Marketing

DOA PALING AMPUH

Description
DOA PALING AMPUH
Categories
Published
of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  DOA PALING AMPUHDoa apakah yang paling ampuh?Sesunggguhnya tada doa yang paling ampuh selain rasa syukur yang erus eranam di dalam hat. Semuanya, segalanya, keberlimpahan apapun, sudah disediakan dan dianugerahkan oleh Sanghyang Uripkepada alam dan bahin kia. Semuanya sudah diberikan, tada yang belum diberikan.Jika kia erus-menerus memina dan merengek kepada Tuhan, sungguh beapa serakahnya diri kia.Manusia Jawa ketka berharap keinginannya agar bisa erkabul mereka cukup dengan memberdayakan bahin saja, sehingga apa yang dibuuhkan bisa diarik ke dalam kehidupan mereka.Dengan memberdayakan bahin, maka secara perlahan aau cepa keinginan iu akan menjadi sau kenyaaan dalam kehidupan mereka.Salah sau jalan pemberdayaan bahin yang paling ampuh adalah dengan cara menanamkan rasa syukur.Bukan dengan jalan memina-mina kepada Tuhan, bukan dengan jalan menangis-nangis, menghiba-hiba, memohon-mohon dan merajuk-rajuk kepada-Nya.Tak ada hasil yang benar-benar efektf ketka memohon dengan cara menangis dan menghiba kepada Tuhan.Karena dengan melakukan semua iu, tdak ada keselarasan yang akan erpancar, tada lagi gear kedamaian yang akan ercipa, malahan belenggu kesesakan yang akan melekat bahin sang pemohon, dan anpa sadar, gear kesesakan ersebu akan menyebar ke sekeliling.Ketka kesesakan sudah menelikung bahin dan menyebar ke sekeliling, maka segala nasib buruk penuh kesesakan pula yang akan erarik dan mewujud dalam kehidupan mereka yang suka menghiba-hiba kepada Tuhan.Manusia yang masih berlaku demikian, jiwanya tdak akan pernah beroleh keenangan, senantasa ada dalam keadaan cemas, karena mereka selalu berharap-harap anpa berkesudahan.Mereka selalu hidup anpa kebahagiaan.Manusia yang berlaku sepert iu bisa disebu sebagai manusia serakah, ak ahu diri dan ak ahu malu.Mereka menganggap Sanghyang Urip masih kurang dalam memberikan anugerah-Nya sehingga harus erus diminai dan diminai.Mereka menganggap Sanghyang Urip memiliki keerbaasan dalam memberikan keberlimpahan-Nya sehingga mest diingakan bahwa ada beberapa anugerah bagi mereka yang masih belum dierima.  Padahal, semuanya, segalanya elah diberikan, dianugerahkan, dilimpahkan oleh Sanghyang Urip kepada semesa dan bahin manusia.Unuk beroleh anugerah yang sudah ersedia ersebu, sekali lagi, bukan dengan cara memohon dan menghiba.Apalagi yang hendak dimohonkan jika semuanya sudah disediakan?Unuk beroleh anugerah ersebu cukup dengan memberdayakan bahin kia saja.Dengan bahin yang diberdayakan, dipastkan sanggup menarik semua yang kia buuhkan.Dan sekali lagi, dengan hat yang senantasa dipenuhi oleh rasa syukur merupakan salah sau cara pemberdayaan bahin paling ampuh sebagai jalan keberlimpahan hidup menjadi nyaa.Memberdayakan bahin sepert ini jauh lebih uama dibandingkan harus memina-mina dan mengemis-ngemis kepada Tuhan walaupun perilaku memina-mina sepert iu kerapkali disebu sebagai berdoa.Padahal, yang sesungguhnya disebu sebagai berdoa adalah pemberdayaan bahin, bukan erus meminakepada Tuhan.“Ingsun amemuji kaluhuraning Hyang, panuwun agung konjuk ngarsa Dalem Sanghyang Murbeng Dumadi. “
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x