Legal forms

Makalah agama

Description
Makalah agama
Categories
Published
of 14
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  1 | STIKOM Al-Khairiyah   KATA PENGANTAR Segala puji bagi allah SWT yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul dalam pertemuan yang Insya Allah dimuliakan oleh Nya. Shalawat dan Salam semoga tetap terlimpah curah kepada junjunan kita  Nabi Muhammad SAW. Kepada para sahabatnya dan semoga kepada kita selaku ummatnya mendapatkan syafa‟at -Nya,Amin. Kami sebagai pihak yang diberikan tugas, mencoba memaparkan beberapa ilmu yang kami ambil dari beberapa sumber, dalam bentuk makalah yang akan kami presentasikan ini. Mohon maaf bila terdapat kesalahan baik dalam segi penulisan maupun dalam redaksi. Kritik dan saran sangat kami harapkan.  Billahi fi Sabililhaq  Pastabiqul Khairot.  Cilegon, September 2013 P E N U L I S  2 | STIKOM Al-Khairiyah   DAFTAR ISI Kata pengantar 1 Daftar isi 2 Bab 1 Pendahuluan 1.1   Latar Belakang 3 1.2 Rumusan Masalah 4 1.3 Tujuan Penulisan 4   1.4 Metode Penelitian 4   Bab 2 Pembahasan 2.1   Pengertian Al- Qur‟an  5 2.2   Cara Turunya Al- Qur‟an  6 2.3    Nama-  Nama Lain Dari Al Qur‟an Beserta Dalilnya  7 2.4   Kandungan Isi Al Qur‟an  9 2.5   Fungsi Dan Kedudukan Al- Qur‟an  11 Bab 3 Penutup Kesimpulan 13 DAFTAR PUSTAKA 14  3 | STIKOM Al-Khairiyah   BAB I PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Al- Qur‟an adalah mukjizat Islam yang kekal dan mukjizatnya diperkuat oleh kemajuan ilmu pengetahuan. Ia diturunkan Allah kepada Rasulullah saw untuk mengeluarkan manusia dari suasana yang gelap menuju yang teran, serta membimbing mereka ke jalan yang lurus. Rasulullah s.a.w. menyampaikan Al- Qur‟an itu kepada para sahabatnya orang -orang Arab asli sehingga mereka dapat memahaminya berdasarkan naluri mereka. Apabila mereka mengalami ketidak  jelasan dalam memahami suatu ayat, mereka menanyakan kepada Rasulullah s.a.w. Terkait dengan mukjizat yang relevansinya menunjukkan kehebatan mukjizatal- Qur‟an. Sebab mengemukakan sesuatu makna dalam berbagai bentuk susunan kalimat di mana salah satu bentuk pun tidak dapat ditandingi oleh sastrawan Arab. Merupakan tantangan dahsyat dan bukti bahwa Al- Qur‟an itu datang dari Allah SWT. Kesadaran akan historisitas dan kontekstualitas  pemahaman manusia pada gilirannya akan bersinggungan dengan ranah Al- Qur‟an dan pemaknaannya. Sebenarnya secara umum disepakati oleh umat Islam  bahwa Al- Qur‟an adalah sakral, karena ia adalah Kalamullah yang diturunkan melalui Rasulullah. Namun ketika melihat fakta bahwa al- Qur‟an memakai  bahasa Arab, berbagai informasi yang disajikan di dalamnya banyak yang memakai logika budaya Arab, kemudian berbagai istilah yang dipakai di dalamnya juga menggunakan terminologi yang akrab di kalangan orang Arab saat itu, maka muncullah berbagai kajian dan pembahasan tentang status srcinal al- Qur‟an, sejauh manakah  al- Qur‟an itu  berdimensi ilahiah dan sejauh mana ia  berdimensi manusiawi. Telah banyak kajian bahkan perdebatan terhadap persoalan ini, bukan hanya  para orientalis Barat yang „berpihak‟ yang menyatakan bahwa al - Qur‟an itu tidak memiliki sisi ilahiah sama sekali, karena ia ciptaan Muhammad. Tetapi juga dari kalangan Islamolog kontemporer yang berasal dari kalangan umat Islam sendiri. Salah seorang Islamolog kontemporer yang sangat dikenal dengan isu  4 | STIKOM Al-Khairiyah   kontroversial bahwa Al- Qur‟an adalah produk budaya adalah tokoh intelektual dari Mesir, Nasr Hamid Abu Zayd. Dia adalah professor bahasa Arab dan Studi al- Qur‟an di  Universitas Kairo Mesir. Selain itu ia juga menjadi dosen tamu diUniversitas Leiden, Belanda, mulai tahun 1995 sampai sekarang. Proyek utama Nashr Hamid Abu Zayd sebenarnya adalah proyek pendobrakan manipulasi pemahaman teks yang banyak terjadi dalam peradaban Islam. Proyek  besar ini tampak antara lain dalam tulisannya yang berjudul Mafhum al-Nash. Menurutnya, peradaban Islam dapat dikatakan sebagai peradaban teks karena dengan berporos pada teks (al- Qur‟an) -lah dinamika peradaban Islam bergulir. 1.2 Rumusan Masalah  1.   Bagaimana pengertian Al- Qur‟an ?  2.   Bagaimana cara turunnya Al- Qura‟an ?  3.   Bagaimana Kandungan Al- ‟Qur‟an ?  4.   Bagaimana fungsi dan kedudukan Al- Qur‟an ?   1.3 Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini secara umum bertujuan untuk : 1.   Menggali kandungan Al-Quran untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. 2.   Menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang pengertian Al- qur‟an.  3.   Menambah pengetahuan tentang bagaimana cara Al- qur‟an di turunkan.  4.   Supaya kita tau fungsi dan kedudukan Al- Qur‟an itu.  5.   Serta dapa mengetahui seberapa pentingnya mempelajari Al- qur‟an.   1.4 Metode Penelitian  Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menggunakan Al- Qur‟an, tafsir dan buku -buku yang terkait dengan materi, ditambah dengan mencari dari sumber informasi internet.  5 | STIKOM Al-Khairiyah   BAB II PEMBAHASAN   2.1 Pengertian Al- Qur’an   Dalam pembahasan tentang arti al- Quran akan ditinjau dari dua segi, yaitu arti al- Quran menurut bahasa (etimologi) dan arti al - Quran menurut istilah (terminologi). a. Al- Quran menurut bahasa (etimologi)   Dikemukakan oleh Subhi As Shalih, “Al - Qur‟an berarti „‟bacaan, asal kata qara’a . kata Al- Qur‟an itu berbentuk masdar dengan arti isim maf‟ul yaitu maqru ‟ (dibaca). Sedangkan di dalam Al - Quran sendiri ada pemakaian kata “Qur‟an” dalam arti demikian sebagaimana tersebut dalam surah Al -Qiyaamah ayat 17-18 adalah: Artinya : 17. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. 18. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu.  b. Al- Qur‟an menurut istilah (terminologi)  Adapun definisi Al- Qur‟an ialah “kalam Allah SWT yang merupakan mu‟jizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad saw dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah”.  Al- Qur‟an diturunkan secara berangsur  -angsur dalam masa 22 tahun 2  bulan 22 hari atau 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan  periode Madinah. Periode Mekkah berlangsung selama 12 tahun masa kenabian RasulullahSAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah. Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak  peristiwa hijrah  berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah . Kitab suci Al- Qur‟an di awali surah Al-Fatihah dan diakhiri dengan surah An-Nas yang berjumlah 30 juz, 114 surah dan 6666 ayat yang diturunkan kepada Muhammad saw dan disampaikan kepada umatnya hingga sekarang ini dengan jalan mutawatir lagi berbahasa Arab, sebagai  pedoman hidup dalam kehidupan manusia, khususnya bagi umat Islam.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks