Study Guides, Notes, & Quizzes

Esai Isu Lingkungan Merebak Pola Pikir Tersumbat

Description
Esai ini membahas tentang masih sempitnya paradigma masyarakat terkait isu lingkungan saat ini. Dimana pola pikir antroposentris atau menjadikan manusia sebagai pusat kehidupan masih menjadi paradigma utama dalam melihat realitas lingkungan hidup.
Published
of 2
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Isu Lingkungan Merebak, Pola Pikir TersumbatLingkungan hidup merupakan unsur yang sangat penting dalam melangsungkankehidupan. Bahkan, baik itu unsur biotik yang terdiri dari berbagai jenis makhluk hidup danunsur abiotik sangat memerlukan lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk yangmendominasi bumi dengan jumlah populasi melebihi 7 milyar jiwa sangat bergantung padalingkungan hidup. Sehingga adanya permasalahan lingkungan hidup akan sangat berdampak  pada kualitas kehidupan makhluk hidup didalamnya tidak terkecuali manusia.Isu permasalahan lingkungan tidak muncul begitu saja. Permasalahan lingkunganumumnya disebabkan oleh kerusakan lingkungan akibat bencana alam serta pencemaran dan perusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktifitas manusia. Permasalahan lingkunganmulai muncul sejak 200 Masehi, dimana sektor pertanian semakin maju dan populasimanusia semakin meningkat. Hal tersebut menyebabkan erosi tanah dan menarik seranganserangga sehingga menyebabkan kelaparan pada masanya. Bahkan isu lingkungan masuk menjadi isu ekonomi politik internasional pada saat Conference on the Human Environment  1972 di Stockholm.Pada abad ke 21 ini, permasalahan lingkungan tidak kunjung menurun. Justru permasalahan lingkungan menjadi semakin kompleks akibat berbagai kegiatan manusia yangmenjadi sumber pencemaran dan perusakan lingkungan. Takdir Rahmadi (2013: 1)menyatakan dalam berbagai litelatur masalah lingkungan hidup dapat dikelompokkanmenjadi tiga bentuk, yaitu pencemaran lingkungan (  pollution ), pemanfaatan lahan secarasalah ( land misuse ) dan pengurasan habis sumber daya alam ( natural resource depeletion ). Permasalahan Lingkungan Hidup Jika kita melihat realitas lingkungan saat ini, maka menjadi sangat jelas bahwa ketiga bentuk masalah lingkungan hidup tersebut benar-benar telah terjadi. Berdasarkan data dariBPS menunjukkan bahwa pada tahun 2016 jumlah timbulan sampah di Indonesia mencapai65.200.000 ton per tahun dengan jumlah penduduk pada saat itu 261.115.456 orang.Permasalahan tersebut diperparah dengan data kualitas pengelolaan sampah yang dihimpunoleh ourworldindata.org   yang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah kita berada di posisikedua terbawah di dunia setelah China.Mulai dari permasalahan sampah di Indonesia yang tergolong dalam bentuk  pencemaran lingkungan menimbulkan berbagai permasalahan serius lainnya sepertimenyebabkan saluran air mampet yang berujung banjir hingga pemukiman yang tidak sehat.Kemudian, berdasarkan data dari  mongabay.co.id   menyatakan bahwa kebakaran hutan danlahan di Indonesia, saat ini diperkirakan mencapai luas 1,7 juta hektar, antara lain diKalimantan 770.000 hektar, 35,9% di lahan gambut. Sedang, Sumatera 593.000 hektar terbakar, dengan 45,5% lahan gambut dan Sumatera Selatan 221.704 hektar. Belum lagi, pengalih fungsian berbagai lahan yang seharusnya menjadi daerah resapan air menjadi pemukiman dan sebagainya. Bentuk masalah lingkungan selanjutnya adalah eksploitasi sumber daya alam besar- besaran atas nama pemenuhan kebutuhan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam memang bukanlah hal yang dilarang karena bagaimanapun berbagai aspek kebutuhan kita dicukupilewat kegiatan pemanfaatan sumber daya alam. Akan tetapi eksploitasi dan dominasi sumber daya alam oleh perusahaan-perusahaan yang ekstraktif, seperti seperti tambang batu bara dan  lain-lain berdampak pada degradasi ekologis. Berbagai persoalan diatas belum cukup untuk mewakili semua permasalahan lingkungan yang terjadi saat ini. Meski begitu, terlihatgambaran seberapa seriusnya permasalahan lingkungan sehingga perlu kita lakukan langkah pasti untuk menganggulanginya. Pola Pikir yang Tersumbat Berbagai permasalahan lingkungan mulai dari polusi udara dan air yang tinggi, penumpukan sampah hingga impor sampah serta eksploitasi sumber daya alam tanpamemperhitungkan upaya konservasi dan rehabilitasi lingkungan. Dipengaruhi besar olehkesalahan kita dalam berpola pikir terkait kehidupan. Saat ini pola pikir yang masih seringdipahami oleh masyarakat luas bahwa kita hidup terpisah dengan lingkungan, sehingga nilaiyang dianggap tertinggi adalah manusia dan segala kepentingan hidupnya. Sementara alamdan isinya hanya ditempatkan menjadi obyek untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pola pikir semacam ini disebut sebagai antroposentris yaitu menempatkan manusia sebagai pusatkehidupan.Dampak dari pola pikir antroposentris adalah timbulnya egosentris dari manusiadalam hal pemenuhan kebutuhannya. Ekspolitasi besar-besaran, produksi sampah berlebih, pengalih fungsian lahan secara tidak tepat hingga penggunaan kendaraan pribadi yang berlebih merupakan permasalahan nyata pola pikir antroposentris yang tidak beretikalingkungan. Bahkan menurut Maftuchah Yusuf dalam pola pikir antroposentris manusiamemandang alam dan bumi sebagai sumber penyedia sumber kehidupan yang tidak terbatasdengan keyakinan akan selalu ada lagi dan perlu untuk dikuasai. Merubah Pola Pikir Demi Kehidupan yang Berkelanjutan Dalam perkembangannya pola pikir antroposentris mendapat perlawanan karenadianggap tidak beretika lingkungan dan hanya mengedepankan egosentris manusia. Sehinggalahirlah pola pikir ekosentris sebagai antitesis antroposentris yang menempatkan seluruhaspek kehidupan baik biotik maupun abiotik sebagai bagian yang satu dalam ekosistem. Pola pikir ekosentris inilah yang dianggap sebagai pola pikir yang sangat penting untuk diterapkandalam berkehidupan. Sebagaimana dalam sistem hukum Indonesia perihal hak atas lingkungan yang sehatdiatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 dan Pasal 5 ayat (1)   Undang-UndangPerlindugan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hak atas lingkungan hidup yang sehatadalah hak asasi semua makhluk hidup, tidak hanya manusia. Sehingga menjadi aneh apabilakita menuntut hak atas lingkungan yang sehat akan tetapi masih berpola pikir antroposentris.Seolah-olah kita mengeluh sembari tidak peduli dengan apa yang kita perbuat terhadaplingkungan.Oleh karena itu pola pikir ekosentris sebagai suatu paradigma yang beretikalingkungan secara holistik harus mulai dikenalkan kepada masyarakat luas dan mulai untuk diterapkan. Sebagai suatu acuan dalam membuat suatu aturan hukum ataupun kebijakan yang berkaitan erat dengan lingkungan. Prinsip pembangunan berkepanjangan (  sustainabledevelopment  ) haruslah menjadi pegangan dalam segala tindakan, baik itu oleh negara, perusahaan hingga individu. Akan menjadi sangat kejam apabila kita hanya meninggalkan berbagai masalah lingkungan hidup kepada generasi mendatang. Saatnya merubah pola pikir yang semula antroposentri menjadi ekosentris demi kehidupan yang berkelanjutan.
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x