Spiritual

Hakekat karakater ialah Menurut Simon Philips

Description
Hakekat karakater ialah Menurut Simon Philips
Categories
Published
of 3
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Hakekat karakater ialah Menurut Simon Philips, karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang ditampilkan. Sedangkan Doni Koesoema, memahami bahwa karakter sama dengan kepribadian. Kepribadian dianggap sebagai ciri, atau karakteristik, atau gaya, atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungan. UNSUR KARAKTER BANGSA Menurut Prince (2010:01) Identitas Nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Ke-majemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu suku bangsa, agama, kebudayaan, dan bahasa. Suku Bangsa : adalah golongan sosial yang khusus yang bersifat askriptif (ada sejak lahir), yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin. Di Indonesia terdapat banyak sekali suku bangsa atau kelompok etnis dengan tidak kurang 300 dialek bahasa. Agama : Bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang agamis. Agama-agama yang tumbuh dan berkembang di Nusantara adalah agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu. Agama Kong Hu Cu pada masa Orde Baru tidak diakui sebagai agama resmi negara, tetapi sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, istilah agama resmi negara dihapuskan. Kebudayaan : pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang isinya adalah perangkat-perangkat atau model-model pengetahuan yang secara kolektif digunakan oleh pendukung-pendukungnya untuk menafsirkan dan memahami lingkungan yang dihadapi dan digunakan sebagai rujukan atau pedoman untuk bertindak (dalam bentuk kelakuan dan benda-benda kebudayaan) sesuai dengan lingkungan yang dihadapi. Bahasa : Merupakan unsur pendukung identitas nasional yang lain. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambang yang secara arbitrer dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan yang digunakan sebagai sarana berinteraksi antar manusia. Dari unsur-unsur identitas Nasional tersebut dapat dirumuskan pembagiannya menjadi 3 bagian sebagai berikut: 1) Identitas Fundamental, yaitu Pancasila yang merupakan Falsafah Bangsa, Dasar Negara, dan ldeologi Negara. 2) Identitas Instrumental, yang berisi UUD 1945 dan Tata Perundangannya, Bahasa Indonesia, Lambang Negara, Bendera Ne gara, Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”.  3) Identitas Alamiah yang meliputi Negara Kepulauan (archipelago) dan pluralisme dalam suku, bahasa, budaya, serta agama dan kepercayaan (agama).  Sebagian ahli berpendapat bahwa bangsa itu mirip dengan komunitas etnik, meskipun tidak sama. Bangsa adalah suatu komunitas etnik yang ciri-cirinya adalah: memiliki nama, wilayah tertentu, mitos leluhur bersama, kenangan bersama, budaya yang sama, dan solidaritas tertentu. Dalam pengertian Sosiologis,  bangsa termasuk kelompok paguyuban yang secara kodrati ditakdirkan untuk hidup bersama dan senasib sepenanggungan di dalam suatu negara. Dari sudut pandang Antropologis , bangsa merujuk pada suatu bangsa (etnic group). Yaitu sekelompok manusia yang terikat oleh kesadaran serta jati diri sebagai satu kesatuan budaya dan memiliki kesamaan ciri-ciri fisik biologis, seperti warna kulit, bentuk wajah, bentuk rambut, dan perawakan. Dalam pengertian politis,  bangsa merujuk pada keseluruhan masyarakat warga sebuah negara nasional. Yaitu sekelompok manusia yang merasa memiliki identitas bersama serta tinggal dalam wilayah yang jelas batas –  batasnya dan berdaulat. Ada banyak definisi bangsa menurut pendapat para ahli, seperti:   1.   Hans Kohn (German) Bangsa adalah hasil tenaga hidup manusia dalam sejarah. Suatu bangsa merupakan golongan yang beraneka ragam dan tidak bisa dirumuskan secara eksak. 2.   Ernest Renan (Perancis) Bangsa adalah suatu nyawa, suatu akal yang terjadi dari dua hal, yaitu rakyat yang harus bersama-sama menjalankan suatu riwayat, dan rakyat yang kemudian harus mempunyai kemauan atau keinginan hidup untuk menjadi satu 3.   Otto Bauer (German) Bangsa dalah kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter. Karakter tumbuh karena adanya kesamaan nasib. 4.   E.Ratjel (German) Bangsa terbentuk karena adanya hasrat bersatu. Hasrat itu timbul karena adanya rasa kesatuan antara manusia dengan tempat tinggalnya (paham geopolitik). 5.   Jalobsen dan Lipman Bangsa adalah suatu kesatuan budaya (cultur unity) dan kesatuan politik (political unity). Sebuah bangsa membutuhkan adanya identitas bersama. Fungsi identitas bersama adalah mempersatukan berbagai kelompok masyarakat yang membentuk bangsa tersebut. Identitas bersama sebuah bangsa dapat terbntuk akrena hal-hal berikut:  1) primordial, 2) sakral, 3) tokoh, 4) sejarah, 5) perkembangan ekonomi, 6) kelembagaan, 7) prinsip bhineka tunggal ika. Berdasarkan pengertian bangsa yang dikemukakan oleh para ahli kenegaraan seperti diatas, maka dapat disimpulkan unsur-unsur pembentuk bangsa antara lain: 1) persamaan nasib dimasa lalu atau persamaan sejarah, 2) memiliki persamaan karakter, 3) meiliki ikatan persatuan diantara anggota-anggotanya, 4) meiliki ikatan terhadap tanah air yang sama, 5) memiliki cita cita tujuan hidup yang sama. Indonesia adalah sebuah bangsa modern yang terbentuk karena faktor-faktor berikut:   1.   persamaan latar belakang sejarah dimasa lalu /perasaan nasib sebgai bangsa yang terjajah; 2.   adanya keterikatan terhadap tanah air yang sama; dan 3.   adanya ikatan persatuan untuk melepaskan diri dari penjajahan dan mendirikan negara yang merdeka, 4.   persamaan cita-cita atau tujuan hidup bersama.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks