Psychology

PAI dan Karakter Bangsa

Description
PAI dan Karakter Bangsa
Categories
Published
of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  K  ATA PENGANTAR    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat selesai. Makalah ini diajukan sebagai tugas mata kuliah. Makalah ini dalam proses penyelesaian banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu.   Makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sumedang, Agustus 2014 Penulis,  BAB I PENDAHULUAN A.   Latar Belakang Keadaan generasi muda sebagai penerus pembangunan Indonesia semakin menunjukan keprihatinan. Dalam kemajuan teknologi dan globalisasi para generasi muda ini cendrung lebih mendapatkan efek negatif dari pada positif. Fakta memprihatinkan di antaranya semakin maraknya kenakalan remaja berupa seks bebas, penyalahgunaan narkotika, tawuran, hingga tindak kriminal lainnya. Pendidikan mengandung pengertian “proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan  pelatihan; proses, cara, pe rbuatan mendidik” (KBBI online;  http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi). Dalam menyikapi keadaan generasi muda yang jauh dari nilai-nilai keteladan tentunya diperlukan pendidikan yang tepat, khususnya Pendidikan Agama Islam dan Karakter Bangsa. Pendidikan Agama Islam (PAI) diharapkan dapat memberikan pedoman dalam menjalani hidup yang senantiasa selaras dengan nilai-nilai yang terdapat dalam Al Quran dan Al Hadist. Diharapkan akan mampu mewujudkan generasi muda dengan akhlak mulia. Sementara melalui Pendidikan Karakter Bangsa yang dapat diselarasakan dengan PAI selain siswa memiliki aneka sikap terpuji juga mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik. Kesemua hal itu sesuai dengan amanat dari Undang-Undang Dasar tahun 1945 agar  pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional yang dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta meningkatkan akhlaq mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Juga sejalan dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan bahwa pendidikan nasional  berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang  bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya  potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  B.   Rumusan Masalah Didasari latar belakang di atas maka rumusan masalah umum pada makalah ini adalah “Bagaimana mendeskripsikan PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist?”. Sedangkan rumusan masalah secar  a rinci sebagai berikut. 1.   Bagaimana mendeskripsikan pengertian PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist? 2.   Bagaimana mendeskripsikan tujuan PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist? 3.   Bagaiamana mendeskripsikan proses PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist? 4.   Bagaimana mendeskripsikan evaluasi PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist? C.   Tujuan Didasari latar belakang di atas maka tujuan umum pada makalah ini adalah “Mendeskripsikan PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist?”. Sedangkan rumusan masalah secara rinci sebagai berikut. 1.   Mendeskripsikan pengertian PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist. 2.   Mendeskripsikan tujuan PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist. 3.   Mendeskripsikan proses PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist. 4.   Mendeskripsikan evaluasi PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist.  BAB II PEMBAHASAN A.   Pengertian PAI dan Karakter Bangsa dalam Persfektif Al Quran dan Al Hadist Pendidikan mempunyai peran besar sekali untuk menimbulkan perubahan pada diri umat  beragama. Melalui pendidikan dapat dibentuk kondisi mental yang lebih kondusif untuk mengembangkan kebangkitan moral-spiritual yang dikehendaki. Demikian pula penguasaan ilmu  pengetahuan dan teknologi dapat diusahakan melalui pelaksanaan pendidikan yang tepat. Pendidikan memiliki arti sebagai “proses pengubahan sikap dan tata laku seseoran g atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan;  proses, cara, perbuatan mendidik” (KBBI online; http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi). Dalam  bahasa Arab terdapat beberapa kata yang merujuk kepada pendidikan, sebagai berikut (Rosnani Hashim dan al-Attas dalam Stapa, dkk: 2012). 1)   Tarbiyyah Kata tarbiyyah berasal dari kata dasar „rabba‟ (mengasuh, memelihara atau memimpin). Kata ini juga merujuk kepada proses perkembangan potensi individu, mengasuh atau mendidik untuk menuju kepada satu keadaan yang dewasa/mandiri. 2)   Ta‟lim. Kata ta‟lim berasal dari konotasi „alima (mengetahui, memberitahu, melihat, mencerap, menganggap). Ia merujuk kepada proses menyampaikan atau menerima ilmu  pengetahuan yang kebiasaannya didapati melalui latihan, arahan, tunjuk ajar atau lain-lain bentuk pengajaran. 3)   Ta‟dib   Kata ta‟dib berasal daripada kalimah aduba (memperhalusi, berdisiplin dan  berbudaya). Ia merujuk kepada proses pembinaan watak dan pengajaran asas-asas  penting untuk hidup bermasyarakat, ini termasuklah memahami dan menerima prinsip yang paling asas sekali yaitu keadilan.  Di dalam Al-Quran jelas Allah Swt. Memerintahkan umatnya untuk terus belajar. Hal tersebut dibuktikan di dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Rasulullah Saw dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5 sebagai berikut. “Bacalah (Wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan (sekalian makhluk), Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”  Ayat ini memberi isyarat dan perintah yang amat jelas dalam bidang pendidikan. Perkataan iqra‟ (bacalah) yang disebutkan oleh malaikat Jibrail as berulang-ulang kali kepada Rasulullah saw menegaskan supaya umat manusia belajar, mengkaji dan mencari ilmu. Jika diteliti secara lebih mendalam, ayat ini mendidik dan mengajak orang yang beriman supaya menjadi orang yang  berilmu. Petunjuk awal ini jugalah yang telah mendorong Rasulullah Saw. menjadikan aspek  pembinaan peribadi cemerlang fisik, mental dan spiritual mendahului segala agenda lain yang  bersifat duniawi dan material. Dari sudut pandangan Islam, mencari ilmu dan mengajarkannya adalah satu kewajiban yang sangat mulia, oleh karena itu mencari ilmu adalah satu kewajiban bagi setiap muslim. Lebih tegas lagi, Islam mewajibkan bagi setiap umat Islam untuk menuntut ilmu sebagaimana sabda Rasulullah saw (Ibn Majah t. th. 1) yang bermaksud “Menuntut ilmu itu adalah kewajiban ke atas setiap o rang Islam.” Sabda Rasulullah S aw. ini menunjukkan bahwa kewajiban menuntut ilmu  bukanlah eksklusif kepada golongan tertentu sahaja bahkan kewajiban tersebut adalah ke pada seluruh umat Islam. Allah Swt. tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum itu sehingga mereka  berusaha untuk mengubahnya sendiri, dan di antara cara yang terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan ilmu yang boleh didapati daripada proses pendidikan. Terdapat juga beberapa hadis yang menunjukkan tentang kepentingan pendidikan kepada umat Islam. Sebagai contohnya, dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda (Bukhari t.th. 5) yang bermaksu d “Tiap -tiap kanak-kanak itu dilahirkan dalam keadaan suci, maka ibu bapaknyalah yang menjadikan ia Yahudi atau  Nasrani atau Majusi.” Hadis ini menerangkan bahawa orang tua memainkan peranan yang cukup  penting dalam pendidikan awal seperti membentuk asas-asas perkembangan diri seseorang anak. Pendidikan karakter bangsa dapat ditelaah pengertiannya dari dua sub kata yaitu  pendidikan karakter dan karakter bangsa. Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencana
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks