Books - Non-fiction

KAJIAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DI PERPUSTAKAAN STIKES ELISABETH SEMARANG

Description
Kajian pengguna dan evaluasi informasi merupakan salah satu kegiatan utama dalam manajemen koleksi perpustakaan. Kajian pengguna dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa, kapan, dan dimana orang mencari informasi dan menggunakan
Published
of 16
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   KAJIAN PENGGUNA UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN STIKES ST. ELIBETH SEMARANG IG. BAMBANG UNTORO  Pustakawan Stikes St. Elisabeth Semarang KAJIAN PENGGUNA UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN STIKES ST. ELIBETH SEMARANG I.   Pendahuluan Kajian pengguna dan evaluasi informasi merupakan salah satu kegiatan utama dalam manajemen koleksi perpustakaan. Kajian pengguna dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana, mengapa, kapan, dan dimana orang mencari informasi dan menggunakan sumber-sumber informasi. Seperti yang kita ketahui pengguna perpustakaan adalah salah satu faktor utama yang harus ada di sebuah perpustakaan. Sehingga perlu adanya kajian  pengguna atau users studies yang merupakan kajian secara sistematis terhadap karakteristik dan perilaku pengguna informasi, berkenaan dengan interaksinya dengan sistem informasi menurut Suyanto dalam Suwanto (2000,382  –   391). Pentingnya pengguna sebagai salah satu unsur di dalam sebuah perpustakaan, maka pengkajian terhadap pengguna harus dilakukan agar terdapat kesinergian antara perpustakaan dan pengguna. Kajian pengguna menurut Sridhar (2002,26-27) bahwa kajian pengguna adalah suatu keharusan pada saat mendesain sebuah sistem atau jasa. Kajian pengguna membantu meningkatkan hubungan antara  perpustakaan dengan penggunanya dan menerangkan apa yang telah dilakukan oleh pustakawan secara tidak langsung, Sehingga ditemukan karakteristik, kebutuhan informasi, perilaku, sikap, pendapat, prioritas, prefensi, dan evaluasi  pengguna.    II.   Tujuan dan Manfaat Kajian pengguna ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan, pemanfaatan dan kepuasan pengguna dalam mencari informasi. Dengan mengetahui hal tersebut  perpustakaan dapat melakukan perubahan sistem layanan yang diberikan sesuai dengan keinginan pengguna (Darmono dan Ardoni: 1994, 30). Menurut G. Edward Evans (2005, 21) kajian pengguna ( users studies ) dapat dilihat dari tiga aspek yaitu kebutuhan (needs) , keinginan (wants) dan permintaan (demands).   III.   Permasalahan Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti merumuskan masalah sebagai  berikut yaitu bagaimana kajian pengguna dalam mendukung  pengembangan koleksi, bagaimana kebutuhan pengguna, keinginan pengguna dan permintaan pengguna perpustakaan Stikes St. Elisabeth Semarang. IV.   Metode Penelitian Penelitian dalam kajian perngguna menggunakan metode deskriptif survei. Menurut Bungin (2008, 36) penelitian ini tidak mampu mencapai ke dalam data seperti studi kasus, deskriptif survei bersifat dangkal dan hanya menguliti saja. Sehingga memungkinkan kita mengeneralisasi suatu gejala sosial atau variabel sosial tertentu kepada gejala sosial atau variabel sosial dengan populasi yang lebih besar. Dalam melaksanakan kajian pengguna, peneliti penggunakan teknik sebagai berikut; 1.   Kuesioner Kuesioner dapat berupa pertanyaan/pernyataan tertutup atau terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet (Sugiyono 2010, 142). Pada penelitian ini kuisoner terdiri dari 20 pertanyaan, 5 pertanyaan untuk data responden dan 14 pertanyaan untuk  data penelitian dan satu pertanyaan terbuka untuk saran dan kritik terhadap  perpustakaan Stikes St. Elisabeth Semarang. Kuisioner diberikan langsung kepada responden yaitu pengunjung perpustakaan Stikes St. Elisabeth Semarang sebanyak 65 orang. 2.   Observasi Teknik pengumpulan data ini mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain. Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyono (2010, 143) observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Observasi peneliti lakukan untuk memenuhi data yang diinginkan dengan cara datang dan mengamati perpustakaan Stikes St. Elisabeth Semarang. 3.   Wawancara Teknik pengumpulan data yang dilakukan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti adalah responden untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. 4.   Studi Dokumentasi Suatu cara pengumpulan data yang peneliti lakukan dengan menelaah serta mendalami literatur dan dokumen yang relevan dengan penelitian.    Analisis Data Data yang didapat dari lapangan akan berguna jika data tersebut telah dianalisis. Kegiatan analisis data merupakan hal yang sangat penting, karena dengan melakukan analisis data maka akan terlihat kegunaan data dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dimana analisis ini memaparkan  jawaban responden terhadap pertanyaan yang diajukan.     Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan menurut Sugiyono (2010, 80). Sedangkan menurut pendapat Siswojo definisi populasi adalah sejumlah kasus yang memenuhi seperangkat kriteria yang ditentukan peneliti. Populasi dari  penelitian ini adalah pengunjung perpustakaan Stikes St. Elisabeth Semarang selama satu bulan yaitu pada bulan Januari, yang mana pada bulan ini ada 174  pengunjung perpustakaan Stikes St. Elisabeth Semarang.    Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh  populasi menurut Sugiyono (2010, 81). Pengunjung adalah sampel pada  penelitian ini. Tujuan penentuan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai objek penelitian dengan cara mengamati hanya sebagian dari  populasi. Teknik pengambilan sampel yang peneliti gunakan adalah teknik  sampling insidental. Menurut Sugiyono (2010, 85) yang dimaksud dengan insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Penentuan jumlah sampel diambil dengan tingkat kesalahan sebesar 10%. Secara umum, semakin besar sampel maka akan semakin representatif. Namun pertimbangan efisiensi sumber daya akan mempengaruhi  besarnya jumlah sampel yang diambil (Sugiyono 2010, 86). Mempertimbangkan hal ini maka dalam penelitian ini, peneliti mengambil jumlah sampel sebanyak 64 pengunjung dari hasil perhitungan  berdasarkan rumus Yamane (Rakhmat 2005, 82):
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks