Sports

RPP kelas VII 2019 2020 SENI RUPA

Description
RPP kelas VII 2019 2020 SENI RUPA
Categories
Published
of 35
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
   RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Al Azhar Syifa Budi Jatibening Mata Pelajaran : Seni Budaya Kelas / Semester : VII/Semester I Materi pokok : Menggambar Flora, Fauna, dan Benda Alam Alokasi Waktu : 4 X 40 Menit Spiritualisasi pendidikan ل م ْا   بِحُ   ِم ج   ّ   ّنِ Sesungguhnya Allah SWT itu Maha indah, dan menyukai keindahan (H.R Muslim) A. Kompetensi Inti (KI) KI-1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya KI-2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, Percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaanya KI-3 Memahami Pengetahuan (Faktual, Konseptual, dan Prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, terkait fenomena dan kejadian tampak mata KI-4 Mencoba, Mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang di  pelajari di sekolah dan sumberlain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi No KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 1 3.1   Memahami unsur, prinsip, teknik dan prosedur menggambar flora, fauna, dan benda alam dengan  berbagai bahan 3.1.1. Mengidentifikasi unsur dan prinsip seni rupa menggambar flora, fauna, dan  benda alam 3.1.2. Dapat mengidentifikasikan media yang digunakan dalam membuat karya seni rupa 3.1.3. Menjabarkan teknik dan prosedur menggambar flora, fauna, dan benda  alam 3.1.4. Menafsirkan menggambar bentuk flora, fauna, dan benda alam 3.1.5. Memahami prosedur menggambar flora, fauna, dan benda alam dengan berbagai  bahan 2 4.1 Menggambar flora, fauna, dan benda alam. 4.1.1 Memilah menggambar flora, fauna, dan  benda alam 4.1.2 Membuat karya seni rupa flora, fauna, dan benda alam C.   Tujuan pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat: 1.   Mengidentifikasi benda alam dan buatan dengan baik dan benar. 2.   Menjelaskan prosedur menggambar flora, fauna dan benda alam dengan baik dan benar. 3.   Membedakan jenis-jenis flora dan fauna dengan baik dan benar. 4.   Mendeskripsikan bagian-bagian tumbuhan dengan baik dan benar. 5.   Menjelaskan konsep dasar menggambar flora,fauna, dan benda alam dengan tepat. 6.   Mengidentifikasikan perbedaan benda kubistis dan silindris dengan baik dan  benar. 7.   Membuat gambar flora, fauna, benda alam dengan baik dan benar. D.   Materi Pembelajaran   KONSEP MENGGAMBAR FLORA, FAUNA, DAN BENDA ALAM Menggambar merupakan kegiatan manusia yang melibatkan koordinasi antara  penglihatan dan gerakan halus tangan. Dalam menggambar , dibutuhkan penglihatan yang teliti dan cermat. Gerakan tangan dalam menggambar hendaknya halus dan penuh perasaan. Kegiatan menggambar menuntut objektivitas, artinya sesuai keadaan atau tepat dengan objek yang digambar, baik bentuk maupun warnanya. Flora merupakan istilah lain dari tumbuhan, sedangkan fauna merupakan istilah lain dari hewan. Benda alam merupakan istilah yang digunakan untuk menamai suatu benda yang memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau benda yang memiliki ruang. Benda di sekitar manusia ada yang berasal dari alam dan ada yang buatan manusia. Benda alam yang dimaksud di sini adalah benda buatan atau still life, misalnya gelas, cangkir, poci, teko, kendi, vas bunga, guci, meja, atau kursi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa menggambar flora, fauna, dan benda alam adalah perwujudan suatu gagasan berdasarkan objek flora, fauna, dan benda alam di atas  bidang dengan media dan prinsip tertentu. Dengan kata lain, menggambar flora, fauna, dan alam benda sama halnya dengan menggambar bentuk yang objeknya tumbuhan, binatang, dan  benda.  BENTUK DASAR BENDA Benda yang berada di sekitar manusia jenis dan bentuknya beraneka ragam. Namun, secara garis besar, bentuk benda dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu geometris dan nongeometris. Bentuk benda geometris, antara lain kubus, silinder, kerucut, piramida, dan bola. Bentuk-bentuk tersebut menjadi bentuk dasar benda, artinya beragam bentuk yang ada di sekitar manusia jika dicermati memiliki bentuk dasar geometris. Misalnya, gelas dan cangkir  bentuk dasarnya silinder, kursi dan meja bentuk dasarnya kubus. RAGAM BENTUK BENDA Bentuk benda dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan nongeometris. Bentuk geometris dapat diringkas menjadi dua, yaitu silindris dari kata silinder dan kubistis dari kata kubus. Adapun bentuk nongeometris disebut bentuk bebas. Jadi, dalam karya seni rupa, bentuk dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu bentuk silindris, bentuk kubistis, dan  bentuk bebas. 1. Bentuk Silindris  Silindris adalah benda yang bentuk dasarnya silinder. Karya seni rupa yang berbentuk silindris pada umumnya keramik atau gerabah, antara lain cangkir, poci, kendi, vas bunga, dan guci. 2. Bentuk Kubistis Kubistis adalah benda yang bentuk dasarnya kubus. Karya seni rupa yang berbentuk kubistis pada umumnya perabot rumah tangga, misalnya kursi, meja, lemari, bufet, dan rak sepatu. 3. Bentuk Bebas  Benda yang berbentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak teratur atau tidak termasuk silindris dan kubistis. Benda yang tergolong bebas antara lain patung, ukiran, relief, tumbuhan, dan binatang. BAHAN, ALAT, DAN TEKNIK MENGGAMBAR   Menggambar bentuk adalah mewujudkan gagasan berdasarkan objek alam benda dengan media dan prinsip tertentu. Media tertentu adalah bahan dan alat yang digunakan untuk menggambar. Bahan yang digunakan untuk menggambar berupa kertas gambar sebagai  bidang Gambar. Pensil, cat, dan tinta sebagai alam benda. Alat yang digunakan untuk menggambar berupa kuas, palet, dan pena.  1. Teknik Arsir  Arsir merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur garis yang disejajarkan atau dipersilangkan dalam rangka membentuk objek gambar. Jika menggunakan  pensil gambar sebagai medianya, mata pensil haruslah runcing dan digunakan dalam posisi tegak. 2. Teknik Dusel Dusel merupakan teknik menggambar yang menggunakan goresan pensil gambar dengan posisi miring atau rebah dalam rangka membentuk objek gambar. Perbedaan teknik dusel dengan teknik arsir terletak pada goresannya yang tidak secara jelas membentuk garis. 3. Teknik Pointilis Pointilis merupakan teknik menggambar yang menggunakan unsur titik sebagai  pembentuk objek gambar. Alat yang cocok untuk teknik pointilis adalah pena gambar. Teknik ini memerlukan waktu yang sangat lama sehingga dibutuhkan kesabaran yang tinggi. Namun, hasilnya sangat memuaskan. 4. Teknik Akuarel Akuarel merupakan teknik menggambar khusus menggunakan bahan cat air atau tinta gambar. Teknik menggambar akuarel dibedakan menjadi dua, yaitu teknik kering dan teknik  basah. Pada teknik kering, kertas gambar yang akan diwarnai dalam keadaan kering kemudian dibubuhi cat air menggunakan kuas secara tipis. Pada teknik basah, kertas gambar yang akan diwarnai dibasahi terlebih dahulu dengan air kemudian dibubuhi cat air menggunakan kuas. Cat air pun akan bergerak sendiri menyebar secara sporadis. 5. Teknik Plakat Plakat merupakan teknik menggambar yang menggunakan bahan cat air, cat akrilik, atau cat minyak. Penggunaan cat sebagai bahan dalam teknik plakat cukup kental sehingga  bersifat menutup. PRINSIP-PRINSIP MENGGAMBAR BENTUK BENDA Prinsip-prinsip menggambar bentuk merupakan kaidah-kaidah yang dijadikan  pedoman dalam menggambar bentuk. Kaidah-kaidah yang menjadi pedoman dalam menggambar bentuk terdiri dari empat prinsip, yaitu perspektif, komposisi, proporsi, dan  pencahayaan. 1. Perspektif Perspektif adalah prinsip menggambar yang berpedoman pada kesan pandangan mata. Dua benda yang berukuran sama apabila berbeda letaknya, dekat atau jauh, maka akan  digambar berbeda. Benda yang letaknya dekat digambar lebih besar dibandingkan benda yang letaknya jauh. Menggambar bentuk dengan prinsip perspektif berarti memperhatikan  perwujudan bentuk benda berdasarkan titik lenyap. Di dalam perspektif, dikenal gambar dengan satu titik lenyap dan gambar dengan dua titik lenyap. Pada gambar perspektif satu titik lenyap, objeknya sejajar dengan garis horizontal. Adapun pada gambar perspektif dua titik lenyap, objeknya tidak sejajar dengan garis horizontal. 2. Komposisi Komposisi adalah susunan atau tata letak suatu objek. Komposisi dalam menggambar  bentuk merupakan tata letak objek gambar alam benda. Objek gambar jika ditata berjauhan akan tampak terpisah dan komposisi menjadi kurang baik. Komposisi baik apabila objek gambar ditata berdekatan sehingga memiliki kesatuan. 3. Proporsi Proporsi adalah perbandingan antara objek yang satu dan objek yang lain. Proporsi dalam menggambar bentuk merupakan perbandingan objek alam benda yang satu dan objek alam benda lain yang digambar secara proporsional. Misalnya, gambar cangkir lebih kecil dibandingkan gambar poci, gambar poci lebih kecil dibandingkan gambar termos. Hal ini terjadi jika menggambar dua objek yang berbeda atau lebih. 4. Pencahayaan Objek atau benda akan tampak oleh penglihatan jika terkena cahaya. Bola dunia misalnya, belahan bola dunia yang terkena cahaya matahari akan tampak terang, sedangkan  belahan bola dunia yang tidak terkena cahaya matahari akan tampak gelap. Begitu juga  benda-benda di muka bumi ini, akan tampak terang jika terkena cahaya, sebaliknya akan tampak gelap jika tidak terkena cahaya matahari. Dalam menggambar bentuk, bagian objek yang terkena cahaya digambar terang, sedangkan bagian objek yang tidak terkena cahaya digambar gelap. Untuk bagian benda di antara gelap dan terang, digambar setengah gelap atau setengah terang. Objek atau benda yang terkena cahaya akan menghasilkan bayang-bayang. Bentuk  bayang-bayang pada dasarnya adalah bentuk objek atau benda itu sendiri. Bayang-bayang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu bayang-bayang awak, bayang-bayang langkah, dan  bayang-bayang terbalik. Bayang-bayang awak jatuh pada benda itu sendiri. Bayang-bayang langkah jatuh pada permukaan tempat benda berada. Bayang-bayang terbalik akan terlihat  jika benda itu berada di permukaan yang dapat memantulkan, seperti kaca, cermin, air, atau keramik, sehingga bentuk benda tampak secara terbalik. E.   METODE PEMBELAJARAN a.   Pendekatan : Scientific  b.   Metode : Diskusi, Observasi, dan Eksperimen c.   Model :  Discovery Learning
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x