Journals

PEMANFAATAN KOMPUTER DI BIDANG PEMERINTAHAN APLIKASI E-VOTING KEPALA DESA BERBASIS WEB

Description
PEMANFAATAN KOMPUTER DI BIDANG PEMERINTAHAN APLIKASI E-VOTING KEPALA DESA BERBASIS WEB
Categories
Published
of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  PEMANFAATAN KOMPUTER DI BIDANG PEMERINTAHAN APLIKASI E-VOTING KEPALA DESA BERBASIS WEB Oleh : Heri Fauzan Ismail A2.1600078@mhs.stmik-sumedang.ac.id STMIK SUMEDANG TEKNIK INFORMATIKA Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terakhir mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal tersebut dikarena oleh kuatnya era globalisasi, di mana komputer dan internet dengan sifatnya yang dinamis merupakan fasilitas yang telah mendominasi berbagai aktivitas kehidupan, sehingga aktivitas pendidikan, perkantoran, komersial dan industri secara mutlak memerlukan ketersediaan fasilitas tersebut[1] . Bahkan pemerintah juga yang dasarnya adalah pelayanan masyarakat, dimana     pemerintah setiap waktunya selalu menginginkan perbaikan dalam pelayanan masyrakat sehingga maryarakat bisa merasakan fungsi dari pemerintahan itu sendiri. Dengan perkembangan komputer yang begitu pesat, tentunya pemerintah tidak ketinggalan untuk menjadikan komputer sebagai alat penunjang untuk membantu  jalannya fungsi pemerintahan. Dengan digunakan komputer dalam pemerintahan tentunya sangat membantu pemerintah dalam pengolahan data. Berbagai jenis data seperti data kependudukan, perdagangan, kesehatan, industri, pegawai negeri, angkatan bersenjata, dll Berbagai jenis komputer digunakan untuk menunjang administrasi pemerintahan. PERMASALAHAN Permasalahan dalam Pemilu sangat beraneka ragam yang akhirnya banyak pihak yang membawa ke ranah hukum dan menjadi Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU)(Rokhman, 2011). Banyaknya perselisihan dalam Pemilu di antaranya disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputi: 1.   Banyak terjadi kesalahan dalam proses pendaftaran pemilih. Permasalahan ini sangat mengemuka pada Pemilu tahun 2009 terutama pada pemilihan presiden dan wakil presiden. Banyak terjadi kasus penduduk yang sudah meninggal dunia masih tercatat dalam daftar pemilih, dan sebaliknya penduduk asli yang telah berdomisili lama di suatu desa ternyata tidak tercatat dalam daftar pemilih, atau sangat mungkin seorang pemilih tercatat sebagai daftar pemilih pada lebih dari suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Permasalahan ini muncul  karena sistem informasi kependudukan yang masih belum berjalan dengan baik. Fenomena penggunaan kartu identitas ganda juga menyebabkan banyaknya pemilih yang memiliki kartu suara lebih dari satu buah. Keadaan ini seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meningkatkan jumlah suara sehingga dapat menjadi sarana untuk menang dalam pemilu. 2.   Ketika pemungutan suara banyak pemilih yang melakukan kesalahan dalam memberi tanda pada kertas suara akhirnya banyak kartu suara yang dinyatakan tidak sah.[2] 3.   Proses perhitungan surat suara juga memubutuhkan waktu yang lama ini dikarenakan harus menunggu surat suara terkumpul semua. 4.   Sangat mungkin terjadi kecurangan seperti jual beli kertas suara demi untuk kepentingan oknum kandidat itu sendiri yang dilakukan secara sistematis dan terselubung. Dengan adanya berbagai permasalahan tersebut telah menurunkan kualitas dari penyelengaraan pemilu dan secara umum menurukan kualitas demokrasi. Maka ntuk mengatasai permasalahan di atas salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menyelenggarakan Pemilu secara online atau yang lebih dikenal dengan istilah electronic voting atau e-voting. SOLUSI  Aplikasi e-voting ini bisa dibilang adalah solusi dari masalah untuk meningkatkan dan mengefektipkan proses pemilihan khususnya pemilihan kepala desa. Dengan aplikasi ini, kita bisa menghemat waktu ini dikarenakan dengan menggunakan sistem e-voting yang berbasis web kita bisa memilih dimana saja asalkan terkoneksi ke internet, lalu kita juga bisa tahu hasil voting sementara dan masih banyak fitur lainya seperti kita bisa nonton live debat kandidat yang dimana dengan begitu setidaknya itu bisa menjadi pertimbangan dalam memilih calon kepala desa tersebut. Menggunakan sistem e-voting ini juga lebih irit biaya pengeluaran dibandingkan dengan melakukan pemilihan secara konvensional, ini dikarenakan dengan menggunakan sistem e-voting kita tidak perlu menggunakan kertas dalam proses pemilihannya yang juga kita tahu bahwa dengan banyak menggunakan kertas itu lebih banyak pengeluaran. Berbeda dengan e-voting kita tidak perlu menggunakan kertas lagi karena kita menggunakan hp atau smartphone bahkan pc/laptop asalkan terkoneksi ke internet dan yang namanya sistem itu bisa dipakai berulang kali tidak seperti menggunakan kertas yang sekali buang. PEMAPARAN PENELITIAN E-voting adalah suatu sistem pemilihan dimana data dicatat, disimpan, dan diproses dalam bentuk informasi digital. Centinkaya dan Centinkaya menambahkan definisi e-voting bahwa e-voting refers to the use of computers or computerised voting equipment to cast ballots in an election [3]. Electronic Voting (E-Voting) merupakan bagian dari e-government dengan jenis hubungan G2C (Government to Citizen), Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sudah selayaknya  dapat dimanfaatkan guna memajukan dan memudahkan aktivitas proses kebutuhan manusia baik yang sifatnya personal maupun interpersonal.[3] Penerapan e-voting diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang timbul dari pemilu yang diadakan secara konvensional. (Riera & Brown, 2003)menawarkan manfaat yang akan diperoleh dalam penerapan e-voting sebagai berikut: 1)   Mempercepat penghitungan suara 2)   Hasil penghitungan suara lebih akurat 3)   Menghemat bahan cetakan untuk kertas suara 4)   Menghemat biaya pengiriman kertas suara 5)   Menyediakan akses yang lebih baik bagi kaum yang mempunyai keterbatasan fisik (cacat) 6)   Menyediakan akses bagi masyarakat yang mempunyai keterbatasan waktu untuk mendatangi tempat pemilihan suara (TPS) 7)   Kertas suara dapat dibuat ke dalam berbagai versi bahasa 8)   Menyediakan akses informasi yang lebih banyak berkenaan dengan pilihan suara 9)   Dapat mengendalikan pihak yang tidak berhak untuk memilih misalnya karena di bawah umur atau melebihi umur pemilih yang telah diatur. Dalam Jurnal (Rokhman, 2011) menyampaikan bahwa e-voting mempunyai prospek yang baik jika diterapkan pada suatu negara karena: •   Kebanyakan negara percaya bahwa e-voting akan banyak dijumpai pada dekade yang akan datang •   Pilihan-pilihan dalam e-voting dapat memuaskan pemilih karena kenyamanannya •   E-Voting dapat memenuhi kebutuhan khusus bagi masyarakat yang mempunyai keterbatasan fisik (cacat) •   Banyak negara yang akhir-akhir ini sudah menerapkan e-voting untuk skala kecil •   Banyak negara yang bermaksud mengganti sistem pemilihan umumnya menemui kesulitan berkenaan dengan terbatasnya pilihan-pilihan yang tersedia •   Banyak negara yang tertarik pada sistem e-voting layar sentuh. Pemanfaatan e-voting sudah mulai dilakukan pada beberapa negara-negara besar didunia. TAHAP PEMBANGUNAN PRODUK Tahap membangun sebuah aplikasi pemerintahan perlu direalisasikan agar terbangun suatu aplikasi yang bisa membantu mempermudah masyarakat untuk meningkatkan pemilihan secara efektif dan efisien. E-voting adalah aplikasi masyarakat untuk membantu pemilihan kepala desa agar lebih mudah, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk pemilihan kepala desa, mengetahui hasil voting sementara, dan juga bisa nonton live debat  kandidat hanya dengan menggunakan hp atau laptop yang terhubung ke internet dan tidak harus datang langsung ke kantor desa atau tempat pemilihannya jadi aplikasi ini tentunya sangat memudahkan sekali. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut: (1)   Tahap perhitungan, dimana tahap ini adalah mengumpulkan hasil pemilihan sementara secara cepat, dengan begitu maka akan tahu hasil voting sementara. (2)   Tahap informatif, dimana tahap ini memberikan informasi tentang data diri, visi dan misi serta pemenang voting dengan hanya menggunakan hp atau laptop. (3)   Tahap interaktif, tahap ini mungkin akan jadi tahap pengembangan yang nantinya saya akan menerapkan fitur live coment sehingga sistem e-voting yang saya buat bisa interaktif. PRODUK KNOWLEGDE 1.   Hak Paten (Copyright) HKI pada umumnya berhubungan dengan perlindungan penerapan ide dan informasi yang memiliki nilai komersial. Secara faktual, HKI merupakan satu sistem pemberian perlindungan hukum bagi karya-karya intelektual yang mencakup jangkauan yang luas, dari pengetahuan tradisional sampai program komputer dan Internet di era bisnis digital saat ini.[4] Aplikasi E-VOTING KEPALA DESA ini akan dilindungi oleh pemilik sistem ini. Pemerintah Republik Indonesia telah membuat undang-undang perlindungan tentang Hak Cipta dan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk melindungi hasil karya cipta seseorang seperti perangkat lunak atau program komputer. Undang-undang Hak Cipta yang berlaku saat ini adalah. Undang-Undang Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 yang merupakan penyempurnaan dari Undang-Undang Hak Cipta No. 6 Tahun 1982, Undang-Undang Hak Cipta No. 7 Thun 1987, dan Undang-Undang Hak Cipta No. 12 Tahun 1997. Menurut Pasal 2 Ayat (2) UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 menyatakan bahwa Pencipta atau Pemegang Hak Cipta atas sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersil. 2.   Merk Dagang Aplikasi E-voting adalah aplikasi untuk memilih kepala desa secara online, perhitungan suara lebih cepat dan akurat, Dapat mengendalikan pihak yang tidak berhak untuk memilih misalnya karena di bawah umur atau melebihi umur pemilih yang telah diatur. Dalam Jurnal (Rokhman, 2011) menyampaikan bahwa e-voting mempunyai prospek yang baik jika diterapkan pada suatu negara. Aplikasi ini akan membantu masyarkat khususnya kaum yang mempunyai keterbatasan fisik atau (cacat), dan masyarakat yang mempunyai keterbatasan waktu untuk datang ke (TPS), maka masyarakat akan lebih produktif lagi dalam melakukan pemilihan dikarenakan mudah dan tidak repot dalam memilih kepala desa dengan menggunakan sistem E-VOTING ini. 3.   Rahasia Dagang Aplikasi E-VOTING memiliki peran dimana Aplikasi ini dapat membantu masyarakat  untuk meningkatkan produktivitas memilih kepala desa melalui Aplikasi E-voting berbasis web. Adapun tujuannya agar oknum yang tidak bertanggung jawab akan sulit melakukan kecurangan pemilihan karena pemilihan sudah tidak menggunakan pemilihan secara konvensional lagi, masyarakat lebih mudah dalam memilih, serta masyarakat tidak perlu repot datang ke TPS untuk melakukan pemilihan dan menyaksikan debat kandidat. 4.   Informasi Produk Dengan Aplikasi E-voting ini masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi tentang cara pemilihan,bisa mengetahui hasil voting sementara, debat kandidat secara online, hasil voting (pemenang). Dan untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan pemilihan masyarakat, melalui penyiapan informasi pemilihan secara online agar tepat waktu dan relevan kepada masyarakat untuk proses pengembalian keputusan pemilihan kepala desa untuk meningkatkan produktifitasnya. Fitur yang ada pada Aplikasi E-voting kepala desa : •   Login •   Live Debat Kandidat •   Pemilihan Calon •   Lihat Hasil Voting Sementara •   Lihat Hasil Voting Pemenang 5.   Desain / Model Produk Gambar 1. Tampilan Login Gambar 2. Tampilan Debat Kandidat Gambar 3. Tampilan Pemilihan Calon
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x