Humor

Bahan

Description
Bahan
Categories
Published
of 117
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Page 1   Halaman 1  11 11 Urban Infrastructure, Housing, Basic Services Infrastruktur perkotaan, Perumahan, Pelayanan Dasar and Poverty lleviation dan Penanggulangan !emiskinan urbani"ed compared to many countries of sia,vi"#, urban dibandingkan dengan  banyak negara di sia, yaitu#, $hina %&'(),Indonesia %&*(),+apan %*(),South $ina %&'(), Indonesia %&*(), +epang %*(), Selatan !orea %&(), and Pakistan %&-()# !orea %&(), dan Pakistan %&-()# . There is a continued concentration of the urban  . Ada konsentrasi lanjutan dari perkotaan   population in large cities and e/isting city agglom0 populasi di kota0kota besar dan kota yang ada agglom0 erations %$lass I cities ith population over one erations %!elas I kota dengan  populasi lebih dari satu lakh) account for 2#3( ofthe urban  population and lakh) account untuk 2,3(  penduduk perkotaan dan ofthe this proportion has been groing# proporsi ini telah berkembang# 4he groth of Pertumbuhan rural settlements hich are ac5uiring urban charac0 permukiman pedesaan yang memperoleh karakteristik perkotaan teristic is very slo and thereis reluctance on the part teristic adalah keengganan sangat lambat dan thereis pada bagian ofthe States tonotify the rural settlements as a ton# ofthe merika tonotify  pemukiman pedesaan sebagai sebuah kota# . There are large variations in the spatial patterns of   . Ada variasi yang besar dalam pola spasial  urbani"ation across the States and cities# urbanisasi di seluruh merika dan kota0kota# . The pattern of population concentration in large  . Pola konsentrasi penduduk dalam jumlah besar  cities reflects spatial polari"ation of the employment kota mencerminkan  polarisasi spasial lapangan ker6a opportunities# peluang# 11#& This phenomenon has led to tremendous pres-  11,& Fenomena ini telah menyebabkan tekanan-tekanan yang luar biasa  sure on civic infrastructure systems, ater supply, yakin pada sistem infrastruktur sipil, pasokan air, seerage and drainage, uncollected solid aste, saluran pembuangan dan drainase, limbah padat tidak tertagih,  parks and open spaces, transport,etc# taman dan ruang terbuka, transportasi, dll It has also led to Hal ini 6uga menyebabkan deterioration in the 5uality of city environments# penurunan kualitas lingkungan kota# In several cities, the problems of traffic congestion, Di beberapa kota, masalah kemacetan lalu lintas,  pollution, poverty, inade5uate housing, crime, and polusi, kemiskinan, perumahan tidak memadai, ke6ahatan, dan social unrest are assuming alarming  proportions# kerusuhan sosial mengasumsikan proporsi yang mengkhaatirkan# 11#7 The number of urban agglomerations and towns  11#7 Jumlah aglomerasi perkotaan dan kota-kota  has increased from &*2 in 1331 to -121 in '881# telah meningkat dari &*2 pada 13310-121 pada tahun '881# 9ur0 9ur0 ther, this urbani"ation is characteri"ed by incomplete ada, urbanisasi ini ditandai dengan tidak lengkap :;<=;I<> ?@B=A U U =BA =BA S S $<A=I: IA 4H< $<A=I: DI ? ? :B :B $ $ :A4<C4 :A4<C4  11#1 Urbanization is a key indicator of economic  11#1 Urbanisasi merupakan indikator kunci dari ekonomi  development and should be seen as a  positive factor pembangunan dan harus dilihat sebagai faktor positif for overall development# untuk  pembangunan secara keseluruhan# lso, as an economy gros, +uga, sebagai ekonomi tumbuh, its tons and cities e/pand in si"e and volume and kota dan kota0kota  berkembang dalam ukuran dan volume dan the contribution of the urban sector to the national kontribusi sektor perkotaan nasional economy increases# ekonomi meningkat# 9or instance, the contribution of Sebagai contoh, kontribusi urban sector to Indias ?DP has increased from '3( sektor perkotaan ke India PDB telah meningkat dari '3( in 13-8E-1 to 7*( in 138E1#4he urban sector pres0 dalam 13-80-1 men6adi 7*(  pada 13801#4he sektor perkotaan prFs0 ently contributes about 2'(E2&( of the ?DP and this ently menyumbang sekitar 2'( 02&( dari PDB dan ini is e/pected to increase to *-( by '8'1 %see Bo/ 11#1)# diharapkan meningkat men6adi *-( '8'1 %lihat !otak 11#1)# Box 11.1   Kotak 11.1   Vision   Visi  Indian cities ill be the locus and engine of economic !ota di India akan men6adi lokus dan mesin ekonomi groth over the ne/t to decades, and the reali"ation of pertumbuhan selama dua dekade berikutnya, dan realisasi an ambitious goal of 3(E18( groth in ?DP depends tu6uan ambisius  pertumbuhan 3( 018( dalam PDB tergantung fundamentally on making Indian cities much more fundamental pada pembuatan kota di India 6auh lebih livable, inclusive, bankable, and competitive# ditinggali, inklusif, bankable, dan kompetitif# 11#' The trends of urbanization in India in the recent  11#' Kecenderungan urbanisasi di India baru-baru ini  decades indicate the folloing key featuresG dekade menun6ukkan fitur utama sebagai berikutG . The degree of urbanization in India is one of the  . Tingkat urbanisasi di India adalah salah satu  loest in the orld# terendah di dunia# >ith about '*#( of the total Dengan sekitar '*,( dari total  population living in the urban areas, India is less penduduk yang tinggal di daerah  perkotaan, India kurang Page 2   Halaman 2  Urban Infrastructure, Housing, Basic Services, and Poverty lleviation Infrastruktur perkotaan, Perumahan, Pelayanan Dasar, dan Pengentasan !emiskinan &3- &3- devolution of functions to the elected  bodies, lack of devolusi fungsi untuk tubuh terpilih, kurangnya ade5uate financial resources,unillingness to progress sumber daya keuangan yang memadai, keengganan untuk kema6uan toards municipal autonomy, adherence to outdated menu6u kota, kepatuhan otonomi usang methods in propertyta/ation,hesitation in levy of user metode dalam  propertyta/ation, ragu0ragu dalam retribusi pengguna charges, unsatisfactory role of parastatals in the provi0 biaya, peran yang tidak memuaskan parastatal dalam pe0 sion of ater supply and sanitation services# Sion pasokan air dan pelayanan sanitasi# lso, the +uga, governance re5uirements under the *7th $onstitution pemerintahan persyaratan di  baah UUD *7 mendment ct %$) in respect of the District Plan0 mandemen Undang0Undang %$) sehubungan dengan =encana !abupaten0  ning $ommittees and @etropolitan Planning $ommit0 !omite perencanaan dan Perencanaan @etropolitan !omit0 tees %@P$s) have not been met in a number of States# tee %@P$s) belum terpenuhi di se6umlah Aegara# 11#- The extent and magnitude of the urban popula-  11#- Tingkat dan besarnya populasi perkotaan  tion calls for e/tra efforts by city planners and manag0 tion menyerukan upaya ekstra dengan perencana kota dan @anag0 ers to cope up ith the ever0groing strain on the ers untuk mengatasi dengan strain yang terus tumbuh di urban infrastructure# perkotaan infrastruktur# Special attention is needed for Perhatian khusus diperlukan untuk management and governance of urban areas hich are mana6emen dan  pemerintahan daerah perkotaan yang at present fragmented beteen different State0level saat ini terfragmentasi antara  Aegara0tingkat yang berbeda agencies and urban local bodies %UBs), ith lack of lembaga dan badan0badan lokal perkotaan %UBs), dengan kurangnya co0ordination# koordinasi# 11#2 The policymakers need to focus on new ways  11#2 Para pembuat kebijakan perlu fokus pada cara-cara baru  to achieve the results and on different  benchmarks untuk mencapai hasil dan  benchmark yang berbeda that capture efficiency, effectiveness, 5uality, and baha efisiensi menangkap, efektivitas, kualitas, dan sustainability in governance, service delivery, inter0 keberlan6utan dalam  pemerintahan, pelayanan pengiriman, antar0 governmental municipal finances, and social de0 pemerintah kota keuangan, dan sosial de0 velopment# Pembangunan# Some of the strategic interventions are Beberapa intervensi strategis summari"ed in Bo/ 11#'# dirangkum dalam !otak 11#'#  A A 4I:A tional U U =BAI4I:A =BAI4I:A P P :I$ :I$ 11#* The time is ripeto formulate a long-term National  11#* Waktu adalah merumuskan ripeto jangka panjang Nasional  Urbani"ation Policy indicating the emerging pattern !ebi6akan Urbanisasi menun6ukkan pola yang muncul of urbani"ation and measures to channeli"e future ur0 urbanisasi dan langkah0langkah untuk channeli"e masa ur0  ban groth in an e5uitable and sustainable manner# larangan pertumbuhan secara adil dan berkelan6utan# It Ini should encompass the changing economic scenario, harus mencakup skenario ekonomi yang berubah, reform agenda of +aaharlal Aehru  Aational Urban agenda reformasi +aaharlal Aehru Perkotaan Aasional =eneal @ission %+AAU=@), and the role of UBs in Perpan6angan @isi %+AAU=@), dan peran UBs di the era of globali"ation#4he ob6ectives of  balanced and era tu6uan globali"ation#4he dari seimbang dan sustainable development are to be achieved by reduc0 pembangunan  berkelan6utan harus dicapai dengan  pengurangan0 ing spatial disparities# ing kesen6angan spasial# = = <?I:A <?I:A D D <;<:P@<A4 <velopment P P AS A 11# The regional development plans at the State level  11, Rencana pembangunan daerah di tingkat Negara  need to be formulated as a broad policy and vision perlu dirumuskan sebagai kebi6akan yang luas dan visi  document for the development of urban and rural dokumen untuk pengembangan  perkotaan dan pedesaan groth centres in an integrated manner#  pusat0pusat pertumbuhan secara terpadu# = = :< :9 :< D=I ? ? :;<=A@<A4 S  :;<=A@<A4 S<B?I 9 9 $II44:= $II44:= 11#3 The GoI should play the role of a facilitator as  11,3 Pemerintah harus memainkan peran fasilitator sebagai  is being done through +AAU=@ and various other sedang dilakukan melalui +AAU=@ lainnya dan berbagai reform initiatives such as property ta/ reforms, muni0 reformasi inisiatif seperti reformasi pa6ak properti, muni0 cipal accounting reforms, model municipal la, cipal akuntansi reformasi, model hukum kota, guidelines on private sectorparticipation,etc#It should pedoman sectorparticipation sasta, etc#It harus also come up ith a policy frameork for regulators 6uga datang dengan kerangka kebi6akan untuk regulator in the urban sector# di sektor perkotaan# 4he State ?overnments should Pemerintah Aegara harus  play a similar role to facilitate the UBs in order memainkan peran serupa untuk memfasilitasi UBs dalam rangka to provide an enabling environment for the UBs to untuk menyediakan lingkungan yang memungkinkan bagi UBs untuk function as effective units of self0governance at the berfungsi sebagai unit0diri yang efektif pemerintahan di local level# tingkat lokal# Urban poverty alleviation, slum up grada0 Pengentasan kemiskinan perkotaan, daerah kumuh sampai grada0 tion,and basic services to the urban poor ill continue tion, dan pelayanan dasar untuk masyarakat miskin perkotaan akan terus toremain as functions belonging to the  public domain# toremain sebagai fungsi milik domain publik# 4hese functions are redistributive in nature and are 9ungsi0fungsi ini redistributif di alam dan  best handled through redistributive ta/es at the con0 terbaik ditangani melalui pa6ak redistributif pada con0 trol of $entral and State ?overnments#4hus,$entralE Hibah 4engah dan Aegara ?overnments#4hus, Pusat0 StateEUB partnerships illbenecessary as potentially Aegara0UB illbenecessary berpotensi kemitraan effective ays to address the emerging issues of urban cara efektif untuk mengatasi masalah yang muncul dari  perkotaan development# pembangunan# P P =I;4< =ivate S S <$4:= <ctor P P =4I$IP4I:A =4I$IP4I:A 11#18 Private sector participation in the water supply  11,18 partisipasi sektor swasta dalam penyediaan air  and sanitation sector could not make significant dan sektor sanitasi tidak bisa membuat yang signifikan  progress till no# kema6uan sampai sekarang# 4here is substantial need and  poten0 da kebutuhan besar dan keyakinan baha masing0 tial for the same in the <leventh Plan# esensial untuk hal yang sama dalam =encana !esebelas# Hoever, ith0  Aamun, dengan0 out aiming at the full cost recovery,  private sector keluar mengarah pada  pemulihan biaya penuh, sektor sasta  participation cannot be a successful  proposition# partisipasi tidak bisa men6adi  proposisi sukses# Box 11.2   Kotak 11.2    Strategy of Urban Development   Strategi Pembangunan Perkotaan  . Strengthening urban local bodies through capacity building and better financial management.  . Penguatan lembaga lokal perkotaan melalui pembangunan kapasitas dan manajemen keuangan yang lebih baik.  . Increasing the efficiency and productivity of cities by deregulation and development of land.  . Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kota dengan deregulasi dan pengembangan tanah.  . Dismantling public sector monopoly over urban infrastructure and creating conducive atmosphere for the private sector  . Membongkar monopoli sektor publik melalui infrastruktur perkotaan dan menciptakan suasana kondusif bagi sektor swasta  to invest# untuk berinvestasi# . Establishing autonomous regulatory framework to oversee the functioning of the public and private sector.  . Menetapkan kerangka peraturan otonom untuk mengawasi fungsi sektor publik dan swasta.  . Reducing incidence of poverty.  . Mengurangi kemiskinan.  . Using technology and innovation in a big way.  . Menggunakan teknologi dan inovasi di jalan besar.   Page 3   Halaman 3  &32 &32 <leventh 9ive ear Plan !esebelas ima 4ahun =encana 4 4 H< DI $ $ :AS4=IA4S :AS4=IA4S 11#11 The transformation of the Indian cities faces  11,11 Transformasi kota-kota India wajah  several structural constraints# beberapa kendala struktural# 9oremost, the current 4erutama, arus urban development model starves cities of financing# model pembangunan perkotaan kota kelaparan pembiayaan# lso,eak or outdated urban management  practicesJ +uga, lemah atau usang  praktek0mana6emen perkotaan inappropriate planning systems, unsustainable ser0 patut perencanaan sistem, 6asa0berkelan6utan vice delivery models, and lack of focus on the urban >akil model pengiriman, dan kurangnya fokus pada perkotaan  poorJnegate the benefits of agglomeration economies miskin0meniadakan manfaat ekonomi aglomerasi in Indian cities by distorting land and housing mar0 di kota0kota India dengan tanah mendistorsi dan perumahan mar0 kets, rendering cities non0creditorthy, and leaving menengah dan miskin, kota0kota non0render kredit, dan meninggalkan them ith e/pensive yet poorly functioning urban mereka dengan  perkotaan kurang berfungsi belum mahal services# layanan# 11#1' The current urban management techniques are  11#1' Arus teknik manajemen perkotaan  also out0moded# 6uga keluar0moded# 4he @aster Plan conceptJas cur0 @aster Plan konsep0sebagai0skr rently practised in IndiaJis not idely used elsehere# rently dipraktekkan di India0tidak banyak digunakan di tempat lain# Besides,it is not ellsuited to rapidly groing cities and Selain itu, tidak ellsuited kota untuk cepat tumbuh dan multi06urisdiction urban agglomerations# multi0yurisdiksi aglomerasi perkotaan# 4he @aster @aster Plan concept has also not been useful in addressing =encana konsep 6uga tidak  berguna dalam menangani Indiaslarge and idely spreadslums#By locking0in the Indiaslarge dan luas spreadslums#By mengunci0dalam supply of buildable land and space, the @aster Plan, pasokan lahan buildable dan ruang, @aster Plan,
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks