Recruiting & HR

PEMILIHAN MATERIAL PADA FASADE HOTEL POP TEUKU UMAR DENPASAR

Description
PEMILIHAN MATERIAL PADA FASADE HOTEL POP TEUKU UMAR DENPASAR
Published
of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
    PEMILIHAN MATERIAL PADA FASADE HOTEL POP TEUKU UMAR DENPASAR Siluh Putu Natha Primadewi 1 , I Gede Ngurah Sunatha 2   1 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mahasarawati Denpasar 2  Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Mahasarawati Denpasar nathaprima@unmas.ac.id  1 ABSTRAK Fasade merupakan elemen yang sangat penting dari suatu karya arsitektur, dimana fasade sebagai tampilan fisik yang paling awal terlihat dari suatu bangunan. Fasade hotel POP memiliki desain yang khas, pemilihan material,  penerapan warna, dan struktur dinding precast yang sekaligus sebagai brand image dari Hotel POP. Penelitian ini bertujuan mengetahui kriteria pemilihan material dan penerapan material pada fasade hotel POP Teuku Umar yang berlokasi di pusat kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, dan wawancara dengan perancang yang didukung literatur terkait. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemilihan material pada fasade hotel berkaitan dengan kriteria teknis yakni harga, kualitas, keamanan, efisiensi, daya tahan, mudah didapat, mudah dipelihara, dan kuat; kriteria fungsi fasade, dan perwujudan tema serta konsep hotel POP. Desain fasade Hotel POP Teuku Umar Denpasar dalam pemilihan material telah memenuhi kriteria teknis material, kriteria fungsi fasade, sebagai perwujudan tema serta konsep hotel POP.  Kata Kunci: kriteria, pemilihan, material fasade, teknis, fungsi A.   PENDAHULUAN Fasade suatu bangunan merupakan elemen  paling penting dari suatu karya arsitektur. Tampilan fisik suatu fasade bangunan diwakili oleh material sebagai elemen arsitektur. Dalam pemilihan material fasade bangunan terdapat banyak kriteria yang harus dipertimbangkan, antara lain dari karakteristik dan pemeliharaan material, fungsi bangunan, dan informasi tentang material yang diketahui oleh  perancang atau pemilik bangunan. Suatu karya arsitektur dapat menjadi identitas dari suatu tempat dan menunjukkan karakter pemilik. Dalam hal ini yang  paling dominan mendukung hal tersebut adalah penerapan material yang tepat pada fasade bangunan. Pemilihan material yang tepat pada fasade  bangunan sebuah hotel bisa menjadi brand image hotel tersebut karena hotel tidak hanya menjadi tempat hunian sementara untuk tamu, namun juga sebagai tempat untuk merasakan kenyamanan dan suasana lokal daerah di mana hotel tersebut berada. Brand image hotel dapat diaplikasikan  pada fasade bangunan hotel tersebut dengan penerapan material yang khas. Hotel yang memiliki kekhasan pada fasade  bangunannya adalah hotel POP yang  berada hampir di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Yang menjadi objek pada  penelitian ini adalah hotel POP yang  berada di pusat kota Denpasar yaitu hotel POP Teuku Umar. Hotel POP Teuku Umar ini terbilang memiliki ciri khas yang  berbeda dengan hotel-hotel lainnya di sekitar Denpasar. Penelitian ini juga memperhatikan keterkaitan antara  pemilihan material fasade di hotel ini dengan fungsi, aktivitas, dan lingkungan sekitar yang dimiliki oleh sebuah hotel apakah memiliki kesesuaian yang baik dan memiliki pertimbangan yang tepat atau tidak. Hal-hal tersebut yang menyebabkan fasade bangunan menjadi brand image dari hotel POP yang sangat menarik untuk dijadikan kajian penelitian.    Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif. Langkah pertama yang dilakukan adalah pemilihan objek, kemudian dilakukan observasi lapangan, kemudian wawancara dengan pihak manajemen bangunan hotel. Setelah mendapatkan data dari observasi, analisis dan pengambilan kesimpulan dilakukan mengacu pada literatur yang terkait. B.   TINJAUAN UMUM Material Pemilihan material bergantung pada  persepsi pengguna mengenai pengetahuan karakteristik yang memberikan harga, kualitas, keamanan, efisiensi, daya tahan dan fungsi/berguna(Cagan & Vogel, 2001). Pemilihan bahan harus menggabungkan harga, kualitas, keamanan, efisiensi, daya tahan, mudah didapat, mudah dipelihara, dan  berguna/fungsi(Ljungberg, 2007). Material eksterior sangat bervariasi, material-material yang dipergunakan pada fasade bangunan meliputi (Priatman, 1999): a.   Cementitinous Materials (Bahan Semen), Bahan semen meliputi material yang menggunakan semen sebagai  pengikat utama. Jenis bahans emen ini antara lain : beton bertulang (precast maupun cast in place) dengan aditif,  pembesian, plesteran maupun lembaran semen, fiber reinforced concrete (FRC) yang merupakan kombinasi semen dan serat khusus, glass fiber reinforced concrete (GFRC) yang merupakan material fasade masa depan dengan kelebihannya yang lebih ringan, leboh lentur, dan pengehmatan biaya struktur akibat reduksi berat material, dan mampu menahan tarik.  b.   Masonry Materials (Bahan Bata), Disain fasade dengan cladding bata untuk bangunan modern menggunakan  bata tipis (thin veneer wall) memerlukan kemampuan ketahanan cuaca, kemampuan ikatan bata mortar, kekauan rangka penunjang, dan  peralatan pengikat unit hingga detail khusus untuk menghindari masalah iklim. c.   Stone Materials (Bahan Batu Alam), Bahan batu alam dipergunakan dalam  bangunan modern yang membutuhkan ekspresi desain monunmental. Digunakan dalam bentuk stone veneer (+/- 50mm) untuk mereduksi beban  pada struktur utamanya. Batu alam merupakan produksi alam dengan karakter fisik yang bereda meniurut tempat dan waktu sehingga perlu  penanganan terhadap pelapukan dan  pengaruh kimia. Oemasangan kering memerlukan keahlian tertentu dengan anker khuss maupun ikatan adesif antar unitnya. d.   Metal Materilas (Bahan Logam), Bahan logam saat ini diaplikasikan dalam  bentuk plat, lembaran laminasi dan  panel komposit yang dirangkai daam sistem dinding tirai (curtain wall). Bahan logam adalah material favoroit karena relatif ringan, fabrikasi dengan kontrol yang akurat, serta  perkembangan tenologi yang mampu memenuhi kreatifitas desain dengan  beragam bahan metal mulai dari plat  besi cor, stainlesss steel, aluminium  panel hingga titanium. e.   Glass Materials (Bahan Kaca), Fasade dengan sistem dinding tirai (curtain wall) kaca diproduksi dengan beragam aditif dan kombinasi lapisan film menimbulkan karakteristik berbeda daris egi kekampuan memikul beban,  penampilan, kinerja termal dan visual. Banyaknya jenis produk kaca menuntut  perancang utuk secara tepat menentukan karakteristik dan kinerja kaca sebagai material fasade yang sesuai dengan fungsi bangunannya. f.   Wood Materials (Bahan Kayu), Kayu merupakan hasil hutan yang bersumber dari kekayaan alam. Kayu sebagai  bahan mentah memiliki sifat mudah diproses menjadi material bangunan sesuai dengan kemajuan teknologi.    Sebagai material eksterior selain digunakan papan kayu, saat ini lebih umum digunakan kayu lapis eksterior, flakeboard, atau papan partikel eksterior. Untuk pembuatan dinding selain diperlukan kayu yang bercorak indah, stabil dan awet, juga mampu meredam suara (isolator). Fasade Fasade merupakan salah satu elemen arsitektural yang paling penting dan mampu menginformasikan fungsi dan nilai  bangunan. Kata fasade atau facade berasal dari bahasa latin yaitu facies yang berarti sama dengan kata face dan appearance (tampilan). Dalam hal ini fasade adalah the face of building yakni bagian depan  bangunan yang menghadap ke jalan (Krier, 1992). Fasade merupakan bagian  bangunan yang paling awal dilihat, sehingga memiliki fungsi sebagai berikut : a.   menyatakan fungsi dan nilai bangunan  b.   menyatakan struktur bagian dalam  bangunan c.   menunjukkan keadaan budaya saat  bangunan dibangun d.   sebagai elemen estetika bangunan dengan penerapan material, ornamen dan dekorasi e.   memberikan identitas terhadap pemilik,  pengguna, suatu komunitas Fasade merupakan suatu kesatuan dengan mempertimbangkan semua persyaratan fungsionalnya, yang tersusun dari struktur  bidang vertikal dan horizontal, material, warna, dan elemen dekoratif (Krier, 1992). Fasade terbentuk dari berbagai elemen-elemen, seperti: permukaan dinding, struktur, pengaturan bukaan dan ornamentasi (Burden, 1996). Para  perancang mengkombinasikan bentuk, irama, komposisi, tekstur, struktur, dan ornamen pada desain fasade untuk menunjukkan karakteristik, fungsi dan nilai suatu bangunan. C.   TINJAUAN KHUSUS Hotel POP merupakan hotel bintang dua yang memiliki tarif ekonomis atau budget hotel yang berada di tujuh kota Indonesia. Adapun segmen pasar hotel POP adalah para traveler yang mencari akomodasi yang efisien dan terjangkau. Selain menyediakan fasilitas kenyamanan hunian sementara bagi para traveler berupa kamar tidur, hotel POP juga memiliki fasilitas pendukung seperti pitsop berupa cafe, lobby, dan area sosial, meeting room. Hotel POP yang berlokasi di jalan teuku umar Denpasar merupakan hotel POP yang pertama kali ada di Bali. Hotel POP Teuku Umar yang berada di pusat kota memiliki perbedaan dengan hotel-hotel sejenis di sekitar Denpasar. Dalam hal ini, yang membedakan adalah kekhasan desain fasade dan penerapan materialnya. Desain bangunan hotel POP sesuai dengan namanya POP! bertemakan smart (cerdas), young (muda), freedom of expression (kebebasan berekpresi) dan colorful (penuh warna). Hotel POP juga memiliki konsep eco-friendly yang dikaitkan  perhatian pada lingkungan, lokalitas dengan provinsi di mana lokasinya. Desain fasade yang menggunakan material dinding precast exposed sangat mendukung tema smart. Dengan pilihan warna utama hijau dan oranye terang, sebagian kecil biru, kuning, dan ungu dengan dekorasi bentuk-bentuk geometri  persegi, lingkaran, elips menjadi tema coloful, young dan freedom of expression dari hotel POP. Material yang digunakan adalah dinding precast exposed, finishing cat, genteng metal, bukaan kaca dan kusen aluminium, architectural shade fabric dan sedikit panel ukiran khas Bali yang menunjukkan bahwa hotel POP mengusung gaya arsitektur post modern yang memiliki ciri perpaduan dari gaya arsitektur modern dengan arsitektur lainnya.    D.   ELEMEN MATERIAL PADA FASADE HOTEL POP TEUKU UMAR DENPASAR Material pada Bidang Atap •   Material penutup atap menggunakan  bahan logam jenis genteng metal •   Genteng metal dengan finishing cat warna merah glossy •   Material overstek atap tanpa penutup atau exposed dengan material logam  jenis baja ringan warna alami baja ringan •   Atap pada drop off area menggunakan material semen jenis  beton bertulang tipe cast in place dengan finishing cat warna oranye dan abu-abu Material pada Permukaan Dinding •   Material dinding pada bidang samping menggunakan material semen (Cementitinous) dengan jenis  beton bertulang (precast) tanpa finishing atau exposed dengan warna alami beton •   Pola atau pattern garis horizontal dan vertikal mengikuti bentuk bukaan •   Bidang dinding depan dengan material semen jenis beton bertulang  precast dengan finishing cat eksterior warna abu-abu doft •   Bidang dinding depan dan samping di ground floor menggunakan material  batu alam jenis marmo dalam bentuk susunan stone veneer berukuran 5x20cm Material pada Pengaturan Bukaan    •   Material frame jendela menggunakan  bahan logam jenis aluminium dengan finishing cat powder coating warna  biru, oranye, merah, hijau, kuning, ungu, pink •   Material transparan bukaan jendela menggunakan bahan kaca bening dengan tebal 6mm •   Material penutup bukaan pada bidang depan menggunakan architectural shade fabric (frame besi hollow) dengan warna merah. Architectural shade fabric merupakan composit membran dengan lapisan tahan air dan stabil UV •   Material penutup bukaan pada bidang samping di gorund floor menggunakan architectural shade fabric (frame besi hollow) dengan warna kuning, hijau, ungu, merah •   Bukaan pintu masuk bangunan menggunakan material architectural shade fabric berwarna hijau dengan frame besi hollow Material pada Struktur •   Struktur yang menumpu atap kantilever pada bidang samping sekaligus utilitas drainase air hujan menggunakan material logam jenis  besi dengan finishing cat warna kuning, hijau, biru •   Struktur kolom dan balok di ground floor menggunakan material batu alam jenis marmo dalam bentuk stone veneer susun dengan tebal 5x20cm •   Struktur kolom untuk menunjang atap drop off menggunakan material logam jenis besi dengan finishing cat  powder coating warna abu-abu Material pada Ornamentasi
Search
Similar documents
View more...
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks