Calendars

FORMULASI VCO Virgin Coconut Oil SEDIAAN BODY SCRUB20191012 102434 pwh87k

Description
ABSTRAK Body scrub merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit. Body scrub terbuat dari beras yang dicampur rempah-rempah dan bahan alami seperti bengkuang, melati, teh hijau, kopi dan sebagainya. Virgin coconut oil (VCO) atau
Categories
Published
of 7
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  FORMULASI VCO ( Virgin Coconut Oil  ) SEDIAAN  BODY SCRUB  Balqis Zhafirah 1 , Tia Yulistianah 2 , Utiya Nurul A 3 , Yusril Ihza M 4 Utiyaamni2898@gmail.comProdi S1 Farmasi STIKes Bhakti Mandala Husada SlawiJalan Cut Nyak Dien No. 16 Kalisapu, Kec. Slawi, Kab. Tegal 52416 ABSTRAK   Body scrub  merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk perawatan kulit.  Body scrub terbuat dari beras yang dicampur rempah-rempah dan bahan alami seperti bengkuang, melati, tehhijau, kopi dan sebagainya. Virgin   coconut    oil   (VCO) atau minyak kelapa murni mengandungantioksidan sangat tinggi seperti tokoferol dan betakaroten. Antioksidan ini berfungsi untuk mencegah penuaan dini dan menjaga vitalitas tubuh. Penelitian ini dilakukan dengan membuaatformulasi sediaan body scrub dengan fase minyak berupa VCO dan bahan aktif dari kopi dan beras. Bahan tambahan pada formulasi body scrub ini adalah asam stearat, setil alkohol, propilenglikol, gliserin dan TEA. Hasil evaluasi sediaan body scrub ini diantaranya ujiorganoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji iritasi. Dari hasil penelitian bahwa sediaan body scrub dengan fase minyak VCO stabil dan sesuai dengan persyaratan. Kata kunci:  Body Scrub , VCO, Evaluasi sediaan.A.PENDAHULUAN Kulit merupakan organ yangmenutupi permukaan tubuh danmembentuk batas antara organisme danlingkungan. Penuaan pada kulit terdiriatas dua proses, yaitu proses penuaankarena faktor umur dan proses penuaankarena  photoaging oleh radiasi sinar UV. 1  Body scrub  adalah sediaan farmasi berupa  produk kecantikan yang berfungsi untuk menghaluskan kulit tubuh dan mengangkat sel-sel kulit rusak dengan bantuan bahan  scrub .  Body scrub  terbuat dari beras yang dicampur rempah-rempah dan bahan alami seperti bengkuang, melati, teh hijau, kopi dan sebagainya. 2 Tanaman kelapa ( Cocos   nucifera L) memiliki potensi besar menjadi produk olahan yang bermanfaat. VirginCoconut   Oil (VCO) merupakan bentuk olahan daging buah kelapa menjadiminyak, dimanfaatkan sebagai obat dandipercaya dapat menyembuhkan   berbagai penyakit degeneratif misalnyakanker, darah tinggi, kolestrol, jantungdan HIV/AIDS. Keunggulan minyak initerletak pada tingginya asam lemak  jenuhnya yaitu sekitar 90% yangmenjadikan minyak ini minyak tersehat. 3 VCO merupakan minyak kelapamurni yang terbuat dari daging kelapasegar yang diolah dalam suhu rendahatau tanpa melalui pemanasan.Kandungan yang penting dalam minyak tetap dapat dipertahankan, dan minyak mempunyai warna lebih jernih dandapat tahan selama dua tahun tanpamenjadi tengik. 4 Salah satu cara untuk meningkatkan rendemen minyak yangterekstrak dari krim santan dapatdilakukan dengan menambahkan suatuenzim yang dapat memecah proteinyang berperan sebagai pengemulsi padasantan. Pemecahan emulsi santan dapatterjadi dengan adanya enzim proteolitik.Enzim papain merupakan salah satuenzim proteolitik. Enzim ini dapatmengkatalisis reaksi pemecahan proteindengan menghidrolisa ikatan peptidanyamenjadi senyawa-senyawa yang lebihsederhana. 5 Penelitian ini dilakukan untuk membuat formulasi body scrub  dengan basis minyak VCO dan untuk mengetahui evaluasi sediaanfisik sediaan yang meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji iritasi. B.METODEOLOGIBahan . Bahan yang digunakan terdiriatas kelapa segar, daun pepaya segar untuk pembuatan VCO. Dan untuk formulasi body scrub  kopi, beras, setilalkohol, propilenglikol, TEA, asamstearat, gliserin dan aquadest. Alat . Alat yang digunakan ialah batang pengaduk, cawan porselin, corong, gelaskimia, gelas ukur, kain flanel, kertas perkamen, pH meter , lumpang dan alu, pisau s teinless steel,  pipet tetes, sendok tanduk, timbangan analitik dan digital. Pembuatan VCO : Daging kelapa yangsudah dibuang batoknya kemudiandiparut. Diambil santannya denganmenambahkan air 2:1, diperas dandisaring. Masukkan dalam toples besar,dan diamkan 1 – 2 jam sampai terpisahmenjadi 2 lapisan (krim dan skim).Lapisan krim (lapisan atas) diambilmasukkan dalam wadah terpisah.Membuat ekstrak air daun pepayadengan menghaluskan daun pepaya(600mg) dalam air 1200mL, disaringdan ambil filtratnya. Filtrat ekstrak air daun pepaya di campurkan dengan krim  yang dihasilkan. Diamkan selama 24 jam sampai terbentuk 3 lapisan. Setelahitu disaring ambil bagian minyak lapisan atas. Prosedur penelitianPembuatan  Body Scrub : Dalam cawan porselen, setil alkohol dan asam stearatdilebur diatas penagas air sambildiaduk. Melarutkan propilenglikol,TEA, dan gliserin dengan air panas(80 o C) dalam mortir gerus sampaihomogen homogen. Masukkan hasil peleburan setil alkohol dan asam stearatdalam mortir yang terdapat campuran propilenglikol, TEA, dan gliserin gerussampai homogen. Tambahkan VCOsedikit demi sedikit gerus sampaihomogen, kemudian masukkan kopi dan beras yang sebelumnya sudah digerus.  Pengujian Organoleptik. Pengujiandilakukan dengan mengamati perubahanwarna, bau, dan bentuk (konsistensi)sediaan body scrub . Uji organoleptismeliputi warna, aroma, dan konsistensidapat digunakan sebagai indikator kualitatif ketidakstabilan fisik sediaanyang berhubungan dengan kenyamanansediaan oleh konsumen. 6 Pengukuran pH . Pengujian dilakukanmenggunakan pH meter. Sebanyak 1 gsediaan dimasukkan dalam gelas kimiadan diencerkan dalam 100 ml aquadest. pH sediaan diukur menggunakan pHmeter. Kosmetik yang digunakan padakulit harus memiliki pH yang sesuaidengan pH kulit, berkisar antara 4,5-6,5. 7 Pengujian Homogenitas.  Sebanyak 1 gsediaan body scrub dioleskan pada kacaobjek, kemudian diamati partikel- partikel kasar dengan cara diraba dandiperhatikan tekstur sediaan.Homogenitas sediaan ditunjukkandengan tidak terdapat partikel-partikelkasar pada sediaan dan warna sediaanmerata. 8 Uji Daya Sebar. Dengan mengambil 0,5 g sediaan body scrub dioleskan pada kaca arloji kemudian letakkan kaca arloji lainnya diatasnya. Letakkan beban 50 g selama 1 menit dan diukur diameter. Tambahkan  beban 100 g selama 1 menit dan diukur diameter. Uji Daya Lekat.  Sebanyak 0,25 gsediaan letakkan pada kaca, kemudianmasukkan dalam alat dan beri beban 80g selama 1 menit. Lepaskan beban dankaca beri beban 50 g, hitung waktu yangdibutuhkan agar kaca terlepas.  Uji Iritasi. Pengujian dilakukandengan cara mengoleskan body scrub  pada lengan bawah terhadap 5 orang panelis. Reaksi yang diamati adalahterjadinya iritasi pada kulit atau tidak.Uji ini dilakukan sebanyak 3 kali sehariselama dua hari berturut-turut. 7 C.HASIL DAN PEMBAHASAN Lulur mandi ( body scrub) adalahsediaan kosmetik yang berfungsi untuk menghaluskan kulit tubuh danmengangkat sel-sel kulit mati dengan bantuan bahan  scrub . Pada proses pembuatan lulur mandi, hal utama yangharus diperhatikan adalah proses peleburan dan kecepatan pengadukan.Suhu yang digunakan untuk menyatukan dua fase (minyak dan air)ialah 70°C. Suhu 70°C merupakan suhuoptimum untuk pencampuran antaraminyak dan air agar membentuk emulsiyang stabil. 9 Emulgator yang digunakan ialahAsam Stearat dan TEA. Kombinasiemulgator akan membentuk lapisan tipissehingga masing-masing gugus lipofildan hidrofil mengarah ke fase minyak dan fase air. Penggunaan asam stearatsebagai emulgator pada sediaan topikalakan membentuk basis yang kental dantingkat kekentalannya ditentukan oleh jumlah trietanolamin yang digunakan. 10 Penggunaan bahan tambahan lainnya ialah  propilenglikol dan gliserin sebagai humektan, kopi dan beras putih sebagai  bahan  scrub. Penggunaan  scrub  beras putih karena mengandung protein, vitamin, (terutama pada bagian aleuron), mineral, danair yang baik untuk regenerasi sel kulit. 8 Evaluasi formula body scrub  meliputi uji organoleptik, uji pH, uji homogenitas, uji iritasi dan uji tipe emulsi. Pengujian Organoleptik. Ujiorganoleptik dilakukan dengan caramengamati secara visual yaitu bentuk,warna, dan aroma. Hasil pengujianorganoleptik disajikan pada tabel 1.Berdasarkan pengujian menunjukkanmasing–masing formula yang diamatimengalami perubahan bentuk danwarna. Perubahan dipengaruhi karena proses penyimpanan sediaan. Perubahanwarna terjadi karena penambahan zataktif dan zat tambahan serta proses penyimpanan sediaan yang tidak optimal. Ujiorganoleptik Hasil Hari ke 1Hari ke 7Warna Kecoklatancoklat pekatBauKhas kopiKhas kopiTekstur/bentukkentalkental padat Tabel 1. Hasil Uji Organoleptik Pengujian pH. Kadar pHmengindikasikan tingkat keasaman atau  alkali kulit. Kadar pH normal kulitmemiliki range 4,5-6,5. Pengujian pHdilakukan selama penyimpanan empatminggu. Hasil pengujian pH disajikan pada tabel 2. Nilai pH pada formulaadalah 6. Hasil pH body scrub sesuaidengan standar pH kulit normal, yaitu4,5-6,5. Penelitian yang dilakukan olehFitriana (2015) bahwa nilai pH sediaandipengaruhi oleh jumlah emulgator yang digunakan. Semakin banyak asamstearat maka pH akan menjadi rendahkarena banyaknya gugus asam yangterkandung pada asam stearat,sedangkan semakin banyak trietanolamin akan menyebabkan pHmenjadi tinggi karena keberadaan gugus basa yang terkandung dalam TEA. Uji pHHasil Hari ke1Hari ke7 pH meter66 Tabel 2. Hasil Uji pHPengujian Homogenitas. UjiHomogenitas dilakukan dengan caramemindahkan sediaan di kaca objek untuk melihat adanya partikel atau butiran-butiran kasar. Uji homogenitasmasing-masing formula menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya butiran- butiran kasar yang berarti bahwaformula yang dihasilkan terdispersidengan baik. Uji Daya Sebar.  Uji daya sebar  bertujuan untuk mengetahui kelunakanmasa lulur body    scrub  sehingga dapatdilihat kemudahan pengolesan sediaanke kulit. Daya sebar yang baik menyebabkan kontak antara obatdengan kulit menjadi luas, sehinggaabsorpsi obat ke kulit berlangsungcepat. Persyaratan daya sebar untuk sediaan topikal adalah 5-7 cm. Hasil ujidaya sebar dapat dilihat pada tabel 3.Hal ini dapat dilihat bahwa daya sebar yang dihasilkan masih kecil. Uji Daya SebarHasil Hari ke1Hari ke 750 gram4cm3,5cm100 gram4cm3,5cm Tabel 3. Uji Daya SebarUji Daya Lekat. Uji daya lekat bertujuan untuk mengetahui waktu yangdibutuhkan krim tersebut untuk melekat pada kulit. Daya lekat yang baik memungkinkan obat tidak mudah lepasdan semakin lama melekat pada kulit,sehingga dapat menghasilkan efek yangdiinginkan. Persyaratan daya lekat yang baik untuk sediaan topikal adalah lebihdari 4 detik. 7 Hasil pengujian daya lekat
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x