BusinessLaw

Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Masyarakat (Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan)

Description
Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Masyarakat (Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan)
Categories
Published
of 8
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
  Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi Masyarakat (Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan) CHIKAL RIZKY EGA MAHASISWA ILMU PEMERINTAHAN STISIPOL RAJA HAJI TANJUNGPINANG idup manusia sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu  pengetahuan dan teknologi. Teknologi banyak menghasilkan mesin dan alat-alat seperti jam, mesin jahit, mesin cetak, mobil, kapal terbang, dan lain sebagainya, Agar manusia dapat hidup lebih mudah, aman, dan senang dalam lingkungannya. Alat-alat tersebut juga menimbulkan macam-macam bahaya yang dapat merusak dan membahayakan hidup manusia. Hasil teknologi telah sejak lama dimanfaatkan dalam pendidikan. Penemuan kertas, mesin cetak, radio, film, TV, komputer dan lain-lain itu dimanfaatkan bagi  pendidikan. Pada hakekatnya alat-alat tersebut tidak dibuat khusus untuk keperluan  pendidikan, akan tetapi alat-alat tersbut ternyata dapat dimanfaatkan dalam dunia  pendidikan. Dalam perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini tidak bisa dihindari lagi  pengaruhnya terhadap dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan  perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaannya bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses  pembelajaran. Teknologi informasi merupakan perkembangan sistem informasi dengan menggabungkan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi. Pada saat ini institusi pendidikan di Indonesia mulai berlomba-lomba mememanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan dengan membangun infrastruktur hardware, jaringan internet, pengadaan sofware dan lain sebagainya, yang semua itu dilakukan dalam usaha memenuhi kebutuhan akan metode  pembelajaran yang lebih efektif dan efisien. Pelatihan-pelatihan dengan pemanfaatan aplikasi komputer pun sering diselenggarakan seperti;  Intelligent Tutoring System  (ITS), Computer Basad Training  (CBT), dan e-Learning System . Sudah selayaknya lembaga - lembaga  pendidikan yang ada segera memperkenalkan dan memulai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai  basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini menjadi penting, mengingat penggunaan IT merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan transformasi ilmu H   pengetahuan kepada para peserta didik, generasi bangsa ini secara lebih luas. Dalam konteks yang lebih spesifik, dapat dikatakan  bahwa kebijakan penyelenggararan  pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh  pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat harus mampu memberikan akses  pemahaman dan penguasaan teknologi mutakhir yang luas kepada para peserta didik. Program pembangunan pendidikan yang terpadu dan terarah yang berbasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturant effect terhadap hampir semua sisi pembangunan  pendidikan. Sehingga IT berfungsi untuk memperkecil kesenjangan penguasaan teknologi mutakhir khususunya dalam dunia  pendidikan. Pembangunan pendidikan  berbasis IT setidaknya memberikan dua keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunitas pendidikan ( termasuk guru ) untuk lebih apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik memanfaatkan setiap potensi yang ada dapat diperoleh dari sumber-sumber yang tidak terbatas. Diketahui bahwa internet berawal dari institusi pendidikan dan penelitian di Amerika Serikat. Sebelum adanya internet, masalah utama yang dihadapioleh  pendidikan (di seluruh dunia) adalah akseske sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang tidaklah murah. Pengelolan yang baik juga tidak mudah, sehingga  banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) tidak memiliki  perpustakaan yang lengkap. Adanya internet memungkinkan mengakses ke sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain,masalah akses semestinya  bukan menjadi masalah lagi. Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apapun yang diminati,  pasti ada informasi di internet. Contoh sumber-sumber informasi yang tersedia secara online, antara lain: Library, Online Journal, Online Courses. Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain. Adanya internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini. Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinkan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain untuk mendiskusikan suatu masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui internet, via email, ataupun dengnan menggunakan mekanisme file sharring. Mahasiswa di manapun di Indonesia dapat mengakses  pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis  bukan menjadi masalah lagi. Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan mudah, efisien, dan lebih murah. Sharring information juga dibutuhkan dalam  bidang penelitian agar penelitian tidak  berulang. Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersamasama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.  Penggunaan Teknologi Informasi (TI) dalam pembelajaran seiring perkembangan  jaman pertukaran informasi semakin cepat dan instant, sehingga penggunaan system tradisional dalam mengajar yang mengandalkan tatap muka antar guru dan murid akan menghasilkan pendidikan yang sangat lambat dan tidak seiring  perkembangan jaman. Sistem tradasional ini seharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasi multimedia. Karena sifat internet yang dapat dihubungkan setiap saat, artinya siswa dapat memanfaatkan program-prgram pendidikan yang disediakan di jaringan Internet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka, sehingga kendala ruang dan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapa teratasi. Pesatnya perkembangan IT, khususnya internet memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Di lingkungan  perguruan tinggi, pemanfaatan IT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu system yang disebut electronic university (e-university). Pengembangan e-University bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat memberi  pelayanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun diluar  perguruan tinggi tersebut melalui internet. Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah secara on-line dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan, sehingga memberikan informasi bagi yang sulit mendapatkannya karena problem ruang dan waktu. Pada zaman sekarang globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pertemuan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih ke arah terbuka. Pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (fleksibel), terbuka dan dapat diakses oleh siapapun yang memerlukan tanpa pandang faktor jenis usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. Pendidikan masa mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolaborasi, bukan berorientasi pada gedung sekolah. Kecendrungan perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan akan terus terjadi dan berkembang dalam memasuki abad ke- 21 sekarang ini. Perubahan tersebut antara lain: lebih mudah dalam mencari sumber  belajar, lebih banyak pilihan untuk menggunakan dan memanfaatkan TIK, makin meningkatnya peran media dan multimedia dalam kegiatan pembelajaran. Kecendrungan perubahan dan inovasi tersebut, memiliki implikasi yang sangat luas dalam dunia pendidikan, yaitu perubahan dalam program pembaruan dan teknologi  pembelajaran, perubahan dalam program  belajar dan pembelajaran dengan menggunaka metode ekspremental,  pengendalian belajar lebih kepada peserta didik, peningkatan IQ( intlelligence quontient  ) yang diimbangi dengan  pembinaan EQ ( emotional qoutient  ), dan SQ ( spritual qoutient  ), serta menuntut  pengintegrasian TIK dalam kegiatan  pembelajaran.  Kemajuan teknologi dewasa ini dan di masa-masa yang akan datang terutama di  bidang informasi dan komunikasi telah menyebabkan dunia ini menjadi sempit cakupannya. Interaksi antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja menjadi semakin intensif. Demikian juga yang terjadi di Indonesia dan negara-negara di dunia globalisasi sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Pada era globalisasi, ada kecenderungan yang kuat terjadinya proses universalisasi yang melanda seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu implikasi  penyeragaman terlihat dengan munculnya gaya hidup global seperti: makanan, pakaian dan musik. Anak-anak kecil yang telah mengenal film-film kartun dari berbagai negara, kita yang sudah mengenal berbagai  jenis makanan dari berbagai bangsa, demam mode dunia yang melanda semua negara adalah contoh nyata bahwa pengaruh global mengalir tanpa terbendung di negara kita. Banyak hal yang perlu dicermati agar sebagai bangsa kita tidak tertinggal oleh hal-hal baru yang terjadi secara global sehingga kita bisa beradaptasi dengan negara-negara di dunia. Di sisi lain kita juga harus punya filter yang kuat agar pengaruh globalisasai yang negatif tidak menggaanggu kehidupan  bangsa kita yang menjunjung tinggi budi  pekerti dan memiliki budaya yang luhur. Hal ini penting agar kita bisa menjadi bangsa yang bermartabat tanpa harus ketinggalan dengan negara-negara lain. Di bidang  pendidikan, peran guru untuk mendidik  peserta didik menjadi manusia yang selalu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya sangat penting dalam menentukan perjalanan generasi  bangsa ini. Guru dituntut menjadi pendidik yang bisa menjembatani kepentingan-kepentingan itu. Tentu saja melalui usaha-usaha nyata yang bisa diterapkan dalam mendidik pesera didiknya Adanya perkembangan teknologi dan informasi dalam dunia pendidikan, maka  pada saat itu sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya. Kemajuan ilmu dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara  pandang dan gaya hidup masyarakat Indonesia dalam menjalankan aktivitas dan kegiatannya. Keberadaan dan peranan teknologi informasi dalam sistem pendidikan telah membawa era baru perkembangan dunia pendidikan, tetapi perkembangan tersebut belum diimbangi dengan  peningkatan sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan dunia pendidikan di Indonesia pada umumnya. Hal ini lebih desebabkan masih tertinggalnya sumber daya manusia kita untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pendidikan tersebut. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan di  perguruan tinggi maupun di sekolah. Hal ini  berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak  bergantung kepada bagaimana proses  pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan   pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa, dosen dan mahasiswa. Guru atau dosen adalah pencipta kondisi belajar para siswa dan mahasiswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan  berkesinambungan (fasilitator). Sedangkan siswa atau mahasiswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi  belajar yang menciptakan guru dan dosen tersebut (aktor). Semakin berkembangnya manusia,  berkembang pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan agar tidak tertinggal zaman. Hal itu menjadikan  pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh  banyak orang. Berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih  baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas. Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu  bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas  pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini. Diharapkan dengan pemanfaatan TIK ini guru dapat meningkatkan mutu pendidikan di indonesia.  pemanfaatan komputer dan jaringan komputer memberikan kesempatan kepada setiap pembelajaran untuk mengakses materi  pembelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan komputer. Dari  penjelasan tersebut dapat dimaknai bahwa TIK merupakan media yang berupa teknologi seperti komputer beserta jaringanya yang dapat digunakan untuk proses pengolahan dan pemprosesan data yang berguna untuk  pemanfaatan berbagai bidang sosial, ekonomi, budaya dan tentunya pendidikan. Teknologi Informasi dan Komunikasi terdiri dari dua konsep yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi Informasi meliputi segala hal yang  berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, pengelolaan, dan transfer atau pemindahan informasi antarmedia. Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan  penggunaan alat bantu untuk memproses dan menstransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainya. Jadi Teknologi Komunikasi adalah perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses, dan sistem, yang digunakan untuk membantu  proses komunikasi yang bertujuan agar komunikasi berhasil. Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian
Search
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x