BusinessLaw

Critical Review Jurnal

Description
Critical Review Jurnal
Categories
Published
of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Critical ReviewJurnal Mitigasi yang Diinisiasi Masyarakat Akibat Abrasi diKawasan Pesisir Kota Semarang Dosen Pengampu :Anggit Suko Rahajeng, S.T., M.TAriyaningsih.,S.T.,M.T.,M.ScMuhammad Rizky Pratama, S.T., M.T.Disusun Oleh :Putri Aulia Rachmah 08171061 PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAJURUSAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAANINSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTANBALIKPAPAN2019  CRITICAL REVIEW JURNAL PESISIR Identitas Jurnal Judul: Mitigasi yang Diinisiasi Masyarakat Akibat Abrasi di KawasanPesisir Kota SemarangJurnal: Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) / E-ISSN: 2338-3526Volume: Vol 7 (1), 2018, 44-55 Nama Penulis: Hanandi Prabowo, I. BuchoriTahun Penulisan: 2017Reviewer: Putri Aulia Rachmah (08171061)Tanggal: 16 Oktober 2019 Ringkasan Jurnal 1. Tujuan Penelitian Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk mitigasi akibatabrasi yang telah dilakukan masyarakat di kawasan pesisir Kota Semarang serta faktor apa saja yang mempengaruhi mitigasi tersebut. 2. Latar Belakang Penelitian Kawasan pesisir dalam perencanaan penggunaan merupakan bagian dari daratan yang berbatasan dengan laut (Taussik. 2007). Di sepanjang kawasan pantai terdapat segmen-segmen pantai yang mengalami erosi, dismaping ada bagian-bagian yang mengalamiakresi/sedimentasi dan segmen yang stabil (Patlis et al. 2001).Bencana di kawasan pesisir bisa bersifat alam ataupun non-alam, namun bisa jugamerupakan kombinasi dari kedua aspek tersebut. Bencana digambarkan sebagai hasil darikombinasi bahaya, kondisi kerentanan, dan kapastitas atau langkah yang cukup untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan (UNISDR. 2009). Bahaya merupakan ancaman potensial bagi manusia dan kesejahteraan mereka timbul dari fenomena atau zat berbahaya yang dapat menyebabkan hilangnya nyawa, cedera, kerusakan properti dankerugian atau kerusakan masyarakat lainnya (Smith. 2013). Kesadaran dalam menghadapiresiko dan ketidakamanan adalah bagian utama bagaimana masyarakat mengembangkanstrategi mata pencaharian mereka telah mulai memposisikan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana sebagai upaya mengurangi dampak yang ditimbulkan bencana serta menjadi bagian dari usaha pengentasan kemiskinan (Christoplos et al. 2001).Kota Semarang merupakan salah satu kota di Indonesia yang berada di kawasan pesisir dan memiliki garis pantai sepanjang 36,63 kilometer. Erosi sepanjang pantai dapatmenyebabkan hilangnya tanah pesisir dan kerusakan infrastruktur dan bangunan.  Ditemukan bahwa di Kota Semarang, selama kurun waktu 100 tahun terakhir abrasi/erosi pantai telah mengancan fasilitas dan penggunaan lahan di sepanjang pantai yangmenyebabkan hilangnya luas lahan pesisir (Marfai. 2011). Kecamatan Semarang Utaradan Genuk terkena abrasi paling besar yaitu seluas 117 ha serta mengalami kemundurangaris pantai hingga 3,3 km pada tahun 1989-2009 (Sardiyatmo et al. 2003). Dampak dariabrasi di Kota Semarang antara lain rusaknya mangrove, tanah yang akan berubahmenjadi lautan, serta lahan tambak berkurang, yang tentunya akan mengurangi dari hasiltambak tersebut yang kemudian berdampak pada ekonomi masyarakat pesisir.(Ardiansyah & Buchori. 2014).Masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir sudah melakukan beberapa upaya untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh abrasi. Berdasarkan kondisi tersebut munculsuatu pertanyaan penelitian: Apa bentuk mitigasi yang diinisiasi masyarakat akibat abrasidi kawasan pesisir Kota Semarang dan faktor apa saja yang mempengaruhinya? 3. Data dan Metode Wilayah penelitian meliputi kawasan pesisir Kota Semarang yang masyarakatnya terkenadampak abrasi. Wilayah pantai timur Semarang meliputi Kelurahan Terboyo Kulon, danTanjung Emas. Wilayah pantai barat meliputi semua kelurahan di Kecamatan Tugu yaituTugurejo, Karang Anyar, Randugarut, Mangkang Wetan, Mangunharjo, dan MangkangKulon.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisisdata menggunakan dua teknik yaitu analisis deskriptif kuantitaif dan analisis regresi.Teknik Analisis Deskriptif Kuantitatif, digunakan dalam menjelaskan temuan penelitianyang didasarkan pada hasil perhitungan data kuantitatif. Penggunaan Analisis RegresiLogistik, dikarenakan variabel terikat bersifat dikotomi dalam hal ini kecenderunganmasyarakat untuk mitigasi (ya atau tidak mitigasi). 4. Hasil dan Pembahasan Berdasar hasil penelitian dari tahun 1989 hingga 2016 telah terjadi perubahan daratan berupa abrasi maupun akresi. Garis pantai timur yaitu Kelurahan Terboyo Kulon danTanjungmas mengalami kemunduran 1,4 km tepatnya pada Kelurahan Terboyo Kulon dankemunduran 0,7 km pada Kelurahan Tanjungmas serta penambahan 0,6 km pada titik  paling utara. Pada bagian barat, Kelurahan Tugurejo mengalami kemunduran sejauh 0,6km. Kelurahan Karanganyar mengalami kemunduran sejauh 1,5 km dan KelurahanRandugarut mengalami kemunduran 1,6 km. Kemudian Kelurahan Mangkang Wetanmengalami kemunduran 1,5 km. Kelurahan Mangunharjo mengalami kemunduran 1,1  km, dan Kelurahan Mangkang Kulon mengalami kemunduran sejauh 1,7 km.Disimpulkan bahwa Kelurahan Mangkang Kulon merupakan wilayah yang mengalamikemunduran garis pantai yang paling jauh dibandingkan dengan kelurahan lainnya.Terdapat empat mitigasi struktural dan dua mitigasi non-struktural yang sebelumnya telahdiinisiasikan oleh masyarakat pesisir Kota Semarang. Pendekatan struktural didasarkan pada tindakan rekayasa seperti pengendalian banjir atau upaya melindungi permukimanmanusia. Masyarakat telah mengupayakan dengan pemasangan tembok laut, pemasangantrucuk bambu, pemasangan alat pencegah ombak (APO), dan penanaman mangrove.Mitigasi struktural yang pertama berada pada Kelurahan Tanjungmas, pemasangantembok laut berbahan beton ini dilakukan dengan membangun tanggul yang diharapkanmampu melindungi pantai dari terjangan ombak. Mitigasi kedua berada pada KelurahanTerboyo Kulon dan Mangkan Kulon. Mitigasi berupa pemasangan trucuk bambu sebagaiantisipasi terhadap abrasi dengan memasang tiang-tiang dari bambu sepanjang pantai.Mitigasi ketiga yaitu dengan pemasangan APO di sepanjnang pantai Kelurahan Tugurejodengan memasang tumpukan ban bekas yang diperkuat tanah dan bambu untuk mengurangi resiko terjangan gelombang. Kemudian Mitigasi yang keempat padaKelurahan Tugurejo, Mangunharjo, dan Mangkang Wetan dilakukan dengan penanamanmangrove di sepanjang pantai.Sedangkan pendekatan non-struktural lebih didasarkan pada penyesuaian kegiatanmanusia dan masyarakat dalam mengurangi dan meminimalisir kerusakan yangditimbulkan bencana. Dua mitigasi non-struktural yang diinisiasikan masyarakat adalahdengan mengadakan ekowisata dan edukasi mangrove serta pemberdayaan SDM danmanajemen kawasan pesisir.Melalui analisis faktor yang mempengaruhi kecenderungan masyarakat kawasan pesisir melakukan mitigasi dari segi sosial, ekonomi, dan lingkungan menggunakan analisisregresi logistik. Diketahui bahwa masyarakat dengan pendapatan yang tinggi akancenderung melakukan mitigasi dibandingkan orang yang memiliki pendapatan rendah.Lalu, masyarakat dengan pendidikan yang tinggi justru cenderung tidak melakukanmitigasi dibandingkan dengan masyarakat berpendidikan rendah. Kemudian, masyarakatyang telah bermukim selama lebih dari 15 tahun akan lebih cenderung melakukanmitigasi dibandingkan masyarakat yang tinggal kurang dari 15 tahun. Dan, masyarakatyang memiliki keluarga yang tinggal berdekatan akan cenderung melakukan mitigasidibanding orang yang tidak memiliki keluarga yang tinggal berdekatan. 5. Kesimpulan  Terdapat dua jenis mitigasi yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural. Mitigasistruktural dilakukan dengan pemasangan tembok laut, trucuk bambu, alat pemecahombak, dan penanaman mangrove. Mitigasi non-struktural dilakukan dengan ekowisatadan edukasi mangrove serta pemberdayaan SDM dan manajemen kawasan pesisir. Empatfaktor yang mempengaruhi kecenderungan mitigasi yaitu tingkat pendapatan, pendidikan,lama bermukim, dan hubungan kekerabatan. Critical Review Jurnal Mitigasi yang Diinisiasi Masyarakat Akibat Abrasi di Kawasan Pesisir KotaSemarang mengangkat isu mengenai abrasi yang kerap terjadi pada kawasan pesisir.Penulisan jurnal secara keseluruhan telah baik dan terstruktur sehingga pembaca mudahmemahami maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh peneliti. Jurnal telah mencapaitujuan dengan memaparkan bentuk-bentuk mitigasi yang diinisiasi oleh masyarakat sertamemaparkan faktor-faktor yang menginisiasi masyarakat melakukan mitigasi bencana.Perlu ditekankan abrasi sendiri ialah proses pengikisan bibir pantai yang umumnya terjadiakibat kuat arus atau gelombang yang terpecah. Abrasi atau erosi pantai ini mengakibatkanmundurnya garis pantai akibat hantaman gelombang dan tidak adanya angkutan sedimen.Mundurnya garis pantai tidak hanya sekedar terjadi penyusutan luas wilayah, namun jugamempengaruhi ekosistem darat dan laut serta mempengaruhi vegetasi di sekitar pesisir yanglambat laun akan menyebabkan pulau kecil tenggelam.Selain karena arus gelombang, faktor penyusutan wilayah darat pesisir dapat diakibatkandari adanya pemanasan global. Perubahan iklim seperti tingginya curah hujan, meningkatnyatemperatur udara dan suhu bumi yang terus meningkat setiap tahunnya menyebabkan naiknyamuka air laut. Satelit altimetri menunjukan bahwa telah terjadi kenaikan muka air laut sebesar 3,1 ± 0,7 mm/thn selama periode 1993-2003 (Cazenave dan Nerem, 2004 dalam Aryadi,2013). Selain karena faktor alam, abrasi juga dapat diakibatkan oleh ulah manusia. Eksploitasiterumbu karang yang kemudian menyebabkan hilangnya fungsi karang sebagai pemecahombak alami kemudian mendorong gelombang arus menjadi lebih kencang. Selain itukegiatan penambangan pasir secara berlebihan menguras cadangan pasir laut. Air laut yangtidak mengandung pasir akan lebih ringan dan lebih cepat sehingga mampu menghantam tepi pantai lebih keras dan meningkatkan kemungkinan terjadinya abrasi.
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x