paguyuban Petani Tembakau Desa Solodiran, me-ngatakan saat ini para petani tembakau  benar-benar KO dan rugi. Musim penghu- jan membuat tanaman tembakau banyak yang rusak dan pabrik rokok belum berani membeli tembakau petani.“Pada intinya petani tembakau ini kan bergantung pada kebutuhan pabrik. Lha, sekarang ini pabrik belum ada yang membeli. Padahal tembakau sudah siap dipanen dan hujan masih turun. Aki- batnya tembakau jadi rusak,” katanya.Menurut dia, tembakau merupakan  barang umum dan pembudidayaannya  butuh dengan pola kemitraan. Akan tetapi jika harga tembakau murah dan  banyak tanaman yang rusak maka petani rugi total. Dia menegaskan satu-satunya  jalan untuk menyelamatkan petani tembakau yakni dengan membatasi dan mengendalikan impor tembakau. (mgs)  Petani Tembakau Rugi Total  Inspirasi Bisnis dan Pribadi Bertumbuh NO 266 TH KE-70TERBIT 16 HAL Rp 3.000 JUMAT KLIWON, 7 OKTOBER 20165 SURA 1950 JE Salah Orang Ma araman Percepatan Bandara Mulai Dirancang P ernahkah Anda salah menyapa orang di kolam renang? Simak peristiwa yang dialami Dika, 18 tahun, saat sedang menikmati hobi berenangnya, Selasa (4/10) lalu. Sore itu Dika datang ke kolam renang lebih awal. Pengunjung masih belum terlalu ramai. Dika pun segera menceburkan diri. Selama lima menit Dika hanya gerak-gerak di tempat, pemanasan. Lalu, Dika mulai berenang dengan gaya dada, pelan dan santai melintasi kolam.Tiba-tiba sampai di tengah kolam, Dika meli-hat sekelebat sosok orang berenang dari samping mendekatinya. Ia berbelok menghindar. Tiba-tiba dari belakang seseorang menarik celana Dika ke bawah. Badan Dika tertarik sepenuhnya di dalam air. Dika bergerak seperti orang kesetanan, tetapi orang itu semakin keras menarik celananya ke bawah.Dika pun makin belingsatan, dengan celana su-dah melorot setengah. Dengan sepenuh kekuatan, Dika yang bertubuh kurus itu berberenang melepas tangan orang yang menarik celananya itu, kemudian berenang ke atas.Dika makin bingung. Dengan nafas yang masih megap-megap, ia menoleh. Seseorang pemuda seu-murnya tersenyum kebingungan. “Maaf mas, salah orang!” kata lelaki itu.Ya ampun! Salah orang? Masih dengan wajah bin-gung, Dika berenang ke pinggir kolam. Ia benar-benar shock. Jengkel, malu dan marah. Tak tahukah orang itu bahwa perbuatan isengnya bisa mencelakakan orang lain? (jay)  JOGJA, BERNAS  - Pemerintah menargetkan bandara baru di Kulonprogo sudah bisa beroperasi pada tahun 2019. Oleh sebab itu, langkah-langkah per-cepatan untuk penyelesaian bandara baru tersebut sudah mulai dirancang. Salah satu langkah percepatan yang diambil pemerintah adalah proses pembayaran ganti untung dan pelaksanaan relokasi lahan bandara.   Bawaslu Waspadai Kampanye Hitam Tiga Siswa SMP Tewas Tenggelam MASAL GURUSINGA/HARIAN BERNAS PANEN  - Meski harga tembakau anjlok akibat cuaca namun petani tembakau di Desa Kebondalem Lor Prambanan tetap menanen tembakau miliknya. ke hal 7 - HUT Jogja Ajang Promosi Pariwisata Hal 9- Oktober Curah Hujan Tinggi Hal 11- Petani Palawija Alami Kerugian Hal 12- Kebocoran Air PDAM Masih Tinggi Hal 14  Bernas Hari Ini  ke hal 7 Sejumlah penari beratraksi di hadapan penonton saat mengikuti pawai Karnaval Budaya Selendang Sutra di Kawasan Malioboro, Kamis (6/10) kemarin. Karnaval Budaya Selendang Sutra atau Semarak Legenda Suku Nusantara merupakan wujud pemersatu keberagaman suku di Indonesia. Dalam acara itu ditampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari berbagai daerah. PAWAI DI MALIOBORO HENDRA NURDIYANSYAH/ANTARASUTARYONO/HARIAN BERNAS KORBAN TENGGELAM  -- Salah satu siswa SMPN 3 Tepus Gunungkidul yang tewas tenggelam di telaga, tidak jauh dari komplek sekolahan, ketika berada di Rumah Sakit Pelita Husada, Semanu, Kamis (6/10). JOGJA, BERNAS  - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY mewaspa-dai kemungkinan terjadinya kampanye hitam (black cam- pign) melalui media sosial. Lembaga pengawas pemilu ini akan bekerjasama dengan kepolisian memantau pere-daran media sosial selama kampanye Pilwalkot Jogja maupun Pilkada Kulonprogo.“Kami bekerjasama de-ngan pihak kepolisian melaku-kan pemantauan medsos. Jika dalam menyampaikan pesan ada unsur black campign, maka akan kita proses secara hukum,” ujar Muhammad  Najib, Ketua Bawaslu DIY, Kamis (6/10).Menurutnya, kemungki-nan terjadinya black campign melalui medsos sangat po-tensial terjadi. Sebab medsos dinilainya merupakan sarana menyebarkan informasi dan komunikasi yang hemat dan efisien. “Jadi kita juga siap-kan tim IT untuk mengawasi medsos,” katanya.Ia mengingatkan ancaman  pidana bagi yang melakukan kegiatan black campign di-manapun, termasuk di medsos. Pada pemilu-pemilu sebelum-nya, pengawasan kampanye di medsos tidak terlalu intensif. Pengawasan penyelenggaraan  pemilu lebih sering dilakukan secara konvensional.“Tapi kita tidak boleh gaptek, karena medsos saat ini sudah berkembang pe-sat sehingga memang perlu  perhatian pengawasan. Bagi yang terbukti melalukan black campign maka bisa dijatuhi hukuman pidana,” tegas Najib.Ia menyatakan ada kon-sekuensi pidana sesuai Un-dang-undang Informasi Tran- saksi Elektronik (UU ITE).‎ Maka, ia berharap semua  pasangan calon dan para  pendukungnya dapat lebih arif dalam menggunakan medsos. Kapolsek TerimaUang Pelicin ke hal 7  Bahasa Indonesia Harus Adaptif  Jumat Kliwon, 7 Oktober 2016 Penting, Keterlibatan Publik Dalam Pengembangan Museum JOGJA, BERNAS-- Bahasa Indo-nesia harus mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi  perubahan dunia yang terus terjadi. Ke-mampuan beradaptasi itu sangat penting agar Bahasa Indonesia dapat bertahan dalam perubahan zaman yang tak bisa dihindari dan martabat bahasa pun tidak merosot.“Kesulitan yang dihadapi bahasa Indonesia sekarang bukanlah kekuran-gan kosakata untuk mengungkapkan  pikiran, tetapi tidak tertibnya susunan gramatikal dalam menyusun kalimat seiring perkembangan dunia. Kosakata dalam Bahasa Indonesia lebih dari cu-kup untuk menyatakan gagasan dalam  bidang-bidang yang sulit seperti ilmu  pengetahuan, dalam lsafat, dalam seni, ilmu-ilmu kealaman atau bidang kedok-teran dan teknologi,” ungkap Dr Ignas Kleden dari Komunitas Indonesia untuk Demokrasi dalam Saresehan Kebahasaan dan Kesastraan di Balai Bahasa Yogya-karta (BBY), Kamis (6/10).Dicontohkan Ignas, kesalahan grama-tikal sering terjadi, bahkan di level media massa sebagai penyaji informasi kepada masyarakat yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai pengantar. Kesala-han tersebut bahkan mudah meluas dan menjadi salah kaprah dan diikuti banyak orang.Akibatnya Bahasa Indonesia tidak di-gunakan secara tepat dan benar oleh orang Indonesia sendiri. Padahal meremehkan  peraturan bahasa dengan mengacaukan susunan bahasa akan membuat martabat Bahasa Indonesia merosot.“Kesalahan bahasa semestinya sudah dibereskan ketika di tingkat SMP, bukan di tingkat universitas,” tandasnya.Sebagai bahasa pasca-kolonial, Ba-hasa Indonesia perlu menjaga keseimban-gan antara kedudukannya sebagai bahasa nasional yang kuat, sekaligus menjamin adanya kesempatan bagi perkembangan  bahasa daerah. Sebab keberadaan bahasa daerah akan memperkaya khasanah Ba-hasa Indonesia. Namun dalam pengembangan bentuk Bahasa Indonesia yang baku, diperku-kan dukungan pemerintah dan lembaga swasta serta media massa. Sedangkan dalam hubungan dengan bahasa-bahasa internasional yang besar, Bahasa Indo-nesia juga perlu melakukan standarisasi  bahasa, khususnya sintaksis.“Hal itu dibutuhkan agar Bahasa Indonesia semakin kompatibel dengan struktur bahasa-bahasa modern lain se-hingga memungkinkan dan memudahkan  penerjemahan dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia dan dari Bahasa Indonesia ke  bahasa asing,”tandasnya.Sementara praktisi media, Triyanto Triwikromo mengungkapkan pemakaian Bahasa Indonesia di masyarakat semakin semrawut pada saat ini. Banyak elite yang sebentar-sebentar menggunakan kata-kata atau ungkapan dalam Bahasa Inggris agar tampak lebih intelek.“Bahasa Indonesia dengan demikian dianggap sebagai bahasa kaum inferior atau bahasa kaum ideot,” imbuhnya. (ptu)JOGJA, BERNAS—  Lima mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), berhasil mengembangkan teknologi  pengendali polusi udara ramah lingkungan, dengan membuat alat pereduksi polutan den- gan memanfaatkan teknologi  plasma. Karya mereka, berhasil meraih dana Dikti dalam Pro-gram Kreativitas Mahasiswa  bidang Karsa Cipta tahun 2016.Kelima mahasiswa tersebut, adalah Haris Erdyanto dan Dan-ang Wahyu Prasetyo dari Prodi Pendidikan Teknik Elektro, Pandu Gaung Vashu Deva Prodi Teknik Elektronika FT UNY, Siti Masrifatun Azahro dari Pendidi -kan Fisika serta Anik Nur Laili dari Pendidikan Kimia FMIPA.“Kita prihatin dengan kuali-tas udara yang terus memburuk. Terutama karena polusi udara di wilayah perkotaan akibat per-tumbuhan kendaraan bermotor dan menipisnya ruang hijau,” kata Ketua Tim Haris Erdyanto.Menurut Haris, tingginya  polusi udara di wilayah perkota-an harus menjadi perhatian semua pihak. Kualitas udara yang buruk akibat polusi, jelas membawa dampak buruk bagi kesehatan.Banyak cara yang bisa di-lakukan. Selain mengurangi po-lusi udara dengan cara menekan  pemakaian bahan bakar fosil,  juga bisa melakukan penyarin-gan asap sebelum dibuang ke udara, membuat sistem trans-  portasi yang esien, mengurangi  penggunaan kendaraan pribadi dan memperbanyak tanaman hijau di daerah berpolusi tinggi.Juga sangat penting mendo-rong berbagai langkah mengem- bangkan teknologi ramah ling-kungan pengendali polusi udara.“Karya kami ini, intinya adalah bagaimana udara yang  berpolutan akan diserap dan dialirkan melalui tabung plasma sehingga diharapkan udara yang keluar dari tabung sudah  berkurang kadar polusinya,” terangnya.Menurut Haris Erdyanto, mereka membuat prototipe alat  pereduksi polutan dengan me- manfaatkan teknologi plasma yang dilengkapi sensor peka gas polutan sebagai pengendali  plasma serta menggunakan sum- ber tenaga ramah lingkungan yang dihasilkan dari sel surya.“Ini merupakan alat per- eduksi polusi yang efektif, hemat energi, ramah lingkungan, dan tidak menimbulkan bahaya serta murah,” kata Haris. (dwi)JAKARTA, BERNAS-- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penguatan kualitas sumber daya manusia melalui  pendidikan vokasi sangat pent-ing untuk meningkatkan daya saing Indonesia.“Kita sadar sumber daya ma-nusia kita sangat lemah kompe-tensinya. Untuk itu, pemerintah  berupaya untuk mengembangkan  pendidikan vokasi,” kata Darmin di Jakarta, Rabu (5/10).Darmin menjelaskan salah satu profesi yang bisa berkem - bang melalui pendidikan ke- juruan ini adalah juru ukur, yang jumlahnya masih terbatas,  padahal pemerintah sedang mendorong pembangunan in- frastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan raya.“Kita sedang menyiapkan tanah untuk pengadaan listrik 35.000 megawatt, maka pro- fesi juru ukur ini penting untuk  proses sertikasi tanah di desa. Ini yang sedang kita didik,” katanya.Untuk itu, Darmin menam- bahkan pemerintah sedang me-nyusun standar kompetensi yang  jelas untuk mendorong kualitas lulusan pendidikan vokasi agar sumber daya manusia bisa bersa-ing di tingkat regional maupun global dalam jangka panjang.Ia mengharapkan peningka-tan sumber daya manusia yang didukung kebijakan deregulasi serta pembangunan infrastruk  -tur, bisa memberikan penguatan daya tahan ekonomi domestik agar tidak terpengaruh oleh  perlambatan ekonomi dunia.“Kita bisa menyiapkan pen-didikan vokasi besar-besaran, karena tanpa itu kita tidak bisa kemana-mana, meskipun sudah menyiapkan deregulasi dan  pembangunan infrastruktur,” kata Darmin.Sebelumnya, Forum Ekono-mi Dunia (WEF) merilis laporan Indeks Daya Saing Global (GCI) 2016-2017 yang menurunkan  peringkat Indonesia ke 41 dari sebelumnya 37, atau turun em- pat peringkat dari laporan CGI  periode 2015-2016.Pemeringkatan GCI terse- but dilakukan berdasarkan 12  pilar, dan peringkat daya sa-ing Indonesia menurun karena kontribusi dari pilar kesehatan dan pendidikan serta esiensi  pasar ketenagakerjaan masih rendah. (ant)JOGJA, BERNAS—  Ke- pala Museum Benteng Vrede- burg Yogyakarta Zaimul Azzah mengatakan, pengembangan museum tidak hanya program  pemerintah, tetapi perlu mem- buka luas keterlibatan publik karena museum adalah ruang  publik.“Museum merupakan media  bagi kita semua untuk memban-gun karakter generasi penerus yang berlandaskan nilai-nilai  budaya hasil peradaban bangsa Indonesia. Partisipasi aktif ma -syarakat sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan  pendidikan bangsa ini melalui museum,” kata Zaimul Azzah, terkait dengan digelarnya Vre-deburg Fair 2016, Kamis (6/10). Vredeburg Fair yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Museum akan berlangsung hingga 12 Oktober mendatangZaimul juga menambahkan  bahwa tahun ini pihak museum Benteng Vredeburg menggelar Vredeburg Fair yang bertema “Ramai , Riang , Ramah Mu-seumku”.“Pameran diikuti oleh berb-agai museum yang ada di seluruh Indonesia, berlangsung hingga 12 Oktober yang akan datang. Pada saat yang sama juga dilaku-kan peluncuran sebuah aplikasi game online dengan berbasiskan museum yang dirancang oleh  para mahasiswa di Yogyakarta,” tutupnya.Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Ke mendikbud Harry Widianto DWI SUYONO/HARIAN BERNAS PENGENDALI POLUSI-- Mahassiswa UNY menunjukan alat pengendali polusi udara hasil karya mereka, Kamis (6/10). Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta tahun 2016. Mahasiswa UNY Kembangkan Alat Pengendali Polusi DWI SUYONO/HARIAN BERNAS HARI MUSEUM -- Direktur Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto melakukan peluncuran aplikasi game berbasiskan museum, di museum Beteng Vredeburg Yogyakarta, Kamis (6/10). dalam acara pembukaan Vrede- burg Fair mengatakan, museum menjadi bagian penting dalam dinamika kehidupan berbudaya dan berbangsa, sehingga ke- beradaan museum menjadi san-gat strategis untuk mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang  peradaban sebuah bangsa, ter-masuk bangsa Indonesia.Dengan mengamati berb-agai koleksi yang ada di mu-seum maka akan dapat diketahui  perkembangan masa lalu sebuah masyarakat atau bangsa. Oleh sebab itu museum seringkali menjadi dasar pijakan untuk mengetahui masa lalu serta dalam merengkuh masa depan.“Museum adalah sebuah tempat penting untuk dikunjungi karena mereka sadar bahwasan-ya peradaban masa lalu manusia ada di museum. Dan peradaban  baru yang akan dimulai melalui  proses perenungan atau proses  pembelajaran yang dilakukan di museum,” katanya.Dia juga menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memiliki 428 museum yang tersebar di seluruh daerah, baik yang dikelola pihak swasta ataupun negeri.“Hari Museum Indonesia disepakati oleh para ahli permu-seuman untuk diperingati setiap tanggal 12 Oktober. Tanggal tersebut diambil dari sejarah terselenggaranya musyawarah museum se Indonesia pada 12 Oktober 1962 di Yogyakarta, dan  juga telah di deklarasikan pada kegiatan pertemuan nasional mu-seum di Malang,” urainya. (dwi) Pendidikan Vokasi Tingkatkan Daya Saing JOGJA, BERNAS-- Pe-rubahan paradigma pelayanan administrasi publik di pemer-intahan perlu diubah, dari sebelumnya hanya melayani kepentingan negara menjadi  pelayan masyarakat yang ber-orientasi pasar. Sebab masih  banyak aparatur negara dan  birokrat yang masih belum melaksanakan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi masyarakat.Hal itu dikemukakan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Ha-mengku Buwono X, dalam pem-  bukaan Konferensi Internasional IAPA (Indonesian Association for Public Administration) di University Club (UC) UGM, Kamis (6/10).Menurut Sri Sultan, pe-rubahan paradigma pelayanan administrasi publik di tingkat  pemerintahan baik pusat dan daerah sudah saatnya memper-hatikan aspek aspirasi masyara-kat melalui dinamika perkem- bangan masyarakat digital.Aspirasi masyarakat bisa menjadikan acuan dalam meru-muskan kebijakan. Akan tetapi,  perubahan pelayanan adminis-trasi publik harus lebih terbuka, eksibel, ramping dan bersifat rasional. “Harus mampu melay-ani bukan dilayani, terbuka un-tuk semua orang bukan segelintir orang,” kata Sri Sultan dalam  pidato yang dibacakan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah DIY, Benny Suharsono.Untuk bisa menyerap semua aspirasi masyarakat, imbuhnya,  pemerintah menempatkan ma-syarakat sebagai subjek bukan sebagai objek pembangunan. Bahkan, masyarakat dan pemer-intah, juga bisa saling bersinergi untuk mencapai hasil pemban-gunana yang lebih maksimal.“Namun, tanpa peran pemer-intah pembangunan tetap tak  bisa jadi tidak teratur dan ter-arah,”katanya. (*) JOGJA, BERNAS—  Lang-kah pemerintah menghentikan  pengiriman Tenaga Kerja In- donesia (TKI) non formal dan rumah tangga, dinilai merupakan langkah yang tepat. Selanjut-nya, kebijakan ini seharusnya diikuti dengan langkah nyata untuk mendorong tumbuhnya tenaga-tenaga profesional yang  bekerja di luar negeri.“Pengiriman tenaga kerja  profesional, bukan saja akan menekan resiko kasus-kasus terkait ketenagakerjaan. Na-mun juga akan mendorong  pertumbuhan devisa, mengingat  penghargaan untuk tenaga kerja  profesional jelas jauh diatas TKI non formal,” kata Ariyanto , Di - Pemerintah HarusPrioritaskan TKI Profesional rektur Pusat Lembaga Pendidi-kan Pelatihan Kerja Sun Marino Indonesia, belum lama ini.Dikatakan, peluang kerja untuk para tenaga profesional  juga terus berkembang. Selain di industri, peluang kerja juga terbuka lebar untuk sektor pari-wisata, termasuk diantaranya di kapal pesiar. Persoalannya, selama ini tenaga kerja di sektor  pariwisata termasuk kru kapal  pesiar masih belum mendapat  perhatian serius dari pemerin-tah, dalam hal ini Kementerian Tenaga Kerja.“Kami berharap pemerin-tah dapat memberikan kemu-dahan kepada masyarakat yang akan bekerja di kapal pesiar dan memberikan dana talangan  bagi masyarakat yang ingin menjadi kru karena selama ini dana menjadi kendala utama,” katanya.Selain itu, dukungan pemer-intah juga perlu diberikan dalam hal memfasilitasi kemudahan  perizinan operasional lembaga  pendidikan yang terkait bidang ini, serta untuk kepentingan magang para siswanya. Den-gan demikian, Indonesia akan mampu mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di sektor ini.“Tenaga kerja dari Indonesia  punya keunggulan dalam etos kerja dan kedisiplinan. Tapi kita masih kalah dari India dan Filipina dalam hal penguasaan  bahasa asing. Ini perlu kita genjot,” kata Ari.Menurut dia, peluang kerja menjadi kru kapal pesiar sangat  besar. Setiap tahun terus bert-ambah seiring berkembangnya  jumlah kapal pesiar internasi-onal. Peluang kerja kru kapal  pesiar mencapai 16.000 orang  per tahun untuk satu perusahaan kapal pesiar.Perusahaan kapal pesiar in-ternasional jumlahnya mencapai  puluhan dan masing-masing  perusahaan minimal memiliki  belasan kapal pesiar.Menurut Ari, tenaga kerja yang banyak tersebut sebena-rnya peluang bagus dalam rangka mengurangi angka pen-gangguran di Indonesia.“Bahkan bisa mengentaskan kemiskinan karena gaji crew kapal pesiar lumayan besar,” imbuhnya. (*) Layanan Publik Harus Mengacu Aspirasi Warga HUT 259 KOTA JOGJA HUT   260 KOTA JOGJA www.stipram.ac.id See...by STIPRAM !!  EKO SUWANTO, ST, M.Si   HUT 259 KOTA JOGJA HUT   260 KOTA JOGJA uad.ac.id   UNIVERSITAS WIDYA MATARAM YOGYAKARTA DALEM MANGKUBUMEN KT III/237 YOGYAKARTA TELP. 0274 374352 MENGUCAPKAN  SELAMAT DAN SUKSES  HUT Kotamadya Yogyakarta Ke -260   Alamat: Jl. Gotongroyong II Petinggen Karangwaru Tegalrejo Yogyakarta 55241Telepon: (0274) 563739 Fax: +62-274-519533, www.smumuhi-yog.sch.id - info@smumuhi-yog.sch.id PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH KOTA YOGYAKARTAMAJELIS PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA Terakreditasi A Tahun 2013  SEKOLAH KADER MUHAMMADIYAH DAN BANGSA Kepala Sekolah, Tri Ismu Husnan Purwono, SH.MM.NBM. 634.951 3 BERNAS HARIAN Jumat Kliwon, 7 Oktober 2016  Direktur Utama: Putu Putrayasa , Direktur :  Tony Sitohang, Pemimpin Umum:  F Sisca Diwati, Wakil Pemimpin Umum:  Bambang Sukoco, Pemimpin Perusahaan:  H. Zubaedi, Pemimpin Redaksi:  Putut Wiryawan, Wakil Pemimpin Redaksi:  Heru Catur Nugroho, Sugeng Prayitno, Redaktur Pelaksana:  Philipus Jehamun, Redaktur Senior:  Hj Arie Giyarto, Staf Redaksi: Thia Destiani, Warjono, Y. Putu Palupi, Sunti Melati, Nila Hastuti, Sariyati,  Agung Raharjo, Galih Wijaya, Natalia Putri, Dwijo Suyono, Ichsan Muttaqin, Robertus Sumiarno, Sutaryono, Sri Widodo, Aloysia Nindya Paramita, Paulus Yesaya Jati, Elyandra Widharta, Deny Hermawan, Lathiva Rosyida., Klaten:  Masal Gurusinga, Temanggung:  Endi Yarsana,. Kebumen: Nanang W Hartono, Divisi TI:  I Made Surawan, Anqinudin L.,Toto Raharjo, Ahmad Ridho Fadlli R., Aris H. Nugraha. Divisi Penerbitan: : Cacik Gunarti. Manajer Iklan/Promosi:  Nuning Harginingsih, Manajer Sirkulasi: Tedy Kartyadi, Iklan Jakarta:  Hariri, Penerbit:  PT. MEDIA BERNAS JOGJA, Tarif Langganan:  Rp 55.000,-/bulan (6 kali terbit seminggu), Tarif Iklan: Warna Rp 22.000,-/mmk (minimal 600 mmk), Hitam - Putih Rp 12.000,-/mmk, kolom Pp 6.000,-/mmk (minimal 1x30mm, maksimal 1x100 mm) Iklan Baris Rp 6.000,- perbaris (perbaris 30 karakter), keluarga/duka cita Rp 6.000,- per mmk, Advertorial Hitam Putih Rp 9.000,-/mmk (minimal 1/4 halaman), Advertorial Berwarna Rp 18.000 permmk (minimal 1/4 halaman), semua ditambah PPN 10%. Bank :  BPD DIY Cabang Yogyakarta No. AC 001.111.000.504; Bank Mandiri, No. AC 137-00-1144575-2.. Alamat Redaksi/Iklan/Sirkulasi:  Hebat Building Ringroad Utara Nomor 7A Caturtunggal, Depok Sleman, Yogyakarta 55281; Hotline: (0274) 5306623; Biro Ja kar ta:  Jl Ciputat Raya No.9A Telp(021)5330976 Jakarta. Kontak: Hariri Telepon 081379139660 Website:  www.HarianBernas.com, Email:  bernasjogja@yahoo.com, redaksi@harianbernas.com, iklan_bernas jogja@yahoo.com, iklan@harianbernas.com Percetakan: PT Muria Baru Offset Yogyakarta (Isi di luar tanggung jawab percetakan) Wartawan HARIAN BERNAS selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta imbalan apa pun dari narasumber. Polisi Juga Manusia SELAIN kasus Kanjeng Dimas Taat Pribadi dan pertarungan kandidat Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta yang menasional,  perhatian publik sejenak “tercuri” kasus bunuh diri anggota kepoli-sian. Masyarakat Yogya “terkesima” oleh kematian Bripka Iwan Rudiyanto, anggota Brimob Kompi B Sentolo, oleh letusan pistol dinas yang dipercayakan kepadanya. Banyak orang tak menyangka Iwan yang dikenal pendiam dan tak pernah bermasalah di tempat kerjanya itu, meninggal dengan cara yang tragis. Sehari berikutnya,  publik kembali dikejutkan dengan kabar tewasnya Ipda Nyariman, SH, Kapolsek Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Nyariman ditemukan tak bernyawa di ruang kerjanya.Bripka Iwan dan Ipda Nyariman telah melengkapi daftar per-sonel kepolisian yang memilih jalan kematian dengan cara bunuh diri. Jika dirunut ke belakang, banyak polisi yang juga meninggal dengan cara serupa. Menurut data dari Indonesia Police Watch (IPW), sejak tahun 2011 hingga 2015 saja, telah puluhan polisi melakukan aksi bunuh diri. Pada 2011, satu anggota kepolisian bunuh diri di Sumatera Utara. Pada 2012, tercatat dua anggota kepolisian yang melakukan aksi bunuh diri. Tahun berikutnya, 2013, jumlah polisi yang meninggal karena bunuh diri tercatat lima orang. Kemudian, tahun 2014, tercatat tiga kasus bunuh diri dilakukan anggota Polri.Yang membuat publik merinding, sebagian besar polisi yang memilih jalan bunuh diri tersebut, melakukannya dengan cara me-nembak kepalanya sendiri. Menurut catatan TvOne, lima polisi tewas  bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri, pada tahun 2015. Januari 2015, Briptu Guntur Waluyo, anggota Polres Sukabumi, mengakhiri hidupnya dengan cara menembak kepalanya sendiri. Tragisnya, ia melakukan bunuh diri di depan pacarnya. Mei 2015, anggota Satuan Reskrim Polres Jakarta Pusat, Brigadir Wahyudi,  bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri. Ia melakukannya di hadapan dan di kediaman kekasihnya. Pada April 2015, Brigadir Arifn, anggota Provost Polsek Mang -gala, Sulsel, menembak kepalanya dengan senjata revolver di ruang kerjanya. Masih di bulan yang sama, anggota Polres Bireuen, Aceh, Bripka Oktaviano, tewas bunuh diri dengan menembak kepalanya dengan senjata revolver. Lalu, pada tahun 2016 di bulan Febru-ari, Iptu Muhammad Syahir Perdana Lubis, Kepala Unit Reserse Mobile Polresta Bandar Lampung, melengkapi daftar kelam ini. Ia menembak kepalanya karena stres setelah penyakit jantungnya tak kunjung sembuh. Kematian Bripka Iwan Rudiyanto dan Ipda  Nyariman, tentu saja, menambah daftar panjang kasus bunuh diri di kalangan anggota kepolisian.Kasus bunuh diri sebenarnya fenomena biasa di negeri ini. Kabupaten Gunungkidul pernah mencatat sebagai wilayah yang  banyak kasus bunuh diri sehingga sempat muncul istilah “Pulung Gantung”. Namun, kasus bunuh diri yang dilakukan anggota ke- polisian tetap saja menarik perhatian publik, meski sebenarnya  jumlahnya sangat kecil dibanding kasus bunuh diri secara umum. Daya tarik kasus bunuh diri di lingkungan anggota kepolisian, tentu saja, karena caranya yang sangat khas, yakni tewas oleh senjata api yang dipercayakan negara kepadanya. Senjata api yang seharusnya merupakan sarana mengayomi masyarakat dari kejahatan, justru digunakan untuk mengakhiri hidup pemegangnya.Di mata publik, polisi selalu diformalkan sebagai sosok pengayom dan pelindung masyarakat. Itulah sebabnya, ketika ada sosok “sang  pengayom” dan “sang pelindung” diketahui mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, persepsi masyarakat tentang sosok polisi menjadi terguncang. Apalagi, jika kematian polisi itu akibat tembakan senjata api yang dipercayakan kepadanya. Karena itu, tidak heran  jika kemudian muncul tuntutan agar kepolisian melakukan seleksi ketat terhadap personelnya yang dipercaya memegang senjata api. Parameter psikologis perlu diterapkan secara ketat terhadap polisi yang memegang senjata api. Apalagi, sebagian besar polisi yang memilih jalan bunuh diri dilatarbelakangi oleh persoalan hidup (persoalan dengan keluarga, pacar, penyakit hingga utang-piutang).  Namun, polisi tetap saja seorang manusia. Sosok “sang pengayom” dan “sang pelindung” itu pada batas tertentu harus menyerah pada tekanan hidup. ** TAJUK RENCANASURAT PEMBACA Pemerintah mempercepat pembangunan Bandara Kulonprogo  Kata JK: lebih cepat lebih baik... Tiga siswa tewas tenggelam belajar renang di telaga  Pasti di telaga itu tak ada larangan berenang... Jumat Kliwon, 7 Oktober 2016 Oleh: Firman Situmeang Anies dan Politik Bunglon DI balik kemunculan ketiga pasangan calon gubernur DKI, ada satu nama yang cukup menuai perhatian publik yakni Anies Baswedan. Ya, banyak masyarakat mempertanyakan mengapa Anies mau menerima pinangan Gerindra yang di- pimpin oleh Prabowo Subianto? Padahal sosok Prabowo merupakan lawan politik Jokowi pada Pemilu 2014 yang lalu. Bahkan Anies pun sangat royal dalam mengkritik Prabowo dalam Pemilu lalu dan sempat menyebut pasangan Prabowo- Hatta didukung oleh mafa. Belum usai keheranan masyarakat akan pilihan Anies, masyarakat kembali dibuat terheran-heran dengan pernyataan Anies terkait petahana yang begitu kon-troversial dan menimbulkan perdebatan hebat di tengah masyarakat. Anies secara gamblang menyatakan bahwa sungai di Jakarta bersih berkat kinerja Fauzi Bowo atau Foke bukan karena kinerja Ahok. Anies menyatakan bahwa program yang dijalankan Ahok merupakan hasil  buah pikir dari Foke dan Ahok hanya menjalankan saja.Pernyataan Anies tersebut pada akhir-nya membuat publik bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Anies? Bagaimana  bisa Anies yang selama ini dikenal orang  begitu bijaksana, dan sangat menghar-gai prestasi orang lain tersebut dalam waktu singkat berubah 180 derajat dengan menafkan kinerja Ahok. Kalaupun me -mang program sungai bersih dirancang oleh Foke, bukankah berkat Ahok pro-gram itu bisa terlaksana dan mulai menuai hasil? Harusnya Anies berpikir sebelum  berbicara. Harusnya Anies sadar bahwa  berkat program kerja Ahok yang diberi nama Pelayanan Terpadu Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dengan petugas  pelaksana dari Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air Dinas Kebersihan-lah yang membuat sungai-sungai di Jakarta yang dahulu tak diharapkan bisa bersih lagi, karena begitu terlalu banyaknya sampah (sampai menutup permukaan sungai), kini bisa menjadi bersih, bening, asri, seperti sekarang ini. Tokoh Pendidikan? Selama ini Anies dikenal sebagai tokoh pendidikan, selain karena pernah menjabat sebagai Mendikbud beberapa waktu yang lalu, beliau merupakan peng-gagas gerakan Indonesia Mengajar sejak tahun 2009 lalu. Namun mendengar  pernyataan Anies di atas, penulis pun mulai bertanya-tanya benarkah Anies merupakan tokoh pendidikan sejati atau hanya kamuase? Sebagai sosok yang  berkecimpung di dunia pendidikan, tidak-lah pantas bila seorang Anies Baswedan mencoba untuk memunculkan kebencian masyarakat terhadap Ahok. Pernyataan Anies tersebut semakin tidak mendidik, tatkala pernyataannya tidak disertai dengan bukti yang nyata. Sebagai sosok yang dikenal sebagai tokoh pendidikan ,sudah selayaknya Anies memberikan  pendidikan politik yang positif kepada rakyat Jakarta. Politik Bunglon Bunglon adalah binatang jenis reptil yang biasanya hidup di dahan-dahan  pohon. Bunglon merupakan hewan yang memiliki kemampuan berkamuase yaitu kemampuan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan di mana bunglon berada. Dengan kemam-  puan berkamuase yang dimilikinya,  bunglon dapat mempertahankan diri dari serangan musuh yang mengancam- nya. Lebih dari itu kamuase membuat  bunglon lebih mudah untuk menangkap mangsanya.Bunglon merupakan simbol dari ketidak-konsistenan seseorang. Demi  bisa bertahan hidup seseorang mengubah sifat dan pendiriannya sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Ketika seseorang  berada di lingkungan yang penuh de-ngan kejujuran, maka seseorang tersebut menyesuaikan diri menjadi sosok yang  jujur. Begitu pula sebaliknya ketika se-seorang berada dalam lingkungan yang  penuh kemunafkan dan kebencian, maka orang tersebut akan menjadi sosok yang munafk juga. Semua itu dilakukan agar orang tersebut bisa mempertahankan eksistensinya, hidupnya.Inilah juga yang menurut penulis sedang dilakonkan oleh Anies Baswe-dan. Anies sedang memainkan politik “Bunglon”. Setelah dilengserkan dari  jabatannya sebagai Mendikbud oleh Presiden Jokowi, Anies tampaknya masih  berkeinginan besar untuk terjun dalam dunia politik, sekaligus mempertahankan eksistensinya dalam kancah politik tanah air. Ibarat bunglon yang selalu berubah-ubah warna, Anies juga menunjukkan sikap yang berubah-ubah sebelum dan sesudah menyatakan diri maju dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Dari yang awalnya menolak maju, lalu secara mengejutkan maju di bawah dukungan Gerindra, melontarkan tuduhan  provokatif tanpa bukti, hingga perubahan gaya berpolitiknya yang semula santun mendadak menjadi garang dan frontal. Hal ini menunjukkan bahwa Anies adalah seorang politikus yang bersedia untuk mengubah haluan selama itu meng-untungkan baginya.Tidaklah mengherankan bila banyak yang menyatakan Anies yang dulu telah mati. Anies telah menggadaikan idealisme dan jiwanya demi sebuah jabatan di Bumi Jakarta. Ada pula yang menyatakan bila Anies telah ketahuan belangnya, sifat aslinya. Semua anggapan ini tentunya tidak salah. Anies memang sedang bermanu-ver untuk meraih jabatan dengan segala cara, termasuk dengan mengikuti gaya  berpolitik politisi Partai Gerindra yang se-lama ini sangat frontal dalam mengkritik dan berupaya keras untuk menjatuhkan kepemimpinan Ahok secepat mungkin dengan segala cara.Dan kalau benar nantinya Anies akan maju pada Pemilu 2019 mendatang sesuai dengan kabar yang beredar, maka  bukanlah hal yang mustahil bila Anies akan melakukan hal yang sama seperti apa yang dilakukaannya pada Prabowo  pada Pemilu 2014 yang lalu.Tidaklah ada yang salah dengan pilih-an politik Anies karena politik itu elastis dan terkadang munafk. Seperti bajing loncat yang lompat ke sana kemari demi keuntungan pribadinya. Namun sebagai seorang sosok yang dikenal sebagai sosok yang diidolakan oleh masyarakat dan menjadi panutan bagi masyarakat, sikap  politik Anies jelas sangat disayangkan. Kini tinggal kita tunggu saja apakah ide-alisme Anies benar-benar dijual kepada  partai politik, atau Anies hanya berka- muase demi DKI 1 dan kembali kepada  jati dirinya ketika nantinya berkuasa. **Firman Situmeang  Penulis adalah Mahasiswa Sosiologi USU dan Penggagas Toba Writers Forum kita telah berpisah dengan tahun 1437 H. Tahun 1438 mulai kita jalani. Seakan umur kita bertambah dengan berganti-nya tahun, namun sejatinya umur kita semakin berkurang dan semakin dekat menuju takdir Allah berupa kematian. Sebaik-baik hamba Allah adalah hamba yang senantiasa memperbaiki diri dan bermuhasabah  atas apa yang telah di- perbuat. Sebagaimana sabda Nabi yang artinya: ”Kaki anak Adam tidaklah berge-ser pada hari kiamat dari sisi Rabbnya, sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa dipergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan ke mana dia infakkan dan tentang apa yang dia lakukan dengan ilmunya.” (HR. Tirmidzi)Allah memberikan peringatan melalui  Nabi-Nya agar manusia semaksimal mungkin memanfaatkan waktu dan tidak menyesal pada kemudian hari. Apabila ajal telah menjemput, maka kesempatan  beramal telah terputus. Manusia yang cerdas bukan manusia yang pandai dan memiliki ilmu dan dengan berbagai kehebatannya. Manusia cerdas adalah manusia yang memahami hakikat hidup di dunia yang sesungguhnya. Mengapa ia diciptakan dan apa tujuan hidup yang sebenarnya? Dari Syaddad bin Aus dari  Nabi SAW beliau bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mempersiapkan diri dan beramal untuk hari setelah kema-tian, sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang jiwanya mengikuti hawa nafsu dan berangan-angan kepada Allah.”Dalam hadis tersebut makna “mem- persiapkan diri” adalah orang yang selalu mengoreksi diri pada waktu di dunia sebelum Allah menghisab amal  perbuatannya pada hari kiamat kelak. Umar bin Khaththab ra berkata: ”Hisablah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihitung dan persiapkanlah untuk semua dihadapkan (kepada Rabb yang Maha Agung) hisab (perhitungan) akan ringan  pada hari kiamat bagi orang yang selalu menghisab dirinya ketika di dunia.” Dan diriwayatkan dari Maimun bin Mihran dia berkata: ”Seorang hamba tidak akan  bertaqwa hingga dia menghisab dirinya sebagaimana dia menghisab temannya dari mana ia mendapatkan makan dan  pakaiannya.” Sebagai individu dalam kehidupan sehari-hari kita memiliki peran dan fungsi masing-masing. Peran dan fungsi tersebut merupakan amanah Allah, SWT yang ha rus dijalankan sesuai dengan norma hukum dan syariat yang berdasarkan Alquran dan Sunnah serta sejalan de-ngan aturan hidup bermasyarakat dan  bernegara.Sebagai orang tua, ayah, ibu, istri maupun suami, apakah selama setahun ini  peran kita telah dijalankan sebagai orang tua, ibu, ayah, istri maupun suami yang  baik dan telah sesuai dengan norma dan aturan? Ataukah justru sebaliknya men- jadi orang tua yang tidak dapat menjadi uswah hasanah (teladan) bagi keluarga dan lingkungan. Sebagai pegawai, pe-kerja, karyawan, dan buruh apakah kita telah memerankan diri selama setahun ini sebagai pegawai, karyawan, pekerja maupun buruh dengan baik dan sesuai norma dan aturan? Atau justru sebaliknya hanya menuntut dan menuntut tetapi tidak dapat memberikan sumbangsih prestasi dan kinerja terbaik di mana kita bekerja? Sebagai pimpinan, apakah selama setahun ini kita telah menjalankan kepemimpinan kita dengan maksimal dan mampu meng-ayomi, memberikan hak anak buah sesuai aturan agama dan norma masyarakat? Atau justru sebaliknya kepemimpinan kita menjadi kinerja yang menyengsara-kan bahkan berbuat dzalim dan menjadi  beban bagi orang lain?Lembaran-lembaran sejarah kehidup-an kita akan kita haturkan kepada-Nya untuk diperhitungkan. Allah SWT berfr  -man dalam surat al-Isra’ ayat 14: “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadap-mu.” Berdasarkan ayat ini, setiap kita akan membawa kitab catatan masing-masing untuk dihitung dan dipertimbangkan di hadapan Allah SWT. Dalam surat al-Jatsiyah ayat 28 Allah mempertegasnya, ”Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.” Dengan me-renungi sejarah hidup kita setahun yang telah berlalu, dapat kita jadikan bahan introspeksi atau evaluasi (muhasabah) untuk menapaki kehidupan yang lebih  baik bekal kehidupan abadi di akhirat. Setelah bermuhasabah dan mendapati kelemahan diri sendiri, maka berjanjilah  pada diri sendiri untuk memperbaiki dan bertaubat serta tidak mengulangi  perbuatan dosa sebelumnya. Mari kita songsong hari esok dengan optimis dan  berserah diri pada Allah agar mendapat kelimpahan berkah dan ridha-Nya. **  Muhasabah Akhir Tahun Oleh: Ma’ruf Yuniarno, M.A,   Guru MTsN Gondowulung, Bantul dan Anggota IGI DIY  Kodim Demak Bagi Stiker Kodim 0716/Demak, Kamis  pagi (6/10) membagi-bagikan stiker Radio Suara Diponegoro di sekitar Kodim 0716/Demak. Bagi-bagi stiker Radio Suara Diponegoro ini dilakukan dalam rangka Kodim Demak sebagai Top Kontributor Siaran Radio Suara Diponegoro serta sebagai ajang publikasi siaran radio kepada seluruh anggota dan masyarakat.Menurut Penerangan Kodim 0716/Demak, Makruf, stiker yang dibagikan kepada anggota dan masyarakat merupakan media promosi yang aplikasinya ditempelkan sebagai identitas  brand/nama agar bisa mudah dikenali oleh target pasar.Untuk mengakses Radio Su-ara Diponegoro bisa di frekuensi 107.5 FM/AM 1125 atau melalui streaming www.radiosuaradipo-negoro.com dan www.kodam4.mil.id atau dengan aplikasi Radio Suara Diponegoro yang dapat diunduh secara gratis di Play Store, demikianlah sekilas menjadikan stiker sebagai media  promosi untuk stasiun radio Suara Diponegoro. Makruf  Staf Penerangan Kodim 0716  Demak  Kita harusBersyukur Kita bersyukur pada usianya yang menginjak 71 tahun, TNI masih kokoh dalam mengemban tugasnya menjaga kedaulatan  NKRI. Setelah Indonesia merde-ka 17 Agustus 1945, tak lama setelah itu lahirlah TKR (Ten-tara Keamanan Rakyat) pada 5 Oktober 1945 yang kemudian  berubah menjadi TNI. Bukan hal yang mudah bagi TNI untuk  bertahan karena saat itu masih  banyak kekuatan militer di Re- publik Indonesia yang berserak,  bahkan ada juga yang disebut sebagai tentara merah. Namun TNI bisa menghadapi itu semua, mulai dari pemberontakan PKI Madiun 1948, Agresi Militer Belanda I tahun 1947, Agresi Militer Belanda II tahun 1948,  pemberontakan G 30 S PKI dan  pemberontakan-pemberontakan yang lain. Bahkan tentara Belan-da saat itu sudah kehabisan akal dan energi untuk menghadapi Gerilya Panglima Soedirman  bersama TNI dan rakyat.Pada masa Orde Baru, sistem  perpolitikan kita mengenal Dwi Fungsi ABRI. Lalu pada masa reformasi sistem ini dihapus. Militer dalam hal ini TNI tidak  boleh berpolitik. TNI tugas utamanya adalah menjaga per-tahanan dan kedaulatan bangsa.Meskipun TNI tidak boleh  berpolitik lagi, namun TNI dapat  berpartisipasi dalam kehidupan sipil yang dalam UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI disebut sebagai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berjumlah 14 bidang. Maka, kini TNI tidak hanya  berlatih dan bertempur, tapi juga menjaga kedaulatan pada 8 as- pek kehidupan (asta gatra) yang meliputi politik, ekonomi, sosial,  budaya, pertahanan, keamanan, dan lain-lain. H. Sukamta, Ph.D .  Anggota Komisi I DPR-RI  Oleh: Korneles Materay KONTESTASI politik selama ini menyandang citra negatif. Akibatnya, ada  banyak konik terjadi dalam masyarakat. Imbasnya terhadap stabilitas pemerintah-an, percepatan kesejahteraan masyarakat dan edukasi politik yang kurang mencer-daskan. Bagi pemain lama dalam dunia  politik, kondisi ini sudah menjadi hal yang  biasa karena pengulangan itu terus terjadi. Akan tetapi, bagaimana dengan pemain  baru maupun awam terkait politik? Pada umumnya dapat dikatakan bahwa politik (  politics ) adalah usaha untuk menentukan  peraturan-peraturan yang dapat diterima  baik oleh sebagian besar warga, untuk membawa masyarakat ke arah kehidupan  bersama yang harmonis (Miriam Budi-arjo, 2007:15).Politik merupakan ranah aktivitas suprastruktur dan infrastruktur politik. Suprastruktur adalah kehidupan politik lembaga negara atau aparatur negara, sedangkan infrastruktur adalah kehidupan  politik dalam lingkungan masyarakat. Keduanya saling berhubungan erat dan mempengaruhi satu dengan lainnya. Hubungan itu terjadi kapan saja dan di mana saja. Menurut hemat penulis, gejolak poli-tik dalam masyarakat yang terjalin antara suprastruktur politik dan infrastruktur  politik disebabkan karena tata kelola (  governance ) yang kurang baik. Pilkada Governance Kita akan dihadapkan pada perhelatan Pilkada 2017. Pilkada diadakan untuk mencari pemegang kekuasaan eksekutif atau pelaksana pemerintah di daerah. Pilkada merupakan reeksi kritis dari  pelaksanaan prinsip demokrasi dalam negara modern, karena tidak mungkin lagi dilaksanakan demokrasi langsung. Menurut UU No. No 8 Tahun 2015 ten-tang Perubahan Atas Undang-Undang  Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetap-an Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota menjadi Undang-Undang, Pilkada adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah provinsi dan kabupaten/kota untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara langsung dan demokratis. Pilkada  gover-nance  adalah Pilkada yang dilaksanakan secara demokratik, dengan memberikan  peluang bagi para calon kepala daerah untuk berkompetisi secara jujur dan adil.Pilkada harus bebas dari segala  bentuk kecurangan yang melibatkan  penyelenggara pemilihan, mulai dari  proses pencalonan, kampanye, sampai dengan pemungutan dan perhitungan suara (Syamsul Hadi Thubany,2005). Kita  berharap bahwa segala persoalan yang  berkaitan dengan Pilkada yang berpotensi menghambat dan tujuan penyelenggaraan  pemerintahan yang baik segera berakhir. Karena Pilkada sebagai pintu masuk menciptakan kesejahteraan, kecerdasan  politik, sikap rukun dan damai serta kerja sama yang baik.Oleh sebab itu, menurut hemat  penulis, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan itu.  Pertama , kontestasi politik bukan sekedar politik calon atau parpol tetapi menciptakan arus kecerdasan politik. Keberhasilan Pilkada harus diukur juga tingkat kecerdasan  politik dalam masyarakat. Dalam konteks ini, para calon harus memberikan edukasi  politik, menjauhkan diri dari money poli-tics , menghindar dari tudingan-tudingan maupun ftnah antar-calon, dan membu -mikan seluruh visi dan misinya. Tentunya, mereka harus lebih dekat kepada rakyat, lebih banyak mendengarkan keluh dan kesah rakyat serta mempunyai niatan yang kuat untuk memberikan solusi atas  permasalahan tersebut. Hal ini sangat  penting berkaitan dengan citra politik dan bargaining politic  sang calon di mata masyarakat.  Kedua , kesiapan pemilih. Memilih adalah proses menentukan siapakah (calon) yang layak memimpin. Berangkat dari asumsi kedaulatan rakyat, rakyat mempunyai hak untuk memilih calon  pemimpinnya. Meskipun rakyat dibatasi untuk menentukan siapa calonnya karena calon diusung parpol, tetapi rakyat bisa membuat keputusan independennya terkait pemimpin masa depannya. Maka, Pilkada adalah waktu yang tepat untuk menggunakan sebaik-baiknya hak itu. Masyarakat tidak boleh sembarangan memilih karena ada implikasi yang sangat tinggi. Kalau bisa dalam memilih harus  berdasarkan analisis atau kajian pribadi agar calon yang dipilih benar-benar yang  baik, jujur dan dapat diharapkan ketika memimpin tampuk kekuasaan dan dapat memberikan kesejahteraan.  Ketiga , prinsip-prinsip Pemilukada harus dijunjung tinggi. Ada beberapa prin-sip Pemilukada yaitu langsung, umum,  bebas, rahasia, jujur, dan adil. Untuk mewujudkan prinsip itu perlu kecerdasan secara politik. Dan, ketaatan terhadap  prinsip-prinsip Pemilukada ini juga seka-ligus sebagai solusi untuk menenangkan gejolak politik, menarik dan meyakinkan  perhatian masyarakat. **Korneles Materay  Mahasiswa Fakultas Hukum UAJY  Citra Negatif Berujung Konik  FADILAH JUMAT  Jl. Kapas No. 7 Yogyakarta INDONESIA 55166Telp: +62-274-540937Fax: +62-274-562545 SMA MUHAMMADIYAH 2  YOGYAKARTATERAKREDITASI “A” DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI GOLONGAN KARYA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Sekretariat: Jl. Jend. Sudirman 55 YogyakartaTelp. 0274-563714, Fax. 0274-514045 PD. BPR  Jl. Margoutomo No. 103 (Mangkubumi) Yogyakarta 55232 - IndonesiaTelp. 0274 - 2920101 Fax. 0274 - 2920131 Drs. John S Keban, Wakil Ketua DPD PARTAI GOLKAR DIY Ketua PanitiaPerancang Undang-Undang DPD RI Muhammad Afnan Hadikusumo FRAKSI PKS DPRD KOTA YOGYAKARTA PERIODE 2014 - 2019 5 BERNAS HARIAN Jumat Kliwon, 7 Oktober 2016 www.uii.ac.id MENGUCAPKAN DIRGAHAYUKE 260KOTA YOGYAKARTA Rektor, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. HUT 259 KOTA JOGJA HUT   260 KOTA JOGJA
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x