Products & Services

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Description
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Published
of 98
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  17 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Emprik Perbankan di Indonesia 1. Gambaran Umum Sektor Perbankan di Indonesia Bank umum di Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut ; a. Bank Umum Persero Milik Pemerintah yang merupakan bank pemerintah yang mempunyai jaringan dalam dan luar negeri. Bank ini juga menyediakan berbagai produk perbankan yang luas dan mencakup semua lapisan masyarakat. b. Bank Umum Swasta Nasional yang merupakan bank yang mempunyai  jaringan dalam negeri dan beberapa bank swasta nasional yang mempunyai jaringan kantor cabang di luar negeri. Bank ini juga menyediakan berbagai produk perbankan yang cukup luas dan mencakup semua lapisan masyarakat. c. Bank umum Milik Pemda atau Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang merupakan bank yang dimiliki oleh pemerintah daerah dimana usahanya terfokus di daerah di mana bank tersebut berada ( regional banking  ) dan lebih mengutamakan pendanaan terhadap kegiatan pemerintah daerah setempat. Produk-produknya lebih fokus dan terbatas dibandingkan dengan bank swasta atau bank persero. Dalam peta perbankan di Indonesia, BPD mempunyai peran dan fungsi yang sangat terfokus pada pengembangan dan pembangunan ekonomi daerah atau regional. d. Bank Asing dan Campuran (  joint venture ) yang merupakan bank yang terbentuk dari hasil kerja sama permodalan antara pihak pribumi dan  18 pihak asing. Kegiatan bank ini cukup luas dan mencakup semua lapisan masyarakat. e. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang merupakan bank yang melakukan pendanaan mikro ( microfinancing  ). Dalam peta perbankan di Indonesia, BPR mempunyai fungsi dan peran yang sangat penting dalam konteks pemberian fasilitas kredit pada usaha kecil dan lapisan masyarakat bawah yang belum mempunyai akses pada bank nasional, bank pemerintah, bank swasta asing, maupun bank pemerintah daerah. 2. Fungsi dan Peran Perbankan Bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Fungsi utama bank dalam pembangunan ekonomi, yaitu : 1. Bank sebagai lembaga yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan. 2. Bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit. 3. Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan peredaran uang. Sistem perbankan adalah salah satu media untuk menjalankan kebijakan moneter. Peran perbankan secara tradisional adalah menyediakan cadangan  19 ( reserve ) dalam sistem pembayaran nasional yang mana infrastruktur dari sistem pembayaran tersebut di bawah tanggung jawab bank sentral. Perbankan pada umumnya mempunyai 2 (dua) peran, yakni : 1. Sebagai institusi penampung dana ( depositories ) yang menerima deposito, membayar untuk dan atas nama deposan, dan menyediakan fasilitas penukaran mata uang asing. 2. Sebagai perusahaan yang berorientasi  profit  , di mana perbankan menyediakan produk-produk liabilities dan memberikan pinjaman kepada nasabah ( loan ). Dalam menjalankan peran ini. Bank memperoleh spread and fee based    income  untuk memenuhi target keuntungan yang ditetapkan oleh bank tersebut. Dengan demikian, sistem perbankan berperan sebagai intermediasi antara penyandang dana yang berprestasi di dalam produk-produk liabilities  dengan pelaku bisnis yang membutuhkan dana atau kredit (pengguna dana) untuk mengembangkan usaha mereka. Fungsi intermediasi dari perbankan inilah yang secara langsung maupun tidak langsung menunjang kelangsungan dan pertumbuhan sektor ini. 3. Ruang Lingkup Operasi Perbankan Dalam melaksanakan kegiatannya, bank dibedakan antara kegiatan bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Artinya, produk yang ditawarkan oleh bank umum lebih beragam, hal ini disebabkan bank umum mempunyai kebebasan untuk menentukan produk dan jasanya. Sedangkan bank perkreditan rakyat mempunyai keterbatasan tertentu sehingga kegiatannya lebih sempit.  20 a. Kegiatan-Kegiatan Bank Umum Industri perbankan Indonesia menurut pasal 6 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998, menyatakan bahwa operasi bank umum adalah menghimpun dana dari masyarakat ( funding  ) dalam bentuk simpanan giro ( demand    deposit  ), simpanan tabungan ( saving deposit  ), simpanan deposit ( time deposit  ). Kegiatan lain adalah menyalurkan dana masyarakat ( leading  ) dalam bentuk kredit, investasi, kredit modal kerja, dan kredit perdagangan. Termasuk pula pemberian jasa-jasa bank lainnya ( services ) seperti transfer uang, inkaso, kliring, safe deposit box, bank card, bank notes (valas), bank garansi, referensi bank, letter of credit (L/C), cek wisata, jual beli surat berharga, menerima pembayaran listrik, telpon, air, pajak dan sebagainya. Selain itu juga melayani pembayaran gaji/pensiun, deviden, bonus/ hadiah. Di dalam pasar modal, perbankan dapat melaksanakan peranannya sebagai penjamin emisi ( underwriter  ), penjamin ( guarantor  ), wali amanat ( truster  ), perantara perdagangan efek (pialang/ broker  ), pedagang efek ( dealer  ) dan sebagai perusahaan pengelola dana ( investmen company  ). b. Kegiatan-Kegiatan BPR Kegiatan BPR lebih sempit dari bank umum. Kegiatan yang dapat dilakukannya antara lain, menghimpun dana dalam bentuk simpanan tabungan dan simpanan deposito. Sedangkan penyaluran dana dalam bentuk kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit perdagangan. BPR tidak diperbolehkan menerima simpanan giro, mengikuti kliring, mengikuti kegiatan valuta asing, dan mengikuti kegiatan perasuransian.  21 c. Kegiatan-Kegiatan Bank Asing dan Bank Campuran Pada umumnya bank-bank asing dan bank campuran yang bergerak di Indonesia adalah bank umum dan tugasnya sama dengan bank umum lainnya, namun mereka lebih dikhususkan dalam bidang-bidang tertentu dan ada larangan tertentu pula. Kegiatan bank umum asing dan bank campuran di Indonesia adalah, kredit yang diberikan lebih diarahkan ke bidang-bidang tertentu seperti perdagangan internasional, bidang industri dan produksi. Penanaman modal asing/campuran, kredit yang tidak dapat dipenuhi bank swasta. Bank Asing dilarang menerima simpanan dalam bentuk simpanan tabungan. Untuk jasa-jasa lainnya, bank asing/campuran sama saja dengan kegiatan bank umum. 4. Penilaian Kesehatan Bank Untuk menilai kesehatan bank dapat dilihat dari berbagai segi. Penilaian ini bertujuan untuk menentuk apakah bank tersebut dalam kondisi yang sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat, sehingga bank Indonesia sebagai pembina bank-bank, dapat memberikan arahan atau petunjuk bagaimana bank tersebut harus dijalankan atau bahkan dihentikan kegiatan operasinya. Ukuran untuk melakukan penilaian kesehatan bank ditentukan oleh bank Indonesia. Kepada bank-bank diharuskan membuat laporan, baik yang bersifat rutin ataupun secara berkala mengenai seluruh aktivitasnya dalam suatu periode tertentu.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks