Entertainment

Islam dan adat Sunda

Description
Islam dan adat Sunda
Categories
Published
of 24
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Related Documents
Share
Transcript
   RINGKASAN DISERTASI    Deni Miharja NIM 3.209.4.0003 INTEGRASI AGAMA ISLAM DENGAN BUDAYA SUNDA (Studi Pada Masyarakat Adat Cikondang Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung) Integration of Islam into Sundanese Culture (A Study in the Traditional Society of Cikondang, Lamajang Village, Pangalengan Subdistrict, the Regency of Bandung) ﺔﯾوﺪﻧﻮﺴﻟ ﺔﻓ ﻘﺜﻟ و   مﻼﺳﻻ ﻦﯿﺑ   د ﺤﺗﻹ ﺔﻈﻓ ﺤﻤﻟ ن ﺠﻨﯿﻟ ﺠﻧ ﻓ   ﻎﻧ ﺟ ﻣﻻ   ﺔﯾﺮﻗ   ﻲﻓ   ﺞﻧ ﺪﻧﻮﻜﯿﺛ   ﻊﻤﺘﺠﻣ   فﺮﻋ   ﻲﻠﻋ   ﺔﺳ رد   ﺞﻧوﺪﻧ ﺑ   Tim Promotor: Prof. Dr.H. Dadang Kahmad, M.Si Prof. Dr.H. Afif Muhammad, MA Prof. Dr. H. Abdul Rozak, M.Ag PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 1434 H / 2013 M    2 Integrasi Agama Islam dengan Budaya Sunda (Studi pada Masyarakat Adat Cikondang Desa Lamajang Kecamatan Pangelangan Kabupaten Bandung) A.   Permasalahan Masyarakat Cikondang dikenal sebagai etnis Sunda yang dikategorikan sebagai komunitas adat, dan seluruhnya beragama Islam. Identifikasi ini bisa saja berhubungan dengan berbagai ungkapan yang menyebutkan pola hubungan Islam dengan budaya Sunda yang begitu dekat, seperti ungkapan “Islam teh Sunda, Sunda teh Islam” 1 (Islam itu Sunda dan Sunda itu Islam) atau “Urang Sunda mah geus  Islam samemeh Islam” 2 (Orang Sunda sudah Islam sebelum Islam masuk ke wilayah Tatar Sunda). 1  Ungkapan  Islam teh Sunda, Sunda teh Islam , disampaikan pertama kali oleh Endang Saefudin Anshori pada tahun 1967. Menurut Ajip Rosidi ungkapan tersebut merupakan strategi kebudayaan dalam upaya membendung gerak paham komunis yang mulai merajalela di tengah-tengah masyarakat Sunda. Periksa Agus Ahmad Safei,”Fenomena Kultural Islam-Sunda” dalam Cik Hasan Bisri, dkk. Pergumulan Islam Dengan Kebudayaan Lokal di Tatar Sunda . Cetakan Ke-1. Bandung: Kaki Langit. 2005, h. 139.   2 Urang Sunda mah geus Islam samemeh Islam , diungkapkan oleh Penghulu K.H. Hasan Mustofa dalam menafsirkan al-Qur`an pada ayat-ayat awal suarat Al-Baqoroh. “Islam” yang pertama adalah Islam lawas , yakni Islam yang dibawakan oleh Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam, a.s yakni agama tauhid. Sedangkan Islam ayeuna  yakni Islam yang dibawakan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan demikian, orang Sunda yang keluar dari agama Islam sama dengan keluar dari lingkungan budaya Sunda. Periksa Juhaya S. Praja, “Hukum Islam dalam Tradisi dan Budaya Masyarakat Sunda”, dalam Cik Hasan Bisri, dkk., Op. Cit  . h. 131.  3 Apabila dicermati secara seksama, maka ada yang menarik dari bentuk ungkapan tersebut, yaitu terjalinnya hubungan agama Islam dengan budaya Sunda yang harmonis yang menunjukan adanya hubungan dalam bentuk integrasi. Fenomena tersebut menunjukan bahwa agama dan kebudayaan ada secara bersamaan pada suatu masyarakat. Tentu keberadaannya tidak bisa dipahami secara sepihak, tetapi harus dipahami secara utuh terhadap adanya proses dialektik agama dengan kebudayaan pada masyarakat itu sendiri, serta adanya unsur-unsur yang saling berhubungan secara fungsional . Agama dan kebudayaan merupakan dua hal yang bisa ditemukan keberadaan fungsinya pada masyarakat. Oleh karena itu, ketika berbicara agama dan kebudayaan, bisa melihat aplikasi fungsinya dalam wujud system budaya dan  juga dalam bentuk tradisi ritual atau upacara keagamaan yang nyata-nyata bisa mengandung nilai agama dan kebudayaan secara bersamaan. Berbicara agama Islam dengan kebudayaan, tentu merupakan pembahasan yang menarik. Dimana Islam sebagai agama universal merupakan rahmat bagi semesta alam dan dalam kehadirannya di muka bumi, Islam berbaur dengan budaya lokal suatu masyarakat ( local culture ), sehingga antara Islam dengan budaya lokal tidak bisa dipisahkan, melainkan keduanya merupakan bagian yang saling mendukung dan melengkapi. Islam sebagai agama yang diturunkan oleh Allah Swt. untuk semua umat manusia telah memainkan peranannya di dalam mengisi kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Kehadiran Islam di tengah-tengah masyarakat yang sudah memiliki kebudayaan tersendiri, ternyata membuat Islam dengan kebudayaan mengalami proses dialektik yang dapat membentuk pola interelasi yang beragam dan terwujud  4 kedalam tradisi ritual atau upacara keagamaan yang beragam pula. Namun demikian, al-Quran dan as-Sunah sebagai sumber ajaran Islam tetap menjadi ujung tombak di dalam suatu masyarakat muslim, sehingga Islam begitu identik dengan keberagaman. al-Qur`an sebagai wahyu Allah, dalam pandangan dan keyakinan umat Islam adalah sumber kebenaran dan mutlak benarnya. Meskipun demikian, kebenaran mutlak itu tidak akan tampak manakala al-Quran tidak berinteraksi dengan realitas sosial, atau menurut Qurasih Shihab, dibumikan: dibaca, dipahami, dan diamalkan. Ketika kebenaran mutlak itu disikapi oleh para pemeluknya dengan latar belakang kultural atau tingkat pengetahuan yang berbeda,maka akan muncul kebenaran-kebenaran parsial, sehingga kebenaran mutlak tetap miliki Tuhan. 3  Kebenaran dalam Islam bersumber dari Allah, sedangkan kebenaran parsial hadir pada realitas sosial suatu masyarakat yang kebenarannya akan relatif. Akan tetapi Islam tetap menghargai kebenaran yang ada dalam suatu masyarakat, termasuk keberagaman kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat etnik Sunda. Quraish Shihab dalam satu Kata Pengantar sebuah buku, mengatakan bahwa berdasarkan analisis M.B. Hooker, Robert Hefner, John L. Esposito dan William Liddle, keberadaan Islam di Nusantara bercorak sangat spesifik dimana ekspresinya secara intelektual, kultural, sosial, dan politik bisa jadi dan kenyataannya memang berbeda dengan ekspresi Islam yang berada dibelahan dunia yang lain. Islam Indonesia merupakan perumusan Islam dalam konteks sosio-budaya bangsa yang berbeda dengan pusat-pusat Islam di 3 Lihat Dadang Kahmad, Sosiologi Agama . Bandung: Rosdakarya, 2000, h.172.  5 Timur Tengah. Kenyataan ini bukanlah peristiwa baru, melainkan berlangsung semenjak awal masuknya agama yang diserukan Muhammad ini ke bumi Nusantara. 4  Senada dengan pernyataan Quraish Shihab, Richard Bulliet pernah menyatakan hipotesisnya bahwa “Sekarang waktunya untuk melihat Islam dari jendela Jakarta, Kuala Lumpur, atau Teheran, bukan lagi dari jendela Bagdhad, Damaskus atau Kairo. 5  Memperhatikan dua pernyataan tersebut, secara substansi tidak jauh berbeda, maka timbul suatu fakta sosial bahwa keberadaan Islam dan umat Muslim di bumi Nusantara telah menjadi “ikon” yang memiliki kelebihan yang sangat unik dan spesifik bila dibandingkan dengan Islam dan umat Muslim di belahan Negara lainnya. Kemudian, hal ini telah menjadikan Islam di Nusantara menjadi kajian para Islamisis ( orientalis ) yang melihat adanya perkembangan serta pengaruh yang cukup signifikan dalam kesejarahan Islam di Nusantara ini. Variasi Islam dengan kebudayaan lokal di Indonesia sudah menjadi fenomena yang tidak bisa dihindari. Dimana Islam sebagai ajaran keagamaan yang lengkap, memberi tempat pada dua jenis penghayatan keagamaan, Pertama , 4 M. Qurasih Shihab, “Era Baru, Fatwa Baru” Kata Pengantar dalam M.B. Hooker,  Islam Mazhab Indonesia: Fatwa-Fatwa dan Perubahan Sosial . Cet. Pertama Jakarta: Teraju, 2002, h.18. 5 Richard Bulliet adalah Guru Besar Columbia University, New York. Pernyataan ini diperoleh dalam endorsement pada buku  Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi  Nusantara , sebuah karya yang menyajikan tentang keberadaan Islam di Nusantara dari pelbagai perspektif dan melibatkan cendikiawan-cendikiawan terbaik Indonesia. Karya ini dieditori oleh Komarudin Hidayat dan Ahmad Gaus AF, dan diterbitkan oleh Mizan Media Utama (Mizan Pustaka).
Search
Tags
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x