Automotive

Biografi al-Jurumiyah dan Makna Kalam

Description
Siapa yang tidak kenal kitab Al Ajurumiyah? Saya jamin saudara yang sedang atau sudah pernah pesantren pasti mengenal kitab ini, kitab kecil yang menjadi pegangan ilmu nahwu bagi para pemula. Banyak dari para penuntut ilmu memulai pelajaran bahasa
Categories
Published
of 4
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Arabic for beginer by Jurumiyyah agusqoyyim@ agus qoyyim youtube Siapa yang tidak kenal kitab Al Ajurumiyah? Saya jamin saudara yang sedang atau sudah pernah pesantren pasti mengenal kitab ini, kitab kecil yang menjadi pegangan ilmu nahwu bagi para pemula. Banyak dari para  penuntut ilmu memulai pelajaran bahasa Arabnya melalui kitab ini. Tidak hanya itu, banyak  juga di antara mereka yang menghapalnya Siapakah pengarang kitab yang sangat masyhur ini? Mari kita simak biografi ringkas beliau. Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Ash Shinhaji (kadang disebut Ash Shonhaji), yang lebih dikenal dengan nama Ibnu Ajurum. Nisbah beliau Ash Shinhaji, merupakan nisbah kepada qabilah Shinhajah di daerah Maghrib. Beliau dikenal dengan nama Ibnu Ajurum. Ajurum artinya orang yang fakir dan seorang shufi. Ibnu Ajurum dilahirkan di kota Fas, sebuah daerah yang besar di Negeri Maghrib  pada tahun 672 H. Pada tahun itu pula seorang pakar nahwu yang terkenal yaitu pengarang Kitab Alfiyah yang bernama Ibnu Malik  –  rahimahullah- meninggal dunia. Dan Ibnu Ajurum rahimahullah wafat di Kota Fas pada hari Senin, tanggal 10 Safar 723 H. Awalnya, Ibnu Ajurum belajar di kota Fas, kemudian beliau berangkat haji ke kota Makkah. Ketika melewati Kairo, beliau belajar nahwu kepada Abu Hayyan, salah seorang  pakar nahwu negeri Andalusia, penyusun Kitab Al Bahrul Muhith, sampai beliau mendapatkan ijazah (rekomendasi) dari Abu Hayyan. Ibnu Ajurum menyusun matan Al Ajurumiyah pada tahun 719 H, empat tahun sebelum beliau wafat. Ibnu Maktum yang sezaman dengan Ibnu Ajurum  –  setelah memuji Ibnu Ajurum- menyebutkan di dalam Tadzkirahnya    bahwa pada saat dia menulis tadzkirah tersebut, Ibnu Ajurum masih hidup. Ar Ra’i dan Ibnul Haj menyebutkan bahwa Ibnu Ajurum menulis kitab ini di hadapan Ka’bah. Dan ditambahkan oleh Al Hamidi bahwa setelah menulis kitab ini, Ibnu Ajurum membuang kitabnya ke laut sambil berkata, “Kalau memang kitab ini kutulis i khlas karena Allah, maka niscaya kitab ini tidak akan basah.” Ternyata kitab Al Ajurumiyah yang beliau tulis tidak basah. Sehingga walaupun kitab ini tipis dan ditujukan bagi pemula, namun karya tulis beliau ini diterima oleh semua kalangan.  Arabic for beginer by Jurumiyyah agusqoyyim@ agus qoyyim youtube عا وْن        ْض وْ     دي  ف ْ  ,  بك ر ْ ظْفل وه  : م  ْ  Pengertian Kalimat Dalam pembahasan KALAM di bahasa Arab seperti pengertianya di atas, i'd like to term Kalam dengan istilah kalimat di dalam bahasa Indonesia, ini selaras dengan apa yang dipaparkan oleh salah satu pakar bahasa, Dardjowidojo (1988: 254) menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks (wacana) yang mengungkapkan  pikiran yang utuh secara ketatabahasaan. Pengertian kalimat yang disampaikan tersebut sesuai dengan pengertian kalam yang disematkan gramatikal bahasa Arab, Pengertian kalam menurut al-musanif dalam matan Jurumiyahnya yang akan kita  bahas pengertianya dalam sarah matan juru,iyyah sehingga kira-kira terjemahan terbaik akan seperti ini "Kalam adalah Ujaran yang disusun untuk memeberikan gagasan dengan disengaja"  . Pengertian ini sangat mudah dimengerti dan dipikir. Sehingga kita bisa membayangkan jika Kalam adalah gagasan atau ide yang tertuang dalam ujaran melalui lisan dan pengucapanya dilakukan dengan secara sengajadari definisi akan bermunculan beberapa  pengecualian dari term kalam. Sayogyanya belum cukup untuk bagi kita untuk mudah menyalahkan atau membenarkan dan to find kebenaranya out, mari kita lihat pengertian seutuhnya dari Kalam. ظْفّل  Apa yang dinamakan lafadz, menurut syeik al-Kafrowi dalam syarahnya  Syarah  Muhtashor Jidan,  beliau menyampaikan bahwasanya yang dinamakan lafadz addalah suara yang tersusun dari beberapa huruf Hija'iyah yang jumlahnya ada 29. Setiap ucapan atau ujaran yang terdapat kumpulan beberapa huruf tersebut maka dinamai dengan lafadz dan bisa kita mengerti jika yang kita temui bukan suara atau ujaran maka bukan lagi Kalam pastinya, seperti kumpulan huruf hijaiyah akan tetapi hanya sebatas tulisan yang tidak disuarakan atau kita melihat sebuah isyarat saja meskipun keduanya dapat memberikan fungsi bahasa seutuhnya (tranfer idea) akan tapi tidak memenuhi kebutuhan lafadz yang dimaksudkan oleh ulama ahli Nahwu 1  Arabic for beginer by Jurumiyyah agusqoyyim@ agus qoyyim youtube . بك ر ْ  Tersusun, tersusun dari apakah lafadz yang sudah didefinisikan dengan suara yang tersusun dari sekumpulan huruf. Mestinya bukan sebatas ukuran perkumpulan huruf saja sehingga bisa dinamakan Kalam sehingga huruf yang tersusun bukan hanya tertata dan  berjejeran seperti urutan huruf hijaiyah dari mulai alif sampai ya'. Apakah akan termaknai sebagai lafadz tentu saja tidak bisa seperti itu karena maksud dari lfadz karena fungsi dari  bahasa yang kita ketahui bersama harus ada ide atau gagasan yang dicurahkan. Dalam syarah aljurumiyyah yang biasa disajikan dalam pesantren Lirboyo, disampaikan bahwa makna dari al-murakab disini bukan haya kumpulan huruf yang acak adul tidak terangkai, sehingga al-murakab dimaknai dengan terangkai. Syeikh Kafrowi menyampaikan pendapatnya dengan makna "Terangkai dari dua kata atau lebih". Lafadz yang terbentuk menjadi sebuah kata yang bermakna dan raikaain dari kata tersebut adalah makna dari al-murakab yang saya maksud. Syaikh Kafrowi menyebutnya dengan Tarkib isnadi pembahasanya nanti. دي  ف ْ  Fungsi bahasa untuk menyampaikan pesan yang terdapat pada lafadz yang terrangkai dari dua atau lebih kata, inilah yang dimaksud al-mufid yang disematkan oleh mushanif al- jurumiyyah. Seikh Kafrowi menambahkan batasan al-mufid yaitu dengan sekiranya rangkaian kata yang diucapkan sudah menyampaikan pemahaman pesan yang terdapat pada dua kalimat yang tersusun dengan tarkib isnadi, sehingga bagi pendengar tidak menunggu lagi penambahan penjelasan selanjutnya minal mutaaliqat. ْض وْ     Karena kita membahas literatur bahasa Arab mestinya yang dimaksud disini ujaranya harus berbahasa Arab, inilah makna bilwadh"i yang di sampaikan sebagian ulama Nufahat. Dari makna di atas maka akan mengecualikan ada susunan huruf yang bukan bahasa Arab kalau di jawa dinamai dengan Arab Pegon. Arab Pegon terusun dari rangkaian huruf alif sampai ya ada, akan tetapi bukan bahasa Arab yang di ujarkan, sehingga Kalam akan tidak  bisa disematkan dalam bahasa Pegon. Sebagian ulama Nufahat menyampaikan bil wadh'i dengan makna "sengaja" sehingga tidak mengecualikan bahasa bahasa selain bahasa Arab seperti kalam al-turki, kalam al-takrur,  Arabic for beginer by Jurumiyyah agusqoyyim@ agus qoyyim youtube meskipun bnukan bahasa Arab bisa di maknai sebagai Kalam di sebabkan pesan yang disematkan dalam kata kata yang tersusun di ujarkan dengan disengaja. Saya menyimpulkan term Kalam dalam bahasa Arab sama saja term Kalimat dalam bahasa Indonesia, makna Kalam yang disampaikan ulam-ulama Nahwu selaras dengan pengertian Kalimat yang disampaikan pakar bahasa Indosesia.
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x