Research

Critical Journal Riview

Description
Critical Journal Riview "PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL DARI BAHAN POLIPROPILEN DAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA MEDAN LABUHAN DENGAN MENGGUNAKAN UJI FISIS '
Categories
Published
of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Critical Journal Riview PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL DARI BAHAN POLIPROPILEN DAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA MEDAN LABUHAN DENGAN MENGGUNAKAN UJI FISIS OLEH Nama: Juli Anti Nim: 4152240004 Mata Kuliah: Pengantar Fisika Inti Kelas: Fisika Nd A 2015 JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU ENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2018    Judul Jurnal : Pembuatan Dan Karakterisasi Komposit Papan Partikel Dari Bahan Polipropilen Dan Serbuk Tempurung Kelapa Medan Labuhan Dengan Menggunakan Uji Fisis ISSN  : p-ISSN 2338-6754 e-ISSN 2581-1304 Penulis  : Irfandi, Deo Demonta Panggabean, dan Mukti Hamjah Harahap. Pendahuluan  : Telah diketahui bahwasanya kesadaran akan keberadaan sampah sangat minim,  jangankan untuk memilih dan memilah sampah, membuang sampah ketempat yang benar masih  berat rasanya. Sumber sampah paling banyak, menurut MEIP, berasal dari permukiman atau rumah tangga. Di Bogor misalnya, sampah rumah tangga mencapai 62%, dan dari pasar- pasar  berjumlah 24,42%. Di Jakarta, 67,86% berasal dari rumah tangga, 9,15% dari pasar-pasar, 4,5% dari pertokoan, 3,2% dari kantor-kantor, 2,92% dari jalanan, 8% dari pabrik. Dari semua itu,  paling banyak adalah jenis organik, bahkan bisa mencapai 75% dari jumlah sampah yang ada. Walaupun yang organik bisa didaur ulang dan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah atau  pupuk kompos, namun sayangnya belum dikelola secara maksimal dan profesional. Penelitian yang telah dilakukan Irfandi, 2015 menyatakan bahwa sampah plastik (High Density Polyethylene) dari botol bekas oli kendaraan bermotor dan limbah serbuk tempurung kelapa (STK) memiliki potensi sangat besar sebagai bahan baku produksi papan komposit. Dengan penngujian secara mekanis didapatkan yaitu, pada pengujian kuat lentur dengan menggunakan standar SNI 03  –   2105  –   2006 mensyaratkan yaitu minimal 80 Kgf/cm2 sedangkan yang didapat pada penelitian sebesar 103,619 Kgf/ cm2  –   292,451 Kgf/ cm2, untuk nilai Modulus elastisitas tidak memenuhi standart SNI 03  –   2105  –   2006, karena interval Modulus elastistisitasnya dari hasil penelitian didapat pada interval 6196,698 Kgf/ cm2  –   9684,816 Kgf/cm2, sedangkan pada nilai kuat rekat internal yang disyaratkan SNI 03  –   2105  –   2006 yaitu minimal 1,5 Kgf/cm2 pada penelitian didapatkan yaitu 8,412 Kgf/ cm2 - 11,622 Kgf/ cm2 dan  pada uji impak didapatkan nilai teringgi 3,858 joule/ cm2 dan nilai terendah 1,808 joule/ cm2. Dari hasil perankingan kualitas papan partikel yang lebih baik adalah perlakuan pada komposisi limbah plastik sebesar 50% banding 50 % serbuk tempurung kelapa.  Dari itu dapat disimpulkan bahwa banyak tanaman yang memiliki karakterisrik yang sama dengan kayu yang bila dilihat dari dimensi dan teksturnya memenuhi syarat bagi industri  pengolahan kayu. Slah satua tamana yang banyaka ditemukan diindonesia yang bahan karakteristiknya dan teksturnya menyerupai kayu adalah tempurung kelapa. Dan telah diketahui  pula bahwa Indonesia merupakan penghasil kelapa terbesar ketiga didunia dengan total produksi mencapai 14 milyar butir pertahun. Komponen utama buah kelapa berupa sabut kelapa dan tempurung kelapa belum dimanfaatkan optimal dan dianggap tidak mempunyai nilai ekonomis Metode yang digunakan  : Pada penelitian digunakan serbuk tempurung kelapa dengan ukuran 80 mess sebagai  bahan baku yang diambil dari tempurung kelapa dari kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. Dalam pembuatan papan komposit digunakan perekat polipropilen (pp) daur ulang dari Aqua cup  bekas, dengan berbagai tingkat skala perbandingan antara bahan dan perekat Polipropilen daur ulang dengan Persentase 70%:30%, 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%, 30%:70%. Alat yang digunakan dalam proses pembuatan papan komposit adalah hot and cold press. Proses  pembuatannya yaitu polipropilena aqua gelas bekas dibersihkan, setelah kering dipotong potong dengan ukuran ± 0,5 cm x 0,5 cm , serbuk tempurung kelapa yang telah disaring dengan ayakan 80 mess dikeringkan dengan oven blower 500C sampai benar kering. Lalu diuapkan pelarutnya dalam oven. Selanjutnya diektrusi dalam alat ekstruder pada suhu 170 0  C hingga terbentuk  polyblend. Selanjutnya coupling agent siap digunakan. Selanjutnya untuk pembuatan sampel papan komposit dilakukan dengan pengempaan  panas (hot press) sebesar 170 0  C dengan tekanan sebesar 40 bar selama 15 menit, dengan 2 kali  pengulangan papan komposit diujikan dengan berdasarkan SNI 03-21052006 untuk papan  partikel. Untuk mengetahui sifatsifat fisik papan partikel komposit dilakukan beberapa pengujian sebagai berikut : a.   Pengujian kerapatan Pengujian kerapatan dilakukan pada kondisi kering udara dan volome kering udara, sampel  berukuran 10cm x 10cm x 1cm ditimbang beratnya, lalu diukur rata-rata panjang, lebar dan  tebalnya untuk menentukan volumenya. Kerapatan sampel papan partikel komposit dihitung dengan rumus : ρ = m/V .................... ( 2.1 ) Dimana : ρ : kerapatan (gr/cm3) m : massa sampel (gr) v : volume sampel (cm3)  b.   Kadar air Kadar air dihitung dari massa sampel sebelum dan sesudah di oven dari sampel berukuran 5cm x 5cm x 1cm dengan rumus : KA = (m_1- m_(2 ))/m_2 × 100% ................ ( 2.2 ) Dimana : KA : kadar air (%) m1 : massa awal sampel (gr) m2 : massa akhir sampel (gr) c.   Pengembangan tebal Pengembangan tebal dihitung atas tebal sebelum dan sesudah perendaman dalam air selama 24 jam pada samper berukuran 5cm x 5cm x 1cm, dengan rumus : PT = (T_2- T_(1 ))/T_1 ×100% ..................... ( 2.3 ) Dimana : PT : pengembangan tebal (%) T1 : tebal sampel sebelum perendaman (cm) T1 : tebal sampel sesudah perendaman (cm) Hasil dan Pembahasan : 1.   Hasil Pengujian Kerapatan Kerapatan merupakan salah satu sifat fisis yang menunjukkan perbandingan antara massa  benda terhadap volumenya atau banyaknya massa zat per satuan volume. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kerapatan papan partikel yang dihasilkan berkisar antara 0.80 gr/cm3 sampai dengan 0,91 gr/cm3, nilai kerapatan tertinggi pada komposisi 30:70 dan yang terendah  pada komposisi 70:30 perbandingan antara Plastik daur ulang dengan serbuk tempurung kelapa.    Komposisi campuran plastik daur ulang dan Serbuk Tempurung Kelapa Gambar 1. Grafik Nilai Kerapatan  Kerapatan yang dihasilkan sudah mencapai kerapatan yang telah menjadi standart yang diinginkan yaitu 0,8 gr/cm3. Akan tetapi pada perbandingan 30:70, dan 40:60 untuk Polipropilen  banding serbuk tempurung kelapa terjadi kerapatan yang cukup tinggi 0.90 - 0.91 gr/cm3, hal ini menyebabkan penguatan terjadi cukup tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa papan  partikel yang dihasilkan termasuk dalam kategori kerapatan sedang dan kerapatan tinggi. Standar  Nasional Indonesia (SNI) 03- 2105  –   2006, papan partikel, mensyaratkan nilai kerapatan papan  partikel sebesar (0,50  –   0,90) gr/cm3. Jadi sebagian besar papan partikel yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan yang di tetapkan. 2.   Hasil Pengujian Kadar Air Komposisi campuran plastik daur ulang dan Serbuk Tempurung Kelapa Gambar 2. Grafik Nilai Kadar Air
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x