Graphic Art

Eskatologi Mengapa Orang Kristen Susah Berdoa

Description
Pendahuluan Saya merasa tidak mengerti pada satu masalah yang ada di gereja selama bertahun-tahun selama beberapa waktu dan itu sangat menarik perhatian saya. Masalah itu ialah: kenapa orang Kristen susah sekali berdoa? Alkitab sangat jelas
Categories
Published
of 6
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Kenapa Orang Kristen Susah Sekali Berdoa Oleh: Esari Hia Pendahuluan Saya merasa tidak mengerti pada satu masalah yang ada di gereja selama bertahun-tahun selama beberapa waktu dan itu sangat menarik perhatian saya. Masalah itu ialah: kenapa orang Kristen susah sekali berdoa? Alkitab sangat jelas mengatakan bahwa jawaban dari hidup ini ialah doa dan iman. Rasul Paulus menulis, “  janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”. (Filipi 4:6). Paulus mengatakan kepada kita, “carilah Tuhan dalam setiap  bidang di dalam hidupmu dan lebih dulu bersyukurlah padanya karena Ia me ndengarkanmu.”  Maksud Paulus jelas bahwa: selalu berdoa terlebih dahulu! Kita tidak berdoa sebagai usaha terakhir pergi ke sahabat dulu, lalu ke pendeta atau konselor, dan akhirnya berlutut  berdoa sebagai usaha terakhir. Tidak Yesus berkata kepada kita, “ Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan ke  padamu.” (Matius 6:36). Artinya kita pergi kepada Tuhan dulu sebelum pergi pada yang lain. Suatu kali yang mebuat hati saya bergetar ketika saya membaca surat yang dikirim ke  pelayanan kami dari banyak orang Kristen yang mengalami kegagalan. Keluarga yang kacau,  perceraian suami istri, orang yang berjalan dengan iman bersama dengan Kristus selama  bertahun-tahun kini hidup dalam ketakutan dan kekalahan. Bukan hanya itu saja yang mereka alami, setiap orang ini dikalahkan oleh musuh, dosa, depresi, keduniawian, kepalsuan, dan tahun demi tahun masalah mereka hanya kelihatan semakin parah. Tetapi, yang mengejutkan saya ialah dari surat mereka sedikit sekali yang menyinggung tentang doa. Mereka mengalami kekuatiran, kegentaran, mereka hidup dengan berbagai masalah setiap hari, karena mereka tidak punya jawaban atas masalah itu. Berbagai masalah yang mereka hadapi, sehingga timbullah dalam pemikiran mereka mengatakan bahwa di manakah Allah? dan apakah Allah itu ada? Dngan demikian, berdasarkan pertanyaan yang dilontarkan membuat saya berpikir bahawa, kenapa orang Kristen dalam masa krisis sulit mencari Tuhan untuk kebutuhan mereka yang mendesak? Padahal Alkitab kesaksian yang panjang tentang Tuhan yang mendengarkan seruan anak-anak-Nya dan menjawab mereka dengan kasih yang hangat.   Berdasarkan fenomena di atas, artikel ini berusaha menjawab pertanyaan serta memberikan solusi terhadap masalah yang sudah terjadi. “Jika kamu p ercaya dan tidak  bimbang.” Apabila kita meragukan kebaikan, kasih karunia, kekuasaan, dan kehadiran Allah, berarti kita meniadakan doa dengan percaya itu. Doa yang lahir dari imanlah yang mencetuskan janji Allah. Kuasa Allah selalu ada, tetapi Ia menunggu katalisator doa menggerakkan kuasa tersebut untuk kepentingan kita. 1   Itu adalah gambaran tentang hubungan antara kegiatan Allah dan doa yang lahir dari iman. Berkat Allah ada, sedang menunggu untuk diaktifkan ketika kita berdoa. Seperti yang dikatakan dalam 1 Yoh 5:14- 15 “ Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya. ”  Maksud dari ayat ini ialah hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kita dan doa tentu salahsatunya. Tuhan bertanya, “Bagaimana kamu bisa berharap untuk terlepas dari kehancuran dan kebinasaan pada masa kegelapan yang akan datang, kalau kamu tidak belajar berhubungan dengan-Ku melalui doa? Bagaimana kamu akan mengenal suarakupada hari itu, jika kamu belum pernah mendengarnya dalam hatimu dalam ruang doamu. Penulis merasa bahwa ada sebagian banyak orang Kristen yang sering mengabaikan hubungan kepada Tuhan, mereka hjmasih ragu terhadap iman dan kepercayaan mereka, sehingga mereka meragukan Tuhan dalam kehidupan mereka. Seharusnya ketika kita mau berdoa kepada Tuhan, dan kita menginginkan bahwa doa kita dijawab oleh Tuhan terlebih dahulu yang harus dilakukan adalah memperbaiki hubungan dan kerohanian kita dihadapan-Nya. Ketika seseorang mengalami masalah, kekecewaan, keputusasaan sering sekali ia mempertanyakan Tuhan di manakah Tuhan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut saya akan menggunakan defenisi dari jurnal Aripin Tambunan mengatakan bahwa: “Sejauh mana manusia dapat mengenal(menalar) Allah? Maka jawabn ya adalah sejauh Tuhan menyatakan diri-Nya kepada manusia. Jika Tuhan menyatakan diri-Nya kepada manusia, maka tidak ada yang dapat diketahui manusia mengenai Allah. Bagaimana Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia? Sudah barang 1 Leroy Eims, Doa Bukan Sekedar Kata-kata, (Malang, Jatim: Gandum Mas, 1982)65.  tentu lewat wahyu (penyataan Allah). itulah sebabnya, mau tidak mau manusia siapapun ia, harus menerima adanya wahtu, jika ia ingin mengenal Allah. 2   Artinya bahwa Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia lewat wahyu, melalui wahyu manusia dapat mengenal Allah. Allah ada didalam diri kita sebagai mana Ia menyatakan dirinya melalui kebenaran-kebenaran yang kita lakukan, juga kita merasakan kebaikan Tuhan di dalam diri kita misalnya, kenapa kita bisa bernafas, kenapa kita bisa kalau  bukan Tuhan yang menciptakannya. Oleh sebab itu manusia seringkali melupakan akan hal ini sehingga mereka mempertanyakan Tuhan. Jadi, untuk memperjelas keberadaan Tuhan yang mengatakan Bahwa: “ Keberadaan diri sendiri Allah ini kita dapati dalam nama Yehova. Hanya karena Ia adalah Allah yang ada pada diri-Nya sendiri, dan Allah yang tidak terikat maka Ia dapat memberikan jaminan bahwa Ia akan tetap sama selama-lamanya dalam hubungan dengan umat-Nya. Petunjuk-petunjuk tambahan daripadanya dapat kita  jumpai dalam Yoh 5:26: “Sebab sebagaima na Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya anak mempunyai hidup dalam diriNya sendiri .” 3   Berdasarkan pernyataan bahwa, Ia tidak tergantung pada apapun juga bahwa segala sesuatu ada hanya melalui Dia. Ketika kita mempertanyakan Tuhan di mana kita berhadapan dengan berbagai maslah yang membuat kita tidak mampu menghadapinya, sehingga kita membutuhkan pertolongan Tuhan dalam diri kita. Hal ini sering membuat kita kecewa kalau keinginan kita tidak di jawab oleh Tuhan, sehingga kita mempertanyakan dimanakah Tuhan? Sebenarnya Tuhan bukannya tidak menjawab segala pergumulan kita, namun Tuhan mempunya maksud dan tujuan tertentu dalam diri kita. Seperti yang dikatakan bahwa: “Janganlah hendaknya khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtra Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dn pikiranmu dalam Kristus Yesus. Apakah kedamaian Allah menaungi engkau ketika dalam masa-masa sulitmu? Katakan kepadaku, jika Allah tidak menjawab “iya”, bagaimana engkau menemukan kedamaian? Doa memberikan rasa nyaman, entah bagaimanapun jawaban Allah. Pada akhirnya, doa tidak selalu berarti mencari jawaban, tetapi bisa jyga berarti menjalin relasi dengan Allah. 4   Mungkin hal yang lebih efektif kenapa Tuhan tidak ada dan tidak menjawab pergumulan kita ketika kita mempunyai maslah, salahsatunya adalah kita harus sadar apakah hubungan kita  bersama Tuhan sudah baik, dan apakah kerohanian kita sudah baik sehingga hal ini menjadi  pertanyaan dalam diri kita masing-masing bersama hubungan kita dengan Tuhan. Bukan hanya itu saja, yang perlu kita sadari bahwa kita hanya membutuhkan Tuhan ketika kita mengalami maslah, ketika kita tidak mengalami maslah kita jarng membutuhkan-Nya dan 2  Aripin Tambunan,  Jurnal Ilmiah Populer untuk Membangun Kepemimpinan Transformasi, (Bandung: STT INTI, 2009), 19. 3 Louis Berkhof dan Yudha Thianto, Teologi Sistematika, (Surabaya: Momentum, 2011) 92. 4 Nancy Jo Sullivan dan Jane A.G. Kise, Kuasa Doa itu Nyata, (Jakarta: PT Mulia, 2008) 71-72Global Usaha.  selalu mengandalkan-Nya di dalam kehidupan kita. Akan tetapi kita meletakkan kebutuhan kita dihadapan Allah di dalam doa. Akan tetapi, kita tidak perlu memberikan syarat-syarat kepada Allah berupa ukuran, cara, waktu, atau tempat. Kita harus memasrahkan hal itu kepada Allah karena Dia mungkin akan memberikan debgab cara lain, barangkali secara lebih baik, daripada melalui cara yang kita anggap paling baik. Oleh sebab itu, Tuhan ada di dalam kehidupan kita ketika hubngan kita bersamaNya  baik dan menjadikan Dia prioritas di dalam kehidupan kita. Oleh iman yang menjadikan kita kuat dalam menghadapi maslah sehingga Allah itu ada ketika kita percaya. “Namun ini tidak berarti bahwa keberadaan Allah mampu dibuktikan secara akal tanpa sedikit pun ruang bagi keraguan, ialah bahwa sementara kebenaran tentang Allah diterima oleh iman, iman ini didasarkan atas informasi yang dapat dipercaya.” 5   Berdasarkan pernyataan di atas, untuk membuktikan keberadaan Allah di dalam diri kita adalah hanya melalui iman, sehingga segala sesuatu kalau melalui iman percaya kita kepada Allah akan membuktikan bahwa Allah itu ada karena kita percaya. Sering sekali orang Kristen pada umumnya ketika menghadapi masa-masa krisis sulit sekali berdoa untuk datang di hadapan Allah. Namun yang mereka lakukan adalah mengandalkan kekuatan mereka sendiri tidak mengandalkan Tuhan. Akan tetapi akibatnya ketika mereka gagal dalam menghadapi maslah tersebut baru mereka ingat Tuhan, namun hal ini yang harus perlu kita ketahui kenapa kita susah sekali berdoa ketika berada dalam masa-masa krisis. Padahal Alkitab mengatakan “Mata Tuhan tertuju kepada orang -orang benar, dan telinnga-Nya kepada teriak mereka minta tolong” (Mazmur 34:16)   “Apa bila orang -orang  benar itu berseru-seru maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (ayat 18) “Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadanya menurut kehendakNya. Dan  jikalau kita tahu, bahwa ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta” (1 Yoh 5:14 -15). krisis kita harus kuat dan berserah kepadaNya. Namun agar doa kita besar kuasanya,  biarkan kuat kuasa Tuhan terus tercurah seperi Dengan demikian, jika kita percaya menyerahkannya kedalam tangan Tuhan Tuhan akan mendengarkan doa kita apapun yang harus kita hadapi dalam masa krisis kita. Seharusbya ketika kita menghadapi dikatakan: “Kuat kuasa Tuhan bisa muncul dalam bentuk kebijaksanaan suatu gagasan yang diberikan oleh Tuhan. Bisa datang dalam bentuk keberanian yang lebih besar daripada yang pernah anda kerahkan. Kuat kuasa Tuhan bisa datang dalam bentuk keyakinan atau tekad, sikap yang berubah kepada suami atau istri atau anak atau orangtua, perubahan dalam keadaan sekitar, bahkan mungkin dalam suatu keajaiban seketika. Bagaimanapun caranya datang, kuat kuasa Tuhan yang menang dinyatakan dalam hidup orang yang berdoa.” 6   5 Louis Berkhof dan Yudha Thianto, Teologi Sistematika, (Surabaya: Momentum, 2011) 92. 6  Bill Hybels, Terlalu Sibuk Justru Harus Berdoa, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kah\sih/OMF, 1998) 14.   Artinya kuasa Tuhan bisa nayata dalam bentuk apapun maupun dalam keadaan apapun, kuasanya nyata di dalam kehidupan kita asalkan kita percaya dengan iman keyakinan kita kepada-nya, dengan sikap hati yang mau berubah yang tulus di hadapan-Nya maka doa kita besar kuasanya. Sebagaimana yang telah kita bahas di atras, bahwa orang kristen pada masa krisis justru harus berdoa, karena doa adalah kunci jawaban atas setiap masalah. “Doa merupakan kunci ut ama bagi setiap orang percaya untuk bisa keluar dari berbagai macam kesulitan atau persoalan. Tuhan menghendaki supaya kita pun dapat belajar dan berbuat seperi yang dilakukan oleh jemaat mula- mula.” 7   Ketika kita berada dalam masa-masa krisis justru kita harus dekat kepada Tuhan, Tuhan menghendaki supaya kita membawa di hadapan-Nya setiap masalah yang kita hadapi supaya Ia menyelesaikannya. Ia tidak pernah menginginkan supaya kita terbelenggu terus menerus kepada masalah yang telah melanda diri kita, tetapi Ia meminta kita dengan satu hal yaitu menyerahkan kepadanya masalah tersebut dengan cara datang di hadapannya merendahkan diri, sehingga kita tidak mengandalkan diri kita sendiri. Tuhan tidak pernah mengingkari janjinya dalam diri kita namun kadang-kadang manusia yang menolak janji itu dengan cara manusia tidak taat mengandalkan dirinya sendiri. Lalu bagaimana jani Allah tersebut? “Perintah Allah adalah hukum yang diberikan Tuhan yang menuntut ketaatan kita secara pribadi. Jadi, suatu jani adalah suatu pernyataan yang dapat kita percayai, sesuatu di mana dapat kita pegang dengan penuh keyakinan. Namun demikian,  janji-janji itu tergantung pada sifat dan kemampuan pribadi yang menyatakan  janji tersebut.” 8   Kita percaya bahwa janji Allah itu pasti digenapi dalam setiap kehidupan kita, maka dari itu marilah kita sungguh-sungguh berdoa apapun yang menjadi masalah kita, kesulitan, mungkin dalam keadaan yang menurut kita tidak bisa diselesaikan oleh manusia kalau Tuhan  bekerja di dalamnya pasti akan terselesaikan.Oleh sebab itu kita tahu dan percaya bahwa Tuhan menjawab doa. Dia menjawab doa kita, Dia ingin mendengar diri kita, karena  petualangan kita dengan doa dimulai dengan kesediaan kesediaanya mendengarkan. Kesimpulan Artikel ini menyimpulkan bahwa orang Kristen wajib berdoa, karena dengan cara kita  berdoa apapun yang menjadi pergumulan dan berbagai masalah yang di hadapi Dia pasti akan  jawab dengan penuh keyakinan kita kepadanya. Namun dengan cara kita berdoa akan membangu relasi kita kepadanya, sehingga kita merasakan bahwa Tuhan itu ada di mana setiap kita berdoa merupakan percakapan kita secara pribadi dengan Dia. Melalui doa Tuhan nyata di dalam hidup kita dengan cara beriman penuh keyakinan kepada-Nya. 7  K.A.M. Jusuf Roni, Doa dan Iman, (Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1990), 93. 88  Tom Yeakley, Mendoakan Janji Allah, (Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 1994), 12-13.

Guia electricidaD

Oct 16, 2019
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x