Social Media

Critical Review Jurnal Perencanaan Pesisir

Description
Critical Review Jurnal Perencanaan Pesisir
Categories
Published
of 13
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  CRITICAL REVIEW JURNAL ANALISIS POTENSI KONFLIK PEMANFAATAN RUANG KAWASAN PESISIR:INTEGRASI RENCANA TATA RUANG DARAT DAN PERAIRAN PESISIR Mata Kuliah  : Perencanaan Pesisir  Dosen Pengampu  :Ariyaningsih, S.T., M.T., M.Sc.Dwiana Novianti Tufail, S.T., M.T.Anggit Suko Rahajeng, S.T., M.T.Muhammad Rizky Pratama, ST., M.T.Disusun Oleh :Muhammad Didi Muchtar (08161046) PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAJURUSAN TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAANINSTITUT TEKNOLOGI KALIMANTANBALIKPAPAN2019  A.)Identitas Jurnal Judul Jurnal: Analisis Potensi Konflik Pemanfaatan Ruang KawasanPesisir: Integrasi Rencana Tata Ruang Darat dan PerairanPesisir  Nama Penulis: Luky Adrianto, Kadarwan Soewardi, dan Yusli WardiantoPenerbit: Institut Pertanian Bogor Tahun: 2016 B.)Isu-isu yang Dibahas Penelitian yang telah dilakukan ini dilakukan berdasarkan latar belakang wilayah pesisir yang rentan terhadap konflik. Peneliti menuturkan bahwa pemetaan konflik merupakan suatu teknik yang digunakan.untuk menggambarkan secara grafis,menghubungkan pihak-pihak dengan masalah dan dengan pihak-pihak lainnya.Pemetaan potensi konflik pemanfaatan ruang pesisir yang akan dikaji merupakan bagian dari salah satuanalisis yang dilakukan dalam penelitian mengenai Model Rencana Zonasi Kawasan Pesisir dengan Pendekatan Keterkaitan Spasial antara daratan dan perairan pesisir.Dalam penelitian ini, tahapan yang dilakukan dalam penyusunan rencana alokasiruang dalam proses penyusunan rencana zonasi Kawasan pesisir yaitu dengan melakukanidentifikasi dan pemetaan konflik. Adapun langkah pertama yang dilakukan dalam mengelolaKawasan pesisir yaitu mengidentifikasi semua penggunaan dan konflik sebagai bahanmasukan untuk perencanaan tata ruang. Proses dalam perencanaan dapat mengidentifikasikonflik yang terjadi di Kawasan pesisir dengan melihat interaksi kegiatan manusia dandampak kumulatif dari kegiatan tersebut.Penelitian tersebut dilakukan di kawasan pesisir Kota Bontang, Kalimantan Timur.Adapun berbagai kegiatan yang terdapat di wilayah pesisir Kota Bontang antara lain: perikanan, industri migas, pemukiman, pariwisata dan konservasi, sehingga memberikantekanan bagi ekosistem pesisir Kota Bontang. Peneliti menuturkan bahwa area studi dalam penelitian yang dilakukan difokuskan untuk wilayah Bontang bagian selatan, yangmerupakan kawasan yang belum semuanya terbangun, sehingga akan memudahkan dalam perencaanaan kawasan tersebut.  Peneliti menggunakan beberapa acuan terkait kebijakan perencanaan ruang Kawasan pesisir dan laut antara lain UU 26/2007 yang menyebut bahwa pengaturan ruang laut akandiatur dengan undang-undang tersendiri. Secara umum, UU 26/2007 mengatur pada bagiandarat saja, sehingga untuk ruang laut dibuat undang-undang sendiri. Kemudian pada UU No32 Tahun 2014 Tentang Kelautan yang menjadi undang-undang dalam perencanaan ruanglaut. Perencanaan ruang Laut sebagaimana disebutkan dalam Dalam UU 32 tahun 2014tentang Kelautan pasal 43 meliputi: (1) perencanaan Tata Ruang Laut Nasional; (2)Perencanaan zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil); dan (3) perencanaan ZonasiKawasan Laut. UU 32/2014 juga menyebutkan bahwa, perencanaan tata ruang laut nasionalmencakup wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi. Wilayah perairan meliputi (a) perairan pedalaman; (b) perairan kepulauan; dan (c) laut territorial. Sedangkan wilayah yurisdiksimeliputi (a) Zona Tambahan, (b) Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia dan (c) LandasKontinen.Selanjutnya peneliti melakukan survey lapangan terkait dengan konsentrasi sektoral pemanfaatan sumberdaya pesisir dan menemukan bahwa kontestasi sektoral terhadap penguasaan sumberdaya alam pesisir dan jasa lingkungan terkait erat dengan tumpangtindihnya peraturan penundang-undangan sektoral, menguatnya ego antar sektoral dankurangnya pemahaman pemangku kepentingan atau aktor terhadap sifat dan fungsisumberdaya pesisir sebagai sistem daya dukung kehidupan antara darat dan laut. Pemangkukepentingan yang terlibat dalam kontestasi sektoral, menempatkan sumberdaya pesisir danlaut semata-mata sebagai komoditi ekonomi dan mengabaikan fungsinya sebagai dayadukung lingkungan pesisir. Pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pesisir dengan tujuanekonomi semata, tanpa mempertimbangkan sebagai fungsi daya dukung lingkungan sebagaidaya dukung kehidupanakan berakibat terganggunya dan rusaknya keseimbangankeseluruhan ekosistem pesisir, dan akhirnya akan berpengaruh pada kesejahateraanmasyarakat. Perbedaaan kepentingan terhadap sumberdaya juga menjadi salah satu potensikonflik pemanfaatan . Pihak-pihak yang berperan di kawasan pesisir Kota Bontangmempunyai banyak kepentingan terhadap sumberdaya yang ada. Berdasarkan tingkatnya aktor dalam sistem pengelolaan pesisir Kota Bontang dibagimenjadi 2 (dua), yaitu (1) aktor penentu kebijakan, merupakan aktor yang mempunyai perandalam menyusun aturan main atau konsitusi dalam mengelola dan memanfaatkan ruangkawasan pesisir dan (2) aktor operasional, yaitu aktor yang secara langsung melaksanakankebijakan di lapangan. Hasil analisis yang dilakukan menunjukan bahwa aktor-aktor    pengelolaan dan pemanfaatan ruang di kawaasan pesisir Kota Bontang memiliki peranmenyusun dan menentukan kebijakan dan aturan main formal dalam pengelolaan dan pemanfaatan ruang kawasan pesisir Kota Bontang. Selama ini masing-masing aktor dalammenjalankan perannya didasarkan kepada keputusan masing-masing aktor. Salah satusebabnya adalah belum adanya aktor yang berperan sebagai kooordinasi antar aktor-aktor tersebut dalam mengelola dan meanfaatkan ruang pesisir dan laut Kota Bontang. Akibatnyaadalah terjadinya konflik antar aktor dalam yang terlibat dalam menjalankan aktivitasnya.Pada penelitian nya, peneliti melakukan analisis konflik pemanfaatan ruang Kawasan pesisir dan laut Kota Bontang dengan melakukan identifikasi kegiatan-kegiatan yangmemanfaatkan ruang di Kawasan Pesisir dan Laut Kota Bontang dengan berdasrkan hasiltemuan lapangan. Kemudian untuk melihat hubungan antar kegiatan satu dengan yanglainnya dilalakukan analisis matriks keterkaitan kegiatan, yaitu menjelaskan hubungan antar kegiatan apabila kedua kegiatan tersebut berdampingan yang dianalisis dengan analisis pemetaan konflik. Penelitian yang dilakukan menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan dua Teknik, yaitu observasi lapangan berupa pengamatan yang terjadi dan kedua melalui kuesioner. Kemudian data sekunder diperoleh dari studi literatur dengan dengan mempelajari literatur yang terkait dengan penelitian, hasil penelitian sebelumnya, dan dokumen-dokumen yang relevan dengan topik  penelitian. Kemudian prosedur dalam pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan  purposive sampling dengan tetap mempertimbangkan posisi dan peran mereka dalamkegiatan sehari-hari. Adapun responden yang terpilih antara lain masyarakat pesisir, swasta,aparatur pemerintah setempat, dan tenaga ahli. Penelitian dilakukan dengan meminta pendapat setiap stakeholder dari masyarakat, swasta, aparatur pemerintah, maupun tenagaahli terhadap kesesuaian/keterkaitan antar kedua kegiatan apabila berdampinganBerdasarkan hasil analisis perspektif, maka kebijakan pemanfaatan ruang kawasan pesisir Kota Bontang harus benar-benar memperhatikan ketujuh kegiatan yang ada, yaitu perikanan statis, budidaya rumput laut, alur laut, industri MIGAS, PLTU, Pelabuhan danKegiatan konservasi. Hal ini karena ketujuh kegiatan ini mempunyai pengaruh kuat danketergantungan yang kuat terhadap kondisi lingkungan pesisir Kota Bontang dan berpotensimenimbulkan konflik berat apabila saling berdampingan. C.)Argumentasi  Dari pembahasan isu-isu pada jurnal yang berjudul “Analisis Potensi Konflik Pemanfaatan Ruang Kawasan Pesisir: Integrasi Rencana Tata Ruang Darat dan PerairanPesisir” ini terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan kembali. Berikut merupakan penjabaran dari reviewer   terkait jurnal dalam penelitian ini.1)Struktur penulisan jurnal penelitian tidak terbagi dalam bab. Sehingga penulisan yangada terkesan tercampur menjadi satu bagian. Artinya sistematika penulisan jurnal tidak seperti pada jurnal pada umumnya dimana jurnal pada umumnya terdapat pendahuluan,landasan teori, metodologi penelitian, hasil penelitian, dan penutup yang meliputikesimpulan, saran dan rekomendasi. Landasan teori yang ada pun juga terkesan kurangmendukung penelitian tersebut. 2)Pada penelitian yang telah dilakukan, peneliti tidak menjelaskan tujuan dilakukannya penelitian, dan tidak menjelaskan mengapa peneliti mengambil tema terkait konflik yangterjadi di wilayah pesisir khususnya pada Kota Bontang.3)Gambaran umum wilayah dijelaskan secara singkat yang langsung berfokus pada inti permasalahan yaitu konflik daerah pesisir dan laut yang terjadi.4)Pada penulisan jurnal terdapat kesalahan penulisan atau typo  bahkan tulisan yang terbalik seperti pada acuan undang-undang yang tertulis pertama adalah UU No.32/2014 menjadiUU No.23/2014 pada baris berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan ambigu oleh para pembaca.5)Data-data pendukung yang ditampilkan terkesan kurang untuk memperkuat pernyataanyang dikeluarkan oleh peneliti.6)Terdapat pengulangan kata seperti hasil analisis yang banyak bermunculan pada hampir setiap penulisan dalam jurnal penelitian ini.7)Hasil data yang diperoleh peneliti disajikan tidak pada tempatnya. Maksudnya seperti pada tabel alokasi ruang di Kawasan Pesisir di Lokasi Penelitian. Tabel tersebut disajikan pada halaman ke-tiga di dalam jurnal, sedangkan data tersebut baru diinterpretasikan pada halaman ke-empat, dimana sebelum narasi tabel 2 dibuat, terdapat beberapa bagianyang dibuat oleh peneliti yang tidak berkaitan dengan data yang ada pada tabel 2. Hal ini juga terjadi pada hasil matriks pemetaan konflik ruang di Kawasan Pesisir Kota Bontangdan penyajian hasil data lainnya.8)Secara keseluruhan, jurnal disajikan cukup singkat sehingga tidak merepotkan pembaca,walaupun beberapa poin tidak dapat terjelaskan dalam jurnal penelitian ini. D.)Rekomendasi Berdasarkan dari argumentasi terkait jurnal penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara keseluruhan, penyajian jurnal sudah cukup baik dan mengikuti
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x