General

dipubliskasikan oleh The Jurnal of Fisheries Development

Description
dipubliskasikan oleh The Jurnal of Fisheries Development
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
     1 | PERENCANAAN PESISR   CRITICAL REVIEW JURNAL PERENCANAAN PESISIR Pola Pemanfaatan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pulau Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah REVIEW JURNAL Jurnal ini berjudul “Pola Pemanfaatan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Pulau Nusalaut Kabupaten Maluku Utara”  ditulis oleh Jolanda Sitaniapessy Jurusan Budidaya Peraiaran Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Santo Thomas Aquinas Jayapura yang dipubliskasikan oleh The Jurnal of Fisheries Development  , Juli 2016 Volume 3, Nomor 1 Hal : 17  –   24. Dalam jurnal tersebut dapat diketahui bahwa pemanfaatan kawasan mangrove  bergantung terhadap pola kebutuhan manusia dalam memenuhi kebutuhn hidupnya. Pemanfaatan kawasan yang tidak sesuai dengan sebagai mana mestinya dapat menimbulkan dampak bagi lingkungan disekitarnya. Salah satu dampak dampak yang ditimbulkan dari  permasalahan ekosistem tersebut adalah peran fungsi ekologi tidak berjalan sesuai dengan  perananya hal ini, dapat merusak keseimbangan kawasan pesisir. Pemanfaatan ekosistem secara langsung maupun tidak langsung seyogyanya harus berwawasan lingkungkan untuk meminimalisis kerusakan serta keberlangsungan ekositem yang ada pada kawasan tersebut. Jurnal ini menjelaskan Pulau Nusa Laut yang mengalami kecenderungan terjadinya kerusakan lingkungan pesisir yang disebabkan tidak seimbangnya pemanfaatan sumber dayanya, terlebih lagi dengan pola perilaku masyarakat yang kurang pengetahuan terkait  pelestarian ekosistem pesisir, sehingga kawasan pesisir rentan mengalami kerusakan. Dengan demikian penulis melakukan penelitian bertujuan untuk menetukan pola pemanfaatan yang sesuai dengan sumberdaya kawasan pesisir ekosistem mangrove pada kawasan tersebut, agar  pertumbuhan sumberdaya tersebut tetap terjaga dan berkelanjutan untuk dikehidupan yang akan datang. Analisis yang digunakan dalam jurnal penelitian ini adalah analisis SWOT dalam menentukan strategi pengelolaan sumberdaya pesisir dengan lingkup internal dan eksternal. Analisis dilakukan dengan menyilangkan serta memadukan komponen  –   komponen yang terdapat dalam faktor internal yang berisi kekuatan dan kelemahan, dengan komponen-komponn dalam faktor eksternal yang berisi peluang dan ancaman. Adapun faktor-faktor yang menjadi kekuatan adalah (1) berbagai potensi sumberdaya hayati dan non hayati dalam kawasan mangrove antara lain munculnya mata air tawar, dan adanya lagon yang luas, (2) fungsi dan manfaat mangrove sebagai tempat memijah ikan, dan  perlindungan pulau, (3) biota yang hidup dan berasosiasi dalam kawasan mangrove (karang) yang ekonomis penting, (4) potensi penduduk untuk mendukung penglolaan berbasis  2 | PERENCANAAN PESISR  masyarakat. faktor yang teridentifikasi sebagai kelemahan yaitu (1) Wawasan Mangrov Pulau Nusalaut tidak cocok dijadikan kawasan wisata mangrove, (2) lemahnya pengawasan terhadap perlindungan ekosistem mangrove, (3) kegiatan masyarakat yang berdampak pada kerusakan ekosistem mangrove, (4) belum adanya penataan kawasan mangrove untuk  pemnafaatan berkelanjutan. Faktor-faktor yang teridentifikasi sebagai peluang adalah (1) adanya Keppres No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung yang didalamnya mengatur tentang penetapan jalur hijau pantai dengan melestarikan hutan mangrove, (2) adanya Undang-Undang No 23 Tahun 1997 tentang penglolaan Lingkungan Hidup yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk dijadikan sebagai acuan bagi para pengelola untuk mengelola hutan mangrove, (3) Undang-Undang No 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pula-Pulau Kecil didalamnya mengatur tentang perlindungan terhadap ekosistem pesisir, (4) berkembangnya model-model pengembangan ekosistem mangrove berkelanjutan seperti ekowisata, budidaya perairan dan konservasi, (5) upaya-upaya pengembangan kawasan lindung mangrove. Faktor-faktor yang diidentifikasi sebagai ancaman yaitu (1) tingginya  pemanfaatan pasir dan batu, (2) tidak seriusnya Pemerintah daerah dalam memberikan anakan mangrove yang sesuai dengan jenis dan kondisi lingkungan, (3) penebangan hutan mangrove untuk pembangunan dermaga ferry, (4) masih kurang perhatian Pemerintah daerah mengenai upaya pengelolaan ekosistem mangrove khususnya dalam konteks mereboisasi mangrove. Berdasarkan hasil identifikasi faktor-faktor tersebut memberikan solusi strategi dalam  pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan dengan 4 prioritas utama yang akan dikmbangkan. Pada prioritas ke 1strategi pengelolaan ekosistem mangrove yang berkaitan dengan kekuatan dalam menafaatkan peluang adalah (1) pengembangan kawasan dijadikan sebagai daerah konservasi, (2) pengembangan model-model pengelolaan, serta (3) pengusulan aturan lokal negeri. Perioritas ke 2 strategi pengelolaan ekosistem mangrove secara  berkelanjutan yang berkaitan dalam mengatasi kelemahan untuk memanfaatkan peluanga yaitu (1) pengembangan program reboisasi, (2) pengembangan kapasitas masyarakat. prioritas ke 3 strategi memperharikan pemanfaatan kekuatan untuk mengatasi ancaman yaitu (1) memberikan penertiban mengenai batasan pengambilan pasir dan batu dalam kawasan mangrsove, (2) pengembangan kegiatan pemanfaatan sumberdaya yang berwawasan lingkungan dan (3) pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat sesuai kebutuhan. Adapun  pada prioritas ke 4 strategi yang dirumuskan berkaitan dengan memperhatikan kelemahan serta menghindari ancaman adalah (1) pengawasan ketat terhadap kegiatan pemanfaatan kawasan mangrove dan (2) pengembangan program pembinaan masyarakat.  3 | PERENCANAAN PESISR  Oleh karena itu, dapat disimpulkan isu yang didaptkan dalam penelitian ini terkait  permasalahan ekosistem mangrove yang disebabkan adanya aktivitas manusia yang menimbulakan kerusakan yang terjadi pada kawasan disekitarnya. Peran ekosistem mangrove sebagai mata rantai makanan pada kawasan pesisir tersebut. Fungsi dan peran ekosistem mangrove menciptakan iklim yang kondusif bagi biota laut. Apabila ekosistem laut tidak dimanfaatkan serta dimaksimalkan dengan baik, maka dapat menimbulkan dampak bagi sumberdaya pesisir maupun kawasan disekitarnya baik didarat maupun laut. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya diperairan menjadi pokok  permasalahan utama terjadinya kerusakan ekosistem yang terdapat pada kawasan pesisir yang mempengaruhi ekosistem disekitarnya. minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya pesisir yang tidak ramah lingkungan memicu kerusakan ekosistem disekitar kawasan pesisir tersebut. Untuk itu dalam jurnal ini peneliti melakukan  penlitian bertujuan untuk mengetahui serta menentukan strategi pengelolaan ekosistem mangrove dalam memanfaatkan sumberdaya yang optimal secara berkelanjutan. KAJIAN KRITIS Berdasarkan uraian jurnal pola pemanfaatan dan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Pulau Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah, peneliti dengan tujuan mengetahui dan menetukan strategi pengelolaan ekosistem mangrove dalam memanfaatkan sumberdaya yang optimal secara berkelanjutan. Bahwa permaslaahan ekosistem mangrove disebabkan adanya aktivitas serta pola perilaku manusia yang menimbulkan kerusakan pada kawasan  pesisir, minimnya pengetahuan akan pengelolaan sumberdaya menjadi faktor utma yang memicu kerusakan tersebut. Sehingga perlu adanya penangan lebih lanjut terkait permaslahan tersebut dengan melakukan analisis baik secara internal maupun eksternal. Dimana hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut berupa strategi yang dapat diterapkan sebagai upaya  pengoptimalan sumberdaya pesisr yang ideal dalam rangka meminimalisir dampak kerusakan. Jika dikaitkan dengan hasil penelitian yang didapatkan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai. Strategi dalam pengelolaan ekosisistem mangrove di Pulau Nusalaut sudah mampu menjawabtujuan peneliti yaitu mengetahui dan menetukan strategi pengelolaan ekosistem mangrove dalam memanfaatkan sumeberdaya yang optimal dan berkelanjutan. Namun dalam hasil dan pembahasan kurang mendalam pembahasan terkait isi dari faktor-faktor yang telah teridentifikasi untuk dianalisis, selain itu perlu memperhatikan prediksi waktu dimasa yang akan datang, agar tidak mengabaikan kemungkinan yang akan terjadi, dimana analisis ini dilakukan berdasarkan suatu pandangan yang khusus pada waktu tertentu. Disis lain,keungulan  4 | PERENCANAAN PESISR  yang dimiliki dari penelitian ini, pembaca lebih mudah memahai faktor-faktor apa saja yang termasuk dalam komponen internal maupun eksternal serta didukung dengan penyajian matriks analisis strategi. Kesimpulan yang disajikan sudah menjawab tujuan dalam pelaksanaan  peneleitian tersebut. Adapun isu yang diangkat pada jurnal Pola Pemanfaatan dan Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Di Pulau Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah merupakan isu yang  belum banyak orang yang mengkaji serta memberi solusi dari permasalahan tersebut. Ditambah dengan kurangnya optimalisasi sumberdaya pesisir memberi dorongan bagi pemerintah untuk meningkatkan kebijakan dalam mengatur serta mengelola kawasan pesisir khususnya ekosistem mangrove. Oleh karena itu, perlu adanya penyeimbangan antara permasalahan lingkungan, ekonomi, maupun sosial dalam pengelolaan pesisir agar dapat dimanfaatkan secara ideal dan berkelanjutan. Yang akan berdampak pada kualitas sumberdaya pesisir yang ada dikawasan tersebut. Berdasarkan jurnal yang telah dibahas, dapat diketahui stategi pengelolaan mangrove di Pulau Nusalaut dengan 4 prioritas utama yaitu mengembangkan mangrove menjadi kawasan konservasi, memberikan penertiban pengambilan pasir dan batu dalam kawasan, reboisasi scara berkelanjutan, serta pengawasan keta terhadap kegiatan pemanfaatan kawasan mangrove, namun strategi yang dikemukaan peneliti dalam jurnal terssebut kurang efektif dimana tidak terdapat keikut sertaan masyarakat lokal dalam pengelolaan ekosistem tersebut. Jika dibandingkan dengan jurnal lainya yaitu  jurnal “Stategi Peng elolaan Ekosistem Mangrove Di Desa Passare Apua Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara” dapat diketahui terjadi kerusakan hutan mangrove di Desa Passaare Apua disebabkan oleh faktor ekonomi, pendidikan, serta lemahnya pengawasan dari pihak yang berwenang. Dalam  jurnal ini strategi yang dilakukan dalam pengelolaan ekosistem mangrove dengan memanfaatkan status ekosistem mangrove sebagai daerah konservasi untuk menjaga kelestarian mangrove, yang berpotensi sebagai daerah ekowisata yang menarik serta memberdayakan masyarakat untuk menyediakan bibit mangrove melalui pembentukan kebun  bibit sehingga rehabilitas tidak terhambat, strategi yang direncanakan dinilai efktif karena melibatkan masyarakat lokal, sehingga secara tidak langsung membuka pemikiran masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem mangrove yang selaras dan berkelanjutan. Dengan terbukanya  pemikiran masyarakat tersebut dapat meminimalisir kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kelebihan yang terdapat pada jurnal tersebut adalah pemaparan hasil penelitian jelas dan runtut dimulai dari pola pemanfaatan ekosistem mangrove, serta analisis yang dilakukan
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x