Sales

Diplomat Pejuang di Era Globalisasi

Description
Diplomat Pejuang di Era Globalisasi
Categories
Published
of 9
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  DIPLOMAT PEJUANG DI ERA GLOBALISASI Kembali kita kehilangan seorang diplomat pejuang, Teuku Mohammad Hadi Thayeb, salah seorang pendiri Kementerian Luar Negeri yang lahir di Peureulak, Aceh pada tahun 1!! telah menghadap Al"Khalik pada tanggal 1 #anuari !$1%& 'nna lillahi (ainna ilaihi rojiun, manusia diciptakan dan kembali jua kepada"Nya& Pada hari yang sama dalam sambutan pelantikan kepada 1! pejabat )selon '' Kementerian Luar Negeri yang baru, Menlu Marty Natalega(a menekankan pentingnya pengabdian dari semua jajarannya* +Mari perkuat tekad untuk berjuang, memberi dan mengabdi kepada bangsa& 'nti sambutan Menteri Luar Negeri tersebut sangat rele-an dengan ucapan pelepasan jena.ah Almarhum /uta 0esar T&M& Hadi Thayeb yang disebutnya patut dipersoniikasikan sebagai tokoh dengan semangat pengabdian tinggi dan menjadi contoh bagi kita semua, diplomat penerus& 0agaimana tidak2 Almarhun Hadi Thayeb memulai karirnya sebagai diplomat dengan menggunakan garasi mobil sebagai kantornya beserta meja kursi yang terbuat dari peti"peti kosong peninggalan tentara #epang&'ni mengingatkan kita pada keteladanan diplomat"diplomat pejuang lainnya yang menunjukkan dedikasinya kepada negara dan bangsa di era a(al kemerdekaan 3'&  Ambil contoh Haji Agus 4alim, diplomat yang pernah dua kali menjadi Menteri Luar Negeri ini hidup sangat sederhana& Mr& 4chermerhon, Menlu 0elanda yang pernah menjadi musuh dan sekaligus mitra kerjanya menuliskan dalam buku biograinya bah(a Agus 4alim adalah seorang yang jenius menguasai secara sempurna  bahasa asing, namun punya satu kelemahan yaitu hidup melarat&0egitu juga para diplomat dan pemimpin bangsa 'ndonesia seperti 4utan 4jahrir, Mohammad Hatta, Mohammad 3oem, #usu 3onodipuro, Ale5ander Maramis dan lain"lainnya& Mereka hidup dengan penuh kesederhanaan, pikiran dan perhatiannya hanya tercurah pada pekerjaan utamanya sebagai diplomat dan negara(an dengan dilandasi pengabdian penuh kepada rakyat dan bangsanya& 4emangat 6%7 dengan semboyan +Hidup atau Mati para pejuang kemerdekaan itu diubah dari medan perang dengan bersenjatakan bambu runcing ke meja perundingan dengan mengandalkan kepia(aian berargumen dan bersilat lidah& Menyesuaikan Perubahan Zaman /engan keterbatasan sarana dan asilitas di era a(al 3epublik berdiri, kita banyak menemukan pendekar"pendekar diplomasi yang mumpuni& Ada beberapa aktor yang mendukung para diplomat perintis tersebut berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, antara lain* tingginya solidaritas negara"negara yang baru merdeka8 persaingan 1  sengit 0lok 0arat dan Timur untuk memperebutkan /unia Ketiga8 dukungan semangat nasionalis dari berbagai elemen di tanah air8 tidak adanya peristi(a"peristi(a kontro-ersial di dalam negeri8 proesionalisme dan kemampuan indi-idu dari para diplomat8 serta koordinasi yang solid dari semua pemangku kepentingan&3untuhnya tembok 0erlin pada Musim 9ugur 1: yang menandai berakhirnya Perang /ingin antara pakta pertahanan NAT; pimpinan Amerika 4erikat dan Warsaw Pact   pimpinan <ni 4o-iet, telah menyisakan satu"satunya Super Power   yang menentukan dunia& Hilangnya ancaman penyebaran paham komunis"sosialis ini telah mengubah konstelasi geostrategis dunia& 4ejalan dengan rontoknya satu"persatu re.im komunis totaliter di negara"negara )ropa Timur, pemerintahan otoriter di Amerika Latin dan benua Asia yang sebelumnya menjadi sekutu A4 dalam membendung komunis internasional kini harus menghadapi tuduhan pelanggaran HAM&'ndonesia tidak terkecuali, sepanjang tahun $"an menjadi bulan"bulanan L4M serta dikecam oleh negara"negara 0arat dengan tuduhan melakukan pelanggaran HAM beratdan in-asi militer di Timor Timur& Amerika 4erikat yang memberikan restu dan doronganmasuknya tentara 'ndonesia ke /ili pada tahun 1=7 dalam rangka menahan eek domino kemenangan kekuatan komunis dari 'ndocina, tidak lagi merasa perlu membelanya setelah <ni 4o-iet bubar, negara"negara )ropa Timur mulai menoleh ke sistem demokrasi a"la 0arat, dan dengan sendirinya paham sosialis"komunis tidak lagi menjadi ancaman yang perlu di(aspadai& Perlu kiranya diketahui bah(a pasukan 'ndonesia menduduki ibukota Timor Timur, /ili pada tanggal = /esember 1=7 hanya beberapa hari setelah Presiden A4 9erald >ord yang didampingi Menlu Henry Kissinger melakukan pertemuan dengan Presiden 4uharto di #akarta&/i medan diplomasi yang sulit seperti ini, ternyata muncul diplomat kaliber dunia, Ali  Alatas& 0eliau menjadi palang pintu pemerintah ;rde 0aru menghadapi gempuran demigempuran, kritikan bertubi"tubi dari dunia internasional terutama terkait dengan masalah Timor Timur, HAM dan demokrasi& Keberhasilan dan jasa"jasanya ketika menjabat sebagai Menlu 3' dalam penyelesaian konlik internal, regional maupun internasional, khususnya yang terjadi di Kamboja, >ilipina 4elatan, Palestina dan Myanmar, ditambah dengan ide"idenya untuk memperjuangkan keadilan sosial"ekonomiglobal, penghentian percobaan senjata nuklir serta reormasi sistem -oting?dominasi negara"negara adidaya dalam struktur P00, telah menjadikan nama Ali Alatas dinomisasikan sebagai kandidat pemenang hadiah Nobel Perdamaian maupun posisi sebagai 4ekretaris #enderal P00& 4ayang kepi(aian diplomasi Ali Alatas tersandera dengan masalah Timor Timur yang disebutnya sebagai + a pebble in the shoe … , bagaikan kerikil dalam sepatu yang terasa sangat mengganggu gerak langkah diplomasi 'ndonesia di ba(ah pimpinan Menlu Ali Alatas& 2  4etelah lengsernya re.im ;rde 0aru di ba(ah #enderal 4uharto yang berkuasa selama @! tahun, pendulum kondisi sosial"politik di dalam negeri berayun dari pemerintahan otoriter dengan kekuasaan terpusat dalam satu tangan menjadi sistem pemerintahan yang dikuasai oleh para pemimpin daerah serta makin kuatnya suara parlemen terhadap pejabat eksekuti& Hal ini juga dengan sendirinya mengubah paradigma pelaksanaan kebijakan luar negeri menjadi Total Diplomacy   dimana pelaku diplomasi bukan lagi monopoli para diplomat dari Kementerian Luar Negeri, tetapi dilakukan oleh semua pemangku kepentingan negara baik itu pejabat?pega(ai pemerintah, anggota parlemen, pelaku usaha, cendekia(an?mahasis(a, media massa serta masyarakat sipilpada umumnya& 4elaras dengan perkembangan dunia, kebijakan luar negeri 3' +bebas dan akti juga menyesuaikan arah pendekatannya dari “rowing between two reefs”   " mendayung di antara dua karang, yaitu antara 0lok 0arat dan 0lok Timur di era Perang /ingin menjadi+ navigating a turbulent ocean , mengingat tantangan yang dihadapi di era globalisasi semakin kompleks dan sulit diprediksi dengan munculnya non-state actors , pelaku"pelaku di luar institusi resmi kenegaraan yang ikut menentukan perkembangan dunia& Mereka bisa berasal dari  pressure group  atau lobbyist   dari kalangan industrialis dan perusahaan multi"nasional yang mempunyai kepentingan bisnis ataupun berasal dari kelompok"kelompok radikal terorganisir trans"nasional yang mempunyai agendanya tersendiri&Presiden 4usilo 0ambang udhoyono yang memegang nahkoda pemerintahan 3' dua periode penuh di era 3eormasi telah menggariskan sikap politik luar negeri 'ndonesia berlandaskan + a million friends !ero enemy  yang mengedepankan penguatan hubungan dengan dunia internasional pada tataran lembaga multinasional dan regional seperti P00 dan badan"badan internasional lain maupun hubungan bilatreral dengan semua negara di dunia& 'tulah sebabnya maka ketika banyak negara menutup kedutaannya di luar negeri, 'ndonesia sebaliknya menambah per(akilannya di dunia hingga total berjumlah 1@1 per(akilan tingkat Kedutaan 0esar dan Konsulat #enderal& 0elum lagi ditambah dengan Konsul"konsul kehormatan dari tokoh"tokoh masyarakat negara akreditasi Bpengusaha, mantan diplomat, akademisi atau pemimpin inormalC yang siap membantu memperjuangkan kepentingan 'ndonesia di negara setempat& Mendambakan Indonesia Incorporated  /i era globalisaasi ini, perluasan kerjasama diplomatik internasional memang suatu keniscayaan baik secara bilateral maupun dalam konteks organisasi multilateral mengingat permasalahan"permasalahan yang bersiat global, menembus batas"batas negara& 4ejak memasuki abad ke"!1 dunia dihadapkan pada ancaman kemanusiaan lintas negara yang memerlukan pananganan bersama dan berkelanjutan seperti* perubahan iklim, penyakit menular, terorisme, penyelundupan obat bius, perdagangan 3  manusia, kelangkaan pangan, sumber energi dan sumber air bersih& 0etapa (ilayah  Asia pernah dilanda krisis inansial"ekonomi tahun 1: yang bermula dari Thailand dan merembet ke negara"negara tetangganya dan ketika sampai ke 'ndonesia bahkan berubah menjadi krisis multi"dimensi& 4atu dekade kemudian pada tahun !$$: "ortgage "eltdown , krisis gagal bayar kredit perumahan di Amerika 4erikat telah meluas menjadi krisis inansial dunia& Kiprah diplomasi 'ndonesia dalam dunia internasional sudah teruji dan tercatat dalam sejarah& /imulai dengan penyelenggaraan Konerensi Asia"Arika di 0andung tahun 177 yang merupakan cikal"bakal terbentuknya 9erakan Non"0lok, keterlibatan 'ndonesia di orum global sejatinya telah diamanatkan oleh <ndang"<ndang /asar 1%7 dalam rangka ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial& Pelaksanaan diplomasinya dilakukan atas dasar prioritas dalam bentuk lingkaran konsentris sesuai urutan kedekatan dan kepentingan nasional, yaitu memperkuat kerjasama A4)AN di lingkaran pertama, kemudian lingkaran ke"! adalah #ast $sia Summit   BA4)AN D :C, P'>, M49, 4EP/, AF/ dan  A3>, lingkaran ke"@ keterlibatan 'ndonesia pada organisasi regional seperti AP)F,  A4)M, ';3"A3F dan AM/, dan lingkaran terluar dengan P00, ET;, 'M>, E0, ;'F dan organisasi multilateral lainnya&<ntuk meningkatkan daya ta(ar dan kredibilitas di mata counterpart sesama diplomat baik tingkat regional maupun internasional, pemertintah 'ndonesia harus terlebih dahuluatau pada saat bersamaan membenahi dan menuntaskan berbagai masalah di dalam negeri yang bisa mengganggu citra dan harkat bangsa, yaitu* pemberantasan korupsi, pengentasan kemiskinan, pengurangan tingkat pengangguran, pembenahan sistem demokrasi, penguatan toleransi, penciptaan good governance , penegakan hukum, %law enforcement& pencegahan pelanggaran HAM, pengelolaan TK'?TKE yang lebih baik, pembenahan sektor riil dan <KM, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, perbaikan sarana"prasarana umum, perlindungan situs"situs sejarah dan obyek"obyek (isata, serta pemeliharaan lingkungan hidup&>aktor"aktor dari dalam maupun luar (ilayah 'ndonesia tersebut saling terkait dan mempengaruhi satu sama lain sedemikian rupa sehingga /r& Hassan Eirajuda dalam periodenya sebagai Menteri Luar Negeri 3' B!$$1"!$$C menyebutnya sebagai 'ntermestic (oreign Policy  G perpaduan dan interaksi permasalahan internasional dan domestik yang harus ditangani secara simultan& /engan modal dasar sebagai negara berpenduduk terbesar ke"% dunia, demokratis ke"@ terbesar setelah 'ndia dan Amerika 4erikat, berpenduduk muslim terbanyak, dan sumber daya alam melimpah, apabila mampu mengatasi atau setidaknya mengurangi masalah di dalam negeri, maka niscaya'ndonesia akan menjadi salah satu kekuatan yang disegani dunia& Tetapi sebaliknya semua modal dasar tersebut menjadi tidak berarti dan bahkan berbalik menjadi bahan cemoohan manakala para pemimpin bangsa 'ndonesia gagal menanggulangi persoalan 4  internal tersebut& Terbukti red notice  dari 'nterpol 3' untuk mengekstradisi buronan pengemplang uang rakyat 0L0', tidak pernah digubris oleh negara"negara tetangga G yang justru dijadikan save haven  bagi para koruptor kakap 'ndonesia& Pemberitaan luas mengenai bencana alam silih berganti* tsunami, banjir bandang, banjir rob, gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, (abah penyakit di seantero negeri8 siklus banjir besar lima tahunan di ibukota yang kini telah berubah menjadi setiap tahun dan melanda berbagai (ilayah nusantara serta penderitaan para (arganya8 peristi(a penyiksaan dan kematian TK'?TKE yang berulang"ulang8 beratnya beban tugas KPK dalam memproses kasus"kasus korupsi yang merambah ke semua lini pemerintahan8 tingginya angka kriminalitas, kejahatan bersenjata, peredaran narkoba, perdagangan manusia sampai tindakan terorisme8 meningkatnya angka kecelakaan lalu"lintas8 seringnya terjadi perkelahian antar pelajar?mahasis(a, antar (arga kampung maupun yang bermoti sektarian, telah membuat potret buram bangsa 'ndonesia dan pada gilirannya juga mempersulit pelaku diplomasi untuk berperan secara sempurna&Para diplomat juga secara psikologis terbebani dengan kehidupan hedonis G pamer keme(ahan dari sejumlah pejabat pemerintah maupun anggota legislati yang tidak  jarang mendemonstrasikan sikap hedonisnya di luar negeri G pada saat mata dunia melihat dengan jelas pemberitaan FNN, 00F, A0F, NHK, )urone(s atau Al"#a.eera mengenai perkampungan kumuh di balik gedung"gedung pencakar langit ibukota, antrian panjang pembagian sembako di banyak tempat di 'ndonesia, ratapan keluarga mengelilingi peti jena.ah anggota keluarganya yang mengalami nasib tragis menjadi TKE"TK' di luar negeri, atau berita tentang anak"anak sekolah menyeberangi sungai a"la adegan ilm seri 'ndiana #ones dengan bergelantungan di sisa tali jembatan gantung yang ambruk " demi menggapai masa depan yang lebih baik&Lebih dari itu, adanya pemahaman yang kurang tepat mengenai pelaksanaan Total Diplomacy   di )ra 3eormasi yang agak kebablasan, dimana setiap lembaga baik tingkatPusat maupun /aerah masing"masing bertindak sendiri melakukan hubungan dengan pihak luar negeri tanpa berkonsultasi dengan Kementerian Luar Negeri atau K03' setempat& Kurangnya koordinasi antar instansi pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya menambah kesulitan dan sekaligus tantangan para pelaku diplomasi& Kita sejatinya sangatlah mendambakan 'ndonesia 'ncorporated   G program dan pembagian tugas yang jelas dan terkoordinir rapih dari semua yang terlibat dalam pelaksanaan diplomasi guna memperjuangkan kepentingan nasional secara maksimal& Termasuk dalam hal ini tentu saja harus kita hindari )internal politics*   G pertikaian dan persaingan tidak sehat yang terjadi di antara pejabat K03'& 5

Nama Tahapan

Jan 20, 2019

hardware inventory

Jan 20, 2019
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x