Funny & Jokes

IMPLEMENTASI PROJECT QUALITY MANAGEMENT DI PROJECT ICT NETWORK INTEGRATED WITH CCTV AND ACCESS POINT (STUDI KASUS: GELORA BUNG KARNO JAKARTA UNTUK ASIAN GAMES 2018)

Description
Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Indonesisia lebih tepatnya di jakarta dan Palembang , acara ini memerlukan kebutuhan connectivity yang handal yaitu throughput bandwidth yang sangat besar, selain memerlukan throughput bandwidth yang sangat
Categories
Published
of 10
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
    IMPLEMENTASI  PROJECT QUALITY MANAGEMENT   DI  PROJECT ICT NETWORK INTEGRATED WITH CCTV AND  ACCESS POINT (STUDI KASUS: GELORA BUNG KARNO JAKARTA UNTUK ASIAN GAMES 2018 ) Thara Arfiansyah  Management Telecommunications, Electrical Engineering Department Faculty Of Engineering , University Indonesia Thara.arfiansyah@ui.ac.id   Dosen : DR Ir Iwan Krisnadi MBA   ABSTRAK Asian Games 2018 akan diselenggarakan di Indonesisia lebih tepatnya di jakarta dan Palembang ,   acara ini memerlukan kebutuhan connectivity  yang handal yaitu throughput bandwidth  yang sangat besar, selain memerlukan throughput bandwidth  yang sangat besar Infrastruktur ICT yang dibangun nantinya harus memperhatikan Quality Of Service  (QOS) sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Telecommunications and Internet Protocol Harmonization Over Networks (TIPHON), untuk parameter   QoS sesuai standar TIPHON diantaranya  jitter, packet loss, throughtput,  dan delay . sedangkan untuk kebutuhan keamanan karena banyaknya pengunjung pihak GBK akan menerapkan sistem surveillance  yang real time dan dapat dimonitor oleh pihak GBK. Dasar penelitian ini bertujuan untuk Mengimplementasikan  project quality management   dan memberikan solusi connectivity  dan surveillance  yang dibutuhkan dengan cara mendesain Jaringan ICT agar dapat Terintergasi dengan access point   dan CCTV selain itu memastikan nilai pengukuran QoS Jaringan ICT sesuai dengan TIPHON. Hasil dari penelitian ini telah memenuhi standar yang telah ditetapkan TIPHON untuk rata rata nilai throughput   perangkat CCTV sekitar 9 Mbps  ,  packet loss  dengan rata rata nilai 0.0151% , Delay 0.00294 ms dan jitter sekitar  0.365 x 10 -9  ms dan untuk perangkat Access point rata rata nilai   throughput sekitar 3.7 Mbps  ,  packet loss  dengan rata rata nilai 0% , Delay 1.87 ms  dan jitter sekitar 0.154 x 10 Kata kunci : Asian games 2018  , connectivity, surveillance, jitter, packet loss, throughtput, delay   dan   Project Quality managment 1. Pendahuluan Pesta Olahraga Musim Panas Asia 2018 atau yang lebih dikenal dengan Asian Games XVIII tahun 2018, adalah edisi ke-18 dari acara olahraga regional Asia yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September 2018. Lokasinya terbagi menjadi dua tempat yaitu Jakarta dan Palembang.[1] Sejak ditunjuk sebagai tuan rumah oleh Komite Olimpiade Asia pada September 2014, pemerintah sangat serius mempersiapkan pelaksanaan Asian Games 2018. Hal ini mengingat manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan Asian Games 2018 tidak hanya sebatas di bidang pembinaan olahraga nasional, tetapi juga dari sisi pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan perekonomian secara lebih luas. Khususnya terkait infrastruktur, pemerintah terus berupaya memacu sekaligus mengejar pembangunan sarana dan prasarana cabang 1 -  ms.   olahraga beserta infrastruktur pendukung kegiatan ini. Sehubungan dengan hal itu Presiden RI Joko Widodo melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII tahun 2018, menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan koordinasi dengan panitia nasional Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) terkait   prasana dan sarana olahraga serta pendukung yang akan dibangun dalam persiapan pelaksanaan Asian Games XVII tahun 2018 untuk mencapai sukses persiapan sukses persiapan prasarana dan sarana tersebut. Menindaklanjuti hal tersebut, Direktorat Jenderal Cipta Karya ditugaskan untuk menangani pembangunan Infrastruktur pada prasarana dan sarana untuk memenuhi persyaratan teknis dari Olympic   Council of  Asia (OCA) dan Induk Federasi   Internasional Cabang Olahraga. Salah satu fokus dari Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk menyukseskan Asian games 2018 adalah membangun infrastrukturi information Communication Technology (ICT) di kawasan gelora bung   karno jakarta, terdiri dari 12 venue  olahraga diantaranya adalah istora, panahan, Aquatik 1, Aquatik 2, Tenis, Baseball, Hoki, Taman anggrek, Madya, Basket, Stadion Utama gelora bung karno dan Softball yang terintegrasi dibidang connectivity  dan surveillance . Kebutuhan  connectivity untuk    acara Asian games 2018 akan memerlukan throughput bandwidth yang sangat besar hal   ini disebabkan karena banyaknya pengunjung yang berdatangan dari seluruh regional asia, selain memerlukan throughput bandwidth  yang sangat besar Infrastruktur yang dibangun nantinya harus memperhatikan Quality Of Service (QOS) sesuai standar yang   telah ditetapkan oleh Telecommunications   and  Internet Protocol Harmonization Over  Networks (TIPHON), untuk parameter QoS   sesuai standar TIPHON diantaranya  jitter,    packet loss, throughtput, dan  delay .   sedangkan untuk kebutuhan keamanan karena banyaknya pengunjung pihak GBK akan menerapkan sistem surveillance  yang 2 real time dan dapat dimonitor oleh pihak GBK. Untuk memenuhi segala kebutuhan dibidang connectivity  dan surveillance  tersebut maka diperlukan infrastruktur  jaringan ict yang dapat terintegrasi satu sama lain , desain tersebut harus menerapkan single    Internet Protocol (IP)   Based , Jaringan ICT  single IP yang mampu menyediakan  bandwidth tertinggi saat ini dan memiliki   desain dan implementasi yang paling efektif dan efisien adalah teknologi giga  Ethernet    switch. Melalui teknologi ini media transmisi   yang paling cocok adalah menggunakan kabel fiber optik 2.   Landasan Teori Project Quality Management adalah proses yang dilakukan , untuk menjamin proyek dapat memenuhi kebutuhan yang telah disepakati , melalui aturan aturan menegenai kualitas, prosedur ataupun guidelines dalam hal ini pengukuran QoS harus sesuai TIPHON.[2] Quality of Service (QoS) merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik  jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari satu servis. QoS digunakan untuk mengukur sekumpulan atribut kinerja yang telah dispesifikasikan dan diasosiasikan dengan suatu servis [3]. Analisis jaringan menggunakan QoS ( Quality of Service ) khususnya adalah latency  dan throughput   mampu memberikan analisis  jaringan yang baik, dimana aspek ini yang sering digunakan didalam analisis jaringan. QoS didefinisikan sebagai sebuah mekanisme atau cara yang memungkinkan layanan dapat beroperasi sesuai dengan karakteristiknya masing-masing dalam  jaringan IP (  Internet Protocol ) [4]. QoS mengacu pada kemampuan  jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefinisikan atribut-atribut layanan  jaringan yang disediakan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Pada Tabel 2.1 diperlihatkan nilai presentase dari QoS [5].  3 Tabel 2. 1 Indeks Parameter QoS Nilai Persentase (%) Indeks 3,8  –  4 95 -100 Sangat Bagus 3  –   3,79 75  –   94,75 Bagus 2  –   2,99 50  –   74,75 Sedang 1  –   1,99 25  –   49,75 Buruk (Sumber: TIPHON)  2.1 Througput Throughput yaitu kecepatan ( rate )   transfer data efektif, yang diukur dalam bit per second (bps). Throughput   adalah  jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada tujuan selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Kategori Throughput diperlihatkan di Tabel 2.2 [4]. Tabel 2.2 Kategori Througput Kategori Througput (bps) Indeks Througput Sangat Bagus 100 4 Bagus 75 3 Sedang 50 2 Buruk < 25 1 (Sumber: TIPHON) Persamaan perhitungan Throughput : ℎ ℎ :  Jumlah data yang dikirim Lama pengamatan  2.2 Packet Loss Packet Loss merupakan suatu parameter   yang menggambarkan suatu kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang dapat terjadi karena collision  dan congestion pada  jaringan[4]. Indeks dan   kategori  packet loss  ditunjukkan pada Tabel 2.3. Tabel 2.3 Kategori Packet Loss Kategori  Packet  Packet Loss (%) Indeks  Loss Sangat Bagus 0 4 Bagus 3 3 Sedang 15 2 Buruk 25 1 (Sumber: TIPHON) Persamaan perhitungan Packet loss : =   (Paket data dikirim − Paket data diterima) 100%   Paket datayangdikirim    2.3 Delay(Latency)  Delay (Latency) merupakan waktu yang   dibutuhkan data untuk menempuh  jarak dari asal ke tujuan.  Delay  dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, congesti atau juga waktu proses yang lama. Pada Tabel 2.4 diperlihatkan kategori dari delay dan besar delay[ 4]. Tabel 2.4 Kategori  Delay (latency) Kategori  Delay Besar Delay Indeks (latency) (ms) Sangat Bagus < 150 4 Bagus 150 - 300 3 Sedang 300 - 450 2 Buruk > 450 1 (Sumber : TIPHON) Persamaan perhitungan  Delay (Latency): Total Delay RataRata   = Total Paket yang dierima  Delay = Waktu Paket diterima    –    Waktu paket   dikirim  2.4 Jitter  Jitter diakibatkan oleh variasi-variasi   dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket diakhir perjalanan  jitter  .  Jitter   lazimnya disebut variasi delay , berhubungan erat dengan latency , yang menunjukkan banyaknya   variasi delay  pada transmisi data di  jaringan yang diperlihatkan pada Tabel 2.5 [4]. Tabel 2.5 Kategori  Jitter Kategori  Delay Besar Delay Indeks (latency) (ms) Sangat Bagus 0 4 Bagus 1  –  75 3 Sedang 76- 125 2 Buruk 125 - 225 1 (Sumber : TIPHON) Persamaan perhitungan  Jitter : Rata Rata Total Jitter =   Total Paket yang dierima − 1  Jitter = Delay paket 1    –  Delay paket 2 3.   Perancangan Jaringan ICT Terintegrasi dengan  Access point  dan CCTV pengerjaan tugas akhir ini yang dimulai dengan mencari studi litelatur atau pengumpulan data pendukung. Pengumpulan data ini berupa kebutuhan jumlah access    point  , CCTV, serta mendetailkan spesifikasi   perangkat dari jaringan ICT yang dibutuhkan oleh pemberi tugas dalam hal ini adalah kementrian pekerjaan Umum dan perumahan rakyat direktorat jendral cipta karya, setelah mendapatkan data pendukung langkah selanjutnya membuat desain sistem topologi yang sesuai dengan data pendukung tersebut , pilihan topologi untuk sistem TIK ini seperti topologi  Bus, Star, Mesh, Ring,  setelah desain selesai makan akan diperiksa oleh pemberi tugas, jika pemberi tugas setuju dengan desain yang diajukan langkah selanjutnya adalah melakukan simulasi di- software cisco packet tracer , simulasi ini   dilakukan dengan cara mendesain ulang jaringan TIK, access point, CCTV didalam software cisco packet tracer pada masing-masing perangkat seperti core switch, access   switch, access point  , CCTV diberi IP  Address agar bisa saling terkoneksi satu sama lain 4 (integrasi), setelah simulasi berhasil dilakukan maka langkah selanjutnya adalah implementasi dilapangan, setelah implementasi dilakukan langkah selanjutnya adalah melakukan pengukuran QoS terhadap  jaringan yang telah dibangun, parameter-parameter yang diukur seperti delay/latency , throughtput, jitter, packet loss , setelah   pengukuran QoS selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis hasil dari QoS tersebut jika sudah sesuai dengan spesifikasi Telecommunications and     Internet Protocol Harmonization Over  Networks (TIPHON) maka langkah   selanjutnya adalah penyusunan laporan hasil analisis QoS jaringan tersebut. Gambar 3.1 Flow Chart Analisis 3.1   Mapping Port Kebutuhan CCTV dan Access Point Sebelum membuat desain jaringan ICT yang terintegrasi CCTV dan  Access   Point , langkah yang perlu dilakukan adalah membuat mapping port kebutuhan CCTV   dan  Access Point   agar memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh pihak Direktorat Jenderal Cipta Karya. Tabel 3.1 mendetailakn kebutuhan  port   dari masing-masing venue .  5 Tabel 3.1 Kebutuhan Port CCTV dan Tabel 3.2 Kebutuhan Bandwidth  Access Point   CCTV dan  Access Point Dari tabel 3.14 dapat diketahui rata-rata kebutuhan untuk port CCTV dan  Access Point sejumlah 20  port sehingga   masing masing venue ditempatkan 1 access switch dengan kapasitas 28 port,  access switch tersebut berfungsi sebagai  interface untuk CCTV dan  Access Point dan access switch tersebut terkoneksi di 2   core switch . 3.2 Mapping    Bandwidth   Kebutuhan CCTV dan  Access Point Tabel 3.2 dapat disimpulkan rata-rata kebutuhan bandwidth  disetiap venue  sejumlah 2.5 Gbps, bandwidth  tersebut hanya untuk melayani service  CCTV dan  Access Point   , untuk mengakomodir semua service  yang terintegrasi pada  jaringan ICT di GBK ini maka di buat setiap venue  mendapatkan 20 Gbps agar tidak terjadi kekurangan bandwidth . Dari tabel 3.2 dapat disimpulkan rata-rata kebutuhan bandwidth  disetiap venue sejumlah 2.5 Gbps,  bandwidth tersebut hanya untuk melayani service  CCTV dan  Access Point   , untuk mengakomodir semua service  yang terintegrasi pada jaringan TIK di GBK ini maka di buat setiap venue mendapatkan 20 Gbps agar tidak terjadi kekurangan ban dwidth. 3.3 Single Line diagram jaringan ICT di GBK Pada gambar 3.2 dibawah ini di  jelaskan konsep jaringan ICT di GBK , terdapat 2 core switch  di ruang  Network    Operation Center (NOC) GBK , dimana  Core switch 1 sebagai main dan  core Switch 2 sebagi  backup  jika terjadi   gangguan, kosep ini biasa di sebut redudansi. Untuk topologi dari core   switch ke  access switch menggunakan   konsep topologi star redudansi  , pengertian dari topologi star redudansi adalah setiap kabel fiber optik yang berasal dari masing masing core switch  akan terhubung menjadi satu di access   switch. Semua peralatan utama dari   CCTV dan access point   akan diintegrasikan dengan core swich  tersebut. Masing-masing access switch
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x