Art

Proposal pkmt new

Description
Proposal pkmt new
Categories
Published
of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  A. JUDUL PROGRAM Kompor berbahan bakar sekam tipe dua tabung B. LATAR BELAKANG MASALAH Kebutuhan energi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia modern, bahkan akan terus meningkat seiring semakin banyaknya populasi  penduduk dunia, munculnya industri baru, serta meningkatnya teknologi transportasi (Yunizurwan, 2007). Minyak bumi atau yang lebih dikenal dengan bahan bakar minyak (BBM) adalah sumber energi yang berasal dari fosil yang merupakan salah satu sumber energi yang selama ini banyak digunakan oleh manusia. Maulana R (2009) menyatakan sebagian besar masyarakat saat ini menggunakan bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui untuk keperluan rumah tangga. Energi yang berasal dari fosil tentunya dari waktu ke waktu akan menurun  jumlahnya karena tidak dapat ditambah atau diperbaharui (Yunizurwan, 2007). Pada sisi lain banyak terdapat limbah dari pertanian yang belum dimanfaatkan, hanya dibuang atau dibakar begitu saja sehingga dapat menyebabkan masalah pencemaran lingkungan (Hambali  et al  ., 2007). Sekam padi dapat dimanfaatkan untuk sumber bahan bakar karena kadar selulosanya cukup tinggi sehingga dapat memberikan pembakaran yang merata dan stabil. Sekam padi memiliki nilai kalori 3.300 kkal/kg dan kerapatan jenis ( bulk density ) 125 kg/m 3 . Energi dari sekam padi dimanfaatkan dalam bentuk kompor berbahan bakar sekam padi. Kompor yang berbahan bakar sekam padi lebih cenderung sedikit menggunakan biaya dibandingkan kompor gas dan juga hasil panas ynag dihasilkan tidak kalah jauih dari kompor gas.  C. PERUMUSAN MASALAH Kompor tungku sekam yang ada dan banyak berkembang sekarang ini adalah kompor sekam tipe tunggal dengan satu tabung sebagai wadah sekam yang digunakan sebagai bahan bakar. Kekurangan pada kompor sekam tipe tunggal dapat diatasi dengan memberikan modifikasi pada tabung, agar D. TUJUAN PENELITIAN Penelitian ini akan dilakukan dengan tujuan antara lain: 1.   Untuk merancang dan menguji teknik kompor berbahan bakar sekam dua tabung. 2.   Untuk menghasilkan kompor yang lebih hemat enrgi dan efisien dalam  penggunaan. 3.   Menghasilkan produk baru daripada produk yang sudah ada sebelumnya yakni sekam satu tabung. E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Hasil yang diharapkan dengan adanya penelitian ini adalah dapat menemukan kompor yang sumber bahan bakarnya dari sekam padi F. KEGUNAAN PROGRAM Program kreatifitas ini berguna sebagai media menumbuhkan kepedulian mahasiswa dalam pengembangan potensi daerah sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Kegunaan lain dari program ini adalah munculnya inovasi baru dalam pengolahan yang tepat guna sehingga meningkatkan nilai ekonomi dari limbah pertanian.  G. TINJAUAN PUSTAKA Bahan bakar konvensional seperti minyak tanah dan gas yang terus meningkat harganya akan menyebabkan banyak penduduk yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan energi keluarga mereka sehari-hari karena keterbatasan ekonomi (Febrianto, 1999). Hambali et al   (2007) menyatakan banyak terdapat limbah biomassa yang belum dimanfaatkan atau bahkan hanya dibuang atau dibakar  begitu saja sehingga dapat menyebabkan masalah pencemaran lingkungan. Limbah biomassa pertanian adalah hasil buangan dari produksi pertanian yang dapat dimanfaatkan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2008). Jumlah sekam padi sangat melimpah dan hanya sejumlah kecil saja yang dimanfaatkan untuk pembakaran (Suyitno, 2009). Menurut Belonio (2005) sekam  padi memiliki kerapatan jenis ( bulk density ) 125 kg/m 3  dengan nilai kalor 1kg sekam sebesar 3.300-3.600 kkal/kg dan konduktivitas pana 0,271 BTU. Sekam padi  berpotensi sebagai pengganti minyak tanah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor (Syair,2009). Kompor biomassa berfungsi untuk mencapai pembakaran  bahan bakar dan sekaligus dapat memanfaatkan limbah biomassa (Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, 2008). H. METODE PENELITIAN 1. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Bengkel Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari bulan November 2013 hingga Januari 2014.  2. Alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) plat polos, 2) besi siku, 3) roda rol, 4) mur-baut, 5) pipa, 6) kran kuningan, 7) As rel, 8) plat berlubang, 9) Mata potong besi, 10) kawat las, 11) cat minyak, 12) Cat minyak tahan api Bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan program penelitian ini adalah 1) sekam padi., 2) bahan bahan untuk analisis lainnya 3. Metode Penelitian Metode yang digunakan adalah metode rancangan teknik pada objek  penelitian. Data yang diperoleh akan dianalisi secara tabulasi dan grafik. Objek  penelitian berupa perancangan, pabrikasi, uji teknik dan analisis kinerja kompor  berbahan bakar limbah biomassa pertanian. 4. Cara Kerja 4.1 Persiapan 1. Pengumpulan bahan bakar limbah biomassa pertanian (dalam hal ini sekam padi ) dan bahan serta alat untuk pembuatan kompor 1.) plat polos, 2) besi siku, 3) roda rol, 4) mur-baut, 5) pipa, 6) kran kuningan, 7) As rel, 8) plat berlubang, 9) Mata  potong besi, 10) kawat las, 11) cat minyak, 12) Cat minyak tahan api. 2. Proses perancangan struktural dan fungsional kompor. 3. Pembuatan gambar struktural kompor 4. fabrikasi kompor 4.2 Pengujian 1. Mempersiapkan kompor secara tepat dan siap operasi 2. Pengisian bahan bakar limbah biomassa kedalam kompor  3. Penyalaan bahan bakar 4. masukkan energi panas 5. Penempatan panci yang berisi air untuk proses pendidihan air 6. Penghentian operasi kompor dengan mematikan aliran udara. 4.3 Pengamatan 1. Pencatatan lama penyalaan awal bahan bakar. 2. Pencatatan lama operasi kompor sampai bahan bakar habis 3. Uji coba pada panci yang berisi air untuk proses pendidihan pada kompor minyak. 4.4 Parameter yang diamati Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu operasi  pembakaran (jam), laju konsumsi bahan bakar (kg/jam), laju gasifikasi spesifik (kg/m 2 .jam), masukkan energi panas (kkal), efisiensi pembakaran, (%), persentase abu yang dihasilkan. 1.   Waktu Operasi Pembakaran Menurut Belonio (2005), hal ini merupakan lama waktu mulai dari dihasilkan gas yang dapat dibakar sampai tidak ada gas yang diperoleh dari pembakaran limbah  biomassa. Waktu operasi pembakaran juga dihitung dengan menggunakan stopwatch. Berat biomassa yang disesuaikan dengan ukuran reactor. Waktu operasi  pembakaran dilambangkan dengan (Ti). 2.   Laju Konsumsi Bahan Bakar (FCR)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks