Shopping

Makalah Bab 10

Description
Makalah Bab 10
Categories
Published
of 12
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
     Perencanaan Produksi Saat ini, semakin banyak barang dan jasa yang dijual-belikan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Barang dan jasa tersebut dapat dibeli dalam jumlah, kualitas, model, ukuran yang beraneka macam. Usaha atau kegiatan ini dilaksanakan melalui suatu sistem produksi, dengan mengubah faktor-faktor produksi yang tersedia. Faktor-faktor produksi tersebut seperti tenaga kerja, modal, mesin metode dan bahan baku. Manajemen berperan untuk mengkombinasikan faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga dihasilkan produk dan jasa yang lebih berdaya guna dan berhasil guna, melalui kegiatan Perencanaan, Pengorganisasianm Pengkoordinasianm Pengarahan dan Pengendalian. Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah mendapatkan keuntungan yang maksimal serta dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. o   Pengertian o   Produksi Adalah semua kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau suatu jasa, dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang tersedia. o   Proses Produksi Yaitu cara metode atau teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang ada. o   Manajemen Produksi Adalah kegiatan untuk mengatur agar dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa. Proses penciptaan dan penambah kegunaan/faedah tersebut ke dalam: a.   Faedah bentuk Misalnya rotan di hutan yang akan dibentuk menjadi tas, meja, kursi dan sebagainya. b.   Faedah waktu Misalnya jasa pergudangan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang. c.   Faedah tempat Dengan berpindahnya produk dari suatu kota/daerah ke daerah lain, misalnya buah-buahan dan sayuran yang dibawa dari desa ke kota yang harganya relatif lebih tinggi. d.   Faedah Milik Dengan adanya pemindahan hak milik dari pedagang ke pembeli, maka akan terdapat faedah yang lebih tinggi dari barang tersebut. Menurut sifat proses produksi, pengolahan produk dapat dibedakan atas: 1)   Proses Ekstratif Disini produksi mengambil bahan-bahan langsung dari alam. Proses ini terdapat dalam industry produksi dasar. Contoh: pertambangan timah, batubara, pertanian, dll.  2)   Proses Fabrikasi (Pengubahan) Yaitu suatu proses pengolahan bahan mentah menjadi barang jadi dalm bentuk lain. Contoh: perusahaan meubel, tas, dll. 3)   Proses Analitik Proses ini memisahkan suatu bahan menjadi beberapa macam bahan yang mirip dengan bentuk aslinya. Contoh: Minyak bumi menjadi bensin, solar, kerosin. 4)   Proses Sintetik Adalah suatu proses pengkombinasian beberapa bahan ke dalam satu bentuk produk akhir yang sangat berbeda dengan bentuk aslinya karena ada perubahan fisik/kimia. Contoh: Proses pembuatan obat, pengolahan baja, dll. 5)   Proses Perakitan Dengan menggabungkan komponen-komponen sehingga menjadi produk akhirm dimana terdiri dari bagian/komponen yang saling berhubungan. Contoh: Perusahaan televise, Industri mobil dan motor, dll. 6)   Proses Penciptaan Jasa-jasa Administrasi Perusahaan tentunya memerlukan data atau informasi secara tepat dan cepat, maka diperlukan suatu bagian tersendiri untuk menangani masalah itu. Contoh: Lembaga Konsultasi dalam bidang administrasi keuangan. o   Jenis Proses Produksi Secara umum jenis proses produksi dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: a)   Proses Produksi terus-menerus (Continous Process) Proses ini ditandai dengan aliran bahan baku yang selalu tetap atau mempunyai pola yang sama sampai produk selesai dikerjakan, biasanya membuat produk secara massa atau dalam jumlah yang besar. Contoh: Industri pupuk, semen, makanan dalam kaleng, dll. b)   Proses Produksi terputus-putus (Intermittent Process) Dalam proses ini aliran bahan baku sampai produk jadi tidak memiliki pola yang pasti atau selalu berubah-ubah, biasanya digunakan untuk melayan pesanan yang berbeda dalam hal jumlah, kualitas, design maupun harganya. Contoh: Perusahaan percetakan, meubel, dll. o   Pemilihan Pola Produksi Penentuan Jumlah Produksi di dalam Perencanaan Produk harus diikuti dengan penetapan Pola Produksi untuk periode yang bersangkutan. Terdapat tiga pilihan untuk melayani penjualan tersebut, yaitu: a.   Stabilitas Produksi Dengan cara ini pola produksi ditetapkan stabil dari waktu ke waktu. Fluktuasi penjualan ditutup dengan persediaan produk akhir.  b.   Stabilitas Persediaan Akhir Jumlah persediaan akhir ditentukan dari waktu ke waktu. Fluktuasi penjualan ditutup oleh priduksi perusahaan. c.   Produksi dan Persediaan Akhir Tidak Stabil Metode ini mengikuti fluktuasi pemjualan, baik dalam produksinya maupun persediaannya. Dalam menetapkan pola produksi dilihat besarnya tambahan biaya (incremental cost), yaitu: 1)   Biaya perputaran tenaga kerja (Labour Turn Over Cost) Adalah biaya yang diperlukan untuk memperoleh, melatih atau memberhentikan tenaga kerja selama satu periode produksi. 2)   Biaya simpan (Carrying Cost) Yaitu biaya penyimpanan barang-barang hasil produksi yang belum laku terjual. 3)   Biaya lembur (Over Time Premium Cost) Adalah tambahan upah yang diberikan karena adanya kerja lembur yang disebabkan naiknya volume produksi yang tidak melebihi kapasitas maksimal. 4)   Biaya Sub Kontrak (Subcontracting Cost) Yaitu biaya yang timbul karena perusahaan membeli barang dari perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhannya. Biaya tambahan (Incremental Cost) akan terjadi jika luas produksi dipecah-pecah dalam periode pendek sehingga mengakibatkan kenaikan biaya-biaya tersebut dan perusahaan harus memilih pola produksi yang memounyai biaya tambahan minimum. o   Penentuan Luas Produksi Luas Produksi diartikan sebagai jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu. Besar kecilnya luas produksi dapat menentukan keuntungan yang akan diperoleh perusahaan. Luas produksi yang terlalu besar dapat mengakibatkan pemborosan dalam perongkosan dan investai aktiva tetap dan bahan baku selain itu dapat mngakibatkan kerusakan barang jadi, sedangkan luas produksi yang terlalu kecil mengakibatkan: a)   Terlalu tingginya harga pokok produk, disebabkan biaya tetap dipikul oleh volume produksi yang kecil. b)   Tidak terpenuhinya permintaan konsumen, sehingga mengakibatkan konsumen akan berpindah produk sejenis ke perusahaan lain. Hal ini berarti perusahaan akan kehilangan “potensial market”nya.  Dengan demikian alokasi yang tepat dari faktor-faktor produksi akan dapat menhindari pemborosan, sehingga akan dapat tercapai efisiensi produksi. o   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Luas Produksi, yaitu: a.   Tersedianya bahan baku b.   Tersedianya kapasitas mesin c.   Tersedianya tenaga kerja d.   Batasan permintaan e.   Tersedianya faktor produksi lainnya  o   Perbedaan antara Luas Produksi dan Luas Perusahaan Luas Perusahaan ditentukan untuk jangka panjang, sedangkan Luas Produksi ditentukan untuk jangka pendek. Luas perusahaan relatif tetap, sedangkan Luas Produksi dapat berubah-ubah setiap saat/periode. o   Luas Produksi Maksimal (Optimum Perusahaan) Luas produksi maksimal bagi suatu perusahaan dapat ditunjukkan dengan kurva biaya per kesatuan (Average Cost = AC). o   Penentuan Luas Produksi Untuk menentukan luas produksi suatu perusahaan, dapat dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu: a)   Pendekatan konsep Marginal Cost (MC) dan Marginal Revenue (MR). b)   Dengan pendekatan konsep Cost Profit Volume Relationship (CVP ratio), atau konsep hubungan ongkos, laba dan volume penjualan. o   Batasan-batasan Kapasitas Produksi Dalam melaksanakan proses produksi perusahaan hanya memiliki faktor-faktor produksi seperti mesin, bahan baku, uang kas, tenaga kerja, manajemen yang tersedia dalam  jumlah terbatas. Dengan kata lain, produksi perusahaan dibatasi oleh adanya faktor-faktor produksi itu.    Perencanaan Lokasi Pabrik Penetapan lokasi pabrik akan melibatkan keterikatan sumber-sumber daya terhadap suatu rencana jangka panjang. Sehingga perkiraan mengenai letak pasar/konsumen dan letak bahan baku adalah sangat penting. Jika harga produk di semua tempat sama, maka yang akan menjadi ukuran adalah meminimalkan biaya terkait. Apabila semua input tidak tergantung pada lokasi, tetapi harga produk berbeda-beda, maka ukuran pemilihan lokasi pabrik adalah pendapatan maksimal. Dalam kondisi ini lokasi pabrik cenderung mendekati lokasi para konsumen. Jadi tujuan penentuan lokasi pabrik dengan tepat adalah agar dapat membantu perusahaan beroperasi/berproduksi dengan lancar. Hal ini menandakan bahwa, dalam penentuan lokasi pabrik perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi biaya produksi dan distribusi, agar dapat ditekan serendah mungkin. Manfaat adanya penentuan lokasi pabrik yang tepat, akan: -   Dapat melayani konsumen dengan maksimal -   Dapat memperoleh tenaga kerja yang cukup -   Dapat memperoleh bahan baku yang baik dengan harga bersaing -   Memungkinkan perluasan pabrik Dengan demikian, untuk saat ini, suatu lokasi pabrik sudah cukup baik. Tetapi, di kemudian hari ternyata timbul masalah penempatan lokasi yang baru. Hal ini disebabkan karena: -   Adat kebiasaan masyarakat yang berubah -   Pusat-pusat penduduk dan perdagangan berpindah tempat -   Adanya jaringan komunikasi dan pengangkutan yang lebih baik  Faktor-faktor yang mempengaruhi Perencanaan Lokasi Pabrik: I.   Faktor Primer (Utama) a)   Letak bahan mentah Letak pabrik yang mendekati bahan mentah mempunyai keuntungan sebagai berikut: a.   Terjaminnya kelancaran arus bahan mentah b.   Tingkat kerusakan bahan mentah dapat diperkecil c.   Ongkos angkut barang lebih murah b)   Letak Pasar Tujuan lokasi mendekati pasar yaitu, agar produk cepat sampai ke konsumen, serta untuk menghemat biaya distribusi. Lokasi pabrik cenderung mendekati pasar apabila: a.   Produk jadi termasuk barang yang tidak tahan lama b.   Ongkos angkut barang jadi lebih mahal dibanding ongkos angkut bahan mentah c)   Pengangkutan (Transportasi) Perusahaan yang terletak di daerah sulit dijangkau alat angkutan umum, harus menyediakan sendiri alat angkut tersebut. Sehingga dibutuhkan investasi yang cukup besar. d)   Suplai Tenaga Kerja Dalam suatu proses produksi, kualitas tenaga kerja ikut menentukan kualitas produk akhir. Oleh karena itu banyak perusahaan yang karena produk akhirnya dituntut suatu klasifikasi tertentu, maka lokasi perusahaan cenderung mendekati tenaga ahli. e)   Terdapatnya Tenaga Kerja Pembangkit Listrik Perusahaan yang sebagian besar proses produksinya memerlukan tenaga listrik, cenderung mencari lokasi yang mudah mendapatkan suplai tenaga listrik. II.   Faktor Sekunder Faktor sekunder antara lain: -   Rencana masa depan perusahaan. -   Kemungkinan perluasan usaha. -   Terdapatnya fasilitas servis. -   Sikap masyarakat setempat. -   Keadaan tanah. -   Iklim. -   Tinggi rendahnya tingkat pajak dan masalah Undang Undang Perburuhan.

Review Journal 10

Apr 16, 2018

HSE Mgt.System.pdf

Apr 16, 2018
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks