Homework

Tiga Senjata Menghadapi Kemustahilan

Description
berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. 10 Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Share
Transcript
  Tiga Senjata Menghadapi Kemustahilan Keluaran 14:9-14 Ditulis oleh: Pnt. Drs. Beltasar Pakpahan dari GKPI Padang Bulan, Medan 9  Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. 10  Ketika Firaun telah dekat, orang Israel menoleh, maka tampaklah orang Mesir bergerak menyusul mereka. Lalu sangat ketakutanlah orang Israel dan mereka berseru-seru kepada TUHAN, 11   dan mereka berkata kepada Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? 12  Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini.”   13   Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: “Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. 14   TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”   PERJALANAN YANG MENAKUTKAN   Meninggalkan tempat perbudakan adalah impian dan hal yang sangat diinginkan bangsa Israel sewaktu mereka masih berada di Mesir. Dan sekarang (dalam nas ini) itulah yang sedang mereka alami dalam perjalanan meninggalkan Mesir menuju ke tempat yang akan disiapkan Tuhan bagi mereka. Tanpa mereka sadari, Tuhan sedang menjalankan proses untuk memperlihatkan kebesaran kuasa-Nya dimata bangsa pilihan-Nya.  Betapa umat Israel terkejut ketika mereka menoleh kebelakang ternyata pasukan Firaun dengan kekuatan yang sangat besar sedang mengejar mereka. Merekapun sadar dengan kemampuan mereka yang serba terbatas; tidak ada kekuatan yang dapat melawan Firaun dan pasukannya. Meskipun mereka harus berlari, kemampuan mereka tidak akan sanggup dibandingkan dengan lajunya kuda-kuda Firaun. Kalaupun mereka sanggup berlari, mau lari ke mana? Di kiri dan kanan mereka berdiri kokoh gunung-gunung batu dan hamparan padang gurun yang begitu luas. Di depan mereka terbentang Laut Teberau. Yang ada di dalam pikiran bangsa Israel tiada lain adalah mereka pasti akan mati. Mati dilaut lepas atau mati ditangan pasukan Firaun. Dalam situasi seperti itulah Allah ingin melihat seperti apa sikap dari umat Israel ketika menghadapi kesulitan dalam perjalanan hidup mereka. Dari kesaksian Alkitab Keluaran 14:11-12 sangatlah jelas bahwa mereka bukannya menyerahkan diri kepada Tuhan dalam doa tetapi justru mereka bersungut-sungut dan lebih parah lagi menyalahkan Musa yang telah memimpin mereka meninggalkan Mesir. Dengan kata lain, mereka menghadapi kemustahilan ! Menurut pemikiran mereka, mereka mustahil bisa selamat melewati situasi maha-kritis yang nyata-nyata ada di depan mata mereka. Mustahil ada jalan keluar bagi mereka yang saat itu sungguh tidak ada jalan bagi mereka untuk selamat. Mereka benar-benar melupakan Dia Sang Pembuka Jalan saat tidak ada jalan. Mereka lupa bahwa yang sangat tidak mungkin sungguh sangat mungkin di tangan Allah yang menyertai mereka sampai sejauh ini. Untuk situasi yang sangat genting dan menyesakkan seperti ini, ahli Managemen Risiko zaman modern mungkin akan menawarkan solusi berikut: 1.   Mengangkat tinggi-tinggi panji putih tanda menyerah sebelum musuh menewaskan semuanya. 2.   Memanfaatkan waktu yang ada dengan cepat-cepat memobilisasi para anggota yang sanggup berperang untuk menyerang balik musuh. 3.   Memperlambat penaklukan dengan bersembunyi di gunung-gunung batu yang ada di padang gurun itu. SOLUSI (SENJATA) YANG DITAWARKAN ALLAH   Apakah memang tidak ada jalan keluar bagi bangsa Israel saat mereka menghadapi kemustahilan tersebut? Betulkah Allah tidak mempedulikan dan memelihara mereka manakala mereka menghadapi jalan buntu? Apakah Allah tidak mau membuka jalan saat  jelas-jelas tidak ada jalan bagi mereka? Kalau kita perhatikan kembali nas di awal tulisan ini, sungguh sangat bertolak belakang dengan segala asumsi dan prakiraan logis mereka tentang keselamatan mereka. Allah tidak mau membiarkan bangsa pilihan-Nya mati konyol di tangan pasukan Firaun atau tenggelam sia-sia di bentangan luas Laut Merah yang terhampar di depan mereka. Sungguh, Allah melalui Musa menawarkan jalan keluar yang amat sangat berbeda dari sudut pandang manusia. Musa dalam ayat 13 dan 14 berkata kepada bangsa Israel, “  Janganlah takut,   berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN   , yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja ”.  Solusi atau Formula yang disampaikan Allah melalui Musa dalam menghadapi kemustahilan ada tiga: 1.   JANGAN TAKUT   (Tidak perlu menyerah) 2.   BERDIRILAH TETAP  –   (Tidak perlu menyerang balik) 3.   LIHATLAH KESELAMATAN DARI TUHAN  –   (Tidak perlu bersembunyi) Kita semua tahu bahwa adalah sangat tidak mudah untuk relaks dalam menghadapi bahaya. Tampaknya tidaklah praktis tidak melakukan apa-apa dalam situasi gawat atau mengharapkan bahwa sesuatu yang baik akan terjadi manakala yang bisa kita lihat hanyalah kegelapan di mana-mana. Begitu juga dengan bangsa Israel yang diceritakan dalam nas di atas. Namun dalam menghadapi situasi jalan buntu atau kemustahilan dalam hidup, kita sebagai orang-orang percaya kiranya perlu memperhatikan ketiga hal berikut ini (ayat 13): 1.   Kita tidak bisa mengatasi ketakutan  kecuali kita menumpahkan masalahnya kepada Allah dalam DOA. 2.   Kita tidak bisa berdiri tetap  dan damai sejahtera kecuali kita belajar mempercayakan segala sesuatu kepada KUASA ALLAH. 3.   Kita tidak dapat melihat keselamatan dari Tuhan kecuali kita membenamkan diri dan larut dalam PUJIAN DAN IBADAH. Inilah tiga pokok penting atau rahasia sehingga bangsa Israel dapat melakukan apa yang diperintahkan Musa kepada mereka. Sungguh, umat Tuhan membutuhkan ketiga senjata penting ini untuk menghadapi dan mengatasi kemustahilan yang melanda mereka. Ketiga senjata dimaksud tiada lain adalah: DOA KUASA ALLAH PUJIAN DAN IBADAH  Sekali lagi, ketika situasi kemustahilan melanda bangsa pilihan Allah, Musa, Sang Pemimpin Sejati, menyatakan hal-hal spesifik untuk dilakukan:    JANGAN PANIK TETAPI BAWALAH MASALAHMU KEPADA ALLAH DALAM DOA (“Janganlah takut”).      JANGAN SELESAIKAN SENDIRI MASALAHMU TETAPI PERCAYALAH PADA KUASA ALLAH (“Berdirilah tetap”).      JANGAN MENGELUH TETAPI LIHATLAH KEMENANGAN MELALUI PUJIAN DAN IBADAH (“Lihatkan keselamatan dari Tuhan”).  Berdoa, Percaya kepada Kuasa Allah, Memuji dan Beribadah kepada-Nya. Ketiga hal ini memang sangatlah mudah untuk dilakukan. Tetapi apakah ketiga hal ini terbukti berhasil mengatasi situasi paling pelik dalam kehidupan manusia? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat bagaimana keampuhan ketiga senjata ini dalam test kehidupan nyata. Sebagai test-case  mari kita gunakan bahaya yang dihadapi bangsa Israel selama masa pemerintahan Yosafat (2 Taw. 20: 1-27).    BUKTI KEAMPUHAN KETIGA SENJATA YANG DITAWARKAN TUHAN   Bahaya Nasional (  2 Taw. 20:1-2 )   1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. 2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang  Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi. Dalam teks kitab suci di atas, lagi-lagi kita mendapati bangsa Israel terancam bahaya nasional. Mereka benar-benar menghadapi tiga kelompok atau bangsa yang berbeda. Bangsa Moab, Amon dan Meunim. Berikut ini akan kita lihat apakah Ketiga Senjata yang disebutkan di atas akan berhasil bagi mereka. Menghadapi Kemustahilan: Mereka Menggunakan Senjata Doa (  2 Taw. 20:3-13 )   3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. 4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. 5 Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru 6 dan berkata: "Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. 7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu  Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya? 8 Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka: 9 Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. 10 Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya. 11 Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah  Engkau wariskan kepada kami. 12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu." 13 Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka.    Menghadapi Kemustahilan: Mereka Tetap Berdiri dan Percaya pada Kuasa Allah (  2 Taw. 20:14-17  )   14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, 15 dan berseru: “  Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. 16 Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. 17 Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu.  Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu ” .   Menghadapi Kemustahilan: Mereka Memuji dan Beribadah kepada Allah (  2 Taw.  20:18-21 )   18 Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem pun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. 19 Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan  puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. 20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!" 21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"    Lembah Pujian: Hasil dari Doa, Kuasa Allah dan Pujian (  2 Taw. 20: 22-27  )   22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat TUHANlah  penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. 23 Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. 24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada  yang terluput. 25 Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x