Crafts

3 Fauzan Adhim, Filsafat Islam Sebuah Wacana Kefilsafatan Klasik Hingga Kontemporer

Description
3 Fauzan Adhim, Filsafat Islam Sebuah Wacana Kefilsafatan Klasik Hingga Kontemporer
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   Nama: Noer Azizah  NIRM: 19780022Mata Kuliah: Filsafat IlmuDose Pengampu : Dr. H. A. Khudari Soleh, M. AgEPISTIMOLOGI BURHANIPengertian Epistimologis Burhani Ada dua sub kata disini yakni epistimologi dan Burhani, sebelumnya kita harus memahami pengertian epistimologi, dan burhani. Epistimologi adalah suatu cabang filsafat yang bersangkut paut dengan teori pengetahuan. Istilah epistimologi berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari duakata episteme  (pengetahuan) dan logos  (kata, pikiran, percakapan atau ilmu). Dalam bukunyamohammad adib di jelaskan bahwasanya epistimologi ialah bagian dari filsafat yang meneliti asalusul, asumsi dasar, sifat-sifat dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu bidangdalam menanyakan apa yang dapat kita ketahui sebelum menjelaskannya. 1 Secara etimologis al-Burhan dalam bahasa Arab, adalah argumentasi yang kuat dan jelas ( al-hujjah al-fashilah al-bayyinah ), dalam bahasa inggris disebut demonstration , berasal dari bahasaLatin demonstratio yang berarti isyarat, sifat, keterangan dan menampakkan. Dalam bahasa Prancis,dibedakan antara demontrer yang berarti memaparkan sesuatu secara jelas dan logis terstruktur, dan montrer yaitu kata kerja yang berarti menunjukkan kepada sesuatu sehingga dapat diraba.  Al- Burhan dapat juga diartikan sebagai pembuktian yang tegas ( decisiveproof  ) dan keterangan yang jelas. 2 Burhan dalam al-mu’jam Al-Falasafi ialah penjelasan terhadap suatu hujjah secara tranparan,atau merupakan suatu hujjah itu sendiri yang mengharuskan adanya pembenaran ( Tasdiq)  terhadapsuatu persoalan dikarenakan kebenaran argumentasinya. Kebenaran dalam burhani tersebut yaknikebenaran proposisi ( qadliyah ) melalui pendekatan deduktif (al-istintaj) dengan mengaitkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain yang telah terkbukti kebenarannya secara aksiomatik ( badhihi ). 3 Munurut term logika  bahwasanya burhani ialah analogi yang disusun dari beberapa premisuntuk mendapatkan hasil yang meyakinkan. Pendekatan yang digunakan oleh burhani merupakan pendekatan yang menadasarkan diri pada kekuatan rasio melalui instrument lagika (induksi, 1  Mohammad Adib,  Filsafat Ilmu, (Yogjakarta: Pustaka Belajar, Edisi 3), 73. 2  Muhammad Abed Al-Jabiri Ahmad Hasan Ridwan Fsh, “  Kritik Nalar Arab: Eksposisi Epistemologi Bayani, ‘Irfani  Dan Burhani ” Gunung Djati Bandung (Vol. 12, No. 2 Desember 2016). 3  Fauzan Adhim,  Filsafat Islam Sebuah Wacana Kefilsafatan Klasik Hingga Kontemporer, (Batu: Perum Paradiso, 2018), 102. 1  2deduksi, abduksi, simbolik, proses, dll) dan metode diskursif ( bathiniyah) . Pendekatan inimenjadikan realitas maupun teks dan hubungan antara keduanya sebagai sumber kajian. Realitasyang dimaksud mencakup realitas alam ( kawniyah), realitas sajarah ( tarikhiyyah ), realitas sosial( ijtimaiyah ), dan realitas budaya ( tsaqafiyyah ). Dalam pendekatan ini, teks dan realitas (konteks) berada dalam suatu wilayah yang saling mempengaruhi. Histori Epistimologi Burhani Dari beberapa literatur bahwasanya orang yang pertama kali mengemukakan pemikirantentang logos ialah Heraclitus. Perkembangan selanjutnya, konsep akal universal dikembangkanoleh puncak filsuf yunani ialah Aristoteles (384-322 SM). Dialah yang menyusun metode logikasecara sistematis beserta uraiannya. Metode analitik Aristoteles masuk kedalam pemikiran islamlewat program penerjemah buku-buku filsafat yang gencar dilakukan pada masa kekusaan BaniAbbas (750-1258 M), yaitu masa khalifah Al-Makmun (811-833 M), al-Jabiri menganggap programini dianggap sebagai tonggak penting sejarah pertemuan pemikiran epistimologi burhani Yunanidengan epistimologi bayani Arab. 4  Al-kindi (806-875 M) seorang sarjana islam mengenalkan dan menggunakn metode burhan .Karangan yang ditulis ialah berbagai kajian dan kedudukan filsafat,  Al-falsafat al-Ula  ialah bukufilsafat yang dikarangnya untuk dipersembahkan kepada khalifah Al-Mu’tashim (833-842 M).Metode analitika burhani yang dikenalkan oleh A-Kindi menjadi tidak bergema disebabkanminimnya refrensi filsafat dalam edisi bahasa Arab, disamping itu juga masalah sosial akademik antara filsafat dan ilmu keagamaan. Jejak atau warisan yang bisa dirasakan sampai saat ini menurutMuhsin Mahdi (1926-2007 M) ialah: 1) penciptaan semesta, bagaimana prosesnya; 2) keabadian jiwa, bagaimana pembuktiannya; 3) pengetahuan tuhan tentang yang partikultural, bagaimana penejelasnnya.Burhani kemudian semakin berkembang menjadi salah satu sistem pemikiran Islam.Seorang tokoh yang dikenal sebagai seorang rasionalis Islam bahkan telah menetapakn rasionalissebagai dasar penalaran, bahkan satu-satunya pertimbangan kebenaran yang dapat diterima,sekaligus menilainya sebagai substansi manusia dialah Al-Razi (865-925 M). Al-Farabi (870-950M) yang digelari sebagai “Guru Kedua” menguatkan posisi burhani dan menempatkan burhanisebagai metode paling baik dan unggul, sehingga ilmu-ilmu filsafat yang memakai metode burhanidinilai lebih tinggi kedudukannya dibanding ilmu-ilmu agama: ilm kalam (teologi) dan  fiqih (yurisprudensi), yang tidak menggunakan metode burhani. 5 Sumber Epistimologi Burhani 4  Khudari Soleh,  Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer, (Yogyakarta: Ar-Ruzz media, 2016), 218. 5  Khudari Soleh, 219.  3Perbedaan dari ketiga nalar yang menjadi landasan berpijaknya, yakni bayani, ‘irfani,  dan burhani.  Nalar bayani menjadikan landasan berpijaknya kepada teks al-qur’an dan hadis sebagairujukan utama yang otoritatif sebagai landasan membangun pengetahuan, nalar ‘irfani menggunakan metode kasyf yang didasarkan pada kekuatan intuisi dan batin sebagai satu-satunyauntuk memperoleh pengetahuan yang tujuannya akhirnya adalah mencapai penyatuan diri denganAllah, sedangkan nalar burhani  berpegang pada   kekuatan natural manusia yang berupa indera danotoritsa akal dalam memperoleh pengetahuan. 6  Nalar burhani  bepegang pada kekuatan alami manusia, berupa pengalaman indrawi danotoritas akal, untuk mendapatkan pengetahuan tentang alam. Sesunguhnya nalar ini lebih spesifik dinisbatkan pada pemikiran Aristoteles. Apabila ada filsuf Yunani lain yang pemikirannya jugadiadopsi oleh para pemikir Islam, maka itu tidak termasuk dalam nalar burhani. Dari pada itu maka, burhani merupakan metode penalaran Aristoteles beserta seluruh pandangan-pandangan ilmiahfilsafat yang bersumber dari indera dan otoritas akal manusia itu sendiri. 7 Jadi epistemologi burhani adalah epistemologi yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal. Akal menurut epistemologi ini mempunyai kemampuan untuk menemukan berbagai pengetahuan, bahkan dalam bidang agama sekalipun akal mampu untuk mengetahuinya, seperti masalah baik dan buruk. Metode dan Verifikasi Epistimologi Burhani Aristoteles dalam kerangka teoritiknya menggunakan logika ( logic, al-mantiq ) denganistilah Analitika ( analytica, at-tahlil  ) yang maksudnya adalah menganilisis ilmu sampai pada prinsip-prinsip dan dasar-dasarnya yang terdalam. Logika pada dasarnya bertujuan untuk mencapaiilmu burhani , namun untuk sampai kesana terlebih dahulu harus memahami dan mendalami  sillogisme (al-qiyas al-jami’), karena  sillogisme merupakan cara untuk mencapai ilmu tersebut. 8 Silogisme diterjemahkan denga qiyas, atau al-qiyas al-jam’I yang mengacu apada makna asal“mengumpulkan”. Secara istilah, silogisme adalah suatu bentuk argumen di mana dua proposisiyang disebut premis, ditujukkan bersama sedemikian rupa, sehingga sebuah keputusan pastimenyertai. Contohnya: 9 Semua manusi akan mati (fana)Socrates adalah manusia 6    Hermenia, Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Vol.6, Nomor 1, Januari-Juni 2007, 223. 7   Fauzan Adhim,  Filsafat Islam Sebuah Wacana Kefilsafatan Klasik Hingga Kontemporer, 107. 8   Fauzan Adhim, 107 . 9   Khudari Soleh,  Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer  , 221.  4Maka Socrates akan matiPernyataan semua manusia akan mati disebut premis mayor  , sedangakn Socrates adalahmanusia adalah  premis minor  . Kata “manusia” yang muncul dalam kedua premis tersebutdinamakan middle term . Sedangkan maka Socrates akan mati disebut konklusi dari premis-premistersebut.Premis-premis logika keilmuan tersebut disusun melalui kerjasama antara proses abstraksidan pengamatan indrawi yang shhih atau dengan menggunakan alat-alat yang dapat membnatu danmenambah kekuatan indera seperti alat-alat laboratorium , proses penelitian lapangan dan penelitianliterer yang mendalam. Peran akal disini sangat menentukan, karena fungsinya selalu diarahkanuntuk mencari sebab akibat.Ada beberapa tahap sebelum melakukan  silogisme , diantaranya: 10 1)Tahap Pengertian ( ma’qulat  )adalah proses abstraksi atas objek-objek eksternal yang masuk ke dalam pikiran denganmerujuk 10 kategori yang diberikan Aristoteles.2)Tahap Pernyataan ( tahap ibarat  )Adalah proses pembentukan kalimat atau proposisi atas pengertian-pengertian yang ada.Dalam proses ini harus memuat unsur subjek dan predikat serta adanya relasi diantara keduanyayakni adanya kesesuaian objek.3)Tahap Penalaran ( tahlilat  )Adalah proses pengambilan kesimpulan berdasarkan atas hubungan di antara premis-premisyang ada dan disinilah terjadi silogisme.Menurut Al-Jabiri yang mengikuti Aristoteles penarikan kesimpulan dengan metode ini harusmemenuhi beberapa syarat:1)Adanya latar belakang dari penyusunan premis.2)Adanya konsistensi logis antara alas an dan kesimpulan.3)Kesimpulan yang diambil harus bersifat pasti dan benar sehingga tidak mungkinmenimbulkan kebenaran atau kepastian lain. Daftar Pustaka Abed Al-Jabiri, Muhammad. Ahmad Hasan Ridwan Fsh, “  Kritik Nalar Arab: Eksposisi Epistemologi Bayani, ‘Irfani Dan Burhani ” Gunung Djati Bandung Vol. 12, No. 2 Desember 2016.Adhim, Fauzan.  Filsafat Islam Sebuah Wacana Kefilsafatan Klasik Hingga Kontemporer, (Batu:Perum Paradiso, 2018.Adib, Mohammad  Filsafat Ilmu, Yogjakarta: Pustaka Belajar, Edisi 3. 10   Fauzan Adhim, 110.  5Soleh, Khudari.  Filsafat Islam Dari Klasik Hingga Kontemporer, Yogyakarta: Ar-Ruzz media,2016.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x