Healthcare

ETIKA SAINS DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS ISLAM

Description
ETIKA SAINS DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS ISLAM
Categories
Published
of 19
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
    ISSN: 0215-837X E-ISSN: 2460-7606 Jurnal Studi Islam dan Humaniora Volume XV, Nomor 02, 2017 Lanal Mauludah Zuhrotus Salamah REKONSTRUKSI ISLAM JAWA SARIDIN DALAM FILM SARIDIN: STUDI SERIAL FILM SARIDIN PRODUKSI CMC (CREATIVE MEDIA COMMUNITY) PATI, JAWA TENGAH  Noorazmah Hidayati TRADISI PENGGUNAAN BAHASA MELAYU DALAM PENGAJARAN KITAB TURATS   PADA PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTERI (DZURIAT K.H. MAHFUZ AMIN) PAMANGKIH, KALIMANTAN SELATAN Lufaefi REHABILITASI MAKNA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA: REFLEKSI  ATAS NILAI- NILAI QUR’ANI    Mohammad Takdir    ETIKA SAINS DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS ISLAM Sumarno Adi Subrata *   , Merses Varia Dewi ** PUASA RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN: LITERATUR REVIEW Suriadi PENDIDIKAN SUFISTIK TAREKAT QADIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH: KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AHMAD KHATIB SAMBAS    EDITOR-IN-CHIEF  Muhammad Zainal Abidin MANAGING EDITOR  Anwar Hafidzi EDITORIAL BOARDS  Mujiburrahman, ( Antasari State Islamic University of Banjarmasin, Indonesia) Syaifuddin Sabda, ( Antasari State Islamic University of Banjarmasin, Indonesia) Fathi Hasan Malkawi, ( International Institute of Islamic Thought (IIIT), Amman, Jordan)  Masdar Hilmy, (Sunan Ampel State Islamic University of Surabaya, Indonesia) Kautsar Azhari Noer, (Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta, Indonesia)  Zakiyuddin Baidhawy, (Salatiga State Islamic Institute, Indonesia)  Ahmad Rafiq, (Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta, Indonesia) EDITORS  Ammar Fauzi, (Sadra International Institute Jakarta)  Mujiburohman (Michigan State University, USA)  Najib Kailani   (Sunan Kalijaga State Islamic University of Yogyakarta, Indonesia) Wardani, ( Antasari State Islamic University of Banjarmasin, Indonesia)  Muhammad Rusydi, ( Antasari State Islamic University of Banjarmasin, Indonesia) EXECUTIVE EDITOR Yokke Andini Wardatun Nadhiroh  Mohammad Iqbal Assyauqi  Mariatul Asiah    Table of Contents 161 REKONSTRUKSI ISLAM JAWA SARIDIN DALAM FILM SARIDIN: STUDI SERIAL FILM SARIDIN PRODUKSI CMC (CREATIVE MEDIA COMMUNITY) PATI, JAWA TENGAH Lanal Mauludah Zuhrotus Salamah   181 197  TRADISI PENGGUNAAN BAHASA MELAYU DALAM PENGAJARAN KITAB TURATS   PADA PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTERI (DZURIAT K.H. MAHFUZ AMIN) PAMANGKIH, KALIMANTAN SELATAN  Noorazmah Hidayati REHABILITASI MAKNA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA: REFLEKSI ATAS NILAI- NILAI QUR’ANI   Lufaefi 213 ETIKA SAINS DALAM PERSPEKTIF SPIRITUALITAS ISLAM  Mohammad Takdir 241 PUASA RAMADHAN DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN: LITERATUR REVIEW Sumarno Adi Subrata *   , Merses Varia Dewi **    263 PENDIDIKAN SUFISTIK TAREKAT QADIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH: KAJIAN  ATAS PEMIKIRAN AHMAD KHATIB SAMBAS Suriadi  Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN: 0215-837X (p); 2460-7606 (e), Vol. 15 (1), 2017, pp. 197-212 http://dx.doi.org/10.18592/khazanah.v15i2.1631DOI: REHABILITASI MAKNA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA: REFLEKSI ATAS NILAI- NILAI QUR’ANI  Lufaefi Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jakarta e-mail: eepivanosky@gmail.com   Abstract: Cultural of diversity is a fact that is often denied by some irresponsible people, so often assume others who disagree and not the same as himself as the culprit of mistakes, and he is the most true. They forget the history of the plurality of the country. Unfortunately, the person who is reluctant to take responsibility often makes the verses of the Quran justify his behavior. Consequently, the value of the Qur'anic spirituality is often politicized to the exclusion of a deep-rooted cultural heritage. This paper will review the spiritual values in the Qur'an in order to keep harmonizing the diversity culture within the nation. The culture of multiculturalism is indeed embodied and legalized in the Qur'an. This is in accordance with the mission of the Koran itself as a revelation that saalih likulli time wa al-meal that has long confirmed the legality of difference and diversity.   Keywords : Diversity, Culture, Plurality, Spirituality  Abstrak: Budaya keberagaman merupakan fakta yang sering dinafikan oleh sebagian orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga sering kali menganggap orang lain yang tidak sepaham dan tidak sama dengan dirinya sebagai biang kesalahan, dan dirinyalah yang paling benar. Mereka melupakan sejarah kemajemukan negeri ini. Sayangnya, orang yang enggan untuk bertanggung  jawab tersebut sering menjadikan ayat Al-Quran sebagai justifikasi kelakuannya itu. Akibatnya nilai spiritualitas al-Quran sering dipolitisasi dengan mengesampingkan warisan budaya yang telah mengakar. Tulisan ini akan meninjau kembali nilai-nilai spiritual dalam al-Quran guna tetap mengharmonisasikan budaya keberagaman dalam bangsa. Budaya multikulturalisme sungguh termaktub dan dilegalkan di dalam al-Quran. Hal ini sesuai dengan misi al-Quran itu sendiri sebagai wahyu yang saalih likulli zaman wa al-makan yang telah sejak lama mengkonfirmasi akan legalitas perbedaan dan keberagaman.   Kata kunci: Keberagaman, Budaya, Pluralitas, Spiritualitas  Lufaefi 198 Khazanah  , Vol. 15 (2), 2017   Pendahuluan Ciri yang paling indah bagi bangsa Indonesia adalah budaya pluralitasnya dari berbagai aspek, baik ras, suku, adat, bahasa dan agama. Dari aspek agama, Indonesia memiliki enam agama yang sah, yaitu Islam, Protestan, Kristen, Hindu, Buddha dan Konghucu. Namun, tidak jarang keberagaman ini menimbulkan konflik antar satu umat beragama dengan yang lain. 1  Praktek intoleransi banyak ditemukan di berbagai sudut nusantara, padahal keberagaman ini adalah watak asli banga Indonesia. Bahkan berdirinya bangsa ini juga atas dasar keberagaman yang ada di dalamnya. 2  Sejatinya budaya hidup dalam keberagaman sudah mendarah daging bagi bangsa Indonesia sejak dahulu. Maraknya tindakan intoleransi antar kelompok agama disebabkan atas pemahamannya terhadap teks-teks agama, terutama pemahaman terhadap ayat-ayat al-Quran sebagai sumber nilai spiritual kaum Muslim. 3  Hal ini rasional, karena al-Quran merupakan sumber utama umat Islam. Maka bukan hal yang aneh jika isu-isu intoleransi sering dipredikatkan kepada orang-orang yang memeluk agama Islam. Islam sering sekali dituding sebagai agama kekerasan, teror, dan agama biang keganasan terhadap yang tidak sepaham. 4  Sebagai contoh misalnya, kekerasan terhadap warga Muslim Rohingnya di Myanmar yang tiba-tiba memicu ketegangan terhadap umat Buddha di Indonesia; munculnya ancaman penutupan klenteng umat Buddha di berbagai tempat; dan penyerangan terhadap dua kelenteng Buddhis di Makassar, Sulawasi Selatan. 5  Padahal sebelum peristiwa di Rohingnya tidak ada konflik yang dirasakan terhadap pemeluk agama Buddha oleh kaum Muslim di Indonesia. Menjadi hal yang tidak diharapkan adalah bahwa konflik berdasarkan agama ini kemudian meluas seperti kasus konflik di Poso dan Ambon, dimana pelaku konflik banyak mendatangkan pihak dari luar daerah, baik dari Kristen ataupun Muslim itu sendiri. 6  Tentu saja, semua itu bertentangan dengan budaya bangsa yang telah lama mencerminkan budaya keberagaman. Tindakan-tindakan demikian telah mencederai semboyan bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”.   1 Hamka Haq “Kandungan Nilai -Nilai Islam dalam Pancasila ”,  Jurnal Millah  , Vol. XIII, No. 1,  Agustus 2013, 206.   2  Abdul Musi Naharong, “Teologi Ke kerasan: Pandangan Jihad Abdul Salam Faraj dan Imam Samudra”,  Jurnal Falsafah dan Agama  , Vol. 1, No. 1, April 2007, 335. 3 Makmun Rasyid, HTI Gagal Paham Khilafah   (Ciputat: Pustaka Compass, 2016). 19.   4 Nurdin Zuhdi, “Hermeneutika Al - Qur’an: Tipologi Tafsir Sebagai Solusi dalam Memecahkan Isu- Isu Budaya Lokal Keindonesiaan”,  jurnal ESENSIA , Vol. XIII, No. 2 Juli 2012, 247.   5 Didah, Indeks Kerukunan Umat Beragama 2016 Naik , http://www.kemenag.go.id/berita/47039, diakses pada 02 Juni 2017, pkl. 16.27 wib.   6  Abdul Musi Naharong, Teologi Kekerasan: Pandangan Jihad Abdul Salam Faraj dan Imam Samudra,  33.
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x