Social Media

Fosilisasi Konvensional

Description
Conventional fossilization is a general fossilization when an organism is preserved to became fossilized in it's entirety, part or trace only. Many things affect the fossilization process mainly depositional environment and it also takes a very
Categories
Published
of 5
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Lokanata, Bhagas Adi. Fosilisasi Konvensional 1 FOSILISASI KONVENSIONAL Bhagas Adi Lokanata 1.a , Adelia Dea Wardhani 1 , Callista Arisya 1 , Diva Salsabila Balqis 1 , Jesaya Reyner Arnold 1 , Josua Jeremy Gultom 1 , Lutfi Ahmad Fauzi 1 , Muhammad Hafiz Khairul 1 , Shinta Bagus Puspa Nagari 1 . Leonardo Immanuel Manalu, Muhammad Iqbal Rozaki, Eva Apriliana 1 Teknik Geologi, Teknologi Produksi dan Indsutri, Institut Teknologi Sumatera a Email: bhagas.118150070@student.itera.ac.id  Abstract Conventional fossilization is a general fossilization when an organism is preserved to became  fossilized in it’s entirety, part or trace only .    Many things affect the fossilization process mainly depositional environment and it also takes a very long time. Not only part of the body that could be considered but trace fossils from animals that have been preserved since the Holocene also referred to as fossils.   Fossils that are not part of the srcinal body are divided into several types of fossils, namely mold, cast, track, trail, burrow and boring. To know the process of formation of fossil mold & cast, track, trail, burrow and borings and fossils in the strata burial practices activities and this paper for the explanation.  Keyword : Fossilization, conventional fossilization, mold & cast, fossil trace, burial strata   Abstrak  Fosilisasi konvensional merupakan fosilisasi secara umum dimana suatu organisme yang terawetkan hingga menjadi fossil secara menyeluruh, sebagian maupun jejaknya saja. Banyak hal yang mempengaruhi dalam proses pembentukan fosil terutama lingkungan pengendapannya dan  juga membutuhkan waktu yang sangat lama. Tidak hanya bagian tubuh saja yang bisa dianggap fosil tetapi jejak dari hewan yang terawetkan sejak masa holosen juga disebut sebagai fosil. Fosil yang bukan dari bagian tubuh aslinya dibedakan menjadi beberapa jenis fosil yaitu mold, cast, track, trail, burrow dan boring . Untuk mengetahui proses pembentukan fosil mold & cast, track, trail, burrow  dan boring  serta fosil dalam strata burial  maka diperlukan kegiatan praktik dan laporan berikut untuk penjelasannya. Kata kunci :  Fosilisasi, fosilisasi konvensional, mold & cast, fossil trace, strata burial    Lokanata, Bhagas Adi. Fosilisasi Konvensional 2 1.   PENDAHULUAN 1.1   Latar Belakang Fosilisasi merupakan proses penimbunan sisa-sisa organisme yang terakumulasi dalam batuan sedimen atau endapan-endapan baik yang mengalami pengawetan secara menyuluruh, sebagian ataupun jejaknya saja. Fosil adalah sisa-sisa atau bekas-bekas makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Kegunaan fosil sendiri ialah dapat dijadikan sebagai energi dan juga dapat digunakan sebagai ilmu pengetahuan untuk mengetahui kehidupan pada masa yang lampau. Fosilisasi terbagi menjadi dua yaitu fosilisasi konvensional dan fosilisasi unkonvensional. Fosilisasi konvensional merupakan fosilisasi secara umum dimana suatu organisme yang terawetkan hingga menjadi fosil secara menyeluruh, sebagian maupun jejaknya saja. Fosilisasi konvensional terdapat mold & cast, trail , track, burrow, boring  dan fosil dalam strata burial . Untuk mengetahui proses dalam pembentukannya maka dilakukan percobaan ini. 1.2   Rumusan Masalah 1.2.1   Apa itu fosilisasi konvensional ? 1.2.2   Bagaimana proses pembentukan fosil ? 1.3   Maksud dan Tujuan Maksud dan Tujuan pada praktikum kali ini adalah : 1.3.1   Dapat mengetahui dengan jelas apa itu fosilisasi konvensional. 1.3.2   Dapat mengetahui proses-proses pemfosilan. 1.4   Potensi dan Manfaat Praktikum 1.4.1   Praktikan dapat mengetahui lebih jelas apa itu fosilisasi konvensional. 1.4.2   Praktikan dapat mengetahui proses-proses pemfosilan secara langsung dengan lebih jelas. 1.5   Tinjauan Pustaka 1.5.1   Fosilisasi Konvensional Fosilisasi adalah proses pengawetan sisa atau jejak makhluk hidup secara alamiah yang umumnya berada pada batuan sedimen dan terbentuk minimal pada masa holosen. Fosilisasi Konvensional adalah proses yang terjadi secara umum pada sisa-sisa organisme baik hewan atau tumbuhan yang terakumulasi dalam sedimentasi atau endapan-endapan yang mengalami pengawetan secara menyeluruh, sebagian, ataupun jejaknya saja. (Sukandarrumidi, 2008) 1.5.2    Mold & Cast  Mold   dalam bentuk cetakan, bagian yang relatif keras dari fosil yang ada di dalam batuan sedimen berbutir halus, misalnya batuan lempung maupun kalsilutit. Cetakan dapat  Lokanata, Bhagas Adi. Fosilisasi Konvensional 3 Gambar 1.    Mold & Cast   berupa cetakan bagian luar dari bentuk fosil, dikenal sebagai cetakan bagian luar ( external mold  ) dan juga cetakan dapat berupa cetakan dari bagian dalam ( internal mold  ). Cast   terjadi apabila seuruh bagian dari kehidupan yang menjadi fosil larut, akibat kinerja air tnaha, kemudian rongga yang ditinggalkan diisi dan digantikan oleh mineral lain (Sukandarrumidi, 2008). 1.5.3   Trace Fossil Kehidupan di masa lalu tidak hanya meninggalkan sisa tubuh, tetapi juga jejak yang ditinggalkan hewan pada saat menjalani kehidupan sehari-hari. Bentuknya bisa berupa liang, jejak kaki, cetakan kulit, bahkan kotoran. Fosil semacam ini disebut trace fossil , yang sangat berguna bagi ahli paleontologi karena memberikan pengetahuan berharga tentang cara hidup dan perlilaku hewan (Hynes, 2006). 1.5.4   Strata Burial Stratum adalah bentuk jamak dari strata, dalam geologi merupakan lapisan batuan sedimen atau tanah dengan ciri khas khusus yang dapat dengan mudah dibedakan dengan lapisan lainnya. Lapisan ini terlihat sebagai pita-pita berbagai warna dari berbagai bahan yang nampak pada tebing, potongan jalan juga tepian sungai. Lapisan ini bervariasi tebalnya, mulai dari beberapa millimeter hingga mencapai satu kilometer lebih (Sukandarrumidi, 2008) 1.6   HASIL DAN PEMBAHASAN   1.6.1    Mold dan  Cast Pada percobaan  Mold & Cast  , pertama membuat adonan bahan gypsum  dan air dengan rasio 80:20 pada mangkuk plastik, aduk secara merata jika sudah menjadi homogen tuangkan adonan ke nampan plastik lalu melakukan percobaan mold & cast  . Percobaan ini digunakan cangkang keong untuk membuat mold & cast   dengan cara meletakan cangkang bagian dalam dan bagian luar pada adonan yang sudah dibuat untuk mendapatkan mold & cast  . Pada percobaan pertama gagal karena adonan yang dibuat cepat mengering sehingga percobaan kedua dilakukan. Berikut gambar hasil percobaan dari mold & cast  .  Lokanata, Bhagas Adi. Fosilisasi Konvensional 4 1.6.2   Trace Fossils Pada percobaan Trace Fossils  yang terbagi menjadi tiga yaitu track, trail, burrow,  dan boring  dilakukan pada adonan yang sama seperti mold & cast  . Percobaan track   dilakukan dengan menggunakan jejak kaki marmut yang dliletakan di atas adonan gypsum  yang kemudian mencetak jejak kaki yang disebut track  . Percobaan trail  dilakukan dengan menggunakan keong yang diletakan di atas adonan gypsum  dan dibiarkan untuk jalan agar dapat jejak seretan yang disebut trail  tetapi pada percobaan ini mempunyai halangan yaitu keong tidak mau bergerak sehingga praktikan menunggu lama agar keong berjalan. Percobaan burrow  dilakukan dengan menggunakan kabel yang ditusukan pada adonan sehingga terdapat bekas galian yang disebut burrow . Pada percobaan terakhir boring  dilakukan dengan menggunakan kabel yang ditusukan secara horizontal kedalam adonan sehingga terbentuk lobang bawah seperti hasil masuknya ular atau cacing. Berikut gambar hasil percobaan. 1.6.3   Strata Burial Dalam percobaan strata burial  praktikan menggunakan impraboard   yang disusun menjadi sebuah wadah untuk diletakan pasir warna dan organisme. Pada lapisan pertama menggunakan organisme air tawar lalu diendapkan dengan pasir warna, pada lapisan ke dua menggunakan organisme darat lalu diendapkan dengan pasir warna, pada lapisan ke tiga menggunakan organisme air tawar dan darat diibarat kan bahwa hewan darat yang mati karena tenggelam. Berikut gambar hasil percobaan. Gambar 2a. Track    Gambar 2b. Trails   Gambar 2c.  Burrow   Gambar 2c.  Boring     Gambar 3. Strata Burial  Lokanata, Bhagas Adi. Fosilisasi Konvensional 5 2.   KESIMPULAN Adapun kesimpulan yang didapatkan dari praktikum kali ini : 1.   Praktikan mengetahui bahwa fosilisasi konvesional adalah fosilisasi secara umum dimana suatu organisme yang terawetkan hingga menjadi fosil secara menyeluruh, sebagian maupun jejaknya saja. 2.   Praktikan mengetahui proses-proses jalannya pembentukan suatu organisme menjadi sebuah fosil. 3.   REFERENSI Hynes, M. (2006). Stone & Fossil.  London: Kingfisher Publication.   Sukandarrumidi. (2008). Paleontologi Aplikasi.  Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Search
Similar documents
View more...
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x